Politik & Pemerintahan

Banyak Insiden Kecelakaan, Pemkab Mimika Bakal Tutup Sejumlah Kapsul Jalanan di Mimika

Bupati Mimika Johannes Rettob

MIMIKA, BM

Banyaknya insiden kecelakaan yang terjadi di jalanan Mimika, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika berencana melakukan rekayasa lalul intas.

Bupati Mimika, Johannes Rettob menyampaikan, upaya merekayasa lalu lintas di jalanan Mimika, tentunya akan ada sejumlah putaran kapsul yang akan ditutup.

"Kemarin kami sudah lakukan survei jalan untuk dilakukan rekayasa. Jadi jangan kaget kalau nanti kami tutup beberapa putaran kapsul," katanya saat diwawancarai di gedung Eme Neme, Selasa (9/6/2026).

Selain menutup putaran kapsul, pihaknya juga memasang rambu-rambu lalu lintas seperti menentukan titik larangan parkir, serta penerapan aturan lain-lainnya.

"Ini yang kami lakukan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi di jalanan Mimika,"ujarnya.

Bupati JR menambahkan, bahwa Pemkab Mimika akan berupaya untuk menata parkiran di setiap tempat usaha di Mimika.

“Ini kita lalukan agar tidak ada lagi terparkir di badan jalan. Kita harus pelan-pelan merubah mindset para pengusaha, Makanya kami berpikir supaya dibangun tempat parkir umum," ungkapnya. (Shanty Sang)

Bapenda Mimika Bakal Lakukan Pendataan Kendaraan

Kepala Bapenda Mimika Dwi Cholifa 

MIMIKA, BM

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika bersama Samsat dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Mimika bakal melakukan pendataan menyeluruh terhadap kendaraan di Mimika.

Kepala Bapenda Kabupaten Mimika, Dwi Cholifa menyampaikan, sinergi ini bertujuan untuk memperbarui sekaligus merapikan database kendaraan di Mimika. Dalam pelaksanaannya, Bapenda dan Satlantas akan membantu proses pencatatan di lapangan, sementara pengelolaan data sepenuhnya akan dilakukan oleh Samsat menggunakan sistem digital yang mereka miliki.

"Kami dan Satlantas membantu mendata langsung di lapangan bersama tim gabungan. Setelah data dimasukkan ke dalam sistem format Samsat, semuanya akan terlihat jelas, mulai dari kepemilikan kendaraan, status pajak yang belum lunas, hingga kendaraan yang masih menggunakan plat nomor luar daerah agar diarahkan untuk segera melakukan mutasi atau balik nama," kata Dwi.

Dwi mengatakan, bahwa untuk tahap awal, tim gabungan ini akan difokuskan pada area dalam kota. Mengingat pihak Samsat sebelumnya sudah melakukan penyisiran di daerah Sempan.

"Kita sasar dalam kota dulu. Karena Samsat sudah jalan di daerah Sempan, mungkin berikutnya kita akan menyisir daerah Kwamki Narama," Ujarnya.

Ia menegaskan, kegiatan yang akan berlangsung minggu depan ini murni merupakan kegiatan pendataan, bukan razia penindakan atau sweeping pembayaran.

“Tidak akan ada penarikan denda ataupun loket pembayaran pajak di tempat selama giat ini berlangsung, kita hanya mencatat dan mendata kendaraan, kemudian data diolah untuk memetakan kendaraan yang menunggak pajak atau berplat luar,”katanya.

Setelah itu, pihaknya akan memberikan imbauan pelunasan atau operasi gabungan serta sweping setelah data lapangan rampung dievaluasi.

“Jadi Masyarakat diimbau untuk tidak panik atau khawatir. Karena, ini hanya pendataan kendaraan," ungkapnya. (Shanty Sang)

Bupati Resmi Buka Mimika Innovation Week 2026

Bupati JR membuka kegiatan dengan menekan tombol


MIMIKA, BM

Bupati Mimika secara resmi membuka Mimika Innovation Week (MIW) 2026 yang dilaksanakan di Graha Eme Neme Yauware, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi berbagai pihak untuk memperkuat budaya riset dan inovasi dalam mendukung pembangunan daerah.

Pembukaan Mimika Innovation Week 2026 dihadiri Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Yopi, Bupati Mimika Johannes Rettob, serta para akademisi, mahasiswa, pelaku inovasi, dan masyarakat.

Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Yopi dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) sebagai penggerak ekosistem riset dan inovasi di daerah.

Menurutnya, kolaborasi yang terbangun dalam MIW 2026 menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Mimika dalam mendorong pembangunan berbasis inovasi.

“Mimika Innovation Week 2026 menjadi momentum untuk berbagi ide, memperkuat kolaborasi, dan melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat serta kemajuan daerah,”kata Yopi.

Sementara itu, Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan bahwa inovasi harus menjadi budaya kerja di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

Ia mengungkapkan, hingga pertengahan tahun 2026 telah tercatat 118 inovasi yang lahir dari OPD, perguruan tinggi, maupun masyarakat.

Menurut Johannes, inovasi tidak selalu berupa teknologi canggih, tetapi juga dapat hadir melalui pelayanan yang lebih cepat, proses kerja yang lebih sederhana, dan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami berharap semakin banyak inovasi lahir dari Mimika untuk meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Plt Kepala BRIDA Mimika, Slamet Sutejo, mengatakan bahwa pengembangan riset dan inovasi di Mimika terus mengalami peningkatan setiap tahun. Hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 104 inovasi baru telah masuk dalam sistem inovasi daerah.

Ia menambahkan, 10 inovasi terbaik dari MIW 2026 akan diikutsertakan pada ajang Indonesia Government (IG) Award 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri.

“Yang terpenting bukan hanya jumlah inovasi, tetapi dampaknya bagi masyarakat dan keberlanjutannya dalam mendukung pembangunan daerah,” pungkas Slamet. (Shanty Sang)

Top