Politik & Pemerintahan

300 Warga Kampung Pomako Sudah Terima BLT Tahap Dua


Kepala Distrik Mimika Timur, Bakri Athoriq

MIMIKA, BM

Kepala Distrik Mimika Timur, Bakri Athoriq mengatakan, bantuan langsung tunai tahap dua telah disalurkan kepada 300 penerima di Kampung Pomako.

"Semua bantuan sudah disalurkan kepada masyarakat pada Selasa (27/9/2022) kemarin. Ada sekitar 300 penerima," ujarnya saat diwawancarai di Hotel Grand Moza, Timika, Papua.

Bakri menyebutkan bahwa jumlah total nilai bantuan yang diberikan pada tahap kedua ini pun masih terbilang sama dengan tahap sebelumnya.

"Total jumlahnya masih sama, yaitu sebesar Rp 270 juta," ungkapnya.

Lebih lanjut Bakri mengungkapkan, pada saat pembagian bantuan, sempat ada beberapa masyarakat yang melakukan protes karena tidak mendapatkan bantuan.

"Jelas itu (protes) pasti ada. Tapi itu hanya salah paham saja karena ada yang belum tahu kalau penerima hanya boleh mendapatkan satu jenis bantuan saja," jelas Bakri.

"Jadi, mereka yang dapat BLT tidak boleh lagi dapat bantuan melalui PKH atau lewat Kantor Pos. Begitu juga sebaliknya, kalau sudah dapat dari PKH maka tidak boleh lagi ambil yang BLT" pungkasnya. (Ade)

Plt Bupati Mimika Tegaskan Perencanaan APBD 2023 Harus Sesuai dengan Kebutuhan Masyarakat

Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob

MIMIKA, BM

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Mimika, Johannes Rettob meminta kepada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar di dalam perencanaan APBD 2023, program kerja yang diajukan harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Hal ini ia sampaikan mengingat kerap ada keluhan dari masyarakat bahwa apa yang diusulkan oleh masyarakat tidak pernah diprioritaskan.

"Program kerja dibahas mulai dari Desa, Distrik, Kabupaten itu dicatat. Jangan sampai masyarakat bilang mereka sudah usul tapi tidak pernah diprioritaskan, jadi tolong diperhatikan," tegasnya saat memimpin apel pagi di pelataran Kantor Pusat Pemerintahan SP3, Senin (3/10/2022).

"Untuk APBD perubahan bisa dilakukan proses pengajuan anggaran jadi saya minta diperhatikan dengan baik," imbuhnya.

Di samping itu, Plt Bupati Mimika juga mengajak seluruh pegawai ASN serta para honorer untuk senantiasa menghormati dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

"Kalau kita hormati, maka pelayanan kepada masyarakat akan lebih baik ke depan," pungkasnya. (Ade)

KPU Mimika Beri Edukasi Bagi Pelajar Tingkat SLTA

Suasana kegiatan sosialisasi pendidikan pemilih bagi pelajar tingkat SLTA oleh KPU Mimika di Hotel Grand Tembaga, Rabu (5/10/2022).

MIMIKA, BM

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mimika mulai melakukan sosialisasi pendidikan pemilih bagi pelajar tingkat SLTA yang termasuk ke dalam pemilih pemula pada Pemilu 2024 mendatang.

Bertempat di Hotel Grand Tembaga, kegiatan sosialisasi yang pertama ini telah mendatangkan sejumlah perwakilan dari 10 SMA yang tersebar di Mimika.

"Masing-masing sekolah, kami undang tujuh orang beserta satu pendamping. Tujuannya agar mereka nantinya dapat berpartisipasi dalam pemilu 2024 nanti," Ujar Ketua Divisi Sosialisasi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Fidelis Piligame saat ditemui di sela-sela kegiatan, Rabu (5/12/2022).

Adapun materi yang diberikan, kata Fidelis, diantaranya mengenai pengertian Pemilu, Asas Pemilu itu sendiri, dan hal-hal lainnya yang masih berkaitan dengan Pemilu.

"Kita juga memberikan edukasi kepada peserta bahwa mereka memiliki peran penting dalam memilih pemimpin untuk kabupaten ini. Tapi itu kita kemas dengan game-game sehingga lebih menarik bagi para peserta yang hadir hari ini," jelasnya.

Fidelis berharap melalui sosialisasi-sosialisasi yang dilakukan, para pemilih pemula nantinya tidak golput dalam Pemilu 2024.

"Ke depan ini kan potensi pemilih pemula banyak. Artinya jumlahnya lebih meningkat setelah pemilu 2019 sehingga kita jauh-jauh hari sudah mulai melakukan sosialisasi agar mereka tidak golput," ucapnya.

Selain sosialisasi kepada para pelajar, Fidelis mengatakan bahwa ke depan pihaknya juga akan memberikan sosialisasi kepada pemilih pemula di kampung-kampung yang kesulitan mengakses informasi dan juga mereka yang tidak berkesempatan mengenyam pendidikan formal.

"Untuk sosialisasi kepada mereka yang tidak bersekolah, kita juga sudah menyiapkan kegiatan sosialisasi dengan datang ke kampung-kampung, terus melalui kelompok-kelompok masyarakat," terangnya.

"Jadi hari ini kita mulai dari sekolah-sekolah dulu, berikutnya ke OKP-OKP, ke masyarakat yang mayoritas terdapat pemilih pemula seperti di Mimika baru, Kwamki Narama, dan kampung-kampung di pedalaman," pungkasnya. (Ade)

Top