Soal Demo ASN, Bupati Sebut Rolling Jabatan Sudah Sesuai Mekanisme BKN

Suasan Apel Pagi di Sentra Pemerintahan Pemda Mimika, Senin (30/3/2026)
MIMIKA, BM
Menanggapi aksi unjuk rasa ASN terkait roling jabatan beberapa waktu lalu, Bupati Mimika Johannes Rettob menyebutkan bahwa hal tersebut sudah sesuai mekanisme Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Bupati JR mengatakan, bahwa aksi yang dilakukan tersebut itu diduga adanya oknum yang berupaya memecah belah dirinya dengan Wakil Bupati.
Hal tersebut disampaikan Bupati JR saat memimpin apel gabungan di Pusat Pemerintahan, Senin (30/3/2026).
Pasalnya, unjuk rasa yang dilakukan oknum-oknum itu seakan-akan menggiring opini bahwa rolling dilakukan tanpa sepengetahuan wakil bupati.
"Padahal itu hasil kesepakatan berdua. dAn mereka itu hanya ingin memecah kami," Kata Bupati JR.
Ia bahkan mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi sejumlah nama yang diduga menjadi aktor di balik aksi tersebut, dan akan dilakukan evaluasi lebih lanjut.
“Kami sudah kantongi nama-namanya dan akan kami tindaklanjuti,”ujarnya.
Bupati menjelaskan, bahwa seluruh proses rolling jabatan telah dilakukan sesuai mekanisme yang ditetapkan oleh BKN.
Dalam mekanisme tersebut, kepala daerah hanya mengusulkan nama, sementara keputusan akhir berada di BKN.
“BKN akan memberikan tiga kemungkinan, yaitu direkomendasikan, tidak direkomendasikan, atau tidak dapat diproses. Semua hasil itu kami bahas bersama,” jelasnya.
Ia menambahkan, jika terdapat usulan yang belum memenuhi syarat, maka akan diperbaiki dan diajukan kembali sesuai ketentuan yang berlaku.
Bupati JR menegaskan bahwa Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) tidak memiliki kewenangan dalam menentukan jabatan, sehingga tudingan adanya manipulasi data dinilai tidak berdasar.
“Semua usulan dan perbaikan masuk ke saya dan harus mendapat persetujuan saya. Akun BKN hanya dipegang kepala daerah, tidak bisa digunakan oleh pihak lain,” tegasnya.
Ia memastikan bahwa seluruh proses mutasi jabatan dilakukan secara transparan dan sesuai aturan, serta menepis isu adanya intervensi pihak tertentu.
"Saya imbau seluruh ASN untuk tetap menjaga profesionalisme dan tidak terpengaruh oleh isu yang dapat memecah belah internal pemerintahan," ungkapnya. (Shanty Sang)































Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong