Politik & Pemerintahan

Lewat Jalan Ini Seperti Main Ular Tangga, Warga Minta Pemda Perbaiki

Jalan ini tergenang air saat hujan

MIMIKA, BM

Masyarakat yang berdomisili di Jalan terusan SMA Taruna Timika, Nawaripi, Distrik Wania meminta pemerintah daerah untuk memperbaiki jalan yang menghubungkan Budi Utomo Baru dan Jalan Yos Sudarso ini.

Pasalnya, sudah sekian lama jalan ini hampir tidak ada perhatian sama sekali dari pemerintah daerah. Padahal dibeberapa kesempatan jalan ini sempat diusulkan warga untuk diperbaiki.

Kondisi jalan ini selain rusak, berlubang dan landasannya tidak rata, dalam musim penghujan saat ini, ditemui banyak genangan air termasuk meluapnya air karena drainasenya mampet.

Tidak heran warga sekitar mengistilahkan melewati jalan ini seperti sedang bermain ular tangga karena mereka harus meliuk-meliuk menghindari banyaknya bebatuan tajam dan lubang di sepanjang jalan.

"Kami sudah lama tinggal disini, dari masih sepih sampai penduduk sudah banyak ini, kondisinya tidak pernah berubah. Padahal di sini ada Paud, SD dan SMA. Kita tidak tahu sampai tahun berapa baru ada perhatian pemerintah," ungkap Leo, warga yang menetap di wilayah ini.

Leo mengatakan, jalan ini juga merupakan jalur alternatif karena menghubungkan Jalan Yos Sudarso dengan Budi Utomo Baru. Warga selalu menggunakan jalan ini untuk memperpendek jarak tempuh.

Kondisi dari arah Jalan Budi Utomo Baru 

"Lihat saja waktu PSDD dan Pra New Normal kemarin, jalan ini selalu ramai. Kami juga heran ada pemukiman baru jalan mereka sangat layak dilewati tapi kita di sini kondisinya dari tahun ke tahun sama saja. Jalan ini juga sepertinya sudah sering diusulkan untuk diperhatikan namun tra pernah disetujui, lari kosong terus," ujarnya.

Menurut Leo, di Nawaripi ada banyak jalan dengan kondisi seperti ini. Awalnya dibuatkan jalan teling namun hanya beberapa tahun kemudian rusak dan tidak terurus.

"Sekitar 500 meter dari arah Yos Sudarso masuk dulu dibuat jalan teling tapi sudah rusak sedangkan sisahnya hingga tembus Jalan Budi Utomo Baru masih timbunan. Makanya kalau kita lewat jalan ini macam kita main ular tangga," terangnya.

Leo bahkan mengatakan bahwa rata-rata masyarakat di sini waktu pilkada lalu turut mendukung dan memenangkan pasangan bupati dan wakil bupati saat ini.

"Kalau bicara sumbangsih politik, kami dulu dukung bupati dan wakil bupati saat ini. Tapi politik sudah berakhir dan kami tahu pemerintah kerja untuk semua masyarakatnya. Kami tidak menuntut tapi minta perhatian saja apalagi kondisi corona sekarang ini. Harapan kami tahun depan diperbaiki karena di sini juga ada tiga sekolah. Kita tidak minta hotmix yang penting bagus dan nyaman saja untuk semua lewat dan tidak banjir, itu sudah cukup," harapnya. (Ronald

Proses Seleksi Sekda Mimika Ditangguhkan

Pjs Sekda Mimika, Marthen Paiding

MIMIKA, BM

Bupati Mimika Eltinus Omaleng menangguhkan proses Seleksi Jabatan Pimpinan Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Mimika.

Padahal proses ini telah mewati 4 tahapan awal yakni pengumuman lowongan jabatan, penerimaan berkas, seleksi berkas dan pengumuman hasil seleksi administrasi.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Mimika, Marthen Paiding mengatakan ada dua alasan mendasar mengapa proses ini ditangguhkan.

"Proses dan hasilnya sudah dilaporkan ke bupati namun proses ini untuk sementara ditangguhkan karena bupati menilai tidak ada keterwakilan perempuan dan akan dibuka juga secara luas agar ASN dari daerah lain bisa ikuti seleksi karena kemarin kita buka pendaftaran hanya untuk internal ASN Mimika," jelasnya kepada BeritaMimika, Kamis (25/6).

Marthen Paiding menjelaskan, dari 9 pelamar sekda, 3 ASN dinyatakan tidak lolos seleksi berkas oleh panitia seleksi yakni Asisten III Nicolaas Kuahaty, Kepala Inspektorat  Yulianus Sasarari dan mantan kepala Bappeda Mimika, Simon Mote.

"Simon Mote karena masalah berkas dan hukum, Niki Kuahaty status kepegawaian sementara Sasarari karena faktor usia," ungkapnya melalui telepon.

Sementara enam ASN yang dinyatakan lolos adalah Petrus Yumte (Kadis Sosial), Petrus Lewakoten (KaKesbangpol), Benediktus Renyaan (Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah), Syahrial (Kadis Ketahanan Pangan), Limy Mokodompit (Kadis Lingkungan Hidup) dan Welem Naa (KaSatpol-PP).

"Saya tidak bisa komentar lebih masalah ini karena di luar ranah kami, terkait dengan hal-lainnya terutama untuk penangguhan ini ada panitia seleksi," ungkapnya. (Ronald)

 

Penerapan Protokol Kesehatan Di Pelabuhan Poumako Mulai Dipersiapkan

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob

MIMIKA, BM

Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 secara ketat di Bandara Moses Kilangin sudah lama diberlakukan.

Kini Pemda Mimika mulai mengatur bagaimana penerapan protokol kesehatan Covid-19 di Pelabuhan Poumako di masa Adaptasi Hidup Baru.

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan, dengan kondisi pelabuhan Poumako yang tidak memadai, pemerintah harus tetap berupaya bagaimana menerapkan protokol kesehatan untuk mengatur para penumpang.

"Jadi kita rapat untuk mengetahui bagimana ketika penumpang turun apa yang harus dilakukan, mulai dari pemeriksaan surat-surat, dokumen, penyemprotan barang penumpang, cek suhu dan sebagainya harus dilakukan," tutur Wabup John pada rapat Senin kemarin.

Wabup John mengatakan, untuk penerapannya nanti, akan menjadi tanggung jawab pihak pelabuhan maupun Pelni untuk mengaturnya. Setelah komplet, pemerintah daerah akan menerima laporan terkait hal ini.

"Setalah diatur nantinya akan di evaluasi lagi bersama-sama. Bagaimana melakukannya, kita serahkan dulu sama mereka, mereka harus bisa menyiapkan tempat-tempat itu," tuturnya.

John mengatakan, selama ini yang terjadi di Mimika semua penumpang yang naik dan turun dari kapal hanya melalui satu tangga, namun ditengah pandemi ini harus dipisahkan. Apalagi kondisi pelabuhan yang tidak memiliki ruang tunggu penumpang yang memadaai.

"Kita harus ubah jadi disiplin sehingga tidak ada lagi orang baku tabrak saat naik maupun turun kapal apalagi ketika menuju kapal. Semua penumpang wajib mematuhi aturan ini tanpa terkecuali," tegasnya.

Dengan demikian maka Wabup John berharap, pengaturan pelaksanaan protokol kesehatan di Pelabuhan Poumako bisa diatur secara baik oleh semua pihak yang bertanggung jawab.

"Mungkin di pelabuhan bisa buat tempat darurat dulu, seperti gunakan kontainer dan lainnya nanti kita evaluasi lagi," ujarnya.

Tambahnya, untuk jumlah penumpang nantinya akan dibatasi. Penumpang yang mau datang ke Mimika dimaksimalkan hanya 200 orang. Ini akan diatur oleh pihak Pelni dari hasil penjualan tiket baik online maupun offline.

"Ini semua diukur juga dengan kesiapan yang ada, kalau memang bisa 400 orang tidak masalah tapi harus sesuai prosedural terutama dokumen pendukung perjalanan itu wajib," tutup Wabup John. (Shanty)

 

Top