Politik & Pemerintahan

Tak Lapor LHKPN, TPP Satu Pejabat Eselon III Ditahan

Kepala Inspektorat Pemkab Mimika, Primus Lesomar

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten Mimika telah menahan tambahan penghasilan pegawai (TPP) satu pejabat Eselon III lantaran tidak melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke KPK. 

Kepala Inspektorat Pemkab Mimika, Primus Lesomar mengatakan, penghentian pencairan TPP satu pejabat tersebut berdasarkan arahan Sekda Mimika ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). 

"Ada satu pejabat eselon III yang TPP sudah dihentikan. Dan itu arahan langsung dari Sekda," ujarnya. 

Dikatakan, bahwa saat ini jumlah pejabat Pemkab Mimika yang wajib buatkan LHKPN sebanyak 217. Dan sebanyak 216 diantaranya telah mengisi LHKPN melalui aplikasi e-LHKPN KPK RI. 

Namun, hingga saat ini masih ada satu yang sama sekali tidak membuat laporannya. 

"Kami sudah berupaya untuk koordinasi dengan pejabat tersebut tapi sampai hari inipun belum membuat laporannya. Risikonya adalah penahanan TPP, karena itu ada dalam Perbup," jelasnya. 

Ia menambahkan, bahwa uang TPP itu ada hanya saja tidak boleh dicairkan sebelum pejabat tersebut melaporkan LHKPN-nya. (Shanty Sang)

Pemda dan Polres Mimika Gelar Upacara Peringati Hari Lahir Pancasila di Tempat Berbeda

Upacara bendera di Lapanagan Pemda SP3

MIMIKA, BM

Upacara Hari Kesaktian Pancasila yang digelar Pemerintah Kabupaten Mimika di Lapangan Kantor Pusat Pemerintahan, Selasa (02/6/2025) berlangsung khidmat.

Upacara Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni tersebut dipimpin Danlanud, Letnan Kolonel (Letkol) Laut (P) Benedictus Hery Murwanto.

Dalam amanat, Danlanud, Letnan Kolonel (Letkol) Laut (P) Benedictus Hery Murwanto menyampaikan, hari lahir pancasila tidak hanya mengenang rumusan dasar negara, tetapi juga meneguhkan kembali komitmen terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi pondasi berdirinya negara kesatuan Republik Indonesia.

"Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945. Pancasila adalah jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,"kata Benedictus.

Benedictus mengajak semua untuk merenungkan kembali bahwa pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia. Pancasila mempersatukan lebih dari 270 juta jiwa dengan latar belakang suku, agama, ras, budaya dan bahasa yang berbeda.

"Dalam pancasila, kita belajar bahwa kebinekaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu. Dari sila pertama hingga sila kelima, terkandung prinsip-prinsip yang menuntun kita membangun bangsa dengan semangat gotong-royong, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap martabat manusia,"ujarnya.

Ia mengatakan, dalam konteks pembangunan nasional saat ini, pemerintah telah menetapkan asta cita sebagai delapan agenda prioritas menuju indonesia emas 2045.

Salah satu yang paling fundamental dalam asta cita tersebut adalah memperkokoh ideologi pancasila, demokrasi dan hak asasi manusia.

"Mengapa ini menjadi prioritas? Karena kita menyadari bahwa kemajuan tanpa arah ideologis akan mudah goyah,"tutur Benedictus.

Oleh karena itu, melalui asta cita semua masyarakat dipanggil untuk melakukan revitalisasi nilai-nilai pancasila dalam segala dimensi kehidupan, dari pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga ruang-ruang digital.

Dijelaskan, bahwa dalam dunia pendidikan, perlu menanamkan pancasila sejak dini, bukan sekadar dalam pelajaran formal, tetapi dalam praktik keseharian.

Sekolah dan universitas harus menjadi tempat lahirnya generasi yang cerdas secara intelektual, tangguh secara karakter dan kuat dalam integritas moral.

Selain itu, di lingkungan pemerintahan dan birokrasi, nilai-nilai pancasila harus hadir dalam bentuk pelayanan publik yang berkeadilan, transparan dan berpihak pada rakyat.

Setiap kebijakan dan program harus mencerminkan semangat kemanusiaan dan keadilan sosial, bukan kepentingan kelompok atau golongan.

"Sementara, dalam bidang ekonomi, kita perlu memastikan bahwa pembangunan tidak hanya dinikmati oleh segelintir orang, tetapi menjadi berkah bagi seluruh rakyat Indonesia. Keadilan sosial, sebagaimana termaksud dalam sila kelima, harus menjadi orientasi utama,"jelasnya.

Menurutnya, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), ekonomi kerakyatan dan koperasi harus terus diberdayakan agar tidak ada warga yang tertinggal dalam kemajuan bangsa.

Dalam ruang digital pun harus membangun kesadaran kolektif bahwa dunia maya bukan ruang bebas nilai melainkan etika, toleransi dan saling menghargai tetap harus ditegakkan.

"Pancasila harus menjadi panduan dalam berinteraksi di media sosial maupun platform digital lainnya. Mari kita perangi hoaks, ujaran kebencian dan provokasi, dengan literasi digital dan semangat gotong-royong,"ungkapnya.

Ia mengajak semua untuk jadikan hari lahir pancasila ini bukan sekadar seremonial, tetapi momen untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai luhur bangsa.


Upacara bendera di Mako Polres Mimika

Masih dalam momentum yang sama, Polres Mimika juga menggelar upacara di halaman Mako Polres Mimika Mile 32, Senin (02/06/2025).

Sebagai inspektur upacara, Waka Polres Mimika, Kompol Hermanto S.H, S.I.K, M.H menyampaikan bahwa tanggal 1 Juni 2025 kita kembali memperingati momentum yang sangat penting dalam sejarah bangsa Indonesia.

"Hari Lahir Pancasila kita tidak hanya mengenang rumusan dasar negara, tetapi juga meneguhkan kembali komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi pondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Waka Polres saat membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia, Yudian Wahyudi.

Lanjut Kompol Hermanto, Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945. Ia adalah jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

"Dalam semangat memperkokoh ideologi Pancasila, izinkan saya mengajak kita semua merenungkan kembali bahwa Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia,"ujarnya.

Kata Kepala BPIP RI dalam amanatnya yang dibacakan Waka Polres Mimika bahwa dalam konteks pembangunan nasional saat ini, pemerintah telah menetapkan Asta Cita sebagai delapan agenda prioritas menuju Indonesia Emas 2045.

Salah satu yang paling fundamental dalam Asta Cita tersebut adalah memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi dan hak asasi manusia.

"Oleh karena itu, melalui Asta Cita, kita dipanggil untuk melakukan revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam segala dimensi kehidupan dari pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga ruang-ruang digital,"katanya.

Oleh karena itu dalam amanat Kepala BPIP RI mengajak agar untuk menjadikan Hari Lahir Pancasila ini bukan sekadar seremonial, tetapi momen untuk memperkuat komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur bangsa.

"Jadikan setiap langkah, setiap kebijakan, setiap ucapan dan tindakan kita sebagai cerminan dari semangat Pancasila. Dan jadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam berkarya, berbangsa dan bernegara," ajak Kepala BPIP RI yang dibacakan oleh Waka Polres Mimika. (Ignasius Istanto dan Shanty Sang)

Pemkab Mimika Tetapkan 'Mimika Rumah Kita' Jadi Branding Baru Smart City

Bupati Mimika, Johannes Rettob

MIMIKA, BM

Bupati Kabupaten Mimika, Johanes Rettob menetapkan "Mimika Rumah Kita” sebagai branding resmi Smart City yang merupakan representasi yang kuat dari karakteristik unik daerah.

Branding ini bertujuan untuk mempertegas Mimika sebagai ruang hidup bersama bagi masyarakat yang majemuk, terdiri atas beragam etnis, budaya, tradisi, dan kepercayaan.

"Timika memiliki dinamika ekonomi yang baik. Oleh karena itu, kita berkewajiban menjadikannya sebagai rumah yang nyaman dan inklusif bagi semua,” kata Bupati John saat diwawancarai di Hotel Horison Ultima, Rabu (28/5/2025).

Guna mendukung branding tersebut, Bupati John mengungkapkan sebuah gagasan inovatif yakni pramugari pesawat perlu menyampaikan salam 'Amologo, Nimao Witimi, Saipa' kepada seluruh penumpang saat pesawat akan melakukan pendaratan di Bandara Mozes Kilangin Timika.

“Kami akan berkoordinasi dengan maskapai penerbangan untuk menginstruksikan pramugari menyampaikan salam dalam bahasa daerah beberapa suku di Mimika. Dan ini akan menjadi bagian wajib dari pelayanan,” tegasnya.

Rapat Dewan Smart City ini, kata Bupati John, merupakan langkah konkrit dalam mengimplementasikan program pengembangan Ekosistem Kota Cerdas Smart City tahun 2025.

Yang mana, saat ini Pemkab Mimika telah memiliki Masterplan Smart City yang tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) yang akan berlaku hingga tahun 2029.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa evaluasi terhadap Perbup yang ada akan dilakukan untuk memastikan keselarasan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang berlaku saat ini.

“Penyusunan kebijakan baru terkait implementasi Smart City di Mimika juga akan menjadi agenda penting,” ujarnya.

Meski demikian, evaluasi komprehensif terhadap implementasi Smart City, baru akan dilaksanakan setelah partisipasi Pemkab Mimika dalam pameran di Yogyakarta.

“Fokus tahun ini adalah mempersiapkan partisipasi dalam pameran di Yogyakarta untuk menampilkan branding ‘Mimika Rumah Kita’ serta berbagai capaian yang telah diraih, terutama dalam hal aplikasi dan pelayanan publik yang sudah berjalan,” tutur Bupati John.

Katanya, Implementasi Smart City juga dapat berupa regulasi yang inovatif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Inovasi tidak selalu berbentuk aplikasi, tetapi juga dapat diwujudkan melalui peraturan yang cerdas.

"Dengan penetapan branding ‘Mimika Rumah Kita’, Pemkab Mimika menunjukkan komitmen yang kuat dalam membangun sebuah kota yang inklusif, harmonis, dan cerdas. Jadi Mimika dapat benar-benar menjadi rumah bersama yang ideal bagi seluruh warganya," pungkasnya. (Shanty Sang)

Top