Politik & Pemerintahan

Bappeda Mimika Perkuat Validitas Data Kinerja OPD Lewat Pendampingan SIPD dan E-Walidata

Suasana berlangsungnya kegiatan

MIMIKA, BM

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mimika memperkuat tata kelola pelaporan pembangunan daerah yang akurat, terukur, dan tepat waktu melalui pendampingan penginputan realisasi kinerja perangkat daerah dan E-Walidata pada Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bappeda Mimika, Kamis (21/5/2026).

Kepala Bappeda Mimika melalui Kepala Bidang Pengendalian, Evaluasi dan Perencanaan Pembangunan, Izak A. Rahajaan mengatakan, Bappeda sebagai wali data memiliki tanggung jawab memastikan seluruh data pembangunan yang dimasukkan OPD selaras dengan regulasi Satu Data Indonesia.

Karena itu, koordinasi antara Bappeda sebagai wali data dan OPD sebagai produsen data harus berjalan maksimal agar kualitas pelaporan pembangunan semakin baik.

“Pendampingan ini untuk memastikan seluruh data yang diinput oleh setiap OPD benar-benar valid, terukur, dan bukan data fiktif,"kata Izak.

Menurut Izak, SIPD bukan sekadar aplikasi penginputan angka, tetapi instrumen penting yang mengintegrasikan proses perencanaan, penganggaran hingga pengawasan realisasi kinerja daerah.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diberikan pemahaman terkait pentingnya disiplin dalam melakukan penginputan data secara berkala agar tidak terjadi keterlambatan pembaruan capaian program.

Selain itu, kualitas indikator kinerja menjadi perhatian utama. Setiap data yang dimasukkan harus memiliki ukuran capaian yang jelas, baik output maupun outcome program, serta wajib didukung bukti otentik di lapangan.

“Data yang diinput harus sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Jadi bukan hanya angka serapan anggaran, tetapi bagaimana realisasi fisik dan manfaat program itu benar-benar dirasakan masyarakat,”ujarnya.

Ia menambahkan, evaluasi melalui SIPD juga menjadi gambaran capaian kinerja masing-masing OPD, termasuk melihat perangkat daerah yang telah mencapai target maupun yang masih mengalami keterlambatan.

Katanya, konsistensi data antara dokumen perencanaan, strategi pembangunan hingga realisasi anggaran menjadi faktor penting dalam mewujudkan akuntabilitas kinerja pemerintah daerah.

“Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan pemerintah daerah benar-benar berbanding lurus dengan hasil pembangunan yang dirasakan masyarakat,”ungkapnya. (Shanty Sang)

DLH Gaungkan Aksi Bersih Dari Distrik Mimika Timur, Peringati Hari Lingkungan Hidup


Foto bersama pegawai usai kegiatan

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Kegiatan dengan tema “Lindungilah Ekosistem Darat dan Laut, Mewujudkan Mimika Bersih dan Lestari” dilakukan di halaman Kantor Distrik Mimika Timur, Jumat (22/5/2026).

Kegiatan ini dirangkaikan dengan aksi jalan santai bersih kampung sebagai bagian dari kampanye aksi iklim untuk menjaga keanekaragaman hayati dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup.

Bupati Mimika melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Mimika, Fransiskus Bokeyau memberikan apresiasi kepada Dinas Lingkungan Hidup, Pemerintah Distrik Mimika Timur, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.

Pemda Mimika juga menyampaikan terima kasih kepada PT Freeport Indonesia atas kolaborasi dan dukungannya dalam agenda bersih kampung sebagai langkah nyata mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat di Kabupaten Mimika.

“Peringatan Hari Lingkungan Hidup bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, tetapi momentum penting untuk membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan hidup adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” ujar Fransiskus saat membacakan sambutan Bupati Mimika.

Ia menegaskan, tema Hari Lingkungan Hidup tahun 2026, “Be The Solution, Not The Pollution”, mengandung pesan mendalam agar seluruh masyarakat menjadi bagian dari solusi dalam menjaga bumi, bukan menjadi penyebab kerusakan lingkungan.

Di momen ini, masyarakat diajak memulai dari langkah sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menjaga kebersihan sungai dan pesisir, hingga membangun budaya hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kegiatan jalan santai bersih kampung memiliki nilai edukasi, kebersamaan, dan kepedulian sosial yang tinggi karena tidak hanya mempererat hubungan masyarakat, tetapi juga menunjukkan kepedulian nyata terhadap kebersihan lingkungan kampung-kampung di Distrik Mimika Timur.

Rute kegiatan dimulai dari Kampung Tipuka, Kampung Muare, Kampung Pigapu hingga berakhir di halaman Kantor Distrik Mimika Timur.

Kegiatan ini juga menjadi simbol semangat gotong royong masyarakat Mimika dalam menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama.

“Permasalahan sampah dan pencemaran lingkungan harus menjadi perhatian serius bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang PPK LH DLH Mimika, Devota M. Leisubun, mengatakan kegiatan ini merupakan rangkaian kedua dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia setelah sebelumnya dilakukan sosialisasi di sekolah-sekolah.

Ia menjelaskan, tahun ini DLH Mimika untuk pertama kalinya melaksanakan kegiatan di luar kota dengan tujuan mengedukasi masyarakat bahwa sampah, khususnya botol dan kaleng bekas, masih memiliki nilai ekonomi dan dapat ditukar menjadi bahan kebutuhan pokok.

“Tujuan kami menggaungkan kepada masyarakat bahwa sampah itu sebenarnya bukan kotoran yang harus dibuang. Botol tidak harus dibuang, tetapi bisa ditukar menjadi gula, beras, minyak goreng, dan kebutuhan lainnya,” ujar Devota.

Dalam kegiatan tersebut, DLH Mimika menggandeng program Kilo Sampah atau kios sampah, di mana masyarakat dapat membawa sampah botol dan kaleng untuk ditukarkan dengan bahan makanan sesuai berat sampah yang dikumpulkan.

Menurut Devota, program tersebut sekaligus menjadi sosialisasi awal terkait pengelolaan sampah berbasis ekonomi masyarakat dan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai.

Sebagai bentuk komitmen pengurangan sampah plastik, panitia tidak menyediakan air mineral kemasan dalam kegiatan tersebut.

Sebagai gantinya, tamu undangan menggunakan tumbler, sementara masyarakat disediakan air isi ulang menggunakan wadah besar dan perlengkapan ramah lingkungan yang mudah terurai.

“Kami ingin mulai mensosialisasikan pembatasan penggunaan botol dan gelas plastik. Jadi memang dalam kegiatan ini kami tidak menyediakan air mineral kemasan sama sekali,” jelasnya.

DLH Mimika berharap melalui rangkaian kegiatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan semakin meningkat demi mewujudkan Mimika yang bersih, sehat, dan lestari. (Nuel)

Pemkab Mimika, Serahkan Perpanjangan SK 133 Kampung dan Bamuskam Periode 2025-2027

Pj Sekda Mimika, Abraham Kateyau saat menyerahkan SK kepada Kepala Kampung Tunas Matoa


MIMIKA, BM

Sebanyak 133 kampung dan Bamuskan resmi menerima Surat Keputusan (SK) perpanjangan masa jabatan bagi 133 Kepala Kampung dan Bamuskam periode 2025–2027.

SK ini ditandatangani langsung oleh Bupati Johannes Rettob guna memastikan keberlanjutan kepemimpinan kampung tanpa pemilihan ulang.

Penyerahan SK tersebut dilakukan oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika, Abraham Kateyau, yang dilaksanakan di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Mimika, Rabu (13/5/2026).

Abraham mengatakan, hari ini dilakukan penyerahan perpanjangan SK bagi 133 kepala kampung dan ketua Bamuskam, sebagaimana sesuai SK ini merupakan perpanjangan masa jabatan bagi kepala kampung yang lama.

Dengan adanya SK ini maka dipastikan belum adanya pemilihan kepala kampung dan ketua Bamuskam yang baru.

“Jadi hari ini Bupati Mimika mengeluarkan SK perpanjangan masa jabatan kepala kampung dan Bamuskam periode yang lalu dan berlaku selama dua tahun, mulai dari 2025 hingga Desember 2027,” ujarnya.

Ia menjelaskan, persiapan evaluasi kepala kampung saat ini sementara dilakukan sehingga sebelum Desember 2027 akan dilaksanakan pemilihan kepala kampung baru. Maka itu ia berharap kepala kampung dapat bekerja dengan baik, sehingga mendapatkan hasil evaluasi yang baik.

“Kami menyampaikan selamat kepada kepala kampung dan ketua Bamuskam atas perpanjangan masa jabatan ini. Kami harap segera kembali ke tempat tugas dan lakukan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya. (Shanty Sang)

Top