Politik & Pemerintahan

219 Anak Papua Lolos CPNS 2018 Mimika

Bupati Omaleng didampingi Jubir Tim Gugus Covid-19 Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Bupati Mimika Eltinus Omaleng mengatakan dari 300 orang yang dinyatakan lolos tes CPNS Formasi 2018 di Mimika, sebanyak 219 merupakan anak Papua, sementara 81 merupakan Non Papua.

Tes CNPS formasi 2018 yang memplotkan 80 persen Orang Asli Papua dan 20 persen Non Papua atau Lahir Besar Papua dan Timika ini dinilai Bupati Omaleng, sangat membanggakan. Iapun mengucapkan syukur kepada Tuhan atas hasil ini.

Kepada wartawan di Mozza, Kamis (16/7) didampingi Jubir Covid-19 Reynold Ubra, Bupati Omaleng menyampaikan hal ini kepada wartawan.

"Jawaban tes ini sangat memenuhi harapan dan keinginan semua OAP. Ini kabar gembira bagi kita semua karena 79 persen anak Papua lolos dan sisanya 16 persen sekian adalah non Papua. Secara khusus ada 27 anak Amunge dan Kamoro lolos dalam tes ini," ungkapnya.

Bupati Omaleng mengatakan info ini secara resmi diumumkan tadi pagi melalui Video Confrence yang melibatkan seluruh kabupaten kota di Papua.

"Masyarakat selama ini tunggu hasilnya dan tadi semua sudah diumumkan secara resmi dari provinsi. Kita di Mimika nanti akan menjadi tanggungjawab Badan Kepegawaian untuk mengumumkan secara resmi lewat media dan papan pengumuman," ungkapnya.

Sebelumnya, kepada BM Rabu kemarin, Bupati Eltinus Omaleng mengatakan hasil pengumuman tes CPNS Formasi 2018 akan diumumkan provinsi secara langsung melalui video conference (vidcon).

Bupati juga mengatakan, apapaun hasilnya nanti, masyarakat Mimika harus menerimanya terutama mereka yang mengikuti tes CPNS ini. (Ronald)

Mimika Lanjutkan New Normal Periode II, Namun Tembagapura PSDD

Bupati dan Wakil Bupati Mimika menandatangani Keputusan Perpanjangan New Normal

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika kembali memperpanjang Status Tanggap Darurat New Normal untuk kedua kalinya selama 14 hari ke depan.

Status ini diberlakukan kembali karena tingkatan kasus tidak seperti bulan-bulan sebelumnya walau masih ada temuan kasus dominan di Tembagapura.

Selain itu, pemberlakukan ini juga bertujuan agar masyarakat Mimika memiliki kesiapan lebih baik dalam menyambut New Normal tanpa Status Tanggap Darurat nanti.

Namun dalam periode ke-2 Status Tanggap Darurat New Normal ini, wilayah Tembagapura secara khusus diberlakukan Status Tanggap Darurat Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat (PSDD).

Hal ini ditetapkan dalam rapat evaluasi New Normal antara Pemerintah Daerah Mimika dengan forkompinda dan DPRD di Mozza, Kamis (16/7) siang.

Bupati Mimika Eltinus Omaleng kepada wartawan mengatakan tidak banyak perubahan dalam aturan-aturannya, termasuk harga rapid tes tetap Rp600 ribu.

"Yang berubah hanya satu poin yakni (huruf m) kaitan dengan karyawan. Tembagapura kita berlakukan PSDD selama 14 hari jadi selama waktu ini mereka tidak boleh ke Timika kecuali yang mau cuti," ungkapnya.

Bupati juga menyoroti oknum karyawan yang kemarin melecehkan Tim Gugus Tugas saat melakukan kontak tracing ke mereka.

"Bukan semua tapi ada oknum-oknum karyawan yang bandel dan melecehkan tim gugus tugas sehingga khusus di Tembagapura diberikan PSDD selama 14 hari. Kami berharap ke depan hal seperti ini tidak lagi terjadi," ujarnya.

Dengan pemberlakukan PSDD di Tembagapura maka Tim Gugus Tugas akan memperketat pengawasan terhadap karyawan di gorong-gorong dan Mile 32.

"Bukan hanya di tempat naik tapi bandara juga terutama untuk air fast," tegasnya.

Pada kesempatan ini, Bupati Omaleng yang didampingi Jubir Reynold Ubra juga mengatakan bahwa biaya rapid tes Rp600.000 tetap berlaku.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak melakukan pungli terhadap dana ini. Dana rapid digunakan kembali untuk membeli alat rapid tes termasuk alat penunjang kesehatan lainnya.

"Bukan hanya pemda yang tetapkan ini tapi kami bersama forkompinda dan DPRD. Kami tetapkan secara bersama dan tetap 600 ribu. Uang itu digunakan lagi untuk beli rapid dan lain-lain. Instruksi pemerintah pusat harganya 150 ribu, itu berbeda dengan kita karena kita pakai alat rapid tes yang kualitasnya bagus dan standar internasional," jelasnya. (Ronald)

Bupati Besok Dengar Hasil Pengumuman CPNS 2018 Melalui Vidcon

Bupati Mimika Eltinus Omaleng

MIMIKA,BM

Bupati Kabupaten Mimika, Eltinus Omaleng akan mendengar secara langsung hasil pengumuman tes CPNS Formasi 2018 melalui video conference (vidcon) langsung dari Provinsi Papua.

Setelah mendengar hasil pengumuman ini, pemerintah daerah dan forkomoinda langsung melakukan evaluasi Covid-19.

"Besok akan diumumkan seluruh Papua dan secara nasional jadi besok baru kita dengar," ujar bupati saat diwawancarai di Mozza, Rabu (15/7).

Bupati Omaleng mengatakan, apapun hasilnya nanti, masyarakat Mimika harus menerimanya terutama mereka yang mengikuti tes CPNS ini.

Dikatakan, penerimaan CPNS 2018 yang dilaksanakan pada tahun 2019 lalu berlaku kuota 80 persen untuk orang asli Papua (OAP) dan 20 persen bagi non Papua.

Namun formasi yang disediakan seperti kesehatan dan pendidikan tidak diambil oleh banyak OAP khususnya Amungme dan Kamoro karena kebanyakan OAP mengambil pilihan ekonomi, hukum dan lainnya sesuai dengan jurusan mereka.

"Kemarin kita buka formasi itu di bagian kesehatan dan pendidikan tapi anak-anak Amungme dan Kamoro banyak yang sekolah di bagian itu. Mereka ternyata banyak di jurusan macam ekonomi, hukum, pemerintahan dan lain-lain. Sayangnya ASN Pusat tidak mengakomodir hukum dan ekonomi untuk penerimaan pegawai kemarin. Jadi masyarakat Papua harus paham itu, jangan bilang pemerintah yang tidak mau terima, bukan seperti itu," ungkapnya.

Tambahnya, dalam proses ini pemerintah daerah sudah mengupayakan semaksimal mungkin namun ternyata banyak putera daerah memiliki formasi dan jurusan berbeda.

"Kalau hasilnya nanti tidak sesuai namun itu semua prosedural sudah sesuai. Dari 100-an lebih peserta CPNS, paling yang akan tembus hanya 10 hingga 20 orang tapi itu bukan di jurusan guru dan kesehatan tapi rata-rata teknis," ungkapnya. (Shanty)

Top