Politik & Pemerintahan

Rencana Aksi Daerah (RAD) Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Mimika Periode 2020-2024 Telah Final


 
MIMIKA, BM

Kabupaten Mimika sigap menindaklanjuti amanah yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) No.59 tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau lazim disebut SDGs.

Proses penyusunan Rencana Aksi Daerah segera dilakukan setelah dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) Bupati Kabupaten Mimika No.205 tahun 2021 tentang Pembentukan Tim Koordinasi Daerah Pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) Kabupaten Mimika Tahun 2020-2024.
 
Tim Koordinasi Daerah dengan dibantu oleh Sekretariat Tim yang berkedudukan di Bappeda Kabupaten Mimika telah menyusun draft awal Rencana Aksi Daerah (RAD) TPB Kabupaten Mimika yang dihasilkan oleh masing-masing pokja yang membahas Tujuan/Goal sesuai dengan pembagian pokja berdasarkan pilar (1) Sosial/Budaya, (2) Ekonomi, (3) Lingkungan, serta (4) Hukum dan Tata Kelola.
 
Menindaklanjuti hasil rancangan masing-masing Pokja tersebut, pada Rabu, 8 Desember 2021 dilaksanakan Rapat Pleno Koordinasi Lintas Pilar dan Tujuan dalam Penyusunan RAD TPB Kabupaten Mimika tahun 2020-2024.

Rapat ini untuk mengintegrasikan hasil rancangan setiap pokja menjadi sebuah draft RAD TPB Kabupaten Mimika. Rapat Pleno ini dilanjutkan dengan rapat penyempurnaan RAD keesokan harinya (9/12).
 
Dalam sambutannya, Asisten I Sekretariat Daerah (SetDa) Kabupaten Mimika, Yulianus Sasarari, menyampaikan pentingnya koordinasi dan kerjasama antar pelaku pembangunan, seluruh pemangku kepentingan terkait, baik dari kalangan Pemerintah maupun pelaku Non Pemerintah/Non-state Actors sehingga percepatan pencapaian TPB/SDGs dapat dilakukan secara inklusif dan partisipatif.

Dalam penyusunan RAD Mimika ini, tim Koordinasi Pencapaian TPB Mimika tidak hanya mengajak seluruh OPD Kabupaten Mimika, serta instansi Pemerintah Pusat dan Provinsi yang memiliki tugas dan fungsi di Kabupaten Mimika, tetapi juga mengajak serta perwakilan sektor swasta dan organisasi kemasyarakatan untuk ikut serta.
 
“Peran Pelaku Non-Pemerintah, baik dari sektor swasta, organisasi masyarakat sipil maupun keagamaan sangat diharapkan mengingat keterbatasan dari kapasitas maupun sumberdaya yang dimiliki Pemerintah, sehingga pembangunan yang dilakukan dapat menjangkau seluruh masyarakat, tidak ada yang tertinggal atau kerap disebut sebagai prinsip ‘no one left behind’,” ujarnya.

RAD Kabupaten Mimika tahun 2020-2024 yang disepakati pada rapat penyempurnaan RAD (9/12) ini akan menjadi referensi pelaksanaan program-program kegiatan percepatan pencapaian TPB/SDGs di Kabupaten Mimika.

"Harapan kami, apa yang sudah dilakukan oleh para pemangku kepentingan di Kabupaten Mimika ini bisa menjadi contoh bagi kabupaten/kota lainnya, baik di Provinsi Papua maupun Indonesia Timur pada umumnya. Bagaimana menyusun RAD TPB secara inklusif, melibatkan semua sektor. Kami mengapresiasi peran sektor swasta, khususnya PT Freeport Indonesia yang telah berperan aktif terlibat dalam proses ini,” tambah Yulianus Sasarari.
 
Dalam rapat pleno tersebut, Kepala Bappeda Kabupaten Mimika, Ir. Yohana Paliling, M.Si, menjelaskan prioritas pencapaian TPB/SDGs Kabupaten Mimika Tahun 2020-2024 akan terfokus pada tujuan utama pembangunan yaitu membangun kesejahteraan masyarakat.

Dijelaskan pula bagaimana interkoneksi/keterhubungan antara masing-masing tujuan/goal tersebut sehingga kerjasama antar OPD dan pemangku-kepentingan lintas sektoral perlu dibangun lebih erat.

Salah satu tujuan pertama yaitu menurunkan angka kemiskinan, sebagaimana disampaikan oleh Joseph Manggasa, Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kabupaten Mimika.

Saat memberikan penjelasan tentang Rencana Aksi Daerah (RAD) Pencapaian TPB/SDGs Kabupaten Mimika Tahun 2020-2024, Yoseph mengatakan memiliki keterhubungan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan lainnya, misalnya dengan tujuan kedua kedua yaitu tanpa kelaparan dan tujuan ketiga yaitu kehidupan sehat dan sejahterah.
 
"Tantangan ke depan setelah RAD terbentuk dan terlaksana, adalah pengukuran atas pencapaian target yang tertuang dalam RAD. Sebagaimana disampaikan Asisten I SetDa Kabupaten Mimika,“ ujarnya.

Lanjutnya, jika pengukuran capaian tersebut dapat dilakukan, maka kemajuan pembangunan yang dilaksanakan oleh banyak pihak di Kabupaten Mimika dapat diperlihatkan kepada semua pihak yang berkepentingan dengan dasar bukti yang dapat dipertanggung-jawabkan (evidence-based), baik di level kabupaten/kota, provinsi, nasional maupun global.”
 
Erna Witoelar, salah satu pendiri Partnership ID, yang hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan pentingnya membangun kemitraan dalam pelaksanaan program-program kegiatan yang menjadi fokus dalam percepatan pencapaian TPB Mimika.

"Kemitraan bisa dibangun pada pilar yang sama atau lintas pilar. Sinergi dalam kemitraan ini akan saling memberi manfaat dan bisa memperluas dampak positif bagi masyarakat dan pembangunan Kabupaten Mimika,” ujar Erna.
 
Pada kesempatan tersebut, mantan Menteri Permukiman dan Pengembangan Wilayah pada Kabinet Persatuan Nasional ini memberikan apresiasi kepada PT Freeport Indonesia yang telah ikut berperan aktif terlibat dalam proses penyusunan RAD Mimika.

"Ini salah satu contoh bagaimana sektor swasta dapat berperan serta dan berkontribusi terhadap proses percepatan pencapaian TPB/SDGs di tingkat daerah sehingga bergaung di tingkat nasional. Kolaborasi sinergi seperti ini menjadi penting sehingga program-program yang dilakukan pihak swasta dapat sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan daerah, serta mempercepat pencapaiannya,” ujar Erna menutup percakapan. (Red/Shanty)

Pentingnya Peranan Kearsipan Dalam Pemerintahan, Mimika Harus Punya Depot Arsip

Foto bersama Asisten I Yulianus Sasarari

MIMIKA, BM

"Pentingnya arsip dalam kehidupan bangsa dan bernegara, menjadi tolak ukur keberhasilan pemerintah terutama dalam perkembangan daerah saat ini," ujar Asisten Bidang Pemerintahan Setda Mimika Yulianus Sasarari.

Ia mengatakan hal ini pada giat Sosialisasi Penciptaan Dan Penggunaan Arsip Dinamis Di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika, yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah.

Yulianus mengatakan, kearsipan memegang peran yang sangat penting karena arsip menjadi bukti berlangsungnya sebuah proses penyelenggaran pemerintahan.

"Arsip yang tertib, baik dan tersusun dengan rapi tentu akan memudahkan kita dalam melihat dan meninjau kembali pekerjaan dan dokumen yang telah kita lakukan," tutur Yulianus.

Ia mengapresiasi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah karena menyelenggarakan giat ini. Pasalnya kegiatan ini merupakan langkah pasti mengawali seluruh rangkaian usaha dan kegiatan bidang kearsipan yang telah di amanatkan dalam undang-undang nomor 43 tahun 2009 tentang kearsipan.

Ia berharap dalam kegiatan ini para peserta dapat memahami fungsi dan peranan maupun sanksi dalam pengelolaan arsip.

"Dalam pemerintahan ini saya harapkan dapat menciptakan sumber daya manusia aparatur yang bermutu dan bermartabat, meningkatkan sistem pengelolaan dan pemeliharaan kearsipan melalui penyediaan data yang akurat," ungkapnya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Yopi Toisuta mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk melakukan pendataan kearsipan di setiap SKPD, distrik dan kelurahan agar dokumen pemerintahan tetap terpelihara dengan baik dan mudah untuk ditemukan.

"Tapi yang saya harapkan adalah bagaimana penempatan orang untuk pengelolaan arsip di setiap OPD, distrik dan kelurahan itu betul-betul orang yang punya SDM yang bagus dan tidak dipindahkan. Jangan sampai dia sudah ikut pelatihan selesai tiba-tiba dipindahkan lagi," harapnya.

Toisuta berharap agar mereka yang sudah dibekali dengan pengetahuan kearsipan dan dokumen dalam sosialisasi dan pelatihan seperti ini jangan kemudian dipindahkan begitu saja. Minimal mereka harus dipertahankan dalam angka waktu tertentu untuk pengelolaan.

"Banyak masalah di setiap kota, kabupaten, provinsi maupun negara, persoalannya semua itu karena arsip. Kenapa? Karena setiap persoalan itu pasti ada tuntutan-tuntutannya. Jika kita tidak punya arsip yang baik, dokumen tidak lengkap maka dampaknya besar sekali.
Jadi saya mengharapan kedepan kita harus ada punya depot arsip," ungkapnya.

Ketua Panitia Rauda Buamona, SE dalam laporannya mengatakan, maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas pengelolaan arsip dalam rangka mewujudkan arsip sebagai tulang punggung manajemen pemerintahan.

Selain itu untuk meningktakan kesadaran terhadap arti pentingnya arsip sebagai bukti akuntabilitas dan penyelamatan aset serta mendukung proses pengambilan keputusan bagi organisasi.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari mulai tanggal 30 November hingga 01 Desember 2021 bertempat di hotel 66 Cendrawasih Timika.

"Peserta Kegiatan Bimbingan teknis berjumlah 50 orang yang terdiri dari pengelola kearsipan di lingkungan Pemda Mimika dan narasumber dari Kearsipan Kota Blitar," ungkapnya. (Shanty)

PARADE FOTO : Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Arsip, Dinas Perpustakaan Beri Sosialisasi


MIMIKA, BM

Guna meningkatkan kualitas pengelolaan arsip, Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah beri Sosialisasi Penciptaan Dan Penggunaan Arsip Dinamis Di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Cenderawasih 66, Selasa (30/11) dibuka secara resmi oleh Asisten Bidang Pemerintahan Setda Mimika Yulianus Sasarari.

Foto - Foto : Shanty Sang

1. Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Mimika, Yulianus Sasarari memberikan sambutan.

2. Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Mimika, Yulianus Sasarari memukul tifa pada pembukaan Sosialisasi Penciptaan Dan Penggunaan Arsip Dinamis.

3. Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Jacob Toisuta, narasumber dari Kota Blitar dan Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Mimika, Yulianus Sasarari menyanyikan lagu Indonesia Raya

4. Peserta sosialisasi kearsipan saat menyanyikan lagu Indonesia Raya.

5. Ketua Panitia Rauda Buamona saat menyampaikan laporan panitia kegiatan sosialisasi kearsipan.

6.  Narasumber dari Kota Blitar saat memberikan materi kepada peserta sosialisasi kearsipan.

7. Peserta saat mengikuti kegiatan sosialisasi kearsipan.

8. Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Jacob Toisuta, narasumber dari Kota Blitar, Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Mimika, Yulianus Sasarari dan Sekretaris DPM-PTSP berpose kompak saat foto bersama.

9. Foto Bersama seluruh peserta kegiatan

Top