Politik & Pemerintahan

11 Tahun Berturut-turut, Pemkab Mimika Berhasil Pertahankan Opini WTP dari BPK RI

Foto Istimewa (Tim Pimpinan Bupati Mimika)

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten Mimika kembali mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Capaian tersebut menjadi raihan WTP ke-11 secara berturut-turut. Ini sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.

Opini WTP diumumkan dalam penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas LKPD Tahun Anggaran 2025 di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Papua.

LHP diserahkan oleh Kepala BPK RI Perwakilan Papua Tengah, Subagyo, Ak., M.Si., CSFA, ACPA, CA, CPSAK.

Kepala BPK RI Perwakilan Papua Tengah, Subagyo, Ak., M.Si., CSFA, ACPA, CA, CPSAK menyampaikan, apresiasi kepada kabupaten-kabupaten yang masih mempertahankan opininya. Capaian ini tentunya menunjukkan komitmen dari para Bupati dan wakil bupati serta seluruh jajaran pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas laporan keuangan yang dihasilkan.

"Tentu hal ini juga tidak terlepas dari sinergi para Bupati dan jajaran dan sinergi jug dukungannya dari DPRK dalam melaksanakan fungsi pengawasannya. Dan semoga pencapaian ini dapat dipertahankan pada tahun berikutnya," kata Subagyo.

Subagyo mengatakan, dengan diserahkannya LHP ini sesuai pasal 20 dan 21 undang-undang nomor 15 tahun 2004 tentang pemeriksaan pengelolaan dan tanggungjawab keuangan negara, maka DPRD sesuai kewenangannya wajib menindaklanjuti selambat-lambatnya 60 hari setelah LHP ini diserahkan.

"Untuk itu kami harapkan pemerintah daerah dapat meningkatkan kualitas pemantauan LHP yang dilihat dari tingkat presentasi penyelesaian tindaklanjut LHP," ujarnya.

Katanya, berdasarkan hasil pemantauan tindaklanjut per semester 2 tahun 2025 atas rekomendasi BPK untuk hasil LHP tahun-tahun sebelumnya menunjukkan data dan informasi untuk Kabupaten Mimika capaian tindaklanjutnya adalah 75,55 persen.

"BPK berharap agar pemerintah kabupaten dapat segera melakukan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan untuk mengeliminasi kelemahan yang ada sehingga penyajian laporan keuangan di masa mendatang semakin membaik," ungkapnya. (Shanty Sang)

Wabup Mimika Minta PPK Tingkatkan Kompetensi dan Wajib Kantongi Sertifikat Tipe C

Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong

MIMIKA, BM

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, meminta seluruh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika untuk terus meningkatkan kompetensi dan wajib mengantongi sertifikat tipe C.

Sertifikat ini menjadi syarat mutlak untuk memastikan penggunaan keuangan negara dikelola dengan tertib, akuntabel, dan sesuai regulasi.

Hal tersebut disampaikan saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Perhitungan dan Penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang diselenggarakan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Setda Mimika di Aula BPKAD Mimika, Rabu (3/6/2026).

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong mengingatkan para peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius, disiplin, dan penuh tanggung jawab.

Ia meminta peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam pengetahuan melalui diskusi dan tanya jawab dengan para narasumber.

“Jangan melihat kegiatan ini hanya sebagai formalitas, tetapi jadikan sebagai ruang pembelajaran untuk memperkuat kapasitas, memperbaiki tata kelola pengadaan, dan memastikan setiap rupiah anggaran daerah digunakan secara tepat, efektif, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam mewujudkan tata kelola pengadaan yang profesional dan akuntabel. Melalui bimtek tersebut, para PPK diharapkan semakin mumpuni dalam melaksanakan tugas serta memiliki kemampuan dan keterampilan yang memadai dalam pengelolaan pengadaan barang dan jasa.

Selain peningkatan kompetensi, Emanuel juga menekankan pentingnya sertifikasi bagi para PPK. Ia mengingatkan bahwa pejabat yang belum memiliki Sertifikat Kompetensi Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Tipe C wajib mengikuti pelatihan dan uji kompetensi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Setelah kegiatan ini selesai, seluruh peserta yang belum memiliki sertifikat kompetensi Tipe C diwajibkan mengikuti proses sertifikasi. Hal ini penting agar para PPK memiliki legalitas, kemampuan, dan kepercayaan diri dalam melaksanakan tugas pengadaan barang dan jasa pemerintah,” ungkapnya. (Shanty Sang)

Momen Hari Lingkungan Hidup : Mimika Luncurkan Program Bersih dan Bebas Plastik

Foto bersama para undangan dengan Bupati dan Wakil Bupati Mimika

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten Mimika memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 dengan meluncurkan sejumlah program strategis yang berfokus pada kebersihan dan pelestarian lingkungan.

Program tersebut meliputi Mimika Bersih, Mimika Indah, Mimika Bebas Plastik, serta penguatan program bank sampah yang diluncurkan dalam sebuah kegiatan di halaman Gedung Eme Neme Yauware, Timika, Papua Tengah, Jumat (5/6/2026).

Kegiatan dihadiri Bupati Mimika Johannes Rettob, Wakil Bupati Emanuel Kemong, perwakilan PTFI, Forkopimda, TNI-Polri, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh adat dan agama, organisasi perempuan, pelajar, komunitas peduli lingkungan, serta masyarakat.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Mimika untuk memperkuat komitmen dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya pencemaran, terutama yang disebabkan oleh sampah plastik.

Selain peluncuran berbagai program lingkungan, kegiatan juga diramaikan dengan pameran lingkungan hidup yang menampilkan hasil kreativitas daur ulang, edukasi pengelolaan sampah, pemanfaatan barang bekas, hingga kampanye pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.

Salah satu penampilan yang menarik perhatian pengunjung datang dari para pelajar yang memainkan alat musik dan perlengkapan drum band berbahan barang bekas.

Kreativitas tersebut mendapat apresiasi langsung dari Bupati Mimika, Johannes Rettob.

“Tadi saya dan Bapak Wakil melihat anak-anak kecil tampil menggunakan alat-alat dari barang bekas untuk drum band. Ini contoh yang sangat baik. Mungkin ke depan perlu dibuat lomba drum band menggunakan alat-alat dari barang bekas supaya anak-anak semakin kreatif dan semakin peduli terhadap lingkungan,” ungkap Bupati JR.

Menurutnya, pendidikan dan kesadaran lingkungan perlu ditanamkan sejak usia dini agar generasi muda memiliki rasa tanggung jawab terhadap kebersihan dan kelestarian alam di masa mendatang.

Dalam kesempatan itu, bupati juga menyoroti masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terkait kebiasaan membuang sampah sembarangan.

Ia mengingatkan bahwa pemerintah telah menetapkan batas waktu pembuangan sampah hingga pukul 06.00 WIT agar proses pengangkutan dan pembersihan dapat berjalan optimal.

“Kita sudah sampaikan bahwa buang sampah hanya sampai jam 6 pagi. Teman-teman dari kebersihan lingkungan hidup dan distrik sudah melakukan pembersihan sampai jam 6 pagi. Bersih semua. Tapi nanti jam 8 pagi ada lagi sampah di pinggir jalan,” sesalnya.

Ia menilai kebiasaan menjadikan median jalan dan pinggir jalan sebagai lokasi pembuangan sampah sementara masih menjadi salah satu persoalan yang harus segera diatasi bersama.

Tak hanya masyarakat, Johannes juga meminta para pemilik kios dan toko untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan di sekitar tempat usaha mereka.

Menurutnya, kebersihan kota tidak dapat diwujudkan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat.

“Kita bekerja mati-matian membersihkan lingkungan, tetapi ada yang punya kios atau toko sedikit pun tidak mau turun membersihkan depan tempat usahanya sendiri,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen dalam mengurangi pencemaran lingkungan, Pemerintah Kabupaten Mimika secara resmi meluncurkan program Mimika Bebas Plastik yang bertujuan menekan penggunaan plastik sekali pakai.

Johannes berharap seluruh masyarakat mulai melakukan perubahan dari hal-hal sederhana, seperti mengurangi penggunaan plastik dan tidak membuang sampah sembarangan.

“Kita berharap ada perhatian serius terhadap penggunaan plastik. Kalau tidak dimulai dari sekarang, persoalan sampah plastik akan semakin besar di masa depan,” ujarnya.

Selain itu, Pemkab Mimika juga memperkuat program bank sampah sebagai salah satu solusi pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Program tersebut diharapkan mampu mengurangi volume sampah sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi warga melalui kegiatan pemilahan dan pengolahan sampah.

“Bank sampah ini harus kita hidupkan bersama supaya masyarakat bisa memilah sampah dan mendapatkan manfaat ekonomi dari sampah yang selama ini dianggap tidak berguna,” katanya.

Sepanjang kegiatan, masyarakat terlihat antusias mengunjungi berbagai stan pameran dan mengikuti edukasi terkait pengelolaan sampah serta pelestarian lingkungan.

Kreativitas para pelajar dalam memanfaatkan barang bekas juga menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang inspiratif.

Di akhir acara, Johannes Rettob secara resmi membuka seluruh rangkaian kegiatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, termasuk pameran lingkungan hidup, program Mimika Bersih, Mimika Indah, Mimika Bebas Plastik, dan penguatan bank sampah.

Melalui momentum tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika berharap dapat membangun kesadaran kolektif seluruh masyarakat untuk menjaga lingkungan hidup demi mewujudkan Mimika yang bersih, hijau, sehat, indah, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. (Nuel)

Top