Politik & Pemerintahan

Selamat Jalan Kaka Robby Omaleng

Potret momen terakhir Almarhum Ketua DPRD Mimika, Robby Kamaniel Omaleng saat diwawancarai BM beberapa waktu lalu 

MIMIKA, BM

Mimika kembali bersedih karena hari ini telah berpulang, salah satu putera terbaik negeri ini, Ketua DPRD Robby Kamaniel Omaleng.

Almarhum meninggal di RSMM sekitar pukul 14.15 setelah sebelumnya melakukan perjalanan di PT Pal, Kamis (22/4) pagi.

Kepada BM, Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian almarhum Ketua DPRD Robby Kamaniel Omaleng.

"Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Mimika, kami mengucapkan turut berdukacita yang mendaam atas meninggalnya saudara kami, Ketua DPRD Mimika Robby Kamaniel Omaleng yang dipanggil pada hari ini," ujarnya.

"Kami doakan agar almarhum diterima dalam kehidupan yang kekal dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," harapnya.

Kepada BM, Wabup John yang barusan bertemu dengan Bupati Eltinus Omaleng dan sejumlah pimpinan serta anggoda DPRD Mimika di rumah dinas ketua DPRD mengatakan jenazah almarhum sudah diantar ke mile 32.

Wabup John mengatakan berdasarkan penjelasan dokter di RSMM, almarhum menghembuskan nafas terakhir karena serangan jantung.

"Tadi almarhum kunjungan kerja ke PT Pal terkait galian-galian. Sampai di sana sempat laksanakan rapat tapi tiba-tiba beliau rasa sakit di dada dan langsung dilarikan ke RSMM," ujarnya.

Karena kondisi ini, Dinas Kesehatan dari Timika kemudian segera mengirim PSC ambulance ke PT Pal. Di tengah perjalanan, ketua DPRD kemudian dipindahkan ke mobil ambulance dan langsung dilarikan ke RSMM.

"Beliau meninggal sesudah satu jam di RSMM. Beliau masih bisa bicara dan tidak pingsan. Dari dokter, mereka sudah usahakan semampunya tapi sudah terlalu rendah. Terkait penjelasan lebihnya nanti tanyakan ke dokter," ungkapnya.

Wabup mengatakan, awalnya jenazah mau ditempatkan di rumah dinas namun sesuai permintaan keluarga, jenazah akhinya dibawah ke mile 32.

"Kami akan lakukan pemakaman secara kenegaraan karena beliau adalah ketua DPRD. Saya dan bupati langsung ambil alih proses ini. Kami sudah atur humas sekwan dan daerah harus kerjasama supaya mempersiapkan semuanya, apa yang harus dilakukan untuk keluarga dan menyiapkan persiapan untuk upacara kenegaraan nanti," jelasnya. (Ronald)

Warga Agimuga Minta Pemda Mimika Jangan Lupa Keberadaan Mereka

Kondisi jalan yang menghubungkan Kampung Kiliarma - Kampung Aramsolki di Agimuga

MIMIKA, BM

Sebelum dimekarkan menjadi distrik, Agimuga dan Kokonao merupakan daerah atau wilayah tertua yang pernah menjadi bagian dari Kabupaten Fakfak.

Namun seiring perubahan zaman yang terus mengalami perkembangan dengan terbentuknya Kabupaten Mimika, perubahan yang terjadi di kabupaten ini belum sepenuhnya berdampak terhadap masyarakat di Distrik Agimuga.

Ditemui BM di Agimuga, Tomas Kelanangame, Sekretaris Kampung Amungun pada Rabu (21/4) mengatakan warga Agimuga sangat merindukan akses jalan yang baik dan penerangan listrik.

"Agimuga dan Kokonao sudah ada lebih dulu dibandingkan distrik yang lain dan pernah masuk dalam Kabupaten Fakfak. Tapi pusat perhatian pemerintah terhadap distrik ini sangat minim. Kenapa saya katakan minim? karena sampai sekarang keadaan begisi saja terus. Apa
Mungkin karena banyak distrik atau karena hal lain? Saya tidak tahu," ujarnya.

Sejauh ini kondsi jalan yang menghubungkan pelabuhan hingga ke wilayah bandara masih belum ada perubahan. Kondisinya masih sama seperti beberapa tahun lalu yakni belum di aspal.

"Kalau bisa diteling atau diaspal karena kami masyarakat sendiri menilai distrik ini perkembangannya sangat terlambat jika dibandingkan dengan distrik yang lain. Kami mohon pemerintah daerah dalam hal ini dinas terkait untuk melihat ini," harapnya.

Terkait penerangan listrik, Tomas mengatakan selama ini warga Agimuga hidup dalam kegelapan. Saat ini memang telah di pasang tiang dan kabel listrik tetapi hingga kini penerangan listrik yang dijanjikan belum juga terealisasi lantaran pembangkit diesel belum tersedia.

"Semua sudah dipasang tapi masih begini saja. Masyarakat sudah rindu penerangan. Kami bersyukur instalasi sudah di pasang dan ada pemberitahuan dari kepala distrik bahwa bulan Mei mesin akan didatangkan. Kita berharap tidak tertunda lagi sehingga kami semua secepatnya bisa menikmati terangnya listrik," katanya.

Walau demikian, jaringan internet telah dirasakan sebagian masyarakat namun mereka memperoleh akses koneksi wifi dari pos TNI dan dari kantor puskesmas.

"Memang ada biaya sedikit tapi tidak merugikan masyarakat. Kadang juga tidak dibayar jika ada kebutuhan mendesak," ungkapnya.

Tomi juga berharap pemerintah daerah untuk membantu masyarakat Agimuga di bidang perekonomian, terutama dalam hal akses perdagangan hasil bumi masyarakat.

"Budaya kami di sini adalah berkebun dan berternak dan hasilnya berlimpah tapi tidak ada akses perdagangan sebagai pendukung dalam membantu perekonomian masyarakat. Kita harap ada perhatian supaya hasil mata pencaharian kami ini tidak sia-sia. Kami mau jual kemana?," ungkapnya. (Ignas)

Hingga April Penerimaan Pajak Daerah Rp23,9 Miliar

Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifa ketika ditemui wartawan BM di ruang kerjanya

MIMIKA, BM

Sejak Januari hingga April 2021, tepatnya Rabu (21/4), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mimika mencatat penerimaan pajak daerah baru mencapai Rp. 23.943.896.702 atau setara 11 persen dari target penerimaan tahun ini sebesar Rp. 218 miliar.

Capaian tersebut berasal dari 10 jenis objek pajak yakni pajak hotel, restoran, reklame, PBB, BPHTB, hiburan, pajak mineral bukan logam dan batuan (MBLB) , pajak air tanah dan lainnya.

"Realisasi pajak daerah kita sudah Rp23,9 miliar dari target Rp218 miliar, tapi dari Freeport belum masuk semua seperti PBB dan PPJ," tutur Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifa saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (21/4).

Dwi Cholifa juga mengatakan, secara keseluruhan pendapatan daerah dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Mimika tahun anggaran 2021 sebesar Rp3,5 triliun telah terealisasi sebesar Rp811.747.808.362 atau setara dengan 23 persen.

Dijelaskan, realisasi pendapatan daerah terbesar saat ini berasal dari transfer dana bagi hasil yang mana besarannya mencapai Rp. 811 miliar.

"Tapi kemungkinan realisasi akan naik terus karena ini baru di triwulan pertama dan masih ada 8 bulan lagi. Biasanya ada peningkatan penerimaan pada pertengahan tahun sehingga bisa dipastikan kita akan tetap mencapai target," ungkapnya.

Pajak daerah tahun ini, menurut Dwi, juga mengalami kenaikan dari tahun lalu yang mana di APBD Perubahan 2020 Rp195 miliar, sekarang mengalami kenaikan sebesar Rp 218 miliar.

"Dengan melihat capaian saat ini, itu berarti kesadaran wajib pajak sudah meningkat. Bulan-bulan depan pasti akan naik lagi penerimaannya karena SPPT PBB-P2 kita sudah serahkan dan jika masyarakat mulai bayar maka pajak daerah kita akan meningkat,"ungkapnya. (Shanty)

Top