Politik & Pemerintahan

Pentingnya Kesadaran Bela Negara, Kesbangpol Gelar FGD

Foto bersama di sela kegiatan

MIMIKA, BM

Badan Kesatuan kebangsaan dan politik (Kesbangpol) Kabupaten Mimika menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk menegaskan pentingnya kesadaran bela negara.

FGD yang dilaksanakan di Hotel Cenderawasih 66, Rabu (21/10/2026) dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika, Ananias Faot.

Adapun teman yang diusung ialah "Pengabdian Profesi ASN Sebagai Wujud Keikutsertaan Bela Negara".

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika, Ananias Faot dalam sambutannya menyampaikan, Kabupaten Mimika merupakan daerah yang memiliki potensi pembangunan besar serta masyarakat yang beragam, baik dari sisi suku, agama, budaya, maupun latar belakang sosial.

"Keberagaman ini harus kita pandang sebagai kekuatan, bukan sebagai alasan untuk terpecah belah. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga Mimika sebagai rumah bersama," kata Ananias.

Menurutnya, jangan sampai perbedaan, kepentingan, kesalahpahaman, maupun informasi yang belum terverifikasi menimbulkan konflik yang merugikan masyarakat dan menghambat pembangunan.

Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadi pelopor persatuan, penjaga kerukunan, dan agen perdamaian di lingkungan masing-masing.

"Apabila terdapat persoalan di tengah masyarakat, mari kita kedepankan dialog, musyawarah, penghormatan terhadap nilai-nilai adat yang selaras dengan hukum, serta penyelesaian melalui mekanisme yang sah. Jangan mudah terprovokasi dan jangan ikut menyebarkan informasi yang dapat memperkeruh keadaan,"ujarnya.

Katanya, kegiatan bela negara difokuskan kepada ASN. Selaku ASN, tentunya hidup di tengah-tengah masyarakat. Sebagai ASN juga punya anak, punya keluarga, pemuda, dan juga berada di tengah-tengah masyarakat.

Melalui kesempatan ini, ada beberapa hal yang ingin disampaikan yakni, kepada Kesbangpol diharapkan pembinaan kesadaran bela negara dilaksanakan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, bangun koordinasi dengan perangkat daerah, TNI, Polri, tokoh adat, tokoh agama, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, dan seluruh komponen masyarakat.

Yang kedua, kepada seluruh peserta, jadilah teladan dan amalkan nilai-nilai kebangsaan mulai dari keluarga, lingkungan kerja, organisasi, masyarakat, dan gunakan media sosial secara bertanggung jawab serta hindari tindakan yang merusak persaudaraan.

Ketiga, kepada seluruh elemen masyarakat, mari membangun kesadaran bahwa keamanan, ketertiban, dan kemajuan Mimika merupakan tanggung jawab kita bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dan partisipasi dari masyarakat.

"Kita harus memahami bahwa pembangunan tidak akan berjalan optimal apabila masyarakat dalam konflik ataupun perpecahan. Sebaliknya, persatuan dan stabilitas sosial akan menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, kesejahteraan, serta kemajuan ekonomi masyarakat," tutur Ananias.

Oleh karena itu, semangat bela negara harus menjadi bagian dari karakter masyarakat Mimika dan menjadi landasan dalam setiap pembangunan daerah.

Ia mengatakan, sesungguhnya ASN ini harus menjadi contoh. Kabupaten Mimika adalah kabupaten yang bersahaja, patuh hukum, karena berbagai persoalan ada di sini. Namun, disadari bahwa Kabupaten Mimika juga adalah bumi Indonesia, tentu tidak terlepas dari berbagai persoalan-persoalan yang dihadapi.

"Sebagai ASN, kita harus memiliki kemampuan integritas di dalam hidup bermasyarakat, hidup bersosialisasi baik di lingkungan pemerintah daerah maupun ditengah masyarakat. Dan sebagai ASN juga tentu harus mematuhi aturan ketentuan negara," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Lodefikus Kaize dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan FGD ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila serta membangun kesadaran kolektif dalam menjaga keutuhan NKRI.

Dikatakan, konsep bela negara bulan semata-mata tugas TNI/Polri atau berjuang menggunakan senjata, melainkan tanggungjawab seluruh waega negara yang diwujudkan melalui tindakan nyata sehari-hari.
  
"Bagi ASN, bela negara diwujudkan lewat disiplin, integritas dan pelayanan publik yang berkualitas. Bagi generasi muda, itu diwujudkan dengan semangat belajar, bijak menggunakan media sosial serta menolak tegas narkoba dan kekerasan. Sedangkan, bagi masyarakat umun bela negara berarti menjaga persatuan, menghormati perbedaan dan menaati hukum," pungkasnya. (Shanty Sang)

Staf Perencana Dilarang Keluar Daerah, Wabup Minta Penyusunan APBD 2027 Tepat Waktu

Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong

MIMIKA, BM

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika bergerak cepat menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang dituangkan dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).

Proses penyusunan tersebut dijadwalkan berlangsung selama Oktober hingga November 2026.

Karena itu, staf perencana di setiap OPD diminta memusatkan perhatian pada penyelesaian dokumen perencanaan dan anggaran sesuai jadwal.

"Seluruh staf perencana di masing-masing OPD diminta untuk tidak melakukan perjalanan dinas ke luar daerah selama periode penyusunan APBD 2027, agar dapat fokus dan bertanggung jawab menyelesaikan tugas," kata Wabup Kemong.

Menurutnya, hal tersebut disampaikan guna memastikan penetapan APBD 2027 dapat rampung tepat waktu sesuai dengan target yang telah ditentukan.

"Kita punya waktu mulai dari Oktober ini sampai dengan November. Oleh karena itu, saya harapkan penyusunan RKPD hingga KUA-PPAS APBD 2027 ini segera dimulai dan diperhatikan baik-baik agar OPD-OPD dapat menyelesaikan program anggarannya," ujarnya.

Ia pun berharap dengan komitmen bersama dan disiplin dengan tenggat waktu dari seluruh pimpinan OPD beserta tim perencana, maka penetapan APBD Kabupaten Mimika Tahun Anggaran 2027 dapat berjalan lancar demi keberlanjutan pembangunan daerah.

“Jadi diharapkan supaya staf-staf bagian perencanaan memperhatikannya, tolong kepala pimpinan OPD terkait hal ini supaya dapat memerhatikan,” ungkapnya. (Shanty Sang)

Realisasi Dana Otsus Tahap I Capai 90 Persen

Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong

MIMIKA, BM

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong mengapresiasi realisasi penyerapan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahap I yang sudah mencapai 90 persen.

Kendati demikian, ia mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu dana Otsus agar tidak berpuas diri dan segera bersiap menghadapi proses pencairan Tahap II dan Tahap III.

“Dana Otsus ini realisasinya sudah semakin tinggi, sudah mencapai 90 persen, ini tahap yang pertama dan diharapkan untuk proses pencairan tahap kedua dan ketiga, seluruh OPD pengampu Dana Otsus dapat memperhatikan persyaratannya ,” kata Wabup Kemong.

Wabup Emanuel meminta setiap OPD untuk segera menginput seluruh laporan pencapaian program ke dalam sistem aplikasi Kementerian Keuangan melalui Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD). Selain itu, kelengkapan administrasi terkait SKD dan SIP3 juga harus segera diproses.

"Segera input pencapaian yang sudah dilakukan ke sistem aplikasi Kemenkeu dalam bentuk SIPD, serta perhatikan kelengkapan SKD dan SIP3. Ini penting agar segera diproses dan diinput ke sistem, sehingga dapat mempermudah proses pencairan Tahap II dan Tahap III," ujarnya.

Mengingat batas waktu pelaksanaan anggaran tahunan yang semakin singkat, ia mengingatkan, jajarannya hanya memiliki waktu sekitar dua bulan untuk menyelesaikannya.

"Kita hanya punya waktu tersisa dua bulan. Saya minta OPD-OPD pengampu Dana Otsus segera melakukan penginputan data agar pencapaian target dan realisasi pencairan tahap berikutnya bisa segera terwujud," ungkapnya. (Shanty Sang)

Top