Politik & Pemerintahan

Realisasi Keuangan Masih Rendah, Plt Bupati John Minta Pimpinan OPD Turun Cek Pekerjaan Fisik

Para pimpinan opd saat apel pagi


MIMIKA, BM

Masih rendahnya serapan realisasi keuangan APBD tahun 2022, membuat Plt Bupati Mimika Johanes Rettob meminta semua OPD untuk segera melakukan percepatan.

Pasalnya, per tanggal 25 Oktober 2022, serapan keuangan APBD baru mencapai 47 persen atau masih di bawah target.

Plt Bupati Mimika Johanes Rettob menyampaikan hal itu pada saat memimpin apel pagi di Kantor Pusat Pemerintahan, Senin (31/10/2022).

Plt Bupati John berharap kepada semua pimpinan OPD, PPTK, bendahara dan semua yang terkait dengan proyek pekerjaan fisik baik belanja modal, hibah, rutin dan lainnya agar segera diselesaikan dengan cepat.

"Realisasi keuangan kita itu sangat rendah posisi kemarin tanggal 25 Oktober 2022 baru mencapai 47 persen. Tinggal 1 bulan lagi, maka saya berharap semua segera terealisasi. Target kita akhir November harus sudah 85 persen realisasi keuangannya," tegasnya.

Plt John meminta proyek pekerjaannya diperiksa dan pimpinan OPD juga harus turun cek langsung di lapangan progres pekerjaan fisik dan penagihan keuangannya.

Apabila ada pengusaha atau kontraktor pihak ketiga yang belum melaksanakan penagihan agar segera dilaksanakan.

Menurutnya, harus disadari bahwa anggaran baik yang berasal dari APBD maupun dari provinsi juga pusat, wajib direalisasikan secara optimal, sehingga hasil dari kegiatan tersebut dapat segera terwujud secara riil, serta dapat segera dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

“Saya harap ada percepatan pelaksanaan kegiatan dapat terlaksana dengan baik, sehingga serapan anggaran dan cerminan kinerja perangkat daerah dapat menunjukkan progress yang positif,"ungkapnya. (Shanty Sang)

Pelantikan 24 Pejabat Mimika Merupakan Saran Dari Komisi ASN

Foto bersama dengan Plt Johannes Rettob

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika kembali menggelar pelantikan bagi pejabat tinggi pratama, administrator dan pengawas di lingkup Pemda Mimika di Pusat Pemerintahan, Jumat (28/10/2022).

Pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Plt Bupati Mimika Johanes Rettob sekaligus mengambil sumpah kepada 24 pejabat eselon II, III dan IV yang dilantik.

Plt Bupati Mimika Johanes Rettob mengganti beberapa pejabat eselon II diantaranya Jeni Usmany dari jabatan Kepala Dinas Pendidikan dan digantikan oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika Willem Naa sebagai pelaksana harian Kepala Dinas Pendidikan.

Dan Jenny Ohestina Usmani dari jabatan sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan kini sebagai pelaksana pada sekretariat daerah.

Menyusul, Jania Basir Rantedanun dari jabatan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) kini diisi kembali oleh Marthen Tappi Mallisa yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Sosial.

Berikutnya, Ida Wahyuni dari jabatan Kepala Dinas Perhubungan diganti oleh Nela Manggara sebagai Pelaksana Harian.

Selain tiga jabatan tersebut, Plt Bupati John juga meroling beberapa pejabat eselon III dan IV. Tapi berbeda dengan roling sebelumnya rolling kali ini tidak dilakukan secara besar-besaran pada semua OPD.

Plt Bupati Mimika, John Rettob dalam sambutannya mengatakan, mutasi dan jabatan merupakan hal biasa tapi tujuannya sama guna meningkatkan kinerja pegawai dan kinerja pemerintahan.

"Tujuan kita adalah melaksanakan pelayanan kepada masyarakat. Hari ini kita lantik 24 orang. Ini akan dilantik secara bertahap selama bapak ibu menunjukkan profesionalisme sebagai pegawai negeri, menunjukkan integritas sebagai pegawai negeri, menjaga moralitas sebagai pegawai negeri dan bukan bekerja untuk kepentingan pribadi," tegasnya.

Plt John Rettob juga menegaskan bahwa, pelantikan hari ini sesuai dengan saran dari Komisi ASN dan Kemendagri sehingga sudah prosedural.

Walaupun sebenarnya perintahnya Mendagri melantik dulu baru dilapor tetapi yang dilakukan sekarang adalah melapor dulu baru dilantik.

"Tujuan kita adalah bagaimana kita sama-sama bekerja dengan hati. Saya harap sekali terutama yang baru dipercayakan ini bekerja dengan baik dan jujur. Tapi terkadang kita jujur juga tapi bisa dibuat nepotisme tapi kita harus profesionalisme. Kita tetap jaga integritas kita, target kita 1 bagaimana masyarakat sejahtera,"ujarnya.

Plt Bupati berharap sekali pejabat mampu mensejahterakan masyarakat. Jadi pejabat harus bekerja bersama-sama, kalau bekerja sendiri bisa tercapai namun akan ada tantangannya.

"Kita siap untuk berkolaborasi, tidak ada lagi ego sektoral, tidak ada lagi orang-orang yang merasa diri paling pintar, di pemerintahan ini tidak boleh tapi kita memberikan saran, pendapat dan tidak ada lagi orang yang tidak mau menerima pendapat orang lain. Kalau sampai saya dapat lagi pejabat yang moralitasnya tidak baik, integritas tidak di jaga maka hati-hati," tegasnya.

Plt John Rettob mengingatkan agar kedepan tidak ada lagi orang yang akan bekerja untuk kepentingan diri sendiri. Tetapi, harus membuat pemerintahan itu akuntabel dan good goverment sehingga masyarakat percaya kepada pemerintah.

"Cukup lama kredibilitas pemerintahan ini di cibir oleh masyarakat hanya ulah kita-kita ini. Saya lantik kalian sebagai pelayan masyarakat yang harus turun lihat pekerjaan di lapangan, turun lihat kepala seksi, turun lihat staf jangan duduk dalam ruangan. Harus bangun komunikasi, bangun hubungan dengan semua, jangan buat pemisahan dan pengkotak-kotakan dalam OPD masing-masing,"ucapnya.

Plt Bupati meminta pejabat yang baru dilantik agar memegang betul kepercayaan ini dan layani masyarakat, jalankan tupoksi sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan undang-undangan administrasi pemerintahan.

"Saya mohon kepada Inspektorat agar langsung melakukan proses pemeriksaan supaya jangan sampai ada kepala yang baru harus bertanggungjawab terhadap yang lama punya tugas-tugas. Dan hari ini kepada semua yang masih pegang aset apapun segera diserahkan kepada tempatnya. Jangan pindah tempat baru bawa mobil, bawa segala macam,"tuturnya.

Ia juga mengatakan, khususnya kepada Forkopimda agar kedepan agar nantinya bisa sering melaksanakan coffe morning.

Dikatakan, haru ini ada penjabat yang dilantik dengan surat naskah pelantikan tapi ada beberapa penjabat yang ditunjuk sebagai pelaksana tugas saja karena jabatan itu belum dilelangkan. Harus dilelang baru dapat.

"Seperti Pak Marthen Malissa yang baru dilantik ini sesuai syarat Komisi ASN harus dikembalikan karena jabatan itu tidak pernah dilelang tapi ternyata dilantik pada saat itu makanya saat ini dikembalikan," Ujarnya.

Secara khusus John Rettob berpesan kepada penjabat Sekda ada 2 tugas yang berat yakni di Dinas Koperasi dan Sekda Mimika.

"Tugas pertama adalah melaksanakan penyusunan APBD 2023. Kita harus melakukan rapat-rapat terus agar sebelum akhir tahun APBD 2023 sudah bisa sahkan," terangnya.

Adapun beberapa nama yang telah diganti adalah :

1. Marthen Tappi Mallisa sebagai Kepala BPKAD

2. I Nyoman Dwitana sebagai Sekretaris Dinas Tanaman Pangan

3. Fransiskus Bokeyau sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan

4. Djoko Irawan sebagai Kabid Perhubungan Udara Dishub Mimika

5. Mikael Orun sebagai Kabid Perhubungan Darat Dishub Mimika

6. Thomas Bauw sebagai Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD

7. Dewi Ratih sebagai Sekretaris Distrik Kuala Kencana

8. Yasriani, Kasubbag Program dan Keuangan Dishub Mimika

9. Dahlia sebagai Kasie Lalu Lintas Angkutan Laut dan Penunjang Keselamatan Pelayaran, Bidang Perhubungan Laut, Dishub

10. Aziz Agustoni sebagai Kepala Seksi Perawatan, Keamanan dan Standarisasi, Bidang Perhubungan Udara

11. Murtanan, Kasubbag Umum dan Kepegawaian pada Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah

12. Subiyanto sebagai Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Holtikultura pada Bidang Produksi Tanaman Holtikultura Dinas Tanaman Pangan, Holtikuktura dan Perkebunan

13. Helena Woff sebagai Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Perkebunan pada Bidang Produksi Tanaman Perkebunan Distanbun

14. Boas Karepea sebagai Kepala Seksi Produksi Tanaman Perkebunan pada Bidang Produksi tanaman perkebunan Distanbun.

15. Anace Herlina Snahan sebagai Kepala Seksi Kelembagaan Pada Bidang Kelembagaan Distanbun.

16. Yustina Homer sebagai Kepala Seksi Pemerintahan Distrik Wania.

17. Yohanes Wenda sebagai Kepala Kelurahan Kebun Sirih

18. Jenny Ohestina Usmani sebagai pelaksana pada sekretariat daerah

19. Ida Wahyuni sebagai pelaksana pada sekretariat daerah.

20. Jania Basir Rante Danun sebagai pelaksana pada sekretariat daerah.

21. Marthen Kanna sebagai pelaksana pada sekretariat daerah

22. Oster Siburian sebagai pelaksana pada Dinas Perhubungan.

23. Achan Hadianto sebagai pelaksana pada Dinas Perhubungan.

24. Atwer Ambate sebagai Pelaksana pada SMP Negeri 2. (Shanty Sang)

Tingkatkan Kinerja dan Inovasi Layanan Adminduk, Dukcapil Mimika Gelar Bimtek


Suasana kegiatan Bimtek di Hotel Luminor Jakarta, Rabu (26/10/2022)

MIMIKA, BM

Dalam rangka meningkatkan kapasitas aparatur Dukcapil & inovasi layanan Adminduk kepada Masyarakat, maka Dinas Kependudukan Dukcapil Mimika meggandeng Direktur Pamong lnstitute - Jakarta dalam melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek).

Bimtek ini dilakukan di Hotel Luminor Jakarta, Rabu (26/10/2022) yang diikuti staf Dukcapil Mimika baik yang bertugas di kantor dinas, PATEN Dukcapil - Distrik, petugas Dukcapil yang di rumah sakit, puskesmas dan layananan online.

Bimtek tersebut dibuka langsung oleh Kadis Dukcapil Mimika, Slamet Sutejo Mimika bersama Direktur Pamong lnstitute Bpk Drs. Wahyudi Almaroki, M.Si.

Narasumber yang dihadirkan berasal dari Direktorat Bina Aparatur Dukcapil Kemendagri lr. Diana Anggraini, Kasubdit Wilayah V Papua, Papua Barat, Maluku, NTT, NTB dan Bali dan Bapak Bastian J. Seimahuira, Pj. Dukcapil Papua & Papua Barat serta akademisi IPDN, Dr. Muhadam Labolo.

Dalam sambutannya, Slamet Sutejo menyatakan bahwa sebagai aparatur, pegawai Dukcapil tugas memiliki tugas dan peranan yang sangat penting.

"Oleh karenanya kita harus terus meningkatkan kualitas diri dan meningkatkan kinerja dan kualitas layanan adminduk kepada masyarakat. Apalagi negeri ini akan menghadapi pesta demokrasi tahun 2024. Menuju lndonesia Satu Data terus kita harus wujudkan," ungkapnya.

Senada dengan Slamet, Direktur Pamong Institute Wahyudi Almaroky menyatakan tugas Dinas Dukcapil dalam melayani masyarakat dan memastikan data kependudukan merupakan tugas sangat penting bagi negara untuk menjalankan kewajibannya sebagaimana amanat konstitusi.

“Melayani masyarakat dan memastikan data kependudukan yang sangat penting bagi negara untuk bisa menjalankan kewajibannya. Sebagaimana amanat konstitusi, negara wajib melindungi segenap warganya," ujarnya.

"Untuk mendukung kelancaran tugas tersebut, kita perlu meningkatkan kapasistas diri. Jangan sampai kemampuan dan kualitas kita tertinggal oleh perkembangan dan kemajuan zaman yang begitu cepat. Oleh karenanya perlu mengikuti bimtek ini dengan baik," harap Almaroky.

Dengan kegiatan bimtek ini, diharapkan para aparatur Dinas Dukcapil Mimika bisa memiliki wawasan dan sekaligus kemampuan teknis dalam meningkatkan kualitas pelayanan kependudukan di negeri ini.

Dengan kuaitas aparat yang baik dan profesional bisa meminimalisir berbagai potensi permasalahan kependudukan yang bisa memicu permasalahan sosial lainnya.

Data penduduk yang valid bisa menjadi dasar pertimbangan untuk membuat kebijakan menjadi lebih akurat. Sebaliknya data penduduk yang tidak akurat bisa membuat kebijakan negara tidak tepat. Bahkan bisa dimanfaatkan negara lain untuk melakukan infiltrasi dan kejahatan lainnya.

Dan sebagai study lapangan, Dukcapil Mimika berkunjung ke Dukcapil Kota Tangerang Selatan untuk sharing tentang lnovasi Layanan Adminduk dan Mall Pelayanan Publik disana, untuk bisa di lmplementasikan di Kabupaten Mimika. (Ronald Renwarin)

Top