Politik & Pemerintahan

Front Rakyat Papua Gelar Aksi Demo Tuntut 3 Hal, DPRK Terima Aspirasi

Suasana saat aksi demo damai di DPRK Mimika

MIMIKA, BM

Ratusan massa yang tergabung dalam Front Rakyat Papua (FRP) Kabupaten Mimika menggelar aksi damai di halaman DPRK Mimika, Selasa (7/4/2026).

Dalam aksinya yang dipimpin oleh Koordinator Lapangan, Onan Kobogau menyampaikan, menutup PT Freeport Indonesia, membubarkan Majelia Rakyat Papua (MRP) dan Otonomi Khusus (Otsus).

Menurutnya, keberadaan PT Freeport Indonesia sudah lama di tanah Papua, namun tidak berpihak kepada masyarakat Papua. Bahkan, keberadaan MRP ini tidak membawa dampak baik buat masyarakat Papua.

"Kami minta DPRK menerima dan membahas aspirasi kami. Tutup PTFI, bubarkan MRP, dan kembalikan Otsus ke pusat karena kami menilai tidak memberikan manfaat bagi rakyat Papua,”kata Onan dalam orasinya di hadapan pimpinan DPRK.

Sementara itu mewakili kaum perempuan, seorang ibu menyoroti terkait penandatanganan MoU perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PT Freeport Indonesia (PTFI) hingga tahun 2061.

"Menurut saya itu tidak sah. Seharusnya komunikasikan juga dengan pemilik tanah ini, karena tanah ini adalah tanah adat. Ini ibarat seperti pencuri yang mengambil hak milik orang lain tanpa izin pemiliknya. Kita tuntut keadilan hingga titik darah penghabisan," ujarnya.

Dengan menerima aspirasi dari FRP Timika, Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapraiyau, menyampaikan bahwa aspirasi yang sudah diterima ini akan ditindaklanjuti dengan menyampaikan ke tingkat yang lebih tinggi.

"Kami sudah terima dan kami akan kawal terus, supaya hal-hal ini tidak terus meresahakan masyarakat. Saya harap masyarakat kecil hidup berdampingan dengan orang lain," katanya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, selain melakukan orasi di hadapan sejumlah anggota DPRK Mimika, nampak sejumlah spanduk serta tulisan di kertas karton juga dipampangkan. (Shanty Sang)

Perayaan Syukur Satu Tahun Kepemimpinan JOEL Dilakukan Sederhana


Pasangan JOEL saat mendapatkan nomor urut 1 di Pilkada Mimika

MIMIKA, BM

Rabu, (25/03/2025) pukul 10.00 WIT merupakan tanggal bersejarah bagi seluruh masyarakat Kabupaten Mimika.

Di waktu tersebut, Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Nawipa secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mimika periode 2025-2030.

Pasangan Bupati Mimika Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong saat itu dilantik di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire.

Kini tidak terasa, kepemimpinan Pasangan JOEL ini akan genap berusia satu tahun pada Rabu (25/03/2026) besok.

Dalam periodik satu tahun ini tentu saja ada berbagai hal yang sudah dilakukan pemerintahan ini.

Tidak hanya itu, layaknya sebuah rumah tangga, pasangan ini juga mengalami fase surut yang menjadi kerikil dalam pemerintahan mereka secara external.

Sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas perjalanan ini, maka Pemerintah Daerah Mimika akan melakukan perayaan ucapan syukur.

Perayaan yang digelar nanti dibuat tidak mewah, tanpa pesta dan kembang api namun sangat sederhana yakni dengan hanya menggelar doa dan silaturahmi bersama di Graha Eme Neme Yauware.

Pj Sekretaris Daerah Mimika, Abraham Kateyau kepada BM mengatakan perayaan sederhana ini diinstruksikan langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Mimika.

Menurut Kateyau, keduanya tidak ingin perayaan ini dilakukan berlebihan namun lebih pada ucapan syukur dan doa yang melibatkan masyarakat Mimika.

“Kami sudah persiapan segalanya dan acara satu tahun ini lebih pada acara doa bersama mensyukuri perjalanan bupati dan wakil bupati selama setahun ini. Jadi tidak ada acara lain-lain,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Mimika merupakan Kabupaten Harmoni sehingga pada acara nanti akan diadakan doa bersama lintas agama yang dipadukan dengan halal bil halal dan peragaan budaya.

“Perayaan doa nanti dilakukan secara agama Katolik namun dalam perayaan ini khususnya pada saat doa umat, akan dilakukan doa lintas agama yang disambungkan dengan hikmah halal bil halal Idul Fitri 1447 H yang kemudian dilanjutkan dengan peragaan budaya Amunge dan Kamoro,” jelasnya.

Dijelaskan, perayaan ini intinya berdoa dan bersyukur kepada Tuhan namun pada perayaan nanti akan ditampilkan pula kaleidoskop perjalanan satu tahu pasangan JOEL.

“Sesuai acara, pada pukul 11.30 nanti akan dilakukan live langsung dengan media Kompas terkait dengan perjalanan satu tahun JOEL. Jadi perjalanan satu tahun nanti semuanya akan dikisahkan dan ditampilkan melalui dokumen, kaleidoskop dan live dengan media Kompas,” ungkapnya.

Di momentum ini juga akan dilakukan pembagian buku bupati dan wakil bupati tentang promosi pariwisata Kabupaten Mimika.

Sementara itu terkait dengan perayaan besok, undangan telah dibagikan kepada forkompinda, instansi vertikal, pimpinan OPD, tokoh agama, adat, pemuda, perempuan, tokoh kerukunan, tim-tim pemenangan JOEL dan masyarakat Mimika.

Dalam undangan disebutkan, perayaan satu tahun ini diselenggarakan tepat pukul 08.30 WIT di Graha Eme Neme Yauware. (Ronald Renwarin)

Wabup Kemong : Pimpinan OPD Harus Bekerja Keras, Naik Gunung, Turun Pantai Sambangi Masyarakat

Foto bersama saat pembukaan kegiatan, Kamis (26/3/2026)

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) telah selesai menggelar Forum Perangkat Daerah Kabupaten Mimika pada Kamis (26/3/2026) dan Jumat (27/3/2025).

Penyelenggaraan ini mengacu pada tema pembangunan 2027 "Akselerasi Ekonomi Kerakyatan Berbasis Kearifan Lokal, Pemberdayaan UMKM dan Koperasi, Serta Percepatan Digitalisasi Layanan Publik".

Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Mimika Johannes Rettob (Kamis) dan ditutup oleh Wakil Bupati Emanuel Kemong (Jumat) di aula Kantor Bappeda Mimika.

Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan, forum perangkat daerah bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan forum penting untuk menyelaraskan usulan pembangunan dari hasil Musrenbang kampung dan distrik dengan prioritas kebijakan pemerintah daerah.

“Forum ini adalah ruang strategis untuk memastikan perencanaan pembangunan benar-benar terarah, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat,"kata Bupati JR.

Bupati menekankan lima poin penting kepada seluruh kepala perangkat daerah. Pertama, fokus pada prioritas program yang selaras dengan visi dan misi RPJMD Kabupaten Mimika 2025–2029, dengan menitikberatkan pembangunan dari kampung ke kota.

Kedua, memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor dengan menghilangkan ego sektoral, sehingga keterbatasan anggaran dapat dimaksimalkan untuk kepentingan masyarakat.

Ketiga, mendorong inovasi di setiap organisasi perangkat daerah guna menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, dan efisien.

Keempat, responsif terhadap aspirasi masyarakat dengan memperhatikan setiap usulan dari bawah secara teknis, adil, dan merata di seluruh wilayah distrik dan kampung.

Kelima, berorientasi pada hasil dengan memastikan setiap program memiliki indikator keberhasilan yang jelas, terukur, dan dapat dievaluasi dampaknya.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks, sehingga diperlukan perencanaan yang efisien, transparan, dan akuntabel.

“Saya ingin setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Mimika,"ujarnya.

Melalui forum ini, ia berharap lahir kesepakatan pembangunan yang berkualitas, realistis, serta mampu mendorong kemajuan daerah.

Ia pun meminta seluruh organisasi perangkat daerah untuk serius menindaklanjuti setiap usulan dengan kajian teknis yang matang.

"Forum Perangkat Daerah ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan pembangunan Mimika yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.

Sementara itu Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong dalam sambutan penutupan menegaskan tiap pimpinan OPD agar merencanakan dan menjalankan program sampai ke daerah pedalaman di wilayah Mimika, yakni di pegunungan dan pesisir.

“Kami berdua, saya dan bapak bupati akan terus memantau dan memperhatikan kalian. Kalian (pimpinan OPD-red) harus bekerja keras, naik gunung turun ke pesisir untuk lihat masyarakat. Buat program yang berpihak dan menyentuh mereka,” tegasnya.

Ia mengingatkan pimpinan OPD untuk bekerja cepat dan tepat dan melakukan efisiensi anggaran terhadap program dan kegiatan prioritas.

“Program harus menyentuh masyarakat, lakukan efisiensi karena sebesar dan sekecil apapun anggaran yang dikeluarkan harus dapat dipertanggung jawabkan,” ungkapnya.

Ia meminta tiap OPD Pemda Mimika agar dapat bekerja sama dengan baik termasuk dengan mitra pemerintah lainnya yang selama ini turut mendukung program pemerintah daerah.

“Forum ini merupakan forum diskusi untuk kebutuhan masyarakat. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas SDM, ekonomi kerakyatan dan pemerataan pembangunan baik di gunung maupun pesisir. Hasilnya harus dipertanggung jawabkan dan menjadi komitmen terhadap pembangunan daerah kedepan,” jelasnya. (Shanty Sang)

Top