Kreatifitas Pokja III PKK Mimika Ubah Sayur Jadi Souvenir Cantik dan Puding Kelor Bernilai Gizi

 

Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Rettob saat mencoba puding kelor karya Ny. Sonya Mameyau (kanan)

MIMIKA, BM

Ada yang menarik di sela-sela kegiatan Penanaman Serentak 400 Pohon Kelor yang digagas oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika yang dilaksanakan tepat di Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Jumat (5/6/2026).

Puding dari daun kelor dan souvenir dari sayur-sayuran lokal menjadi pusat perhatian para tamu yang datang. Penyajiannya yang unik dan cantik mengundang setiap orang untuk berswafoto.

Kepada media ini, Anggota Pokja III Ny. Sonya Mameyau yang mengolah daun kelor menjadi puding yang sehat dan bernilai gizi mengungkapkan rasa harunya karena mendapat apresiasi dari Bupati Mimika Johannes Rettob dan Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Rettob.

Ia mengungkapkan awal ide membuat puding adalah bermula dari anak-anak yang malas makan sayur kelor.

“Jadi, bagaimana caranya anak-anak mau makan sayur kelor saya bikin puding. Saat itu Ibu Ketua Bidang Pokja III Ny. Tuty Kaliki bilang ada yang bisa buat kreasi dari daun kelor mangkanya saya langsung coba buat,” katanya.

Untuk percobaan pertama dan kedua gagal karena masih terasa daun kelor. Namun, pada percobaan ketiga Ny. Sonya berhasil dan yang pertama mencoba rasanya adalah ibu Bupati Mimika sekaligus Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Rettob.

“Ibu bupati bilang mantap dan ok. Ibu sampaikan langsung bisa dibuat untuk giat penanaman 400 daun kelor ini dan jadilah, sukses,” ungkapnya.

Ny. Sonya juga merasa senang sekali dan terharu dikarenakan puding kelor buatannya mendapatkan pujian dari Bupati Mimika Johannes Rettob.

“Saya tidak menduga kalau Bapak Bupati akan memuji karya saya. Saya senang sekali dan terharu. Terimakasih bapak Bupati dan ibu Bupati. Ini suatu hal yang luar biasa untuk saya,” katanya.

Kesan rasa enak puding kelor pun dirasakan juga oleh beberapa tamu yang hadir yang sempat media ini wawancarai.

“Rasanya enak dan pas. Mantap ya ini dari daun kelor bergizi dan sehat,”  kesan Ronald.

Dari kegiatan tersebut ia mengaku sudah mendapat pesanan dari beberapa anggota PKK Mimika.

“Apalagi daun kelor ini adalah salah satu program kami PKK kabupaten untuk mendukung program Provinsi Papua Tengah,” ucapnya.

Ketua pokja III Ny. Selvi Hasna Kasi bersama Ny. Yonce Sampe dan Ny. Fitri (kiri) bersama anggota Pokja III Ny. Kursiah memperlihatkan souvenir sayur

Selain puding kelor, ada juga souvenir dari sayur-sayuran cantik yang merupakan hasil karya yang dirangkai oleh Anggota Pokja III PKK Mimika yakni Ny. Yonce Sampe dan Ny. Fitri Chrisillia Tiballa.

Kepada media ini, Ny. Yonce mengatakan souvenir sayur tersebut dibuat menyesuaikan dengan tema Hari Lingkungan Hidup 2026 yakni “Saatnya Beraksi Untuk Iklim”.

Ny. Yonce dan Ny. Fitri mengubah sayur-sayuran lokal seperti jagung, terong, kacang panjang, labu siam, timun dan bumbu dapur menjadi suatu souvenir yang cantik, mewah dan alami.

“Souvenir sayur ini merupakan ide kelompok panitia Pokja III. Kami ingin memberikan kesan yang betul-betul untuk masyarakat artinya bahwa bahan-bahan lokal yang bisa kita temui di keliling atau sekitar rumah kita yang sederhana bisa kita kreasikan dan sajikan di tempat yang resmi,” tuturnya.

Lanjutnya, untuk kemasan keranjang tersebut tim souvenir harus keliling kota Timika terlebih dahulu bahkan ke toko-toko buah hingga ditemukan suatu keranjang yang dinilainya unik dan berkesan di salah satu toko plastik.

“Kami senang bahwa hasil kerja keras kita sampai jam 12 malam tidak sia-sia. Kita berusaha yang terbaik supaya souvenir ini disukai semua orang. Bahkan ada tamu undangan yang ingin beli padahal isinya hanya sayur tapi dia terkesan karena souvenirnya lucu,” ungkapnya.

Ny. Yonce bersyukur bahwa produk-produk alami lokal, kreatifitas yang sederhana dan unik ini bisa dihargai.

“Dengan PKK Mimika terutama Pokja III mengangkat bahan-bahan lokal untuk dikenal oleh lebih banyak masyarakat sebenarnya juga membantu masyarakat sendiri bahwa bahan lokal juga ternyata mengandung gizi yang tidak harus mahal tetapi ada disekeliling kita,” ucapnya.

Ny. Yonce menambahkan bahwa sayur-sayuran yang murah dapat dikreasikan menjadi bernilai tinggi dan diangkat ke acara resmi.

“Pokja III mengangkat bahan-bahan lokal sederhana yang tersimpan nilai gizi dan ternyata bisa diubah menjadi souvenir yang cantik. Ini suatu hal yang luar biasa bagi kami karena mendapat perhatian dari masyarakat yang datang,” pungkasnya. 

Kreatifitas tak terbatas, yang bergizi dan sehat tidak harus mahal, yang sederhana pun dapat diubah menjadi mewah dan berkualitas. (Elfrida Sijabat)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top