Politik & Pemerintahan

Bupati Mimika Sampaikan Duka Mendalam atas Kepergian Kepala Sekolah Yohannes Napan

Ucapan duka Bupati Mimika dan keluarga ata Kepergian Kepala Sekolah SMA Sentra Pemerintahan, Yohannes Napan

MIMIKA, BM

Bupati Johannes Rettob, mewakili pemerintah dan masyarakat Kabupaten Mimika, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas berpulangnya Kepala Sekolah SMA Sentral Pendidiian Timika, Yohannes Napan.

Dia mata Bupati John, almarhum merupakan seorang guru yang sangat peduli, memiliki dedikasi dan integritas yang baik dalam dunia pendidikan.

Selama almarhum menjabat sebagai Kepala Sekolah SMA Sentra Pendidikan, Bupati John banyak menerima perkembangan di sentra pendidikan dari almarhum.

Kepada BM, Senin (8/9/2025) via telepon, Bupati Johannes Rettob secara khusus menyampaikan rasa duka dan ucapan terimakasih atas pengabdian yang selama ini telah diberikan oleh almarhum untuk perkembangan pendidikan di Mimika

“Atas nama pemerintah daerah Kabupaten Mimika dan masyarakat, saya mengucapkan turut berduka cita. Terima kasih atas karya dan jasa serta pengorbanan yang selama ini telah diberikan dalam dunia pendidikan, secara khusus bagi anak-anak Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan lainnya,” ungkapnya.

Kepada keluarga, Bupati John juga mengucapkan terimakasih karena keluarga selama ini telah memberikan dukungan kepada almarhum untuk berkarya dan berdedikasi di negeri ini.

“Kami ucapkan turut berduka cita yang mendalam, semoga almarhum Bapak Yohannes Napan diterima di kerajaan surga sesuai dengan amal baktinya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan penghiburan dalam menghadapi duka ini,” ujar Bupati Mimika, Johannes Rettob. (Ronald R)

Antisipasi Situasi Nasional Akhir-Akhir Ini, Pemda Mimika Lakukan Rapat Koordinasi ‘Jaga Mimika Rumah Kita’

Rapat Koordinasi ini pimpin langsung Bupati dan Wakil Bupati Mimka

MIMIKA, BM

Guna menyikapi situasi Keamanan, Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) secara nasional yang eskalasinya meningkat di beberapa hari terakhir ini, Pemda Mimika menggelar rapat koordinasi (Rakor) forum komunikasi pimpinan daerah bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan dan tokoh pemuda.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Cenderawasih 66,Selasa (02/09/2025) dipimpin langsung oleh Bupati Mimika Yohannes Rettob dengan didampingi Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, juga Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman, Dandim 1710/Mimika Letkol Inf M. Slamet Wijaya dan Ketua DPRK Mimika Primus Natikapareyau.

Bupati Mimika Yohannes Rettob dalam arahannya menyampaikan bahwa hampir semua daerah melakukan unjuk rasa, oleh karena itu untuk Papua dan secara khususnya Mimika harus dijaga tetap kondusif seperti saat ini.

"Kita berkumpul disini itu untuk bagaimana sama-sama kita membuat Mimika tetap aman dan damai. Sehingga Mimika menjadi rumah kita bersama," ujar Bupati John.

Bupati John juga menyampaikan bahwa tidak boleh ada perbedaan, tidak boleh ada gejolak, tidak boleh ada provokator dan tidak boleh ada provokasi yang muncul.

"Selain itu kita juga jaga sikap perilaku, perkataan kepada masyarakat, supaya masyarakat merasa damai. Tugas kita adalah menjaga Mimika ini dengan damai,"kata Bupati John.

Bupati John menegaskan tidak ada yang melarang penyampaian aspirasi baik secara personal maupun kelompok namun harus disampaikan dengan damai dan beretika.

"Tidak boleh seperti daerah lain, karena yang rugi adalah masyarakat kecil. Mari kita buat Mimika ini menjadi aman dan damai. Kita lihat seperti Jakarta atau tempat-tempat lain yang membuat pelayanan pemerintah tidak jalan. Saya berharap kita tetap kompak di sini, apalagi sudah ada perintah presiden untuk ambil tindakan tegas, "kata Bupati John.

“Saya berharap situasi di sana tidak boleh terjadi di Timika. Kita harus jaga keamanan bersama karena ini tugas kita bersama. Jadi saya harap kita semua yang hadir disini harus sampaikan ini kepada masyarakat,”sambung Bupati John.

Sementara itu Wakil Bupati Emanuel Kemong menambahkan bahwa semua pihak sudah sepakat bahwa Mimika adalah rumah kita bersama sehingga semua harus menjaga dan merawatnya. 

"Mari kita jaga Mimika yang damai, tidak ada guna kita buang-buang waktu untuk hanya mengikuti hal-hal yang tidak menguntungkan. Mari kita bersatu membangun Mimika,"ucapnya.

Ditambahkan oleh Ketua DPRK Mimika Primus Natikapareyau, jika demo dilakukan biasanya ada pihak ketiga yang membuat kekacauan, dan itu akan merugikan semua orang.

"Saya harapkan untuk kita semua yang ada disini mari kita saling melengkapi untuk sama-sama menjaga dan memajukan Mimika,"ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kapolres Mimika dan Dandim 1710/Mimika, yang mana pada intinya TNI dan Polri selalu siap mengamankan Kabupaten Mimika supaya jangan sampai ada provokator yang berusaha merusak Mimika.

Mereka juga berpesan kepada seluruh tokoh baik tokoh masyarakat, agama, perempuan dan pemuda serta ketua paguyuban untuk saling menjaga dan melindungi.(Ignasius Istanto)  

Dua OPD Gagal Kontrak, DAK Rp30 Miliar Hangus

Kepala BPKAD Mimika, Marthen Malissa

MIMIKA, BM

Dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola Dana Alokasi Khusus (DAK) yakni Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan gagal berkontrak.

Hal tersebut mengakibatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika gagal menerima anggaran DAK senilai Rp30.753.418.843 pada tahun anggaran 2025.

Demikian dikatakan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mimika, Marthen Tappi Malissa, usai apel gabungan di Pusat Pemerintahan, Senin (1/9/2025).

“Dana DAK untuk dua OPD gagal ditransfer Pemerintah Pusat karena pekerjaan yang direncanakan tidak lolos lelang,” kata Marthen.

Marthen menjelaskan, bahwa Dinas Pendidikan dengan dengan tiga kegiatan senilai Rp4.252.629.350 dan Dinas Kesehatan dengan empat kegiatan senilai Rp26.500.789.492.

“Sehingga total keseluruhan DAK yang gagal diterima Pemkab Mimika mencapai Rp30,7 miliar. Untuk detail kegagalan lelang dapat ditanyakan langsung ke OPD teknis masing-masing,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegagalan ini menjadi bahan evaluasi Pemerintah Pusat terhadap kinerja Pemkab Mimika dalam mengelola anggaran.

“Tentunya, tahun depan hal ini akan menjadi catatan evaluasi pusat dalam penyaluran DAK. Tidak menutup kemungkinan juga akan dilakukan efisiensi anggaran,” ungkapnya. (Shanty Sang)

Top