Kesehatan

FKMN Gelar Gerai Vaksin Kedua Kalinya Gandeng Dinkes, Dukcapil dan Polres Mimika

Ketua FKMN Mimika, Marvey J Dangeubun

MIMIKA, BM

Dalam rangka mendukung Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika dalam menyukseskan pagelaran PON XX dan Pesparawi XIII, Forum Komunikasi Masyarakat Ning Vatnim (FKMN) Kabupaten Mimika membuka gerai vaksin.

Ini merupakan kedua kalinya FKMN membuka gerai vaksin setelah sebelumnya dilaksanakan dengan menyasar ratusan pendulang di lokasi dulang.

Gerai vaksin yang digelar di eks pasar swadaya, Sabtu (18/9) merupakan kerjasama dan kolaborasi yang melibatkan beberapa unsur yakni FKMN, Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) serta Polres Mimika.

Kepada BeritaMimika, Ketua FKMN, Marvey J. Dangeubun mengatakan sebelum kegiatan dilaksanakan, FKMN terlebih dahulu melakukan sosialisasi dengan mengunjungi dan mengajak masyarakat secara langsung.

“Karena banyak yang termakan isu hoax sehingga perlu pendekatan door to door bahwa vaksin itu untuk kesehatan dan menjaga imunitas terhadap virus covid-19,” tuturnya.

Menurutnya, vaksin ibarat helm yang digunakan oleh pengendara motor. Ketika motor tersebut terjatuh atau terkena kecelakaan, helm akan bertungsi melindungi pengendara terutama di bagian kepala sehingga tidak menyebabkan luka parah.

“Kami bersyukur dan berterimakasih karena ada dukungan dari Polres Mimika, Dinkes dan Disdukcapil karena kebanyakan masyarakat ada yang mau vaksin tapi belum punya e-KTP. Mereka yang tidak punya e-KTP bisa langsung mengurus disini untuk kemudian divaksin,” imbuhnya.

Lanjutnya, dukungan menyukseskan PON XX dan Pesparawi XIII jangan hanya sekedar ucapan semata namun harus melalui tindakan, salah satunya adalah divaksin.

“Ada vaksin pertama dan kedua. Sudah lebih 600-an orang yang divaksin dari tadi pagi sampai siang ini. Antusias masyarakat luar biasa,” ungkapnya saat diwawancara BM tadi siang.

Marvey juga berharap agar masyarakat Mimika jangan terpengaruh pemberitaan hoax yang menyebutan bahwa vaksin berbahaya bagi tubuh.

Dikatakan, jika ada kendala karena kesehatan maka dapat berkonsultasi dengan dokter sebelum dilakukan vaksin.

“Kami berharap ini menjadi contoh bahwa vaksin bukan masalah, kalau melihat keluarga baik-baik saja maka artinya vaksin itu baik," ujarnya.

"Ini merupakan momen dimana  PON diadakan di Papua dan Mimika untuk pertamakalinya. Kita tidak tahu kapan terulang lagi sehingga kita semua harus mendukung apa yang menjadi program pemerintah saat ini. Mari kita dukung pemerintah sukseskan PON XX dan Pesparawi XIII dengan mau divaksin,” tutupnya.

Sementara itu, melalui pesan whatssap kepada BeritaMimika malam ini, Kadisdukcapil Mimika, Slamet Sutejo menyampaikan berapa banyak dokumen kependudukan yang hari ini berhasil mereka layani.

Perekaman KTP sebanyak 83, percetakan e-KTP berjumlah 162, pengurusan pindah keluar (daerah lain-red) 6, pindah masuk 23, KIA 36, KK 75 dan akta kelahiran sebanyak 66 lembar.

"Mewakili pemerintah, kami mengucapkan terimakasih banyak kepada FKMN dan Polres Mimika atas kerjasama ini. Apa yang kita lakukan ini selain untuk kesehatan, juga agar administrasi kependudukan warga yang belum lengkap, kita proses untuk lengkapi dan langsung bisa dapat diambil," terangnya.

Sementara itu, pelaksanaan vaksin oleh FKMN siang tadi juga dipantau langsung oleh Pembina FKMN yang adalah Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob bersama Ibu Susi Rettob. Keduanya hadir guna memastikan pelaksanaan vaksin dapat berjalan dengan baik sebagaimana yang diharapkan bersama. (Elfrida)

363 Tenaga Kesehatan Bersertifikat Internasional Backup PON di Mimika

Reynold Ubra saat memimpin tim kesehatan melakukan observasi di tiap venue PON

MIMIKA, BM

Bidang Kesehatan Sub PB PON Mimika akan menyiapkan 363 tenaga kesehatan untuk pelaksanaan PON XX Papua.

Tenaga kesehatan ini terbagi dalam beberapa tim inti yang terdiri dari dokter dan para medis seperti perawat, ada juga tenaga akupresur dan sopir.

Semua tenaga kesehatan ini akan ditempatkan di venue-venue olahraga dan tempat menginap kontingen baik di hotel maupun non hotel.

"Kami sudah bentuk 25 tim tenaga kesehatan yang tentu sudah dilatih oleh Kemenkes dan mereka itu sudah memiliki sertifikat berstandar internasional," tutur Kepala Dinas Kesehatan, Reynold Ubra saat ditemui, Jumat (17/9).

Selain tenaga kesehatan, kata Reynold, kesiapan transportasi juga sudah disiapkan ada 15 unit ambulans transport dan 6 unit mini ICU.

"Tidak hanya itu, obat-obatan dan emergency kit juga sudah disiapkan dan sudah dibagi untuk kebutuhan di masing-masing venue," tutur Reynold.

Sementara itu terkait pengiriman alat-alat kesehatan dan obat-obatan dari PB PON Papua, Reynold mengungkapkan dalam waku dekat sudah tiba di Mimika karena telah dilakukan serah terima. (Shanty)

Reynold Ubra Paparkan Kesiapan Bidang Kesehatan PB PON Cluster Mimika Secara Menyeluruh

Kadis Kesehatan Mimika, Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Bidang Kesehatan PB PON XX Klaster Mimika telah melakukan sejumlah persiapan demi mendukung suksesnya jalan even PON XX Papua di Mimika.

Ditemui BeritaMimika, Kamis (16/9) di Sekretariat PB PON XX Klaster Mimika, Koordinator Bidang Kesehatan Reynold Ubra mengatakan bahwa tim inti untuk pelayanan kesehatan baik di venue maupun poliklinik sudah terbentuk.

Selain itu, alat kesehatan (alkes) dan obat-obatan guna kebutuhan PON di Mimika sudah disetting sedemikian rupa.

“Hari ini (kemarin) di provinsi sudah melakukan serah terima dua unit mobil ambulance kemudian penyerahan DPA dari PB Bidang Kesehatan dan alkes, obat-obatan termasuk perlatan untuk tes covid-19 yakni rapid antigen untuk cluster Mimika,” katanya.

“Sebelum semua itu diberikan ke kami, kita di Timika secara mandiri melakukan kunjungan lapangan, meminta tim inti yaitu tim pelayanan kesehatan dan darurat untuk menyiapkan emergency kit, jadi sambil menunggu semua dari Jayapura, kami sudah siapkan semua,” imbuhnya.

Reynold mengungkapkan untuk transportasi baik mobil kesehatan dan ambulance sudah dilakukan pengecekan dan siap digunakan.

Sementara itu, untuk empat medical centre yakni Klinik Kuala Kencana, RSIA Herlina, RSMM dan RSUD Mimika yang ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan di klaster Mimika secara khusus sudah disiapkan tempat tidur ruang VIP dan VVIP.

“Tanggal 20 September nanti lima puskesmas mulai melakukan pelayanan 24 jam. Cara mencatat dan melapor kami berbasis website, ada Sistem Informasi Kesehatan Kabupaten Mimika dan Sistem Rujukan Terpadu milik Kemenkes untuk merujuk dari venue atau poliklinik ke medical centre, itu akan dipakai,” jelasnya

Selain masalah malaria, Reynold juga menyebutkan aplikasi P-Care akan digunakan untuk menginput jika ada atlet yang sakit.

“Ada kartu malaria untuk memantau atlet, paling lama tiga bulan setelah meninggalkan Mimika untuk mengecek kesehatannya apakah terpapar malaria atau tidak," ujarnya.

"Untuk pelayanan covid-19, tim kami akan melakukan swab test saat atlet sebelum bertanding atau pulang, seperti atlet judo dan tarung derajat akan swab di tempat akomodasi dimana atlet tinggal,” paparnya.

Menurutnya, tempat penginapan untuk para atlet dan kontingen tidak berbuka untuk umum karena PON XX Papua harus melaksanakan protokol kesehatan.

Hal tersebut juga katanya didukung oleh tim Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah).

“Sebenarnya hari ini kita sudah bisa turun ke level II, mudah-mudahan dalam beberapa hari kedepan sampai paling lambat tanggal 23, karena target kami tanggal 20 besok itu cakupan vaksinasi yang tersisa 26.216 kita sudah bisa mencapai 70 persen,” ungkapnya.

Dikatakan, untuk rata-rata kecepatan suntik vaksinasi di empat klaster, Mimika berada di urutan kedua setelah Jayapura tetapi kalau cakupan vaksin sudah hampir sama yakni di posisi 55 persen.

“Sisa 15 persen lagi. kalau masyarakat mau berpartisipasi, sehari kita bisa menyuntik 5000 orang karena jumlah vaksinator ada 30 tim besar sebenarnya. Sekarang kuncinya ada di masyarakat, kita sudah bisa buktikan 96 persen pasien covid-19 yang meninggal karena penyakit tidak menular dan diperberat dengan tidak divaksin,” ungkapnya.

Bidang Kesehatan PB PON XX Klaster Mimika telah menyiapkan aplikasi Peduli Lindungi  sehingga dapat terintegrasi untuk mencapai herd immunity 70 persen.

“Jika tercapai maka semua masyarakat bisa menonton PON, tetapi kalau tidak tercapai kemungkinan tidak akan ada penonton,” tandasnya.

Reynold mengatakan hari ini positivity rate ada dibawah lima persen dan maksimal hanya tiga persen maka itu sudah dapat dikatakan terkendali.

Rata-rata kecepatan tes covid-19 juga diatas 300 per hari yang berarti covid-19 di Mimika dapat dikendalikan, tentu saja semua karena vaksinasi.

“Solusi hari ini adalah sebagai warga negara dapat menerima vaksin secara gratis dan pelaksanaan prokes. Hari ini kita yang menggunakan masker dan sudah divaksin memberikan perlindungan kepada mereka yang belum divaksin,” ujarnya.

Ia menuturkan ketika Mimika sudah mencapai herd immunity minimal 70 persen, maka akan ada roadmap menuju adaptasi kebiasan normal misalnya masuk ke tempat umum dan menggunakan alat transportasi umum untuk berpergian ke luar daerah harus menunjukan sertifikat vaksin.

“Jakarta sedang menuju daerah endemis, kita juga kalau sudah 70 persen menuju daerah endemis dimana covid-19 adalah penyakit biasa selagi sudah divaksin jadi jangan membuang hak kita. Varian delta kalau dilihat perkembangannya dengan kecepatan vaksinasi maka angka kematian menurun, penambahan kasus baru juga turun,” tukasnya

“Mari sama-sama kita sukseskan tiga even besar yakni PON XX, Pesparawi XIII dan Konferensi Sinode Kingmi. Dengan demikian kalau kita berhasil lewati dengan bagus maka kedepan saat memasuki masa Minggu Adven dan Natal kita bisa melakukan aktivitas seperi biasa,” pungkasnya (Elfrida)

Top