Kesehatan

Belasan Nakes Puskesmas Timika Isolasi Mandiri

dr Mozes Untung

MIMIKA, BM

Kepala Puskesmas Timika, dr Mozes Untung mengaku, bahwa 17 dari 161 tenaga kesehatan (Nakes) Puskesmas Timika saat ini sedang melakukan isolasi mandiri karena terpapar covid-19.

Tenaga kesehatan yang terpapar ini bukan hanya dokter, bidan dan perawat namun juga tenaga umum.

"Untungnya hal ini tidak terlau mempengaruhi pelayanan Puskesmas karena semua masih tetap berjalan seperti biasa," tutur Kepala Puskesmas Timika, dr Mozes Untung saat ditemui di ruang kerjanya.

Ia mengatakan, sebelumnya pada Juli lalu ada 36 pegawai Puskesmas Timika yang terpapar, termasuk Puput Putriani yang gugur pada Kamis (29/7) setelah berjuang melawan covid-19 di RSUD Mimika.

"Bulan Juli kemarin ada 36 yang terpapar. Agustus ini ada 17 orang. Tapi pelayanan tetap berjalan dengan baik,”ujarnya.

Yang terpapar adalah nakes yang bersentuhan langsung dengan pasien covid-19. Mereka sangat rentan terpapar sekalipun sudah menggunakan alat pelindung diri (APD).

"Semua orang memiliki risiko terpapar covid-19, namun semua tergantung imunnya atau daya tahan tubuhnya saja," tutur Mozes.

Pada kesempatan ini, Ia juga berpesan kepada masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri di Puskesmas apabila merasakan gejala covid-19.

"Ini yang sebenarnya masyarakat harus paham bahwa jangan takut di swab. Justru itu bagus supaya kita tahu lebih awal karena yang terbaru sekarang ini biasa bergejala saat sudah mulai terlambat apa lagi kalau ada komorbid nanti akan berakhir dengan gejala sedang, berat bahkan sampai kritis,” ungkapnya. (Shanty)

1400 Vial Vaksin Tiba Dari Jayapura, Mimika Buka 7 Gerai Vaksin

Kepala Dinas Kesehatan dan Kapolres Mimika

MIMIKA, BM

Kabupaten Mimika telah mendapatkan bantuan 1400 vial vaksin dari Jayapura sehingga mulai hari ini, Senin (9/8) vaksinasi mulai kembali gencar dilakukan untuk masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra kepada BeritaMimika pagi ini mengatakan awalnya Mimika dikabarkan menerima 1245 vial namun saat pengiriman ada penambahan sehingga mencapai 1400 vial.

Rey menjelaskan bantuan dari Dinas Kesehatan Jayapura sebanyak 600 vial atau 6000 dosis vaksin, Biddokes Polda Papua sebanyak 500 vial (5000 vaksin) dan dari Kodam Cenderawasih 300 vial (3000 vaksin), sehingga totalnya 1400 vial atau 14 ribu dosis vaksin.

"Ini sampai minggu depan kira-kira 6 hari untuk stok bulan Juli. Saya pikir dengan PON ini maka untuk Mimika akan ada prioritas untuk percepatan vaksin," ujarnya.

Menurutnya 14 ribu dosis vaksin ini bukan hanya diberikan untuk melakukan vaksin tahap kedua saja namun juga untuk vaksin tahap pertama.

"Untuk vaksin kedua dan pertama. Memang untuk menyelesaikan vaksin kedua namun vaksin pertama kami berikan untuk sekretariat PON. Semua panitia dan tim pendukung rencana hari Rabu kita mulai berikan di sekretariat PON termasuk penduduk sekitar venue untuk vaksin pertama. Untuk penduduk nanti terjadwal. Pagi ini sudah mulai jalan," jelasnya.

Sementara itu Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata melaui pesan group mengatakan Gerai Vaksin Merdeka akan di buka mulai Senin 09 Agustus (hari ini-red) pada 7 titik.

Kantor Pelayanan Polres Mimika Jalan Cenderawasih, Rumkitban Jalan Yos Sudarso, bandara sisi selatan dan sisi utara, Distrik Kuala Kencana di Polsek Kuala Kencana, Distrik Mimika Timur di Pelabuhan Perikanan Pomako dan Mess Rajawali Lanud Yohanis Kapiyau Timika.

"Kegiatan vaksinasi kedua ini akan dimulai pukul 08.00 Wit sampai dengan 15.00 Wit, dengan membawa identitas diri atau KTP dan juga bukti kartu vaksin pertama."ujar Kapolres Era.

Ia meyebutkan, antusias masyarakat di Mimika untuk mengikuti vaksinasi sangatlah tinggi. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga yang melakukan pendaftaran untuk divaksin. (Ronald)

Kabar Gembira, Mimika Dapat Bantuan 12.450 Dosis Vaksin dari Polda dan Dinkes Papua

Kadinkes Mimika Reynold Ubra dan Kapolres Era Adhinata saat diwawancarai BM di Gerai Vaksin Polres Mimika

MIMIKA, BM

Tim Satgas Covid-19 Mimika saat ini tengah gencar melakukan vaksinasi covid kepada masyarakat guna memutuskan mata rantai penularan virus wuhan.

Target Tim Satgas untuk vaksinasi covid-19 di Mimika mencapai 397 ribu dosis dengan cakupan 70 persen atau 125.047 ribu warga Mimika harus divaksin.

Secara keseluruhan hingga 3 Agustus 2021, sebanyak 72.278 warga Mimika telah diberikan vaksin. Vaksin pertama telah menyasar 52.115 orang sementara vaksin kedua telah diberikan kepada 20.163 orang.

Walau demikian, hingga Selasa (3/8) kemarin, persedian vaksin di Mimika kini semakin menipis.

Bahkan untuk pelaksanaan vaksinasi di 3 gerai vaksin Polres, Rumkitbang dan Kuala Kencana Selasa kemarin hanya menyisahkan 400-500 dosis lagi.

Namun berkat kerjasama dan kolaborasi yang baik antara pemerintah dan TNI Polri maka Mimika hari ini mendapatkan bantuan 12.450 dosis vaksin dari Polda Papua dan Dinas Kesehatan Papua.

"Puji Tuhan Polda Papua membantu kita 500 vial atau 5000 dosis vaksin sementara Dinas Kesehatan Provinsi membantu 1.242 vial atau 12.420 dosis. Kami sudah diinfokan dan besok jika tidak ada halangan mereka kirim dari Jayapura ke Mimika," ungkap Reynold Ubra kepada BM siang ini.

Reynold mengatakan vaksinasi tahap kedua hari ini masih dilangsungkan di Kuala Kencana khusus untuk karyawan dan keluarga namun jumlahnya terbatas karena keterbatasan dosis.

Sebelumnya di Gerai Vaksin Polres Mimika di Kantor Pelayanan, Selasa (4/8) kemarin, didampingi Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, Kadinkes Reynold Ubra menjelaskan tentang pelaksanaan vaksin yang telah mereka lakukan sejauh ini.

Dijelaskan, untuk percepatan vaksinasi, Mimika memiliki 13 tim yang terdiri dari 200 orang. Sebelum mengalami kekurangan vaksin, dalam sehari 3000 warga Mimika dapat divaksin.

"Namun hampir sebulan terakhir rata-rata warga yang divaksin berkisar antara 1400-1500 orang. Animo masyarakat Mimika untuk vaksin Covid-19 sangat tinggi baik untuk dosis pertama maupun dosis kedua," ujarnya.

Animo ini semakin menyemangati pemerintah daerah, TNI-Polri dan unsur lainnya yang terlibat dalam Tim Satgas untuk terus mendorong lajunya percepatan vaksin di Mimika.

Ia menjelaskan dalam melakukan vaksinasi, Tim Satgas memiliki strategi atau polarisasi dengan memilah situasional berdasarkan zona merah, zona kuning, tenaga kesehatan, lansia, usia 18-59 tahun, usia 15-59 tahun dengan komorbit dan anak sekolah usia 12-17 tahun.

Dari polarisa ini, 3.696 tenaga kesehatan sudah diberikan vaksin pertama dan 3.257 telah mendapatkan vaksin kedua. Untuk pelayanan publik, jumlah yang telah divaksin pertama mencapai 21,661 sementara vaksin kedua 12.331 orang.

Sebanyak 353 Lansia (60>) telah divaksin pertama dan 78 sudah vaksin kedua. Sementara penduduk usia 18-59 tahun sebanyak 26.429 sudah divaksin pertama dan 6.366 sudah melakukan vaksin kedua.

"Perlu diketahui bahwa selain karena komorbit, 99 persen pasien covid yang meninggal belum di vaksin. Pemberian vaksinasi dosis pertama
menurunkan angka kesakitan dan kematian. Yang sudah divaksin terpapar namun hampir semua adalah gejala ringan dan penyembuhannya cepat," jelasnya.

"Lalu bagaimana dengan komorbit yang sudah divaksin kemudian meninggal? Itu tidak punya hubungan dengan vaksin. Karena 30 menit pertama ketika ada reaktif penolakan tubuh terhadap vaksin maka 30 menit pertama kematian itu sudah terjadi," tegasnya.

Kepada BM, Ubra juga kemudian menjelaskan perkembangan Covid-19 di Mimika hingga 3 Agustus kemarin. Ia mengatakan, kondisi fatality rate harian kini di atas 3 persen sementara angka kesembuhan harian hanya berkisar 6-10 persen.

Peningkatan kasus covid-19 di Mimika juga dibuktikan dengan bade occupation rate yang kini mencapai 80-90 persen. Angka kematian diatas 4-5 persen. Sementara angka kesembuhan turun dari 97 persen menjadi 86 persen.

Sementara itu disis lain angka positif dari spesimen yang diperiksa dengan PCR maupun tes cepat antigen diatas 30 persen rata-rata positifity rate per hari.

"Ini menunjukan bahwa masa PPKM skala mikro maupun PPKM level 4 saat ini menjadi terbatas. Sehingga satu yang bisa kami lakukan selain daripada penerapan protokol kesehatan adalah dengan melakukan percepatan dan perluasan pemberian vaksinasi kepada masyarakat. Ini berjalan baik apalagi kita sedang mempersiapkan Mimika untuk pegelaran PON dan Pesparawi 2021," ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata mengatakan Dinas Kesehatan Mimika saat ini bekerjasama dengan kepolisian dalam pembentukan tim tracing.

"Kami kejar sampai ke kontak erat sehingga jika dalam beberapa waktu kemarin dan akan datang penemuan kasus semakin meningkat itu karena hasil tracing," ujarnya.

Kapolres juga meminta warga Mimika yang merasa terjangkit covid sesuai pola yang ada agar segera memeriksakan dan melaporkan diri ke Dinas Kesehatan, RSUD atau menghubungi 119.

"Ini supaya cepat diberikan penanganan dan perhatian agar mendapatkan perawatan secara intensif. Jangan sampai sudah parah baru sadar kalau sudah terpapar covid. Ini harus dilakukan agar proses pemulihan cepat, tidak sampai gejala berat dan dapat melindungi orang-orang sekitarnya," harapnya. (Ronald)

Top