Kesehatan

Reynold Ubra : Almarhum LB Yang Meninggal Kemarin Belum Terbukti Positif Covid-19

Jubir Penanganan Covid-19 di Mimika, Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 di Kabupaten Mimika, Reynold Ubra menegaskan bahwa almarhum LB yang meninggal pada Senin (6/4) siang kemarin belum dapat dipastikan kebenarannya meninggal dunia karena Covid-19.

Pasalnya hingga malam ini, Selasa (7/4) Tim Gugus Timika belum menerima hasil laboratorium yang dirujuk oleh RSUD Mimika ke Jayapura. LB sebelumnya oleh Tim Gugus Tugas Mimika dinyatakan statusnya hanya PDP, bukan positif corona.

Pernyataan ini disampaikan Reynold Ubra kepada wartawan Mimika yang tergabung di group whatssap Team Pers Update Covid-19 Mimika, Selasa (7/4) malam.

“Teman-teman pers (pers Mimika-red), kami kabupaten perlu dokumen resmi yang bisa dipertanggungjawabkan bahwa almarhum LB meninggal karena positive corona atau tidak. Sampai jam 8 malam ini kami belum mendapatkan hasil laboratoriumnya, walau provinsi sudah mengumumkannya. Ini yang harus dipahami bersama,” tegasnya membantah sejumlah pemberitaan yang menyebutkan LB meninggal karena corona.

Reynold Ubra membenarkan bahwa hingga malam ini, Mimika ada 9 yang positif corona, namun penambahan 1 kasus baru berasal dari pasien di Rumah Sakit Tembagapura, bukan seperti yang sudah diberitakan.

“Dari 5 orang PDP yang dirawat di Rumah Sakit Tembagapura, 1 pasien dinyatakan positif Covid-19 dengan inisial DA (50) sedangkan 2 orang (laki-laki) dinyatakan negatif atau tidak terinfeksi Covid-19 dengan inisial LW (35) dan BP (38). Dengan demikian masih tersisa 2 orang PDP dari RS Tembagapura yang masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” jelasnya.

Selain 9 orang positif Covid-19, Reynold Ubra mengatakan jumlah PDP, ODP dan OTG di Mimika juga mengalami peningkatan. Hingga hari ke-18, Tim Gugus Tugas menemukan Mimika ada 56 PDP, 82 ODP dan 146 OTG.

“Hari ini kita temukan 4 PDP. 1 orang dengan status ODP dinaikan statusnya sebagai PDP. Kita juga temukan 14 ODP dan 22 OTG,” ujarnya.

Dikatakan, jumlah pasien yang kini disiolasi di RSUD Mimika per hari ini berjumlah 13 orang atau terjadi penambahan 2 orang baru sedangkan di Rumah Sakit Tembagapura yang masih diisolasi 4 orang sedangkan 1 orang isolasi mandiri dalam pengawasan.

“Kalau di shelter (wisma atlet) jumlah orang yang diisolasi ada 21 orang. Hari ini ada penambahan 1 orang yang baru masuk dengan status PDP ringan,” ungkapnya.

Dari jumlah penambahan PPD hari ini, dilaporkan oleh RSUD Mimika sebanyak 2 orang, rumah sakit swasta 1 orang dan Puskesmas Timika 1 orang.

Dari 14 ODP baru, 7 orang dilaporkan oleh RSUD Mimika, 1 Puskesmas Timika, 3 dari Puskesmas Timika Jaya dan Puskesmas Wania 1 orang.

Sementara untuk 22 OTG baru, Puskesmas Wania melaporkan 3 orang, Puskesmas Jiliale 2 orang, Puskesmas Pasar Sentral 9 orang dan 7 sisanya merupakan hasil pencarian kontak (tracing).

“Hari ini kita juga dapat 146 orang yang merupakan hasil tracing contak dari 7 pasien positif corona dan beberapa orang berstatus PDP yang sedang melakukan isolasi mandiri,” ujar Reynold Ubra. (Ronald)

Hanya Empat Hari, Jumlah ODP dan PDP Di Mimika Terus Meningkat

Video confrence wartawan dengan Jubir Covid Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Pasien dengan status ODP, OTG maupun PDP hingga hari ke-17 penanganan Covid-19 di Mimika terus mengalami peningkatan, terhitung mulai 2 April lalu.

Pada Kamis (2/4), Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 di Mimika mengumumkan 79 OTG, 22 ODP dan 11 PDP.

Hanya empat hari berselang, tepatnya hari ini Senin (6/4) jumlah tersebut mengalami lonjakan drastis.

Melalui Video Conference Senin malam, Juru Bicara Reynold Ubra mengatakan OTG meningkat menjadi 124, ODP 69 dan 51 PDP.

Reynold mengakui bahwa penambahan OTG, ODP dan PDP menjadi sinyalemen kuat bahwa kasus ini terus menanjak naik. Bahkan akan melampaui jumlah ini.

Sehingga ia menegaskan bahwa dengan peningkatan jumlah tersebut maka hal ini merupakan signal bagi masyarakat untuk tidak keluar rumah.

“Secara epidemologi kita harus tahu bahwa membongkar gunung es itu sulit dan menjadi lebih penting. Dengan tracing kontak, penemuan kasus kemudian upaya isolasi yang dilakukan di rumah-rumah sakit, ini menunjukan bahwa fenomena gunung es ini sedang dikerjakan untuk melihat kasus-kasus yang tersembunyi,” jelasnya.

Reynold mengatakan pemerintah daerah terus bekerja secara serius untuk memutuskan mata rantai virus ini.

Bahkan tadi pagi Bupati Mimika Eltinus Omaleng melakukan pertemuan khusus dengan semua pimpinan OPD untuk mengevaluasi peran masing-masing OPD dalam Tim Gugus Tugas.

“Pemda sampai saat ini serius dan prioritaskan perlindungan kepada warga yang masih sehat dan mereka yang sudah ditetapakan menjadi PDP, ODP maupun OTG. Bupati harapkan peran ketua-ketua RT dan RW dalam melakukan pengawasan keluar masuknya orang di wilayah masing-masing,” ungkapnya.

Terkait dengan beredarnya informasi yang menyebutkan bahwa salah satu pasien yang meninggal di RSUD siang tadi, Reynold mengatakan pasien tersebut merupakan PDP.

“Almarhum LB yang meninggal siang tadi merupakan pasien PDP. Almarhum sudah dimakamkan dan ditangani langsung oleh tim gugus tugas. Sampelnya sudah dirujuk dan dikirim ke Jayapura untuk diperiksa tapi sampai saat ini belum dilaporkan hasilnya. Kami akan sampaikan ke media jika hasilnya sudah keluar,” jelasnya.

“Kami juga atas nama pemerintah daerah dan tim gugus tugas turut berdukacita atas duka ini, semoga keluarga diberikan kekuatan dan almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan,” ujarnya. (Ronald)

6 RT Kampung Pigapu Diserbu Komunitas Group Timika

Anggota Komunitas Group Timika saat memulai penyemprotan

MIMIKA, BM

Aksi kemanusiaan kembali dilakukan oleh Komunitas Group Timika sebagai wujud nyata kepedulian dan perhatian mereka terhadap penyebaran Corona Virus di Mimika.

Pada Minggu (5/4), belasan anggota Group Timika yang dipersenjatai dengan 8 alat semprot, melakukan penyemprotan desinfektan terhadap rumah dan halaman warga Kampung Pigapu, Distrik Iwaka.

Selain mendapatkan penyemprotan desinfektaan, warga kampung yang terdiri dari 6 RT dan 150 Kepala Keluarga (KK) ini juga diberikan air mineral dan sabun pembersih secara gratis.

Wakil Ketua Group Timika, Nov Rizal didampingi anggota Edi Sugianto kepada BeritaMimika mengatakan Warga Kampung Pigapu kebanyakan merupakan masyarakat lokal Suku Kamoro.

“Kita harus akui bahwa masyarakat lokal banyak yang belum tahu informasi covid-19. Selain penyemprotan, memberikan bantuan air mineral, sabun mandi dan sabun cuci tangan, kami juga berikan edukasi tentang hidup sehat serta bahaya penyebaran virus ini,” ungkap Novrizal.

Ia mengatakan, Komunitas Group Timika juga berencana akan membangun tempat pencucian tangan di Kampung Pigapu. Saat ini mereka sedang mencari drum penampungan air.

“Kami lakukan ini sebagai bagian dari tanggungjawab kami kepada masyarakat. Tidak banyak namun harapan kami, apa yang kami berikan dapat membantu dan mengedukasi warga Pigapu dalam menjaga diri, keluarga dan lingkungan terhadap penyebaran virus corona,” ungkapnya.

Selain Pigapu, penyemprotan desinfektan selanjutnya akan dilakukan Group Timika di wilayah seputaran Kota Timika.

“Rencana minggu ini kita membantu penyemprotan di belakang Serayu kerjasama dengan anggota DPRD Partai Gerindra, Tanzil Azhari,” ungkapnya.

Mewakili Warga Pigapu, Bapak Theo, salah satu okoh masyarakat kampung ini memberikan apresiasi atas kegiatan kemanusiaan yang dilakukan Group Timika.

“Kami sangat berterimakasih atas apa yang dilakukan komunitas Group Timika. Warga kami perlu ada bantuan seperti ini secara kemanusiaan. Ini baru pernah terjadi dan Group Mimika yang lakukan hal seperti begini untuk masyarakat kami. Warga kami merasa dilindungi dengan adanya penyemprotan dan sosialiasi secara langsung ini,” ujarnya.

“Kami sangat berharap agar pemerintah daerah atau ada organisasi lain yang juga datang kesini untuk kasih informasi atau sosialisasi secara langsung agar warga lebih tahu dan lebih paham karena masyarakat sangat butuh informasi yang lebih lagi tentang virus ini,” harapnya. (Ronald

Top