Kesehatan

Bupati Sampaikan Asal Muasal Masuknya Virus Corona di Mimika

Bupati dan jajarannya saat mengikuti video conference

MIMIKA, BM

Bupati Mimika Eltinus Omaleng bersama Wakil Bupati Johannes Rettob dan Penjabat Sekda Mimika Marthen Paiding serta beberapa pimpinan OPD barusan mengikuti Video Conference bersama Mendagri Tito Karnavian.

Video Conference dimulai pukul 10.00 Wit hingga pukul 12.00 WIT di Mimika Command Center Pusat Pemerintahan SP III. Pertemuan ini melibatkan seluruh gubernur, bupati dan walikota se-Indonesia. Dalam conference ini Mendagri Tito Karnavian menyampaikan terkait penanganan Covid-19 di Indonesia.

Usai pertemuan ini, Bupati Omaleng kepada wartawan menyampaikan asal muasal penyebaran Corona Virus di Mimika.

Bupati mengatakan sumber masuknya virus ini berasal dari Cluser Lembang, Jawa Barat dan Jakarta. Ada warga Mimika yang terkontaminasi karena pernah melakukan perjalanan ke dua daerah ini.

“Covid ini tidak ada di Papua dan Mimika. Kita cepat ketemu karena kebetulan kita langsung cepat batasi pintu keluar masuk di bandara. Ini luar biasa. Beberapa waktu lalu jemaat GBI Mawar Sharon ikut sidang jemaat GBI di Lembang, dari sinilah virus itu berkembang ke Timika,” ujarnya.

Bahkan Bupati Omaleng mengatakan salah satu kematian beberapa hari lalu disebabkan karena virus ini karena sebelumnya melakukan perjalanan ke Lembang.

“Banyak yang datang melayat dan berkembangnya disitu. Beberapa pejabat juga waktu itu datang melayat. Termasuk 25 warga Mapurujaya karena sebelum meninggal, almarhum ini pernah pimpin ibadah di Mapurujaya,” ungkapnya.

Bupati mengatakan bahwa ia harus menyampaikan mata rantai virus ini agar semua yang pernah terlibat baik yang melayat maupun mengikuti pemakaman segera memeriksakan diri.

“Saya harus sampaikan ini dan kami harap mereka jangan takut karena ini untuk kebaikan semua orang. Entah saat ini masih sehat atau sakit kalian harus segera datang melapor supaya dilakukan pemeriksaan supaya tim segera ambil tindakan pencegahan,” ujarnya.

Bupati Omaleng mengapresiasi kerja Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 karena berhasil mengungkap awal mula keberadaan virus ini di Mimika.

“Tim gugus luar biasa. Tim penyidik polisi dan KPK juga kalah. Mereka berhasil ketemu sumbernya dari mana. Jadi kasus pasien positif berasal dari klaster Lembang dan Jakarta. Saya juga sudah periksakan diri dan negatif tapi saya harus periksa lagi beberapa hari ke depan karena aturannya harus seperti itu,” ungkapnya.

Bupati Omaleng mengatakan hingga Jumat (3/4) rincian kasus covid-19 di Mimika terdiri atas 3 pasien positif, 32 PDP, 22 ODP dan 78 OTG.

Jumlah pasien yang dirawat di RSUD 11 orang, jumlah sample yang sudah diperiksa dari 5 pasien hasilnya 3 positif dan 2 negatif.

“Hari ini akan dikirim 7 dample ke Jayapura. 5 sample baru dan dua sample pasien 01 dan 02. Mereka sudah sehat namun harus di tes sekali lagi. Kalau sudah negativ mereka dipulangkan ke rumah,” ungkapnya. (Ronald)

Kasihan, Seorang Petugas Kesehatan Diusir Pemilik Kost Karena Tangani Covid-19

Jumpa pers Tim Gugus Tugas beberapa waktu lalu

MIMIKA, BM

Saat ini Mimika, Papua, Indonesia dan dunia sedang memerangi Virus Corona. Para medis, baik dokter maupun perawat merupakan garda terdepan dalam memerangi virus ini.

Namun sayangnya, di saat dunia sedang bersatu melawan Covid-19, salah seorang petugas kesehatan di Mimika diusir pemilik kost (rumah kontrakan) karena aktif berperan menangani virus ini untuk menyelamatkan warga Mimika.

Tidak disebutkan petugas kesehatan ini bekerja di fasilitas kesehatan mana, baik rumah sakit, puskesmas maupun klinik termasuk siapa oknum pemilik kost dan letaknya di jalan apa, namun kejadian ini terjadi Kamis (2/46) kemarin.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Reynold Ubra kepada BeritaMimika mengiyakan bahwa kejadian ini benar terjadi.

“Kejadian ini memang ada dan seharusnya menjadi evaluasi bagi kami tetapi hal paling mendasar adalah keluarga atau pemilik kosan belum mengerti dan memahami bagaimana cara penularan virus ini,” ujarnya.

Ia menyadari bahwa masih banyak warga Mimika yang belum teredukasi tentang bagimana penanganan, pencegahan dan penularan Covid-19 sehingga terkadang ada yang memiliki stigma negativ terhadap pasien maupun perawat.

“Saya berharap dengan publikasi masiv dari kami dan rekan-rekan media, masyarakat Mimika bisa memahami secara mendasar bahwa penularan covid-19 bisa dikendalikan. Masyarakat juga jangan takut terhadap orang yang merawat (petugas medis) atau pasien ODP atau OTG. Jangan membuat stigma negativ tentang mereka. Yang kita butuh saat ini adalah dukungan semua orang dan bagaimana kita semua mengikuti instruksi pemerintah untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus ini,” tegasnya.

Perlu diketahu, berdasarkan penjelasan Jubir Reynold Ubra kepada BeritaMimika beberapa waktu lalu, Virus Corona ditularkan melalui percikan atau tetesan (droplet) ketika seseorang batuk, bersin atau berbicara.

Ia mengatakan ada dua cara penularan virus corona melalui droplet yakni secara langsung dan tidak langsung.

Secara langsung penularan virus ini terjadi apabila seseorang yang terpapar virus ini kemudian batuk, bersin atau berbicara dan percikannya langsung mengenai orang lain. Situasi ini biasa terjadi dalam jarak dekat (1 meter).

Tidak heran untuk mencegahnya pemerintah melalui Tim Gugus Tugas meminta warga Mimika menerapkan physical distancing atau jaga jarak 2 meter dengan orang lain.

Sementara itu penularan secara tidak langsung terjadi apabila kita menyentuh permukaan atau benda apapun yang sudah terkontaminasi dengan orang yang terpapar Corona Virus.

Pasalnya Covid-19 ini dapat bertahan dengan waktu yang berbeda ketika berada di plastik, tembaga, kaca, kayu, baja hingga kertas.

Penularannya akan terjadi jika tanpa sadar usai menyentuh benda-benda yang sudah terkontaminasi, kita menyentuh hidung, mulut dan mata tanpa terlebih dahulu menyentuh tangan. Bisa dipastikan jika ini terjadi maka virus ini sudah berada dalam tubuh.

Makanya selain sosial atau physical distancing, mencuci tangan yang bersih dengan sabun sangat disarankan dilakukan oleh semua warga Mimika. (Ronald

Warga Mimika Waspadalah, Jumlah OTG Meningkat Drastis Jadi 79 Orang

Instruksi pemerintah daerah (foto google)

MIMIKA, BM

Pada Rabu (2/4), Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Mimika melaporkan bahwa sebanyak 3 warga Mimika postifiv Covid-19, 16 Pasien Dalam Pengawasan (PDP), 17 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 47 Orang Tanpa Gejala (OTG).

Namun pada hari ke-14 penanganan Covid-19 di Mimika, tepatnya Kamis (2/4) kemarin jumlah OTG meningkat hingga 79 orang. ODP juga bertambah 5 orang menjadi 22 dan 11 PDP.

Jumlah ini terus mengalami peningkatan sejak pertamakali ditemukan 2 kasus pasien positiv Corona Virus yang diumumkan pada Minggu (29/3) kemarin.

Hal ini menunjukan bahwa penyebaran Corona Virus di Mimika sedang berada pada masa puncaknya. Dalam keadaan ini, seharusnya warga Mimika tidak lagi menggangap remeh infektus virus ini.

Warga Mimika seharusnya mulai menerapkan segala anjuran dan peringatan pemerintah secara ketat tengang isolasi diri, menjaga kebersihan, rajin mencuci tangan dan menjauhi tempat-tempat keramaian.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 di Mimika, Reynold Ubra mengatakan dari 79 OTG, 9 orang kini dikarantina di Wisma Atlet. Sementara sisanya melakukan isolasi mandiri.

“Malam ini (tadi malam-red) kami sudah mulai melakukan testing dengan prioritas kepada PDP dan OTG. 31 orang baik PDP maupun OTG sudah kami lakukan testing terhadap mereka yang merupakan hasil kontak tracing dengan pasien positif 01, 02 dan 03 dan yang melakukan isolasi mandiri di rumah,” ungkapnya kepada media.

Hal tersebut dilakukan oleh tim epidemologi setelah Tim Gugus Tugas Pemda Mimika pada Kamis kemarin dikirim 340 rapied tes dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua.

“Dinas Kesehatan sudah mengambil 40 rapied tes dan besok (hari ini-red) akan dilanjutkan pada PDP dab OTG lainnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, khusus untuk PDP dan OTG yang melakukan isolasi mandiri, Tim Penyelidikan Epidemiologi RSUD tiap hari melakukan kunjungan dari rumah ke rumah untuk pemeriksaan berkala. Sementara pasien yang masuk kategori ODP dilakukan pantauan melaui telepon.

“Ini sesuai protokler. Kami prioritaskan pasien dalam status OTG dan PDP karena mereka yang lakukan kontak langsung dengan pasien yang sudah terconfirm terinfeksi Virus Corona,” jelasnya.

Ia mengakui bahwa kasus ini di Mimika terus mengalami lonjakan baik PDP, ODP maupun OTG karena pihaknya terus melakukan pencarian kasus.

“Kasus yang dilaporkan kami cari kontak kemudian kami kategorikan kelompok mana resiko rendah dan tinggi,” ujarnya.

Reynold Ubra mengatakan, hasil tracing dari pasien 03 positif covid-19 didapat bahwa ada 36 orang yang telah melakukan kontak dengan pasien ini. Mereka tersebar dari Mapurujaya hingga Kota Timika. Dari penelusuran ini sebanyak 4 orang keluarga pasien 03 dinyatakan PDP.

Perlu diketahui, pada saat mengalami gejala sakit, pasien 03 dua kali melakukan pengobatan di dua klinik berbeda di seputaran Kota Timika. Yakni pada tanggal 22 dan 25 Maret.

Penelusuran Tim Gugus Tugas ke klinik pertama, didapati 5 orang PDP dan 7 orang OTG. Sementara di klinik kedua, mereka menemukan 4 PDP dan 3 OTG.

“Mereka ini semua pernah melakukan kontak dengan pasien 03. Di Mapurujaya juga kita temukan 2 orang melakukan kontak erat dengan pasien 03. Hasil penelusurannya kita dapati 2 orang PDP, 2 OTG dan 2 ODP,” ungkapnya. (Ronald)

Top