Bupati JR Tegaskan Banyak Hal Terkait Evaluasi Kinerja Semester Pertama kepada ASN

 Suasana apel pagi, Senin (8/12/226) di Sentra Pemerintahan

MIMIKA, BM

Bupati Mimika, Johannes Rettob, memimpin apel pagi yang diikuti seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pejabat struktural, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika.

Apel berlangsung di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (8/6/2026).

Dalam arahannya, Bupati Johannes Rettob menyoroti capaian kinerja Pemerintah Kabupaten Mimika yang telah memasuki pertengahan tahun anggaran 2026.

Ia mengapresiasi realisasi belanja jasa yang telah mencapai lebih dari 50 persen dan meminta seluruh OPD terus mempercepat pelaksanaan program agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

“Belanja jasa sudah berjalan cukup baik. Saya berharap pelaksanaannya terus dipercepat sehingga pekerjaan-pekerjaan yang telah direncanakan dapat segera diselesaikan,” ujarnya.

Namun demikian, Bupati mengaku masih prihatin terhadap rendahnya progres belanja modal di sebagian besar OPD.

Berdasarkan laporan yang diterima, banyak perangkat daerah yang belum melaksanakan proses pelimpahan kewenangan dan pengajuan pekerjaan ke bagian pengadaan barang dan jasa.

Menurutnya, keterlambatan tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari saling menunggu antarunit hingga keterbatasan sumber daya.

Karena itu, ia meminta seluruh pimpinan OPD, pejabat administrator, pengawas, dan ASN untuk segera bergerak mempercepat proses administrasi dan pengadaan.

“Kita sudah berada di penghujung semester pertama. Jangan saling menunggu. Semua pekerjaan harus segera dilimpahkan ke bagian pengadaan barang dan jasa agar bisa segera ditenderkan dan dilaksanakan,” tegasnya.

Bupati juga menyinggung kondisi ekonomi nasional dan global yang berdampak pada kenaikan harga berbagai kebutuhan, termasuk bahan bakar, transportasi udara, dan logistik.

Meski demikian, ia meminta seluruh jajaran pemerintah daerah tetap fokus bekerja dan tidak menjadikan situasi tersebut sebagai alasan untuk memperlambat pelayanan publik.

“Kondisi ekonomi memang sedang menghadapi tantangan, tetapi kita tidak boleh berhenti bekerja. Fokus kita adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Pada kesempatan itu, Johannes Rettob turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh OPD atas kerja sama selama proses pemeriksaan yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Bupati John Rettob berharap seluruh rekomendasi hasil audit dapat segera ditindaklanjuti.

Selain menyoroti kinerja program, Bupati juga memberikan perhatian serius terhadap disiplin ASN.

Ia menegaskan bahwa pegawai yang tidak melaksanakan tugas secara maksimal tidak berhak menuntut pembayaran tunjangan kinerja maupun hak lainnya secara penuh.

Secara khusus, ia meminta Dinas Kesehatan memperketat pengawasan terhadap tenaga kesehatan, terutama pegawai puskesmas yang menjalani sistem penugasan bergilir antara wilayah pedalaman dan perkotaan.

Menurutnya, setiap pegawai harus tetap menjalankan tugas sesuai penempatan dan jadwal kerja yang telah ditetapkan.

Lebih lanjut, Johannes Rettob mengaku masih menerima laporan terkait adanya ASN dan pejabat yang mengonsumsi minuman keras hingga mabuk di lingkungan kerja.

Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi dan akan dikenakan sanksi tegas.

“Saya tidak akan ragu memberikan tindakan. Jika yang bersangkutan adalah pejabat, maka akan diberhentikan dari jabatannya. ASN harus menjadi teladan bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menginstruksikan para asisten dan pimpinan perangkat daerah untuk melakukan inspeksi mendadak secara rutin guna memastikan kedisiplinan pegawai di setiap kantor.

Di akhir arahannya, Bupati mengingatkan seluruh ASN agar bijak menggunakan media sosial.

Ia meminta pegawai pemerintah menjaga etika dan profesionalisme, serta menghindari aktivitas siaran langsung atau unggahan yang dapat menimbulkan citra negatif terhadap institusi pemerintah.

Apel pagi tersebut menjadi momentum evaluasi kinerja semester pertama sekaligus penguatan komitmen seluruh ASN Pemerintah Kabupaten Mimika untuk meningkatkan disiplin, mempercepat realisasi program pembangunan, dan memperkuat pelayanan kepada masyarakat. (Nuel)

Top