Kesehatan

Selamat Jalan Pahlawan Covid-19 di Mimika, Puput Putriani

Almarhumah Puput Putriani Indrajati Rosmana (Foto PPNI Mimika)

MIMIKA, BM

Angka kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Mimika kembali bertambah karena hari ini satu pasien yang terpapar Covid-19 meninggal dunia di RSUD Mimika, Kamis (29/7).

Dengan demikian, jumlah kematian sejak 1 hingga 28 Juli 2021 berjumlah 57 kasus atau rata-rata 5 kasus per hari.

Pasien Covid-19 yang juga merupakan tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesms Timika, Puput Putriani Indrajati Rosmana meninggal dunia sekitar pukul 12.30 Wit setelah sebelumnya mendapatkan perawatan di RSUD Mimika.

Kepala Puskesmas Timika dr. Moses Untung kepada BeritaMimika malam ini mengungkapkan rasa kehilangan yang dalam karena menurutnya, almarhumah merupakan orang baik dan memiliki kinerja yang baik dalam bekerja.

“Mewakili Puskesmas Timika saya sampaikan turut berbelasungkawa dan merasa kehilangan. Kalau kronologis kami tidak bisa mendahului keluarga yang pasti hari ini Dinas Kesehatan Mimika khususnya keluarga besar Puskesmas Timika berduka atas kehilangan ini” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa Covid-19 itu benar-benar nyata bahkan tenaga kesehatan yang selama ini berjuang sebagai garda terdepan melawan Covid-19 dapat terpapar dan meninggal dunia.

“Masyarakat selama ini masih banyak yang mengabaikan, ini pelajaran bahwa Covid-19 ini nyata. Kita yang selama ini waspada ternyata tenaga kesehatan juga kena, diharapkan semua menaati protokol kesehatan,” harapnya.

Sebagai ungkapan kebersamaan, seperjuangan dan bentuk penghormatan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), tim satgas Covid-19, dr Moses Untung dan Kepala Dinas Kesehatan Mimika Reynold Ubra turut mengantar kepergian almarhumah ke tempat peristirahatan terakhir.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra saat dikonfirmasi usai pemakaman mengatakan saat ini juga ibu almarhumah masih di rawat di rumah sakit.

“Ini merupakan duka yang mendalam bagi kami semua. Saya berduka karena kami punya pegawai meninggal. Saya ada di kuburan ikut pemakaman. Dengan adanya kasus kematian yang terjadi hampir setiap hari, saya mengimbau masyarakat untuk tetap patuhi protokol kesehatan,” tuturnya sore tadi (Shanty/Red)

73 Tenaga Kesehatan RSUD Terpapar Covid-19

Tenaga Kesehatan RSUD Mimika saat meminta warga Mimika untuk mematuhi protokol kesehatan

MIMIKA, BM

Selain persediaan oksigen menipis dan semakin penuhnya tempat tidur, salah satu masalah yang di hadapi RSUD Mimika saat ini dalam menangani Covid-19 adalah terpaparnya 73 tenaga kesehatan (nakes).

Direktur RSUD Mimika, Anton Pasulu kepada BeritaMimika mengatakan sejak 1-20 Juli 2021 sebanyak 73 nakes terkena covid namun semuanya melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Dari 73 orang ini, 5 adalah dokter, 4 bidan, 32 perawat dan sisanya tenaga penunjang medis, adminkes dan tenaga umum lainnya. Mereka semua melakukan isolasi mandiri," ungkapnya.

Walau 73 nakes RSUD terpapar covid namun dr Anton mengatakan pelayanan kesehatan tetap dilakukan seperti biasa.

"Saat ini hampir 70 persen sudah terlibat dalam penanganan covid sementara 30 persen untuk pelayanan esensial. Untuk perawat dan bidan kami roling setiap 2-3 minggu untuk pelayanan covid maupun non covid," terangnya.

Dengan kondisi ini, dokter Anton meminta agar masyarakat Mimika selalu memberikan dukungan kepada tenaga kesehatan di RSUD dan semua layanan kesehatan lainnya.

"Kami harapkan doa dari masyarakat Mimika agar tenaga kesehatan yang terpapar covid dapat segera sembuh untuk kembali melakukan pelayanan dan juga kepada pasien yang terkena covid agar dapat kembali berkumpul bersama keluarga," harapnya.

Dalam menghadapi pandemi ini, ia juga meminta semua masyarakat untuk bersatu melawan covid dengan mengikuti anjuran pemerintah yakni menerapkan 5 M.

Anjuran pemerintah 5 M adalah memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

"Ini semua demi kebaikan kita bersama. Semua harus bersatu dan memahami masalah covid ini. Jangan sampai kondisi saat ini terus-menerus terjadi, kita tidak bisa terus berada dalam situasi seperti ini," harapnya kepada warga Mimika.

Sementara itu, menurut dr Anton Pasulu, alat Oksigen Konsentrator sebanyak 10 unit yang diberikan PT Freeport Indonesia untuk RSUD Mimika, sudah digunakan.

"Sudah langsung kami gunakan setelah kami terima. Kami sampaikan terimakasih kepada PTFI. Oksigen konsentrator itu mesin yang dapat menghasilkan oksigen sendiri dengan masksimal 5 lpm, bisa digunakan pada pasien-pasien dengan derajat ringan sampai sedang," jelasnya.

Ia juga mengatakan RSUD Mimika saat ini sedang menunggu pesanan oksigen dari Makassar dan Surabaya. Sesuai rencana minggu depan tiba di Timika. (Ronald)

Satu Bayi Meninggal Dunia karena Covid-19

Tim Satgas Covid-19 Mimika saat meminta warga Mimika mematuhi protokol kesehatan, tahun lalu

MIMIKA, BM

Salah satu bayi yang baru berusia 19 hari meninggal dunia di RSUD Mimika pada tanggal 20 Juli karena mengalami Covid-19.

Menurut penjelasan dr Anton Pasulu, Direktur RSUD Mimika kepada BeritaMimika tadi malam, Kamis (22/7), bayi tersebut meninggal setelah 6 hari di rawat di RSUD.

"Ia info itu benar. Bayi itu baru berusia 19 hari dan meninggal karena covid. Saat masuk ke RSUD sudah dalam keadaan kritis," ungkapnya.

Dokter Anton juga mengatakan sejak tanggal 1 Juli 2021 hingga 20 Juli, sudah ada 57 anak di Mimika yang terpapar covid-19.

Dari jumlah tersebut, yang dirawat ada 6 anak, 3 sudah kembali dan 1 meninggal sementara 2 anak usia 2 bulan dan 15 tahun saat ini tengah dalam perawatan di RSUD.

"Sementara yang lainnya sedang isolasi mandiri di rumah masing-masing," ungkapnya.

Kepada warga Mimika, dr Anton berharap agar semua masyarakat tetap menyadari bahwa covid itu ada dan sangat berbahaya.

Keberadaan covid sangat mengancam setiap orang yang ada disekitar kita baik anak, orangtua, saudara, kerabat maupun siapa saja.

"Virus Covid-19 ini begitu cepat bermutasi, penyebarannya begitu cepat, daya tular dan infeksinya begitu kuat sehingga anak-anak saja yang selama ini kita ketahui punya daya tahan tubuh yang kuat sudah dapat terinfeksi berat," paparnya.

Di bulan Juli ini telah terjadi lonjakan kasus kritis hingga 6x lipat dari bulan sebelumnya. Dalam 1 minggu terakhir, terdapat rata-rata 3 kasus kematian.

"Kami sangat sedih tidak bisa berbuat banyak dan menolong nyawa-nyawa tersebut. Muda-mudahan kondisi ini bisa segera pulih agar kita dapat beraktifitas dengan normal kembali," ujarnya.

Dalam menghadapi pandemi ini, ia meminta semua masyarakat untuk bersatu melawan covid dengan mengikuti anjuran pemerintah yakni menerapkan 5 M.

Anjuran pemerintah 5 M adalah memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

"Yang ingin bepergian ke luar kota sebaiknya ditunda dulu dan yang belum vaksin segera lakukan vaksinasi. Ini semua demi kebaikan kita bersama. Semua harus bersatu dan memahami masalah covid ini. Jangan sampai kondisi saat ini terus-menerus terjadi, kita tidak bisa terus berada dalam situasi seperti ini," harapnya kepada warga Mimika. (Ronald)

Top