Kesehatan

Mimika Tambah 17 Pasien Covid-19, Salah Satunya Berumur 6 Tahun


Update penambahan 17 kasus baru pasien Covid-19, Kamis (28/5)

MIMIKA, BM

Hari Kamis (28/5) terjadi penambahan 17 kasus baru pasien positif Covid-19 di Mimika. Jumlah kasus baru ini tersebar di 4 distrik yakni Tembagapura (7), Mimika Baru (7), Wania (2) dan Distrik Kuala Kencana (1). Dari jumlah ini, RS Tembagapura melaporkan 7 kasus sementara RSUD Mimika 10.

Dari 17 kasus yang terungkap, ada satu pasien yakni pasien nomor 218 inisial DBP (L) merupakan seorang anak kecil dengan usia 6 tahun. Pasien ini beralamatkan Kelurahan Kwamki, Distrik Mimika Baru.

Tidak hanya itu, tiga kasus baru lainnya juga berada dibawah usia 17 tahun yakni pasien nomor 217 inisial CNB (P, 12), pasien 216 insial AWB (P, 15) dan HRJ (L, 16) pasien nomor 214. Keempatnya berasal dari Kelurahan Kwamki, Distrik Mimika Baru.

Adapaun mereka yang terkonfirmasi Covid-19 malam ini dan berasal dari Distrik Tembagapura adalah pasien nomor 206 inisial ARH (L, 43), 207 ARF (L, 43), 208 FNY (L,47), 209 SRT (L, 39), 230 SDR (L, 20), 231 RCR (L, 29) dan pasien nomor 232 inisial MHR (L, 25).

Pasien baru Covid-19 di Distrik Mimika Baru adalah pasien nomor 213 DJR (L, 49), 214 HRJ (L,16), 215 SRM (P, 36), 216 AWB (P, 15), 217 CNB (P, 12), 218 DBP (L, 6) dan pasien 222 inisial SLT (L, 41).

Sementara pasien 219 SDS (L, 44) dari Karang Senang Distrik Kuala Kencana, pasien nomor 220 DPK (L, 25) dan MLD (L, 22) merupakan warga Kelurahan Inauga, Distrik Wania.

“17 kasus baru ini merupakan spesimen yang dirujuk dari RSUD Mimika dan dikeluarkan oleh Klinik Kuala Kencana PT. Freeport Indonesia. Dengan demikian kumulatif hingga malam ini total pasien Covid-19 di Mimika berjumlah 222 orang,” ujar Jubir Covid Mimika, Reynold Ubra melalui video confrence Kamis malam.

Menurutnya, hampir sebagian besar pemeriksaan spesimen untuk satu minggu terkahir ini, terkonfirmasi melalui pemeriksaan PCR secara mandiri di Klinik Kuala Kencana.

Reynold menjelaskan dari 10 kasus baru di RSUD, pasien nomor 213 inisial DJR memiliki kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 176 insial FNR. Pasien 214 HRJ memiliki kontak erat dengan kasus 172 yakni RLK.

Sementara pasien baru SRM, AWB, CNB dan DBP yang beralamat lengkap di Gang Komodo, Kelurahan Kwamki, Distrik Mimika Baru, memiliki kontak erat dengan kasus positif nomor 171 inisial PMT.

Begitupun dengan pasien baru nomor 220 Jalan Patimura, Kelurahan Inauga, Distrik Wania. Ia terkonfirmasi positif Covid-19 karena memiliki kontak erat dengan pasien positif 003, 014, 023 dan pasien kasus nomor 151.

“Kalau kita melihat kasus 213 hingga kasus 218 penularannya terjadi di dalam rumah. Begitu pula pasien kasus 220 yang memiliki kontak erat dengan 4 kasus yang sebelumnya dinyatakan positif. Ini memberikan gambaran bahwa penularan sampai hari ini masih sangat berpotensi terjadi di dalam rumah,” ungkapnya.

Oleh karenanya, Reynold Ubra mengatakan pelaksanaan Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat (PSDD) di Mimika sebenarnya untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Pasalnya pergerakan dan mobilitas yang terjadi diantara masyarakat, secara tidak sadar membuat penularan di luar rumah terjadi hingga di dalam rumah.

Selain itu, Ubra mengatakan penularan dalam lingkungan keluarga atau dalam rumah juga menunjukan bahwa mereka yang sebelumnya terkonfirmasi sebagai PDP, ODP dan OTG tidak melaksanakan karantina mandiri di rumah dengan baik dan benar.

“Ini juga menjadi gambaran gagalnya pelaksanaan isolasi mandiri maupun karantina sehat di rumah. Isolasi mandiri yang dilakukan tidak mengikuti anjuran protokoler yakni wajib gunakan masker, isolasi diri di kamar, tidak gunakan perabotan rumah secara bersama-sama hingga tidak rutin mencuci tangan, akibatnya keluarga di rumah yang sehat juga tertular,” jelasnya.

“Dari 17 kasus malam ini, 7 kasus merupakan penularan yang terjadi di dalam rumah. Ini harus menjadi contoh supaya tidak lagi terjadi pada masyarakat yang lain, terutama mereka yang kini statusnya ditetapkan sebagi PDP, ODP dan OTG,” terangnya.

Selain penambahan 17 kasus baru, Mimika juga ada penambahan 7 pasien sembuh. 4 dari Rumah Sakit Tembagapura, 2 RSMM dan 1 dari RSUD Mimika. Jumlah ini membuat angka kesembuhan di Mimika meningkat menjadi 86 pasien.

“Mewakili Tim Gugus Tugas Covid-19 Mimika, kami sampaikan terimakasih dan apresiasi kepada tim medis dan tenaga kesehatan yang bekerja secara serius dalam menangani pasien di rumah-rumah sakit. Meningkatnya angka kesembuhan menunjukan bahwa kerja keras yang ditunjukan terus membuahkan hasil yang baik dan maksimal, bukan hanya untuk Mimika tapi juga Papua,” ungkapnya.

7 Pasien sembuh adalah pasien 058 inisial STA (L, 51) 075 ATW (49, L) dan pasien nomor 086 DRG (L, 45) dan 113 NKW (39, L) Keempatnya dari RS Tembagapura.

Sementara tiga pasien yang sembuh dari RSMM dan RSUD adalah pasien nomor 096 MLF (P, 33) ELE (L, 50) dan pasien 066 inisial YNT (L, 48).

“Hari ini merupakan kali pertama pasien dari RSMM yang dirawat selama kurang dari dua minggu, dinyatakan sembuh. Dari tiga pasien di RSMM, 2 dinyatakan sembuh. Kita doakan agar proses kesembuhan terus meningkat baik di RSMM, RSUD maupun RS Tembagapura,” harap Reynold Ubra. (Ronald

 

 

 

 

YPMAK Serahkan Bantuan 26 Item APD untuk RSMM Senilai 2,2 Miliar

Penyerahan bantuan APD secara simbolis

MIMIKA, BM

Yayasan Pengembangan Masyarakat Amunge dan Komoro (YPMAK) pada Kamis (28/5) memberikan bantuan tahap pertama Alat Pelindung Diri (APD) kepada Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Mimika.

Bantuan ini diserahkan oleh Wakil Direktur Perencanaan dan Program YPMAK, Ihfa Karupukaro kepada Ketua Yayasan Caritas Timika, Leo Tumuka sebagai pengelola RSMM, disaksikan Direktur RSMM dr Theresia Nina Noviriana bersama perwakilan dari manajemen PTFI, Kerry Yarangga dan Ramlon Marbun.

Ihfa Karupukaro menyampaikan sebelum RSMM, YPMAK juga telah memberikan bantuan kepada Pemda Mimika berupa APD, dana maupun bahan makanan untuk masyarakat.

“Hari ini kami serahkan APD yang sudah kita pesan sama-sama dengan tim RSMM yang sudah mengusulkan untuk pengadaan APD. Ini merupakan bantuan tahap pertama, tahap ke dua sedang dalam proses. Pengiriman barang agak terlambat karena transportasi,” ujarnya.

Ia berharap APD dan bahan habis pakai yang diserahkan dapat dimanfaatkan dengan baik termasuk pertanggungjawabannya agar semua proses dapat berjalan sebagaimana mestinya.

“RSMM adalah aset kita yang harus didukung. Dari segi pelayanan RSMM merupakan pintu masuk masyarakat kami 7 suku di Mimika jadi mereka yang sakit apapun harus bawah ke sini. Kami berdoa agar tidak terlalu banyak yang terkenda dampak Covid-19 ini,” harapnya.

Ketua Yayasan Caritas Timika, Leo Tumuka menyampaikan terimakasih atas bantuan yang diberikan YPMAK kepada RSMM.

“Bantuan ini sangat mendukung aktifitas pelayanan di RSMM terutama kepada masyarakat 7 suku ditengah pandemi ini.
Dengan adanya dukungan APD ini kita berharap proses proses pelayanan kepada masyarakat di RSMM semakin memperoleh dukungan yang lebih,” ungkapnya.

“Terimakasih juga atas kerjasama yang baik yang sudah terbangun selama ini. Semua ini harus kita pertahankan bersama-sama, sehingga masyarakat Mimika terutama masyarakat 7 suku dapat terlayani dan apa yang menjadi harapan kita bersama dapat tercapai dengan baik,” ujarnya.

Penandatanganan berita acara penyerahan bantuan APD

Kepada BeritaMimika, Direktur YPMAK, Vebian Magal melalui telepon mengatakan RSMM merupakan salah satu rumah sakit yang menangani pasien Covid-19 di Mimika. Pemberian APD dilakukan agar mendukung kinerja mereka sekaligus menjaga tenaga medis dari penularan virus corona.

“Untuk tahap pertama kali ini total budget sekitar 2,2 miliar rupiah dan akan dikirim dalam beberapa kali pengiriman, total berat yang sudah dikirim sebesar 1.095 kilogram. Untuk tahap kedua kita juga sedang proses tapi semua kita lihat dan sesuaikan dengan situasi manti,” ungkapnya.

Vebian mengatakan YPMAK tidak memberikan bantuan APD ke RSUD karena rumah sakit ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Daerah Mimika.

“Setelah RSMM kita akan berikan bantuan juga ke RS Herlina. Tahapannya juga sedang dalam proses. Kalau RSUD tidak karena pemerintah daerah sudah fokus di sana,” ungkapnya.

Sementara itu, dr Theresia Nina Noviriana mengatakan belum semua bantuan tahap 1 yang diberikan YPMAK karena terkendala ekpedisi.

Ia mengatakan YPMAK berkomitmen penuh dan mensuport terhadap RSMM dalam menangani pasien Covid-19 dengan bantuan tersebut.

“Bantuan yang diberikan sangat membantu kami dalam penanganan dan pemeriksaan pasien yang dicurigai sampai yang terkonfirmasi Covid-19,” ujarnya.

dr Nina mengatakan penanganan pasien Covid-19 di RSMM merujuk pada protokoler kesehatan. Mulai dari melakukan screening pada pasien yang dicurigai hingga yang melakukan kontak tracing dengan pasien penderita.

“Setelah screening kita lakukan rapid tes. Kalau positif dan gejala berat maka kami ajukan untuk dirawat. Setelah pemeriksaan swab dan PCR, jika RSUD penuh maka kami tahan di sini untuk dirawat. Saat ini ada beberapa pasien covid-19 yang dirawat di RSMM,” ungkapnya. (Ronald)

 

 

 

 

4 Kasus Baru Covid-19 di Mimika Berasal Dari 4 Kelurahan

Inisial 4 Pasien baru Covid-19 di Mimika, Rabu (27/5)

MIMIKA, BM

Tim Gugus Tugas Percepatan dan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Mimika merilis 4 kasus baru Covid-19 pada Rabu (27/5) malam.

Rilis informasi Covid-19 yang difasilitasi Dinas Komunikasi dan Informasi Pemda Mimika ini disampaikan oleh Juru Bicara Tim Gugus Tugas, Reynold Ubra melalui video confrence.

Ubra menjelaskan, penambahan 4 kasus baru ini merupakan hasil spesimen yang dikirim pada 19 Mei lalu dan dan laporannya baru diterima kemarin (26/5) malam.

Penambahan 4 kasus baru ini diantaranya pasien nomor 202 inisial VBP (P, 27) alamat Kelurahan Pasar Sentral. Pasien ini terkonfirmasi positif karena sebelumnya memiliki kontak erat dengan pasien Covid-19 kasus 031 (IMS) dan kasus 088 (PSV).

Pasein baru 203 inisial SFK (L, 37) beralamat SP 2 kelurahan Timika Jaya. Pasien ini memiliki riwayat perjalanan dari salah satu Kabupaten di Jawa Timur. Ia kembali di Mimika sebelum pembatasan transportasi dilakukan pada 25 Maret lalu.

“Kasus 203 ini kemungkinan merupakan bagian daripada klaster Surabaya yang mana memiliki kecenderungan sudah terinfeksi di Surabaya,” ujar Reynold.

Sementara kasus 204 MDN (P, 20) beralamat di Gorong-gorong, Kelurahan Kebun Sirih dan kasus 205 YHR (L, 29) beralamat di Sektoral Kelurahan Dinggo Narama.

“Empat kasus ini merupakan hasil tracing kontak yang ditemukan pada saat penyidikan epidemologi dilakukan. Dengan enambahan 4 kasus ini maka kumulatif kasus Covid-19 di Mimika berjumlah 205,” ungkapnya.

Reynold menjelaskan, berdasarkan kelompok umur jumlah kasus positif di Mimika paling banyak adalah umur 45-65 tahun. Proporsi laki-laki sebesar 77 persen lebih banyak dari perempuan yakni 23 persen.

“Kalau kita melihat sebaran kasus maka penambahan 4 kasus baru ini membuat penambahan kasus di Kelurahan Pasar Sentral, Timika Jaya, Dinggo Narama dan Kebun Sirih,” ujarnya.

Secara jumlah, Kelurahan Tembagapura masih memimpin dengan 125 kasus, Kwamki Baru 15, Kelurahan Komoro Jaya 15, Inauga 11 dan Kebun Sirih 11. Sementara Kelurahan Sempan dan Karang Senang masing-masing 5 kasus.

“Dengan demikian ada 7 kelurahan yang merupakan zona merah yang mana jumlah kasus sama dengan atau di atas lima,” ujarnya.

Sementara 10 kelurahan lainnya yakni Kelurahan Kuala Kencana, Wonosari Jaya, Timika Indah, Otomona, Nawaripi, Pasar Sentral, Dinggo Narama, Kopreapoka dan , Wanagon jumlah kasus terdistribusi hampir merata antara 1-3 kasus.

“Jadi 17 kelurahan yang sudah ditemukan atau dilaporkan 7 merupakan kelurahan dengan zona merah sementara 10 masih zona kuning. Kita berharap ini tidak meningkat,” harapnya.

“Hingga malam ini belum ada laporan penambahan pasien sembuh dan pasien meninggal sehingga secara keseluruhan pasien sembuh masih tetap 79 orang. Laki-laki 66 dan perempuan 13 orang,” ujarnya.

Berdasarkan angka kesembuhan 79 pasien Covid-19, pasien laki-laki yang dinyatakan sembuh presentasinya dua kali lebih tinggi dibandingkan pasien perempuan dari jumlah keseluruhan pasien sembuh sebesar 39 persen.

Dari 79 pasien sembuh, nilai median usia yaitu kurang atau sama dengan usia 40 jumlahnya 38 kasus dengan rata-rata hari perawatan hampir 18 hari. Sementara pasien di atas 44 tahun rata-rata perawatan hingga 19 hari.

“Dengan rata-rata ini kita bisa melihat masa inkubasi 14 hari ditambah 2-3 hari merupakan waktu yang dibutuhkan oleh tim medis untuk memberikan penanganan ekstra kepada pasien,” jelasnya.

Sedangkan jika melihat dari jumlah kematian hingga saat ini, presentasinya menurun dari 8 persen menjadi 1,8 persen.

“Ini merupakan kemajuan dan kerja keras tim medis yang ada di RSUD, RS Tembagapura dan RSMM,” ujarnya.

Reynold Ubra juga mengatakan hingga kini jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD sebanyak 59 pasien, RS Tembagapura merawat 61 dan RSMM 3 pasien. Total kumulatif pasien aktif 122.

Untuk PDP hari ini, terdapat penambahan 4 orang. Jumlah keseluruhan 35. 20 orang kini sedang isolasi di RSMM (16) dan RS Tembagapura (4).

ODP juga terjadi penambahan 29 di hari ini. Dengan demikian jumlah keseluruhan kini menjadi 566 orang. 14 diisolasi di Shelter, 4 RS Tembagapura dan 2 di RSMM.

Sementara kumulatif OTG di Mimika yakni 524 orang, termasuk penambahan OTG baru 8 hari ini yang berasal dari RS Tembagapura (7) dan hasil penyidikan epdiodmologi (1). Dari keseluruhan jumlah ini, 47 orang kini sedang menjalani perawatan di Shelter. (Ronald)

 

 

 

 

Top