Politik & Pemerintahan

Bupati Pertama Mimika Sakit, Wabup John Rettob Datangi Kediamannya

Wabup John saat menemui mantan Bupati Mimika, Titus Potereyauw

MIMIKA, BM

Mantan Bupati Mimika yang juga sebagai bupati pertama di negeri ini, Bapak Titus Octovianus Potereyauw saat ini kondisinya sedang sakit.

Senin lalu, ia baru saja dipulangkan dari Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) setelah beberapa hari dirawat karena memiliki riwayat sakit diabates.

Mendengar kabar ini, Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob pada Sabtu (27/6) kemarin mendatangi kediaman beliau di SP III.

Wabup John ingin melihat secara langsung bagaimana keadaan sosok yang dulu memintanya untuk kembali mengabdi sebagai putera daerah Mimika.

Tiba di kediaman mantan orang nomor 1 Mimika ini, Wabup John disambut isterinya, Mama Florida Kaise Potereyauw bersama seorang anak dan 2 cucu mereka. Wabup John kemudian masuk ke kamar beliau untuk melihat langsung keadaannya saat ini.

Setelah hampir satu jam bersama keluarga di dalam rumah, Ibu Florida didampingi Wabup John menyampaikan kondisi kesehatan mantan Bupati, Titus Octovianus Potereyauw ke media.

"Kondisi bapak sore ini tidur-tidur saja, mau bilang tidak sadar tapi masih bergerak. Kita bicara tidak bisa jawab. Buka mata sedikit terus tidur lagi. Makan hanya bubur. Semenjak keluar dari rumah sakit minggu lalu, kondisi bapak setiap hari seperti ini," ujar Ibu Florida Potereyauw kepada wartawan.

Ia menjelaskan, sudah dua kali Bapak Potereyauw keluar masuk RSMM. Terkahir mereka kembali dari RSMM, senin lalu. Menurut pemeriksaan, beliau sakit diabetes.

Namun sebelumnya pada Januari lalu, beliau juga diperiksa di Klinik Kuala Kencana dengan riwayat gula darah, kolesterol dan asam urat.

Mama Florida Potereyauw mengatakan, suaminya sebenarnya masih sakit namun ia tidak mengerti kenapa disuruh pulang untuk dirawat di rumah.

"Saya sendiri tidak mengerti. Kondisinya belum baik tapi sudah disuruh pulang. Kami ini mau bikin apa? Apa yang dokter bilang, kami ikut saja. Waktu bapak masuk pertama, kami biayai sendiri tapi biayanya diganti LPMAK. Yang kedua biayanya langsung di tanggung LPMAK," ujarnya.

Ketika ditanyakan BeritaMimika, apakah selama ini ada perhatian dan kunjungan tali kasih dari Pemda Mimika? kepada Wakil Bupati Johannes Rettob yang duduk disampingnya, Mama Florida Potereyauw mengatakan 'Apokona' (tidak ada-red).

Mama Florida Potereyauw menyampaikan kondisi kesehatan suaminya

Menurut Mama Florida, yang selama ini rutin memberikan perhatian kasih dan mengunjungi mereka bahkan hampir setiap bulan adalah PT Freeport Indonesia. 

"Tidak ada satupun pegawai atau pejabat yang besuk bapak. Mungkin juga karena saya belum kasih suara ke pemda, baik kepada bupati maupun wakil bupati. Saya mau jalan ke sana tidak bisa, lewat handphone juga menurut saya tidak bagus. Kalau tanya harapan, harapan kami mungkin pemerintah bisa bantu bapak, sesuai dengan kesanggupan pemda saja. Saya tidak bisa bilang apa-apa karena mama tahu kondisi pemerintah juga seperti apa," ungkapnya.

Kepada wartawan, Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan kunjungan yang dilakukannya merupakan kunjungan perdana setelah ia dilantik sebagai wakil bupati mendampingi Bupati Eltinus Omaleng.

Namun pada acara syukuran pelantikan dan doa keluarga di kediamannya di Jalan Hasanuddin pada September 2019 lalu, mereka telah bertemu karena Mantan Bupati Titus Poterweyau bersama isterinya, Mama Florida Kaise Poterweyau turut menghadiri acara syukuran tersebut.

"Setelah sekian lama, saya baru datang lagi untuk lihat bapak. Sebenarnya bapak sakit saya tahu dan saya selalu mengecek perkembangan kesehatan beliau melalui anaknya Robi. Dia juga beberapa kali datang ke rumah untuk menginformasikan kondisi bapak," ujar Wabup John.

Ia mengatakan, kedatanganya ini bukan hanya mewakili pemerintah daerah namun juga sebagai keluarga. Saat menemui Bupati Titus, ia mengajaknya berbicara namun beliau tidak banyak memberikan respon, beliau hanya menggengam erat tangannya.

Kepada wartawan, Wabup John juga menuturkan Bupati Titus Poterweyau yang mengajaknya untuk kembali ke Mimika, membangun Mimika sebagai putera daerah. Saat itu Wabup John masih bekerja sebagai pegawai Kementerian Perhubungan di Jakarta.

"Saya tiba di Timika karena beliau. Beliau ke Jakarta meminta saya kembali untuk membantu beliau di Dinas Perhubungan. Dengan pertimbangan yang cukup panjang saya pun akhirnya kembali. Jadi secara tanggugjawab moril dan keluarga, ini pun merupakan bagian dari tanggungjawab saya juga," ungkapnya.

Ia mengatakan terkait kondisi sakit yang dialami Titus Poterweyau, iapun telah menyampaikan kepada Bupati Eltinus Omaleng dan Penjabat Sekda Marthen Paiding.

"Beliau merupakan bupati pertama dan memiliki peran begitu besar dalam membangun Mimika. Beliau ini orang perintis yang harus kita hormati, hargai bukan hanya sebagai pimpinan namun juga sebagai orangtua kita. Ke depan kita harus memperhatikan orang-orang yang punya jasa untuk daerah ini. Kita tidak boleh lupa akan sejarah. Hal seperti ini harus kita perhatikan, paling tidak menjaga hubungan silahturahmi sehingga hubungan ini terus terjaga," terangnya.

Terkait dengan kondisi mantan Bupati Titus Poterweyau saat ini, Wabup John mengatakan hal ini akan ia laporkan ke bupati termasuk bagaimana rencana pengobatan dan perawatan beliau.

"Nanti saya sampaikan ke bupati termasuk sekda supaya kita cari solusi untuk beliau, termasuk apakah beliau harus kembali dirawat di rumah sakit karena menurut keluarga kondisinya tidak mengalami banyak perubahan setelah keluar dari rumah sakit," ujarnya. (Ronald)

OKIA Kecewa, Tidak Ada Anak Amungme Kamoro Lolos Seleksi Administrasi IPDN 2020

Anggota OKIA Mimika

MIMIKA, BM

Sebanyak 89 anak Mimika dinyatakan lolos administrasi seleksi seleksi penerimaan calon Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri Tahun 2020.

Kelolosan ini berdasarkan Surat Keputusan Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri Nomor 810-288 Tahun 2020 tentang peserta yang memenuhi syarat verifikasi dokumen persyaratan adminsitrasi.

Namun sayangnya, dari jumlah ini hampir tidak ada satupun keterwakilan dari anak Amungme dan Kamoro yang lolos dalam seleksi ini, sekalipun pendaftaran calon praja IPDN ini dilakukan secara online.

"Setelah kami melihat daftar nama hasil seleksi penerimaan IPDN, sangat menyakitkan karena tidak ada keterwakilan dari Suku Amungme dan Kamoro. Satupun tidak ada nama," ungkap Yohanis Kemong yang didampingi wakil Ketua OKIA Mimika Antonius Tapipea kepada BeritaMimika, Sabtu (27/6).

OKIA melihat bahwa mereka yang dinyatakan lolos berkas administrasi didominasi oleh anak-anak Mimika yang lain. Bahkan OKIA menilai, banyak diantara mereka adalah titipan oknum-oknum tertentu yang kini memiliki kewenangan di pemerintahan daerah.

"Kami tidak mengerti, banyak ade-ade kami yang ikut proses ini tapi tra ada yang lolos, padahal baru verifikasi administrasi. Bedahnya apa ka? Kami minta bupati dan wakil bupati sebagai anak Amunge dan Komoro batalkan nama-nama hasil seleksi IPDN Kabupaten Mimika Tahun 2020. Kami OKIA tidak diam terhadap persoalan ini. Kalau tidak ditanggapi, kami akan palang dan tutup kantor bupati," ungkapnya.

Antonius Tapipea, Wakil Ketua OKIA mengatakan proses ini harus dipertimbangkan kembali jika tidak ada anak-anak Amor yang terakomodir. Bupati dan wakil diminta untuk membatalkan kelolosan asal Mimika.

Ia mengatakan keberadaan IPDN sangat membantu masa depan anak Papua termasuk Amunge dan Kamoro di dunia pemerintahan, namun jika seperti ini kejadiannya maka dikhawatirkan tidak ada regenerasi penerus di birokrasi pemerintahan, khususnya lulusan IPDN.

"Dari sekian banyak ade-ade kami yang ikut verifikasi berkas, masa satupun tidak ada? Padahal ini baru seleksi awal berkas. Masa tidak ada satupun anak Amungme Komoro yang lolos seleksi? Minimal ada keterwakilan 2-10 orang. Ingat bahwa proses ini dikawal oleh publik. Tolong hargai kami juga walau tes online sekalipuan, mana transparansinya? Kami minta Pemda Mimika meninjau, memeprtimbangkan dan menolak hasil ini. Jika ini tidak dilakukan, kami akan protes dan tutup kantor bupati," tegasnya.

Pendaftaran online IPDN 2020 dibuka secara online sejak 8-23 Juni. Tanggal 26 kemarin telah diumumkan mereka yang lolos verifikasi dokumen persyaratan.

Untuk Kabupaten Mimika yang lolos tahapan ini sebanyak 89 anak sementara untuk Papua secara keseluruhan berjumlah 1.631.

Seleksi penerimaan calon praja ini dibuka mendasari Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor B/435/M.SM. 01. 00/2020. (Ronald)

Agar Semua Badan Pengurus Paham Tupoksi Kerja, TP-PKK Mimika Gelar Sosialisasi

Wakil Ketua I, Ny. Herawati Susi Rettob menyampaikan sambutan

MIMIKA, BM

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Mimika menggelar Sosialisasi program kerja bagi seluruh badan pengurus periode 2019-2024.

Sosialisasi yang diselenggarakan di Horison Timika ini bertujuan agar semua badan pengurus memahami tugas pokok dan fungsional organisasi yang mengacu pada 10 program pokok PKK.

Yakni Penghayatan dan Pengamalan Pancasila, Gotong Royong, Pangan, Sandang, Perumahan dan Tatalaksana Rumah Tangga, Pendidikan dan Keterampilan, Kesehatan, Pengembangan Kehidupan Berkoperasi, Kelestarian Lingkungan Hidup dan Perencanaan Sehat.

Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Ketua I, Ny Susi Herawati Rettob didampingi Wakil Ketua III Ny. Angelina Paiding dan Sekretaris Umum Leentje Paiman dan dihadiri oleh 80 pengurus TP PKK Mimika.

Ny. Susi Rettob mengatakan, Ketua TP-PKK Mimika, Ny Kalina Omaleng seharusnya yang membuka kegiatan ini namun karena masih dalam keadaan duka sehingga ia diminta untuk membuka kegiatan tersebut.

Jalannya kegiatan sosialisasi

Dikatakannya, TP-PKK 2019-2024 telah dilantik oleh Bupati Mimika Eltinus Omaleng pada April lalu. Pelantikan waktu itu hanya dihadiri badan pengurus inti karena situasi pandemi Covid-19, sehingga tidak melibatkan semua badan pengurus.

"Hari ini kita melaksanakan sosialisasi program kerja untuk semua badan pengurus agar kita semua memahami tugas dan tanggungjawab masing-masing. Saya berharap kegiatan ini menambah pengalaman ibu-ibu dalam berorganisasi," harapnya.

"Untuk itu, kelompok kerja (pokja) banyak yang ibu-ibu perlu sharing agar ada kerjasama dan selalu mengacu pada 10 program pokok PKK," lanjutnya.

Ny. Susi Rettob menjelaskan, TP-PKK melaksanakan tugas membantu pemerintah daerah dalam hal ini bupati dan wakil bupati untuk menjalankan sebagian tugas pembinaan dan pemberdayaan terhadap masyarakat untuk mencapai kesejahteraan keluarga yang dimulai dari kampung, distrik dan kota.

"Pada kesempatan ini kami ucapkan terimakasih kepada bupati dan wakil bupati yang selama ini mendukung, memberikan petunjuk, arahan dan suport, terutama membantu anggaran sehingga PKK dapat eksis dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi yang bertujuan pada pemberdayaan kesejahteraan keluarga, anggota dan masyarakat pada umumnya," ungkapnya.

Penyampaian materi oleh empat pemateri

Pada musim pandemi Covid-19, usai dilantik Bupati Omaleng, TP-PKK Mimika langsung action dengan melakukan beberapa kegiatan guna mendukung visi misi pemerintah daerah.

TP-PKK Mimika telah memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) bagi perawat dan dokter di RSUD, RS Swasta, puskesmas dan klinik.

Selain itu, mereka juga telah memberikan bantuan bahan makanan (bama) kepada masyarakat yang paling berdampak dengan situasi pandemi saat ini, baik di seputaran Kota Timika hingga ke pesisir pantai dan pedalaman.

"Semoga dengan pelatihan ini akan memberikan pemahaman dan wawasan karena peran PKK dalam rangka peningkatan kualitas hidup wanita dalam keluarga dan masyarakat," ujar Ny Susi Rettob yang langsung menandakan jalannya kegiatan sosialisasi dengan pemukulan tifa.

Pada sosialisasi ini Ny. Susi Herawati Rettob, Ny. Leentje Paiman, Ny. Dewi Karwapi dan Ketua Pokja IV, Ny Alice Wanma memberikan materi sosialisasi kepada seluruh badan pengurus. (Ronald)

Top