Politik & Pemerintahan

Wabup : Kemajuan Mimika Harus Tetap Berpijak Pada Akar Budaya

 Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong (putih)

MIMIKA, BM

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong mengatakan, memasuki usia tiga dekade, Kabupaten Mimika terus mencatatkan pertumbuhan dengan kekayaan budaya dan keberagaman masyarakat sebagai fondasi utamanya.

Di momen ini, sangat penting untuk  menjaga jati diri daerah di tengah derasnya arus modernisasi. Kemajuan dan pembangunan Mimika tidak boleh melupakan nilai-nilai luhur serta kearifan lokal yang diwariskan oleh para leluhur.

"Di tengah perkembangan zaman, kita harus mampu melangkah maju tanpa kehilangan jati diri, dengan tetap menjaga kearifan lokal, menghormati hak-hak masyarakat adat, dan menjadikan budaya sebagai bagian penting dalam setiap langkah pembangunan," kata Wabup Emanuel usai upacara HUT Kabupaten Mimika di kantor Pusat Pemerintahan, Senin (12/10/2026).

Emanuel mengingatkan bahwa hakikat pembangunan sejatinya bukan sekadar pembangunan fisik semata seperti jalan, gedung, dan infrastruktur penunjang lainnya. Pembangunan seutuhnya harus berfokus pada investasi manusia, peningkatan kapasitas, serta pemberdayaan masyarakat agar seluruh warga Mimika mampu berdiri mandiri dan menentukan masa depannya.

"Kami berkomitmen komitmen untuk memastikan pembangunan yang inklusif dan merata di seluruh penjuru wilayah Mimika. Pembangunan harus hadir untuk semua, dari kampung ke kota, dari pesisir hingga pedalaman,"ujarnya.

Wabup Kemong menilai, tiga dekade perjalanan Kabupaten Mimika ini sebagai titik transisi vital menuju fase pembangunan berikutnya.

“Saya komitmen bersama Bupati Mimika Johannes Rettob untuk melanjutkan roda pembangunan demi membawa daerah ini menuju masa depan yang lebih gemilang,” tutur Emanuel.

Secara khusus, ia mengajak peran aktif generasi muda sebagai motor penggerak inovasi, kreativitas, dan keberanian untuk membawa perubahan positif.

"Masa depan Mimika ada di tangan kita, terutama generasi muda. Mari kita bangkit dan bersatu membangun Mimika yang modern tetapi tetap berakar, Mimika yang bersih, inklusif, dan visioner,"ucapnya.

Wabup pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersatu menjaga Mimika sebagai rumah bersama bagi generasi saat ini maupun generasi yang akan datang.

"Selamat Hari Ulang Tahun ke-30 Kabupaten Mimika. Tiga dekade perjalanan, satu Mimika untuk masa depan. Bangkit, bergerak, berdaya, dan bersatu," pungkasnya. (Shanty Sang)

30 Tahun Mimika, Rekam Jejak Kepemimpinan dari Masa ke Masa

Gedung Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, SP3

MIMIKA, BM

Kabupaten Mimika kini genap berusia 30 tahun tepatnya pada 8 Oktober 2026.

Seiring berjalannya waktu, selama tiga dekade kabupaten ini terus berkembang dan mengalami pertumbuhan yang kian pesat khususnya di Kota Timika.

Tanah Amungsa Bumi Kamoro ini didiami oleh dua suku asli yakni Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan lainnya. Ada juga para pendatang dari seluruh nusantara.

Dari negeri inilah lahir para pemimpin yang menorehkan sejarah Mimika menjadi salah satu kabupaten yang dapat diperhitungkan di Papua dan Indonesia terutama karena kehadiran PT. Freeport Indonesia.

Pada momen perayaan HUT Mimika ke 30 yang dilaksanakan di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika pada Senin (12/10/2026), Bagian Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) menampilkan Jejak Kepemimpinan Mimika dari masa ke masa.

Sejarah ini dimulai dari kepemimpinan Bupati Mimika pertama yang berasal dari Suku Kamoro yakni Drs.Titus Oktovianus Potereyauw.

Saat itu, ia menjabat sebagai Bupati Administrasi pada 8 Oktober 1996 hingga tahun 2001.

Kabupaten Mimika kemudian berubah status dari Kabupaten Administratif menjadi Kabupaten Definitif (Otonom)berdasarkan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999 yang disahkan pada tanggal 4 Oktober 1999.

Pada tahun 2001, Klemen Tinal terpilih dan menjabat sebagai Bupati definitif untuk masa jabatan 2001 hingga 2006. Klemen Tinal didampingi oleh Wakil Bupati Drs. Methodius Mamapuku.

Tongkat estafet kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh Athanasius Allo Rafra sebagai Penjabat Bupati Mimika untuk tahun 2006-2007.

Setelah itu, Klemen Tinal SE.,MM kembali menorehkan namanya sebagai Bupati Mimika untuk periode 2008 hingga 2013, bersama Wakil Bupati Abdul Muis.

Kemudian, Abdul Muis menjadi Pelaksana Tugas Bupati Mimika untuk sisa masa jabatan periode 2008-2013 dikarenakan Klemen Tinal maju sebagai Calon Wakil Gubernur Papua mendampingi Lukas Enembe dan berhasil terpilih serta dilantik menjadi Wakil Gubernur Papua.

Pada masa transisi, Ausilious You, Spd.,MM menjabat sebagai Pejabat Bupati Mimika untuk periode 2014.

Pada tahun 2014, Eltinus Omaleng yang berasal dari Suku Amungme bersama Yohanis Bassang (OMBAS) maju mengikuti Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. OMBAS berhasil terpilih dan dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Mimika untuk periode 2014-2019.

Eltinus Omaleng kemudian kembali memimpin Mimika bersama pasangannya Johannes Rettob (OMTOB) untuk periode 2019-2024.

Pada kepemimpinan OMTOB ini sejumlah capaian berhasil ditorehkan. Selain itu, Mimika berhasil terpilih sebagai salah satu tuan rumah pendukung atau klaster penyelenggara Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua meski ditengah pandemi Covid-19.

Sejumlah pembangunan infrastruktur pun digalakkan dan mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi dan kesehatan.

Mimika juga sukses menyelenggarakan Pesparawi XIII (Pesta Paduan Suara Gerejawi) se-Tanah Papua.

Pemerintahan OMTOB ini tak lepas dari isu-isu politik dan permasalahan hukum yang diiringi dengan raihan sejumlah prestasi.

Kemudian pada Juni hingga November 2023 Valentinus S. Sumitro S.IP.,MSi menjabat sebagai Pejabat Bupati Mimika dan dilantik kembali pada 9 September 2024 dan menjabat hingga 14 Juni 2025.

Pada 13 Januari 2025 hingga 25 Maret Yonathan D. Tangdilintin SH.,MH ditunjuk sebagai Pejabat Bupati Mimika.

Akhirnya, pada tahun 2025 Johannes Rettob maju sebagai Calon Bupati Mimika. Ia menggandeng Emanuel Kemong sebagai pasangannya yang dikenal dengan pasangan JOEL.

JOEL berhasil terpilih mengalahkan dua pasangan lainnya AIYE dan MP3. Mereka resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Mimika untuk masa jabatan 2025-2030.

Pemerintahan JOEL kini masih berjalan dan telah melewati satu tahun kepemimpinan tepatnya pada 25 Maret 2026 lalu. Pasangan dengan visi misi membangun dari kampung ke kota ini terus menata dan memperbaiki mulai dari akar rumput.

Pemerintahan JOEL juga berkomitmen menata birokrasi pemerintahan namun dihadapkan akan tantangan seperti adanya peraturan pemerintah pusat yang baru.

Meski demikian, pemerintahan yang masih seumur jagung ini telah menerohkan sejumlah prestasi di tingkat nasional salah satunya adalah Harmony Award, suatu bentuk pengakuan akan hidup masyarakat yang saling berdampingan secara harmonis antara satu agama dengan agama lainnya.

Di sisa waktu kepemimpinan yang masih panjang ini, masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi seperti pengangguran, kemiskinan dan stunting serta persoalan kabut asap kiriman akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian mengganggu kesehatan warga.

Harapannya di usia Mimika yang genap 30 tahun ini, “Mimika Rumah Kita, Bangkit dan Bergerak dari Kampung ke Kota Menuju Gerbang Emas”dapat terwujud demi kesejahteraan masyarakat Mimika sesuai visi misi pemerintah daerah. (Elfrida Sijabat)

Bupati John Pimpin Upacara HUT Mimika ke 30 Mengenakan Pakaian Adat

Bupati Johannes Rettob selaku pemimpin upacara dengan mengenakan pakaian adat

MIMIKA, BM

Meski diselimuti kabut asap, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 30 Kabupaten Mimika, tetap berlangsung sederhana dan khidmat pada Senin (12/10/2026).

Upacara peringatan yang digelar di lapangan Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Mimika tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Mimika Johannes Rettob selaku Inspektur Upacara. Sementara itu, Evert Lukas Hindom bertindak sebagai Komandan Upacara.

Tampak, Bupati Mimika Johannes Rettob, mengenakan pakaian adat dan para tamu undangan mengenakan busana batik. Sedangkan peserta upacara mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah serta seragam dinas resmi.

Bupati Mimika Johannes Rettob dalam amanatnya menyampaikan bahwa perjalanan usia 30 tahun bukanlah waktu yang singkat. Tiga dekade ini merupakan perjalanan sejarah yang penuh dinamika, tantangan, perjuangan, pengorbanan, serta berbagai capaian pembangunan yang telah  diraih bersama.

“Apa yang kita nikmati hari ini merupakan hasil kerja keras dan perjuangan banyak pihak. Oleh karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga, melanjutkan, dan meningkatkan hasil pembangunan demi masa depan Mimika yang lebih baik,”kata Bupati JR.

Pada momentum bersejarah ini, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pendiri, pemimpin terdahulu, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh pejuang pembangunan yang telah berkontribusi nyata bagi kemajuan Mimika.

Peringatan HUT ke-30 Kabupaten Mimika tahun ini mengusung tema “Mimika Rumah Kita, Bangkit dan Bergerak dari Kampung ke Kota Menuju Gerbang Emas”.

Bupati John menegaskan bahwa tema tersebut bukan sekadar slogan atau rangkaian kata pelengkap peringatan tahunan.

“Tema ini merupakan pesan semangat sekaligus arah bagi kita semua untuk membangun Kabupaten Mimika secara bersama-sama, dengan mengedepankan persatuan, pemerataan, keberlanjutan, dan kesejahteraan masyarakat,”jelasnya.

Dijelaskan, bahwa dalam filosofi identitas hari ulang tahun ke-30 Kabupaten Mimika terdapat pesan penting bahwa pembangunan harus mampu menghubungkan perjalanan masa lalu, kebutuhan masa kini, dan harapan masa depan. 30 tahun perjalanan Mimika merupakan modal pengalaman dan pembelajaran.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi saat ini harus dijawab dengan kerja keras, inovasi, dan kolaborasi. Sementara itu, masa depan harus dipersiapkan melalui pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, berkarakter, terampil, dan bersemangat bersama.

"Kita harus menyadari bahwa pembangunan Kabupaten Mimika masih menghadapi berbagai tantangan, pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan potensi daerah secara berkelanjutan merupakan pekerjaan yang membutuhkan komitmen dan kerja sama semua pihak,"tutur Bupati JR.

Ia meminta agar menjadikan pelayanan kepada masyarakat sebagai prioritas utama, karena keberhasilan pemerintah bukan hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, bukan pembangunan fisik semata, dan sejauh mana program tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Saya mengajak seluruh perangkat daerah dan para pemangku kepentingan agar menjadikan momentum 30 tahun ini untuk melakukan evaluasi apa yang telah kita capai, memperbaiki hal-hal yang masih menjadi kekurangan, serta memperkuat program-program pembangunan yang benar-benar menyentuh masyarakat," pungkasnya.

Diketahui, usai upacara dilanjutkan dengan ibadah sabda singkat, pemotongan kue ulang tahun, pemotongan tumpeng dan hiburan-hiburan lainnya. (Shanty Sang)

Top