Politik & Pemerintahan

Termasuk Kantor Yang Paling Sibuk, Dispencapil Perketat Protokol Kesehatan

Pelayanan di Kantor Dispencapil Mimika

MIMIKA, BM

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispencapil) merupakan salah satu kantor yang sangat sibuk dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Dalam sehari kunjungan warga untuk mengurusi dokumen kependudukan di kantor ini baik pengurusan KTP, KK, Akta Kelahiran dan sebagainya bisa mencapai 100 hingga 150 kunjungan.

Saat masih status Tanggap Darurat PSDD pelayanan di Dispencapil dilakukan secara online melalui Operator Layanan Administrasi Online (Orlando).

Walau pelayanan Orlando masih dilakukan hingga saat ini namun intensitas warga ke kantor ini tetap sama seperti sebelum musim pandemi.

"Dalam sehari kami melayani 100-150 orang sehingga hal utama yang kami lakukan adalah penerapan protokol kesehatan secara ketat. Kita sesuaikan dengan kondisi ruangan sehingga kadang kita batasi," ungkap Kepala Dispencapil, Slamet Sutejo saat diwawancarai, Senin (22/6).

Pengawasan ketat protokol kesehatan dimulai dari antrian, jarak pelayanan hingga pembatasan kursi dalam ruangan. Ini dilakukan agar menghindari masyarakat dari peredaran virus Corona.

"Makanya kita batasi orang. Misalnya kapasitas dalam ruangan kita 100 orang maka kita fleksibelkan. Pelayanan sama dengan hari-hari biasa hanya kami sekarang buka sampai jam satu siang. Ini sesuai instruksi bupati," turut Slamet.

Ia mengatakan pelayanan online yang dilakukan juga sangat membantu tidak terciptanya antrian berkepanjagan di loket karena proses pengurusan dokumen kependudukan terhitung cepat.

"Jumat kemarin saja dalam sehari kami cetak 250 KTP. Ini belum terhitung KTP, kartu keluarga, surat pindah, akta kelahiran dan lain-lain," ujarnya. (Shanty)

Tempat Usaha Yang Bandel Malam Ini Ditertibkan Satpol

Pelaksanaan PSDD saat itu diberlakukan pembatasan jam malam

MIMIKA, BM

Pemberlakukan Kebijakan Adaptasi Hidup Baru di Mimika juga menyertakan adanya pembatasan jam malam seperti yang dilakukan pada saat PSDD dan Pra New Normal.

Hanya saja, aktifitas warga termasuk tempat usaha banyak yang dibuka hingga melewati batas waktu yang ditentukan, bahkan ada yang membuka usahanya hingga 24 jam. Mereka tidak mengindahkan keadaan saat ini seakan tidak berada dalam situasi pandemi Covid-19.

Guna menjaga kondisi ini tidak kebablasan, Satuan Polisi Pamong Praja pada malam ini mulai mengawasi dan memantau langsung tempat usaha yang bandel.

Kepala Satpol PP, Wilem Naa saat diwawancarai, Senin (22/6) menyampaikan hal tersebut. Ia mengatakan tidak adanya penjagaan seperti waktu PSDD dan Pra New Normal membuat aturan ini diabaikan.

"Ini kelalaian kami semua di lapangan sehingga Satpol PP mulai hari ini (malam-red) turun ke lapangan untuk menyampaikan kepada masyarakat agar tidak bebas seenaknya mengikuti kemauan mereka. Aturan sudah berlaku, semua  wajib ikuti prosedur instruksi bupati karena kita dalam situasi pandemi Covid-19," ujarnya.

Menurutnya, sasaran yang akan mereka datangi dimulai dari pedagang di pasar, ruko, toko hingga kios-kios yang sudah dipantau selalu dibuka hingga larut malam.

"Waktu PSDD dan Pra New Normal, ada sekitar 7-8 tempat usaha yang kita ambil barang dan ijin mereka. Untuk saat ini tidak ada sanksi mengikat namun kami akan beri teguran jika melakukan aktifitas di atas jam itu kita tegur. Jika masih bandel kami ambil tindakan," tegasnya. (Shanty)

Sudah Ditutup, 9 ASN Bertarung Rebut Jabatan Sekda Mimika

Tahapan pendaftaran calon Sekda Mimika telah berakhir tadi malam

MIMIKA, BM

Proses Pendaftaran Seleksi Jabatan Pimpinan Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Mimika telah melewati dua tahapan awal dan telah ditutup prosesnya, Jumat (19/6) tadi malam tepat pukul 24.00 Wit.

Dua tahapan tersebut yakni pengumuman lowongan jabatan dan penerimaan berkas pencalonan yang telah dimulai sejak 15 Juni atau empat hari lalu.

Masih ada sembilan tahapan selanjutnya yang harus dilalui untuk memperoleh hasil akhir siapa yang akan menduduki kursi jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Mimika yang kini dijabat Penjabat Sekda, Marthen Paiding.

Hingga pukul 24.00 Wit tadi malam, sebanyak 9 Aparatur Sipil Negara dari lingkup Pemda Mimika telah mendaftarkan diri dalam bursa pencalonan ini.

Mereka adalah Petrus Yumte (Kadis Sosial), Petrus Lewakoten (KaKesbangpol), Benediktus Renyaan (Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah), Nicolaas Kuahaty (Asisten III), Syharial (Kadis Ketahanan Pangan), Limy Mokodompit (Kadis Lingkungan Hidup), Welem Naa (KaSatpol-PP), Yulianus Sasarari (KaInspektorat) dan Simon Mote (mantan KaBappeda).

Kepada BeritaMimika, Penjabat Sekretaris Daerah Mimika, Marthen Paiding mengatakan proses perekrutan calon semda definitif dilakukan sesuai dengan tahapan dan mekansime perundang-undangan yang berlaku.

"9 orang ini sudah mendaftarkan diri dan siap untuk mengikuti tahapan-tahapan selanjutnya. Harapan kita proses ini berjalan luber dan muda-mudahan panitia tetap konsisten sampai terpilih sekda definitif," ujarnya ketika dihubungi BeritaMimika pagi ini.

Ia mengatakan, siapapun yang terpilih nanti harus memiliki kemampuan lebih dan dapat bekerjasama dengan bupati dan wakil bupati karena jabatan sekretaris daerah merupakan jabatan administrasi pemerintahan.

"Bupati dan wakil yang membuat kebijakan dan sekretaris daerah bersama pimpinan OPD yang mengeksekusinya sehingga harus bisa bekerjasama, membawa perubahan pemerintah ke arah yang lebih baik dan selalu menyesuaikan dengan perkembangan yang dinamis karena Mimika ke depan punya potensi lebih baik dibandingkan kabupaten lain di Papua," jelasnya.

Secara regulasi, Marthen Paiding mengatakan proses ini terbuka bagi siapa saja sehingga baik ASN Orang Asli Papua maupun ASN non Papua memiliki kesempatan yang sama untuk mendaftarkan diri.

"Proses ini tidak ada pembatasan namun ada mekanismenya. Ini persaingan diantara ASN sehingga mereka harus tunjukan bahwa mereka bisa dan mampu. Siapapun yang terpilih nanti merupakan urusan panitia namun proses inilah yang akan menentukan siapa yang terbaik itulah yang dipilih," ungkapnya.

Dijelaskan, tahapan selanjutnya adalah seleksi administrasi yang dilakukan pada 22-23 Juni nanti. Setelah melewati tahapan ini, panitia akan kembali mengumumkan siapa yang lolos ke tahapan berikutnya.

Ada beberapa proses seleksi dalam tahapan ini termasuk psikotes, penulisan makalah, presentasi dan wawancara. Setelah penulisan makalah para calon sekda akan melakukan presentasi makalah mereka.

"Penilaian lebih banyak di fase ini karena akan lebih terlihat kemampuan mereka. Pansel yang terdiri atas Plt Sekda provinsi, inspektorat provinsi, kanreg Papua dan perwakilan akademisi yang akan menilainya. Jika ada masalah atau sejenisnya, semua akan dinilai oleh panitia seleksi," terangnya.

Penjabat Sekda Mimika, Marthen Paiding juga mengingatkan 9 calon ini agar mulai mempersiapkan diri dan menjaga kesehatan masing-masing agar dapat mengikuti tahapan dengan baik.

"Yang terbaik, dialah yang terpilih sehingga kalah menang itu hal biasa. Apapun hasilnya nanti, kita semua harus saling mendukung dan bersatu sehingga ke depan arah pemerintahan ini lebih baik sesuai dengan cita-cita bupati dan wakil bupati untuk daerah ini," harapnya. (Ronald)

Top