Politik & Pemerintahan

Mimika Butuh Sekitar 160 Miliar Guna Penanganan Covid-19

Ketua Tim Gugus Tugas Marthen Paiding

MIMIKA,BM

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika melalui Tim Gugus Tugas Penganganan Covid-19 melakukan pembahasan anggaran untuk mendukung kerja petugas kesehatan dan tim dalam menangani Virus Corona.

Pertemuan tertutup yang dilaksanakan di Hotel Grand Mozza, Jumat (27/3) dipimpin langsung oleh ketua tim, Marthen Paiding.

"Kita kumpulkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penanganan Covid-19 untuk mengetahui seberapa besar anggaran yang mereka butuhkan. Inilah yang kita bahas. Hasil pertemuan ini tekap menjadi kebutuhan pemerintah daerah dalam penanggulan Covid-19," ujar Marthen Paiding.

Anggaran diusulkan sesuai kebutuhan namun pada akhirnya akan dilakukan rasionalisasi guna menggeser kegiatan-kegiatan yang dianggap tidak perlu dan tumpang tindi.

Marthen menjelaskan, jika anggaran terbatas maka akan dilakukan penambahan anggaran mendahului APBD Perubahan 2020.

"Juru bicara (jubir-red) mengatakan anggaran diperkirakan mencapai Rp160 miliar sehingga itulah yang kita bicarakan dengan tiap OPD yang terlibat. Jadi misalnya ada OPD yang usulkan Rp1 miliar, maka kita harus rincikan kebutuhannya. Setelah itu baru tim anggaran melaporkan ke pimpinan,” jelasnya.

Sementara itu terkait insentif khusus untuk tenaga medis dan tenaga penunjang lainnya, pemerintah daerah telah berkomitmen tentang hal ini dan telah dinyatakan dalam Instruksi Bupati Mimika Nomor 1 tahun 2020.

“Pemerintah sudah pikirkan itu dan hanya akan diberikan kepada tenaga kesehatan yang benar-benar terlibat langsung. Kalau seperti kami panitia ini tidak ada insentif, kecuali yang terlibat langsung karena mereka adalah pasukan kita di lapangan. Kalau kita ini hanya penunjang saja. Jadi, jangan kira panitia akan dapat insentif tapi kita ada untuk sama-sama memerangi Covid-19 agar Mimika bebas dari virus ini,"ungkapnya. (Shanty

Penumpang KM Tatamailau Dari Merauke Tidak Diizinkan Injak Poumako

Pertemuan pencegahan corona dipimpin Bupati Omaleng

MIMIKA, BM

Instruksi Bupati Mimika Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pencegahan, Pengendalian dan Penangulangan Covid-19 mulai hari ini, Rabu (25/3) diberlakukan.

Poin kelima dalam instruksi ini menyebutkan bahwa pemerintah daerah melakukan penutupan penerbangan komersial dan perintis baik melalui Bandara Moses Kilangin maupun Pelabuhan Poumako.

Dengan demikian maka semua pelayaran datang dan masuk ditiadakan hingga 9 April nanti.

Hanya saja, pada Sabtu (28/3), Kapal Motor (KM) Tatamailau dari Merauke dijadwalkan akan singgah di Pelabuhan Pomako. Wartawan Mimika mempertanyakan sikap pemerintah terhadap jadwal pelayaran ini.

Menyikapinya, Bupati Mimika Eltinus Omaleng didampingi Wakilnya Johannes Rettob, Penjabat Sekda Mimika Marthen Paiding, Ketua DPRD Robby Omaleng dan Jubir Tim Gugus Tugas, Reynold Ubra, mengatakan bahwa Mimika akan memberlakukan pengawasan ketat.

“Kapal dari Merauke tapi orang-orang di atas kapal tetap di kapal. Tidak boleh turun injak Poumako karena kita tahu Merauke sudah ada virus ini. Jangan sampai gara-gara ini kita di Mimika terjangkit. Jadi akan dilakukan pengawasan ketat di sana,” ujarnya saat konferensi pers di Mozza.

Omaleng juga menegaskan bahwa sesuai instruksinya, pasar, mall, toko-toko dan ruko tempat usaha hanya beroperasi setengah hari yakni mulai pukul 06.00 Wit hingga 14.00 Wit. Sementara rumah makan dan warung beroperasi pukul 10.00 Wit sampai pukul 16.00 Wit.

“Yang wajib tutup full adalah tempat hiburan malam. Kita di Mimika belum ada positif virus ini sehingga pasar hingga rumah makan dan lainnya tetap dibuka setengah hari untuk melayani masyarakat. Tapi ingat, jangan ada yang makan di tempat, beli bungkus dan bawah pulang ke rumah. Satpol-PP harus kontrol ini,” tegasnya.

Sementara itu untuk distribusi layanan kebutuhan medis dan layanan lainnya, Pemda Mimika akan dibackup oleh pihak TNI dengan menggunakan pesawat hercules. (Ronald)

Lindungi Mimika Dari Corona, Bupati Keluarkan Instruksi Nomor 1 Tahun 2020

Konferensi Pers Pemda Mimika

MIMIKA, BM

Meningkatnya penyebaran Corona Virus Disease 2019 di Indonesia kini telah menjadi bencana nasional. Bahkan penyebaran Covid-19 ini kini telah ditemukan di Papua.

Menyikapi situasi ini guna melindungi Mimika sekaligus menindaklanjuti kesepakatan bersama antara Gubernur Papua, forkompinda, bupati/walikota dan seluruh stakeholder Papua, maka Bupati Mimika Eltinus Omaleng mengeluarkan Instruksi Bupati Nomor 1 Tahun 2020.

Instruksi ini tentang Pencegahan, Pengendalian dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Mimika yang berisikan 15 point dan mulai diberlakukan hari ini, Rabu (25/3).

Instruksi Bupati Mimika Eltinus Omaleng ini selanjutnya akan diedarkan ke semua instansi pemerintah maupun swasta yang ada di Mimika, termasuk masyarakat untuk ditaati dan dilaksanakan.

Adapaun isi instruksi ini adalah pertama, menghimbau seluruh penduduk baik WNA maupun WNA di Mimika agar tetap berada di rumah dengan melakukan social distancing. Kedua, melakukan karantina mandiri atas inisiatif sendiri atau pembatasan penduduk, pergerakan penduduk secara tegas dan kongkrit.

Ketiga, petugas kesehatan melakukan penerapan 3T (trace, test, treat) atau lacak periksa dan pengobatan khususnya di daerah yang terpapar. Keempat, pembatasan Warga Negara Asing (WNA) yang akan masuk ke Mimika.

Kelima, penutupan penerbangan komersial dan perintis serta pelayaran kapal penumpang di pintu-pintu masuk Bandara Moses Kilangin dan Pelabuhan Pomako.

Keenam, menjamin akses pengiriman logistik, sampel darah dan aspek medis lainnya termasuk tenaga medis dalam rangka penanganan, pengendalian serta penanggulangan Covid-19.

Ketujuh, Pemda Mimika wajib memberikan insentif resiko kerja dan alat pelindung diri sesuai standar kepada tenaga medis dan para medis dan petugas lainnya yang dianggap perlu dan terlibat langsung dalam pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

Kedelapan, memberlakukan waktu aktifitas masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok dan aktivitas lain secara terbatas antara pukul 06.00 Wit sampai pukul 14.00 Wit.

Kesembilan, Tim Gugus Tugas di dukung TNI-Polri melakukan penertiban aktivitas masyarakat dan mengambil langkah-langkah tegas untuk mendisiplinkan masyarakat untuk menaati himbauan pemerintah serta melaksanakan social distancing.

Kesepuluh, penghentian pergerakan penduduk lokal Papua, antar kabupaten dan antar distrik serta antar kampung di Kabupaten Mimika. Kesebelas, membatasi berbagai bentuk kegiatan ibadah bagi semua umat beragama yang mengumpulkan orang dalam jumlah banyak.

Keduabelas, menghimbau kepada umat beragama di Kabupaten Mimika untuk melakukan doa dan puasa memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa untuk menyelamatkan umat di atas Tanah Papua pada umumnya dan khususnya Kabupaten Mimika.

Ketigabelas, pencegahan dan penanggulangan Covid-19 dengan pembatasan sosial yang diperluas sebagaimana dimaksud mulai berlaku tangga 26 Maret - 9 April 2020 dan akan dievaluasi sambil mengambil langkah-langkah selanjutnya.

Keempatbelas, setiap orang di Kabupaten Mimika wajib bersedia untuk melakukan tes medis terkait Covid-19 yang dianjurkan oleh petugas medis untuk memutuskan status medisnya.

Kelimabelas, semua pihak yang terkait dan berwenang agar melaksanakan kesepakatan bersama ini dengan penuh kepatuhan dan rasa tanggungjawab.

Instruksi ini disampaikan pada pertemuan bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika bersama, DPRD, Forkompinda, BMUN, BUMD, PTFI serta lembaga pemerintah dan swasta lainnya di Mozza, Rabu (25/3).

Pertemuan ini dipimpin langsung Bupati Mimika Eltinus Omaleng didampingi Wakil Bupati Johannes Rettob, Penjabat Sekda Marthen Paiding dan Ketua DPRD Robby Omaleng.

Dalam instruksi ini juga disebutkan bahwa untuk menjaga kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, maka pemerintah daerah akan dilakukan 7 langkah antisipasi.

Pertama, memastikan ketersediaan kebutuhan pokok strategis masyarakat melalui pembatasan pembelian kebutuhan pokok secara berlebihan, menyiapkan gudang logistik (komoditas pangan dan bahan habis pakai untuk kesehatan) serta menjamin ketersediaan kebutuhan pokok dengan jumlah yang aman selama pembatasan diberlakukan.

Kedua, meningkatkan peran BUMN, BUMD dan pelaku usaha lainnya sebagai distributor bahan pangan strategis.

Ketiga, melakukan sidak terhadap distributor dan pengecer barang bekerjasama dengan satgas pangan.

Keempat, menjamin keselamatan, kesehatan dan menyediakan bantuan sosial kepada pihak terdampak.

Kelima, Pemerintah Kabupaten Mimika, TNI-Polri bersineri untuk memastikan ketentraman dan ketertiban masyarakat.

Keenam, Bupati Mimika dapat mengambil langkah-langkah tindak lanjut dengan berpedoman pada kesepakatan bersama Gubernur Papua dengan Forkompinda Provinsi Papua, bupati/walikota dan semua stakholder.

Ketujuh, Pemprov Papua dan Pemda Mimika bertanggungjawab menyediakan alokasi pembiayaan yang cukup dan bersinergi untuk mendukung penuh upaya pencegahan, pengendalian dan penganggulangan serta penanganan dampak akibat kasus Covid-19.

“Masyarakat Mimika jangan panik. Kita ambil tindakan ini untuk menjaga kita semua agar tidak terkena Virus Corona. Ini hal terbaik yang kita lakukan dalam situasi ini. Pangan kita juga mencukupi hingga 4-5 bulan ke depan. Taati dan patuhi apa yang kami instruksikan. Jaga diri, keluarga dan lingkungan kita selalu dan terpenting jangan lupa untuk selalu berdoa memohon lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa,” pesan Bupati Omaleng untuk warga Mimika. (Ronald

Top