Bupati Sebut Realisasi APBD Mimika 2025 Per 31 Desember Capai 75,73 Persen
Bupati Mimika Johannes Rettob
MIMIKA, BM
Bupati Mimika Johannes Rettoh menyebutkan bahwa realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika Tahun 2025 baru mencapai 75,73 persen.
"Memang belum sampai 80 persen realisasinya dan itu disebabkan karena beberapa faktor yang terjadi disepanjang tahun anggaran kemarin," kata Bupati Rettob kepada wartawan di Kantor Pusat Pemerintahan, Senin (4/1/2026) lalu.
Beberapa faktor utama yang memengaruhi rendahnya realisasi APBD kata Bupati Rettob, antara lain adanya keterlambatan proses lelang, serta dana hibah 4 persen yang tidak sempat terproses.
“Banyak kendala yang kita hadapi di Tahun 2025, mulai dari persoalan hukum, keterlambatan pelelangan, hingga dana hibah empat persen yang tidak terproses. Hal-hal inilah yang menyebabkan penyerapan anggaran menjadi rendah,”ujarnya.
Dikatakan, bahwa terdapat pula sejumlah kegiatan fisik yang tidak terserap secara maksimal, termasuk di Dinas Pendidikan. Bahkan, beberapa pekerjaan hanya terlaksana sekitar 70 hingga 80 persen.
“Ada pekerjaan yang tidak bisa kita selesaikan 100 persen, hanya dikerjakan 70 sampai 80 persen. Kegiatan tersebut akan dilanjutkan di tahun ini. Situasi ini terpaksa dilakukan karena jika dipaksakan, justru tidak dapat diselesaikan dengan baik,”katanya.
Selain itu, proses pelelangan pada Tahun 2025 baru dimulai pada bulan Maret hingga April, sehingga waktu efektif pelaksanaan kegiatan hanya sekitar tujuh bulan. Kondisi tersebut diperparah dengan kebijakan Pemerintah Pusat pada awal tahun yang mengharuskan persetujuan dari bupati definitif sebelum pekerjaan dilaksanakan.
“Dari 12 bulan waktu anggaran, kita hanya bekerja efektif selama tujuh bulan. Itu sebabnya realisasi menjadi rendah. Dan setelah saya cek, bukan hanya Mimika, hampir semua kabupaten mengalami kondisi yang sama di Tahun 2025,”ungkapnya.
Ia meminta kepada semuanya agar membuang masa lalu yang kurang baik, perasaan-perasaan yang kurang enak.
"Atas nama Bupati dan Wakil Bupati minta maaf kalau tahun kemarin kurang memperhatikan bapak ibu sekalian, banyak hal-hal yang belum kita buat secara maksimal tetapi kedepan kita akan sama-sama berusaha," harapnya.
Katanya, dirinya dan wakil senantiasa menerima masukan, saran dan pendapat untuk perbaikan-perbaikan di masa yang akan datang.
Dengan semangat yang luar biasa, semangat yang baik untuk kita bisa menjalankan semua pemerintahan dengan baik.
Menurutnya, ada PR-PR yang memang masih harus dilakukan tetapi pihaknya akan mencoba diskusikan tahun ini.
"Dan saya harap kerja sama dari semua untuk kita bisa menyelesaikan tugas kita dengan baik untuk mewujudkan visi misi bupati dan wakil bupati 5 tahun kedepan," pungkasnya. (Shanty Sang)



