Valentine Day Jadi Motivasi Kinerja PKK Mimika di 2026
Foto bersama Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Herawaty Rettob dan para pengurus
MIMIKA, BM
Hari ini banyak orang di dunia merayakan Hari Kasih Sayang atau Valentine Day. Momen ini biasanya digunakan untuk mempererat tali silaturahmi termasuk berbagi kasih dengan orang terdekat dan sesama.
Perayaan ini juga dirayakan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika yang diawali dengan Ibadah bersama kemudian tukaran kado.
Salah satu alasan mendasar PKK Mimika merayakan momentum ini tujuannya adalah untuk semakin mempererat kebersamaan dan kekeluargaan juga menjadi motivasi kinerja mereka di tahun 2026.
Pasalnya, hampir semua program pokok PKK berhubungan dengan kemanusiaan dan perhatian terhadap sesama terutama masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan ibadah dan tukar kado diselenggarakan di PAUD Kasih AMURO pada Sabtu (14/2/2026) dengan tema “Melayani Dengan Cinta Kasih”.
Ketua TP PKK Kabupaten Mimika Ny. Susy Herawaty Rettob mengatakan PKK ingin melayani Tuhan dan sesama lewat karya-karya nyata yang dapat menyentuh langsung ke masyarakat.
“Kita harus dengan kasih melayani Tuhan dan sesama. Dimulai dari ibadah, karena tanpa ibadah dan doa kita tidak bisa berbuat apa-apa. Segala sesuatu kita minta dulu kepada Tuhan jika direstui maka semua dijalani dengan baik,” tuturnya.
Ia berharap agar seluruh pengurus dalam bekerja tetap mengandalkan Tuhan dan memberikan dukungan satu sama lain serta saling bekerja sama.
“Hari Kasih Sayang berarti tidak ada perbedaan di antara kita. Semoga kita yang dipercayakan oleh bupati dan wakil bupati dapat menjalankan tugas dengan cinta kasih,” harapnya.
Adapun program kerja PKK di tahun 2026 dibagi dalam beberapa pokja, diantaranya Pokja I telah melaksanakan ibadah Oikumene perdana, pokja II akan terus mensosialisasikan wajib belajar 13 tahun.
Sementara pokja III akan fokus pada program prioritas dari provinsi untuk penanaman daun kelor dan pokja IV menekankan pada bidang kesehatan terutama bayi, balita, ibu hamil, lansia dan untuk masyarakat pada umumnya. (Elfrida Sijabat)
























