Datangi Mimika Barat Tengah, Bunda PAUD Mimika Bertemu Ratusan Anak

Bunda PAUD Ny. Susy Rettob, Wakil Ketua TP PKK Mimika Ny. Periana Kemong, Pengurus Pokja II PKK Mimika, bersama anak-anak Kampung Mukuruka

MIMIKA, BM

Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Mimika Ny. Susana Susy Herawaty Rettob terus konsisten menerapkan wajib belajar 13 tahun hingga ke kampung-kampung.

Ny. Susy Rettob yang juga Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) ini tak segan-segan turun lapangan hingga ke pelosok, untuk bertemu dan melihat kondisi anak-anak usia sekolah khususnya PAUD.

Bunda PAUD dihadapkan akan letak geografis wilayah distrik yang harus ditempuh melalui laut. Namun, hal itu tak menyurutkan niatnya.

Selain itu juga, temuan bahwa masih ada distrik yang belum memiliki sekolah PAUD.

Dalam Kunjungan Kerja (kunker) di Distrik Mimika Barat Tengah pada 28-30 April 2026 lalu bersama pengurus Pokja II, Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Rettob bertemu, berbaur dan bercengkrama dengan anak-anak disana.

Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Rettob melalui Ketua Bidang Pokja II Ny. Leentje Siwasbessy mengatakan PKK melaksanakan sosialisasi wajib belajar 13 tahun yang dipusatkan di Kampung Mukuruka.

“Ketua bertemu ratusan anak dan melakukan sosialisasi sambil bernyanyi untuk memberikan motivasi belajar kepada anak-anak usia sekolah,” katanya.

Kedatangannya juga membawa bantuan berupa 150 paket yang berisi buku, alat peraga sekolah, pensil warna dan edukasi belajar dalam bentuk gambar-gambar.

“Kami melihat bahwa di tempat itu banyak anak usia sekolah tetapi mereka sama sekali tidak bersekolah khususnya PAUD,” ungkapnya.

Lanjutnya, kepala kampung mengusulkan kepada bupati dan wakil bupati agar dibangun sekolah PAUD di Kampung Mukuruka.

“Masih ada anak usia 3-4 tahun yang belum bersekolah. Dengan adanya PAUD maka anak-anak bisa bersekolah dengan baik,” tuturnya.

Jika tidak melalui proses PAUD maka anak-anak akan sulit untuk dapat mengenal huruf maupun membaca.

“Pendidikan harus dimulai dari usai dini (3-4 tahun) agar bisa naik ke TK (5-6 tahun) dan siap masuk ke SD,” imbuhnya.

Dengan kunker ke kampung, tim dapat melihat secara langsung permasalahan pendidikan yang terjadi misalnya apakah ada anak yang seharusnya sekolah tapi belum sekolah?

“PAUD sangat penting untuk membina karakter dan mental anak, agar mereka juga bisa beradaptasi dengan teman dan memahami sedikitnya pendidikan itu seperti apa dan mengapa penting?,” tandasnya.

Hal ini sesuai dengan visi misi bupati dan wakil bupati Mimika sehingga perlu didukung.

“Pembangunan bukan hanya fisik pembangunan tetapi bagaimana membangun karakter dan pendidikan anak untuk masa depan mereka,” pungkasnya. (Elfrida Sijabat)

Top