Politik & Pemerintahan

Pemkab Mimika Teken PKS OP4D dengan Kementerian Keuangan

Bupati Mimika Johanenes Rettob saat melakukan penandatanganan PKS OP4D

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten Mimika resmi mnandatangani Perjanjian Kerja Sama Optimalisasi Pemungutan Pajak Pusat dan Pajak Daerah (PKS OP4D) bersama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJPK).

Penandatanganan PKS ini dilakukan oleh Bupati Mimika Johanes Rettob didampingi Kepala Bapenda Mimika, Dwi Chilifa dan Kepala BPKAD Mimika, Marthen Mallisa di Kantor Bapenda pada Rabu 15 Oktober 2025.

Bupati Mimika Johanes Rettob mengatakan, langkah ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat penerimaan daerah melalui sinergi data dan sistem perpajakan.

"Penandatangan kerjasama ini dilakukan di seluruh Indonesia, dengan tujuan untuk koordinasi. Dengan ini, bisa diketahui dan langsung dibagi apa yang harus dilakukan Dirjen Perimbangan Keuangan, Dirjen Pajak dan juga Pemerintah daerah,"kata Bupati John saat ditemui di Graha Eme Neme Yauware, Kamis (16/10/2025).

Bupati mengatakan bahwa ini menjadi tugas bersama-sama untuk melakukan monitoring dan melaporkan kemudian dilanjutkan dengan melakukan rekonsiliasi.

Ia menambahkan, PKS ini sebenarnya sudah mulai dilakukan di daerah-daerah di Indonesia sejak tahun 2019.

“Tapi Mimika baru tahun ini, jadi kita termasuk dalam kabupaten yang baru bergabung untuk penandatanganan itu,” ungkapnya. (Shanty Sang)

Distanbun Mimika Gelar Rapat Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida

Suasana berlangsungnya rapat


MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Distanbun) Mimika menggelar rapat guna membahas tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3).

Rapat yang berlangsung di ruang rapat Kantor Distanbun, Kamis (16/10/2025) dipimpin oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Mimika, Inosensius Yoga Pribadi.

Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Mimika, Inosensius Yoga Pribadi dalam sambutannya mengatakan, luas wilayah Kabupaten Mimika yang ada kurang dari 8 persen luas lahan yang dimanfaatkan untuk usaha pertanian.

Ini menunjukan bahwa potensi masih sangat luas yang belum terolah dan menjadi lahan tidur.

"Bilamana hal ini tidak disikapi dengan serius oleh pemerintah maka masalah pangan ini akan berdampak ke masalah-masalah yang lebih luas lagi," kata Yoga.

Yoga mengatakan, pupuk dan pestisida merupakan sarana produksi yang sangat menentukan dalam pencapaian sasaran produksi nasional atau Kabupaten Mimika.

Oleh sebab itu, pupuk dan pestisida harus tersedia sesuai dengan prinsip 6 tepat yaitu tepat mutu, tepat jumlah, tepat jenis, tepat harga, tepat waktu dan tepat tempat.

Jadi, kata Yoga, pengawasan pupuk dan pestisida harus dilaksanakan secara terkoordinir antara pusat dan daerah serta antar instansi terkait dalam hal pengawasan pupuk dan pestisida.

"Komisi pengawasan pupuk dan pestisida Kabupaten Mimika merupakan wadah koordinasi pengawasan antar instansi terkait dibidang pupuk dan pestisida di tingkat kabupaten, Provinsi Papua Tengah," ungkapnya.

Yoga menambahkan, disamping wadah koordinasi tersebut, upaya mengatasi permasalahan pupuk dan pestisida juga sangat diharapkan dari penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) pupuk dan pestisida terutama dalam penyelsaian tindak kasus pidana. (Shanty Sang)

Distrik Mimika Baru Raih Juara 1 Lomba Cipta Menu

Bupati Mimika Johannes Rettob menyerahkan piala kepada juara 1 lomba cipta menu yakni Distrik Mimika Baru

MIMIKA, BM

Pemerintah Distrik Mimika Baru berhasil keluar sebagai juara 1 pada Lomba Cipta Menu yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Mimika.

Perlombaan tersebut telah dilaksanakan pada Rabu (15/10/2025/2025) di Kantor DKP.

Setelah melalui penilaian dari tiga juri, Distrik Mimika Baru berhasil meraih juara 1 dan berhak membawa pulang uang pembinaan sebesar Rp20 juta.

Penyerahan hadiah diberikan secara langsung oleh Bupati Mimika Johannes Rettob di Graha Eme Neme Yauware, Kamis (16/10/2025).

Bupati Mimika Johannes Rettob mengucapkan selamat kepada para pemenang yang telah memantapkan kemandirian pangan lokal dan melestarikan sumber daya alam dengan memanfaatkan hasil potensi alam, seperti sagu, jagung, ubi-ubian, pisang dan lainnya.

"Masyarakat Mimika juga bisa berkreasi membuat hasil Mimika untuk diolah secara baik dan kemudian dijual atau dibuat sebagai makanan tambahan," kata Bupati Rettob.

Bupati berharap, kedepan lomba-lomba ini dilaksanakan jangan hanya di enam distrik tapi bisa di seluruh Kabupaten Mimika. Karena, Mimika ini ada 18 distrik.

"Jadi bagaimana kita mengundang semua entah kita lakukan di Timika atau dilakukan di distrik yang jauh-jauh," ungkapnya.

Ia menambahkan, kepada para pemenang lomba diharapkan agar hasil perlombaan ini jangan disimpan tetapi dibuat menjadi suatu produk yang kemudian dijual untuk kepentingan UMKM.

Sementara itu, Ketua Panitia Herlina Imea mengatakan, Lomba Cipta Menu ini diikuti oleh 45 Peserta, yang terbagi dalam 15 kelompok dari 6 distrik dalam kota dan 1 kelompok binaan DKP.

"Untuk penilaian dilakukan oleh tiga juri dari Chef Hotel Horison, DKP Bidang Gizi dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB," tutur Imea.

Adapun pemenang lomba yakni, Juara 1 Kelompok 1 Distrik Mimika Baru dengan menerima uang Pembinaan sebesar Rp20juta, Juara 2 kelompok 2 dari Distrik Kuala Kencana dengan menerima uang Pembingan sebesar Rp15juta dan Juara 3 Kelompok 3 Distrik Kuala Kencana dengan menerima uang pembinaan Rp10juta.

Sementara, Juara Harapan 1 kelompok 2 dari Distrik Mimika Baru menerima uang pembinaan Rp9juta.

"Juara Favorit ada 11 kelompok dengan menerima uang pembinaan masing-masing RP6juta," pungkasnya. (Shanty Sang)

Top