Politik & Pemerintahan

Reses Pamungkas, Tanzil Azhari Datangi Warga Yang Merasa Kurang Disentuh Pemerintah


Anggota DPRD Mimika Tanzil Azhari saat memberikan bantuan sembako kepada warga yang ditemuinya pada giat Reses akhir tahun

MIMIKA, BM

Anggota DPRD Mimika dari Fraksi Gerinda, Tanzil Azhari melakukan lawatan reses pamungkasnya pada Sabtu (22/10/2022) di sejumlah tempat sembari memberikan bantuan berupa sembako kepada warga yang ditemuinya.

Mantan aktifvis lulusan Bandung Jawa Barat ini mengawali resesnya secara berantai dimulai dari Bougenvile, Koperapoka, Jalan Nuri dan SP 2 ternasuk di beberapa pangkalan ojek seputaran Kota Timika.

Dibeberapa tempat ini ia secara khusus datang memberikan bantuan yang langsung menyentuh kepada masyarakat.

Dia akhir reses, mantan jurnalis ini mendatangi Kampung Minabua untuk menyerap aspirasi yang di sampaikan masyarakat secara langsung.

Di Kampung Minabua Jalan Poros Timika-SP5, Distrik Mimika Baru warga mengeluhkan bahwa mereka merasa tidak mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

Sejumlah permintaan yang selama ini mereka sampaikan, jarang digubris sehingga membuat mereka merasa pemerintah tidak memperdulikan keberadaan mereka.

"Mereka sudah usulkan banyak hal seperti jalan dan listrik bahkan sebelum PON tapi tidak ada perhatian. Ada jalan tapi setapak, listrik juga ada namun kedap-kedip padahal kampung ini berada di sekitar kota walau letaknya di dalam hutan," ujarnya.

Ia mengatakan di kampung ini hidup berbagai warga sekitar 100-an kepala keluarga. Mereka hanya berarap ada perhatian lebih dari pemerintah daerah.

Warga disini meminta mereka tidak hanya dijadikan sebagai objek namun juga subjek pembangunan. Ada timbal baliknya.

"Aktifitas mereka beragam, mereka juga minta pupuk karena banyak sebagai petani. Selain itu juga BLT. Paling penting mereka minta akses jalan kalau bisa jalan lingkungan," ujarnya.

Mendengar aspirasi yang disampaikan warga, Tanzil Azhari mengatakan ia akan berupaya maksimal untuk memperjuangkannya.

Ia juga akan menyampaikan keadaan tersebut kepada OPD yang bersentuhan langsung dengan berbagai harapan yang disampaikan masyarakat.

"Kita berharap pemerintah tidak melihat warganya yang di depan mata saja namun di tengah-tengah hutan sana ada juga warga mereka yang juga memberikan kontribusi bagi daerah ini. Ini yang baru di sekitaran kota sini, bagaimana dengan mereka yang berada jauh di pesisir dan pegunungan sana?," pungkasnya. (Ronald Renwarin)

Herman Gafur Gelar Reses Bersama Kepala Kelurahan dan Wartawan Timika

Foto bersama anggota DPRD Herman Gafur bersama kepala distrik Mimika Baru dan wartawan Mimika

MIMIKA, BM

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari Partai Bulan Bintang (PBB) dari Dapil II, Herman Gafur melakukan reses yang digelar di Hotel Horison Diana pada Sabtu (22/10) kemarin.

Reses kali ini berbeda dengan reses pada umumnya, karena hanya melibatkan kepala distrik, kepala kelurahan serta awak media Timika.

Anggota DPRD Herman Gafur mengaku, dengan menerapkan hal seperti ini, akan mampu membuat usulan-usulan program disetujui karena dikawal oleh banyak media.

Dalam reses kali ini juga dibuka sesi tanya jawab oleh sejumlah para undangan untuk mendengarkan keluh kesah persoalan program kerja selama ini di Distrik Mimika Baru yang belum berjalan dan terakomodir.

"Saya berfikir bahwa dua institusi ini pilar yang sangat penting, lewat rekan media persoalan yang ada di masyarakat muncul, dan ini menjadi momentum kita untuk diskusi, karena persoalan ini semua harus terlibat langsung," kata Herman.

Herman mengatakan, bahwa untuk memajukan daerah ini bukan hanya bertumpu pada kepala daerah, namun dari sektor manapun semua terlibat dan mempunyai peran tanggungjawab masing-masing.

"Saya menyadari bahwa tanggungjawab memajukan daerah bukan terletak pada pimpinan daerah, tapi bagaimana semua kita bertanggung jawab, bagaimana kita bersama berdiskusi dari persoalan yang dihadapi," katanya.

Tambahnya, wartawan merupakan mitra legislatif maupun eksekutif, karena wartawan atau media mempunyai 3 mata, yakni mata lensa, mata pena, dan mata hati.

Kepala Distrik Mimika Baru, Dedy Paukoma turut memberikan apresiasi kepada anggota dewan yang telah melaksanakan reses, sehingga berbagai keluh kesah di kelurahan dapat ditampung.

"Ini reses yang luar biasa. Dengan adanya reses, semoga program yang kami masukkan bisa didorong," harapnya.

Menurutnya, pemerintah distrik hingga kelurahan selama ini ditopang untuk selalu bekerja namun tidak didukung dengan anggaran yang cukup.

Seperti sarana dan prasarana gedung kantor di kelurahan contohnya, jika mau dibandingkan dengan daerah di luar Papua yang cukup padat penduduk namun dengan anggaran yang lebih kecil dari Kabupaten Mimika yang kini hampir 5 triliun masih kalah.

"Selama ini kami ditopang untuk bekerja tapi tidak didukung dengan anggaran yang cukup. Sarana dan prasarana gedung kantor di kelurahan, kita bandingkan di luar Papua itu hampir semua sudah berlantai dua," paparnya.

Bahkan menurut Dedy, kantor kelurahan yang posisinya berada di dalam kota pun masih ada yang harus menyewa untuk digunakan kegiatan kantor dalam melayani masyarakat.

Tak hanya itu, soal kebersihan sampah juga dari kelurahan hingga distrik selalu dituntut untuk tetap bersih, namun lagi-lagi masalah anggaran yang menjadi soal.

Ia mengatakan saat ini hampir seluruh kelurahan untuk kebersihan dibebankan kepada warga sekitar dengan membayar retribusi iuran sampah sekitar 20 ribu hingga 50 ribu.

Meski belakangan ini Distrik Mimika Baru telah mendapat suntikan dana sekitar 50 juta untuk menangani kebersihan, tapi sayang anggaran itu belum cukup untuk mengatasi masalah sampah yang ada.

"Selama ini kita dituntut untuk menyelesaikan masalah kebersihan, dan dengan anggaran sekitar 50 juta itu belum cukup untuk kebersihan di kelurahan. Kalau bisa Anggaran kebersihan itu bisa dinaikkan supaya kebersihan di kelurahan dan distrik bisa diatasi," katanya.

Selain itu beberapa usulan juga disampaikan seperti persoalan pos Peka, drainase, penerangan jalan warga, posyandu, persoalan sampah, hingga rumah sehat bagi orang Asli Papua.

Dan dari semua usulan tersebut, Herman berjanji akan dijadikan atensi dan didorong ke lembaga DPRD untuk diperjuangkan agar dapat dinikmati langsung oleh masyarakat Kabupaten Mimika secara khusus di wilayah Dapil II. (Shanty Sang)

Tim Terpadu Dukcapil Datangi Distrik Alama Lakukan 'Paten Di Gunung Mesir'


Kadis Dukcapil Mimika didampingi Kepala Distrik Alama saat melakukan perekaman e-KTP terhadap salah satu warga Alama

MIMIKA, BM

Setelah di Launching pada Hari Selasa, Tanggal 17 Oktober 2022 di Hotel Horizon Diana, pada keesokan harinya pegawai Dukcapil langsung terbang ke Distrik Alama.

Kehadiran mereka di sana untuk memberikan Pelayanan Administrasi Kependudukan diantaranya Perekaman KTP-el, Kartu Keluarga, Akte Kelahiran, Kartu ldentitas Anak (KIA) dan Surat Pindah antar kampung.

Warga 8 kampung di Distrik Alama yang terjangkau pelayanan ini adalah Kampung Alama, Senawak, Enggin, Wuaren, Wanduk, Geselema, Puruwa, dan Jenggelo yg mana Pelayanan Adminduk tersebut di Pusatkan di kantor distrik.

Pada hari pertama dilakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya kepemilikan Dokumen Adminduk.

Pada momen ini secara simbolis diserahkan juga dokumen adminduk dari tiga kampung yg sebelumnya sudah di cetakkan di Kantor Dinas Dukcapil Mimika.

299 dokumen adminduk yang diserahkan terdiri dari 211 Kartu Keluarga, 60 Akte Kelahiran, 28 E-KTP. Untuk KTP hari pertama yang dicetak sebanyak 42 dan hari kedua 55.

Dari pelayanan ini diketahui juga bahwa tiga kampung lainnya yakni Kampung Tagalarama, Bemoki dan Unimigom tidak dapat mengikuti karena terkendala akses jembatan yang putus sehingga pelayanan terhadap mereka dijadwalkan pada masa yang akan datang.

Kadistrik Alama Hasan Kemong, bersama Sekretaris Adrianus Katagame beserta staf turut hadir dan membantu Pelayanan Adminduk kepada warga.

Masyarakat sangat antusias melakukan perekaman e-KTP dan mengupdate perubahan data dalam Kartu Keluarga seperti penambahan anak yg baru lahir, melaporkan kematian dan lainnya.

Tokoh masyarakat Alama, Maju Balinol menyampaikan terima kasih atas kerja keras Dinas Dukcapil dan Distrik Alama yang bekerjasama dengan baik melakukan jangkauan pelayanan hingga ke Alama.

"Ini luar biasa dan sangat membantu masyarakat sehingga kamitidak perlu jauh-jauh ke kota dengan biaya transportasi yang besar karena hanya bisa di tempuh dengan Helicopter atau Pesawat perintis seperti Susi Air sebanyak 3 kali reguler untuk angkutan penumpang dan 3 cargo tol udara, subsidi pemerintah pusat dan pemerintah daerah," ungkapnya.

Di sela sela pelayanan Adminduk Kadis Dukcapil Mimika didampingi Kepala Distrik Alama Hasan Kemong, meninjau beberapa program pembangunan yang dilaksanakan Pemda Mimika pada Tahun Anggaran 2022 diantaranya Pembangunan Koperasi Mandiri Jaya Bomkoa dari Dinas Koperasi & UMKM serta pembangunan gedung Sekolah SD Negeri Alama.

Keduanya jug berdiskusi dengan para guru dan para siswa serta melihat jalannya proses belajar mengajar disana. Selain itu juga melihat kegiatan pembibitan Kopi Arabica serta melihat fasilitas kesehatan yakni Puskesmas Alama. (Red)

Top