Politik & Pemerintahan

Srikandi Nusantara Gelar Silahturahmi dan Syukuran Kemenangan JOEL

Foto bersama usai kegiatan

MIMIKA, BM

Komunitas Srikandi Nusantara menggelar acara silahturahmi dan syukuran kemenangan pasangan Johannes Rettob dan Emanuel Kemong (JOEL) dalam Pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 lalu pada Jumat (6/6/2025).

Syukuran yang dilaksanakan di Hasanudin ini diawali dengan Tilawah Qur'an/surat ar-rahman dan dihadiri oleh keluarga Bupati Mimika Johannes Rettob.

Ketua Srikandi Nusantara, Ummu Salma mengucapkan rasa syukurnya atas kemenangan Johannes Rettob-Emanuel Kemong dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mimika 2024.

Dia berharap pada kepemimpinan Johanes Rettob dan Emanuel Kemong ini Mimika lebih sejahtera, aman dan maju.

"Kami ucapkan selamat pada pasangan Bapak Johanes Rettob dan Emanuel Kemong atas kemenangan ini. Semoga kita dapat terus bersinergi dalam membangun Kabupaten Mimika yang lebih maju lagi," kata Ummu Salma.

Dirinya yakin dibawah kepemimpinan Bupati Mimika Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong, Kabupaten Mimika bisa semakin berkembang dan maju. 

"Bukan tanpa alasan, kita tahu bersama bahwa keduanya mempunyai segudang pengalaman. Seperti, Bapak Bupati Johannes Rettob paham tentang birokrasi. Sedangkan, wakilnya banyak terjun di dunia pendidikan," ungkapnya. (Shanty Sang)

Satu Dekade, Pemkab Mimika Pertahankan Opini WTP dari BPK RI

Bupati Mimika Johannes Rettob

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2024 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia. 

Opini ini menjadi pencapaian kesepuluh kalinya bagi Pemkab Mimika sejak pertama kali diperoleh pada tahun 2014.

LHP tersebut diserahkan secara resmi oleh perwakilan BPK kepada Bupati Mimika, Johannes Rettob.

Opini WTP merupakan predikat tertinggi yang diberikan oleh BPK, yang berarti laporan keuangan pemerintah daerah dianggap telah disusun dengan standar akuntansi yang berlaku.

"Kita sudah lakukan bersama BPK tanggal 4 Juni lalu bersama seluruh kabupaten di Papua Tengah, sudah selesai. Dan kami mendapat kembali kesepuluh kalinya opini WTP," kata Bupati Mimika, Johannes Rettob kepada wartawan di Masjid LDII, Jumat (6/6/2025).

Bupati John menambahkan Penilaian BPK itu adalah dalam tata cara penyajian laporan, penyajian laporan kinerja dan lainnya sehingga Mimika dinyatakan bagus dan predikat ini harus pertahankan.

Namun, kata John, bukan berarti bahwa dengan opini WTP itu berarti tidak ada temuan, tetap ada temuan.

Temuan itu rata-rata ada empat yakni administrasi, kinerja, kekurangan volume pekerjaan atau dianggap sebagai kelebihan bayar dan masalah aset.

"Persoalan kita yang paling rumit adalah aset, tanah kita digugat dan masalah aset lainnya," ungkap Bupati John.

Hal ini semua dikatakannya merata di tanah Papua bahkan mungkin Indonesia tetapi di Mimika terdapat kurang lebih 70 temuan yang langsung harus ditindaklanjuti selama 60 hari.

"Tapi kemarin kami sudah tindaklanjuti semua temuan itu dan sudah beres. Harapan kami kedepan harus lebih baik lagi," harapnya.

"Sebenarnya untuk kita itu laporan-laporan secara kumulatif dilakukan dari tahun ke tahun ada beberapa laporan yang belum kita tindaklanjuti dan saat ini kita belum mencapai nilai diatas 75. Kalau diatas 75 itu bagus tapi saat ini kita masih peroleh nilai 75 sekian,"ujarnya.

Tetapi, lanjut John, hal itu terjadi secara kumulatif. Jadi, masih banyak laporan-laporan dari tahun lalu sampai dengan sekarang yang belum ditindaklanjuti. 

Sehingga, Pemkab Mimika sudah menginventarisir laporan-laporan yang sudah lama sekali yang belum ditindaklanjuti yang sifatnya administrasi supaya segera dilakukan penyelesaiannya semua.

"Jadi saya berharap tahun depan kita naik, 76, 80, kalau bisa 100 persen," tandasnya. (Shanty Sang)

PT Freeport Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025

Foto bersama usai kegiatan

MIMIKA, BM

PT Freeport Indonesia (PTFI) memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, yang dilaksanakan di Halaman Graha Eme Neme Yauware, Kamis (5/6/2025).

Adapun tema yang diusung tahun ini yakni “Hentikan Polusi Plastik”.

Perayaan ini dihadiri langsung oleh Director & EVP Sustainable Development PTFI Claus Wamafma, Pemerintah Kabupaten Mimika dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Untuk diketahui, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini, diawali dengan pembersihan sampah diwilayah Eme Neme Yauware yang dimulai pukul 06.00 WIT dan dilanjutkan dengan apel bersama.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong saat membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia mengatakan, momen perayaan kali ini bukanlah seremonial saja namun panggilan moral dan momen kesadaran bersama, serta tema tahun ini bukan hanya selogan tapi bukti tanggungjawab bersama.

Berdasarkan data Nasional total timbunan sampah di Indonesia mencapai 56,6 juta ton, dimana 10,8 juta atau 20 persen merupakan sampah plastik. Hanya 30 persen yang dikelola secara layak, sementara sisanya mencemari lingkungan.

“Dengan kondisi saat ini, tanpa adanya upaya yang luar biasa maka pada tahun 2028 seluruh TPA di Indonesia akan penuh dan tak lagi mampu menampung sampah,” kata Wabup Emanuel.

Dengan kejadian ini, ia berpesan kepada semua pimpinan daerah untuk segera membuat Peraturan Daerah (Perda) pelarangan penggunaan plastik sekali pakai, bangun bank sampah dan fasilitas daur ulang lokal.

“Kami juga meminta agar disetiap daerah, menjadikan kantor, rumah ibadah, pasar dan sekolah sebagai ruang edukasi hidup tanpa sampah,” pesannya.

Sementara itu, Director & EVP Sustainable Development PTFI Claus Wamafma dalam sambutannya mengatakan, melawan polusi plastik merupakan isu yang sangat besar di seluruh dunia.

Dimana sampah plastik membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk terurai.

“PTFI sendiri telah menggunakan tema ending plastic pollution atau akhiri plastik, dan upaya yang kita lakukan salah satunya yakni 8 tahun terakhir kami sudah tidak menggunakan botol plastik di lingkungan operasional kami,” kata Claus.

Menurutnya, dengan adanya aturan tidak lagi menggunakan botol plastik telah mengurangi ratusan ribu plastik diwilayah operasional.

Sebagai alternatif PTFI telah menyediakan fasilitas air minum langsung melalui sistem sapu air di lingkungan operasionalnya.

“Tentunya upaya lainnya dapat kita lakukan dari kolaborasi dengan semua pihak lainnya, terkait bagaimana melawan sampah plastik, dengan melakukan edukasi bersama,” pungkasnya. (Shanty Sang)

Top