Kesehatan

1.500 Masker Dibagikan PSI untuk Warga Mimika

Reddy Wijaya ketika membagikan masker kepada ibu-ibu

MIMIKA,BM

Anggota Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Mimika, Redy Wijaya yang kini menjadi anggota DPRD Mimika periode 2019-2024 bersama beberapa badan pengurus partai menunjukan kepedulian mereka dengan membagikan 1.500 masker kepada masyarakat Mimika.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk aksi nyata dan kepedulian membantu masyarakat dalam mencegah penularan Virus Corona (Covid-19).

Pembagian masker gratis ini dilakukan Sabtu (21/3) di empat titik seputaran Kota Timika yakni di pertigaan lampu merah Diana Shopping Center, perempatan Bank Papua, perempatan di Timika Mall dan perempatan di SP1, SP4.

Redy Wijaya saat diwawancarai di sela-sela kegiatan mengatakan, 1.500 masker yang dibagikan ini tidak mungkin bisa menjangkau semua warga Mimika namun ia berharap hal sederhana yang telah mereka lakukan bermanfaat sehingga ikut membentengi Mimika dari peredaran virus ini.

"Saya bersama teman-teman anggota PSI mengajak masyarakat untuk sama-sama kita mencegah virus corona. Karena lebih baik kita mencegah dari pada mengobati. Ini yang bisa kami lakukan dalam kondisi saat ini, semoga bermanfaat bagi kita semua,” ujarnya.

Redy menghimbau kepada masyarakat Mimika agar jangan panik, tetap tenang dan selama 14 hari ini hanya melakukan aktifitas di rumah, kurangi aktifitas di luar rumah dan lebih menjaga orang di sekitar terutama keluarga khususnya anak-anak.

"Kami lakukan ini secara bergantian di empat titik karena hanya delapan orang. Terimakasih untuk dukungan teman-teman media untuk kegiatan ini,” ungkapnya.

Sementara itu Sekretaris Umum PSI Mimika, Soraya Madubun mengatakan, apa yang dilakukan pengurus DPD PSI Kabupaten Mimika adalah salah satu program yang sudah dicanangkan oleh DPP.

Partai telah menginstruksikan agar anggota legislatif PSI di seluruh Indonesia semaksimal mungkin memberikan kontribusi dan membantu serta mensupport pemerintah dalam melakukan pencegahan maupun penyebaran informasi mengenai virus corona ini.

"Kami berkoordinasi dengan pak Redy Wijaya yang merupakan anggota DPRD Mimika dan beliau menyambut baik. Ini merupakan inisiatif dari PSI yang kemudian di support secara pribadi oleh beliau. Ini juga sebagai cerminan bahwa PSI tidak hadir saat kampanye saja tapi kita bisa hadir kapan saja untuk masyarakat Indonesia," tuturnya.

Wakil Ketua PSI Mimika, Alwin Renhoran juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Mimika untuk hidup sehat dengan menjaga diri dan keluarga serta lingkungan sekitar.

“Kami harakan agar semua masyarakat Mimika mengikuti pesan layanan kesehatan yang sudah disampaikan pemerintah agar Mimika benar-benar terbebas dari penularan virus in,” harapnya. (Shanty)

Bupati dan Wabup Pantau Pencegahan Corona di Bandara dan RSUD

Bupati, wakil dan sekda memantau kesiagaan di bandara

MIMIKA,BM

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika semakin serius dalam menangani pencegahan penyebaran virus corona (covid-19).

Pencegahan Covid-19 mulai dilakukan dengan memperketat pengawasan pintu masuk Bandara Mozes Kilangin dan Pelabuhan Pomako.

Guna melihat langsung segala persiapan tersebut, Bupati Mimika, Eltinus Omaleng bersama Wakil Bupati Johanes Rettob melakukan kunjungan ke bandara dan RSUD, Kamis (19/3). Keduanya ingin mengetahui kesiapan para petugas di bandara dan kesiapan ruangan isolasi di RSUD.

Kedatangan bupati dan wakil bupati didampingi Penjabat Sekda Mimika Marthen Paiding, Asisten 3 Nikolas Kuahaty dan beberapa Pimpinan OPD.

Bupati Eltinus meminta kepada Tim Penanganan Covid-19 di Bandara agar segera melaporkan kepada pemerintah melalui Tim Gugus Tugas Covid-19 jika ditemui ada warga Mimika yang terjangkit corona.

"Kalau sudah ada, segera info supaya kita bisa stop pesawat dan kapal laut untuk keluar dan masuk," ujarnya.

Bupati mengatakan bahwa penyebaran virus ini harus segera dihentikan dan tidak boleh menyebar hingga ke Timika karena masyarakat di Papua kurang sadar menjaga kebersihan dalam hal mencuci tangan.

"Daerah kita ini kan tidak cuci tangan, asal makan. Kalau dapat disini itu cepat sekali penularannnya jadi sedini mungkin harus di cegah," tutur Omaleng.

Sementara Kasubag Tata Usaha UPBU, Ponco Satria Wibowo mengatakan, pihaknya akan rutin melakukan pengawasan dan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah.

"Kita sebagai pengelola hanya ikut andil dalam kegiatan tersebut karena kita sudah bekerjasama dengan KKP dan Dinas Kesehatan Mimika,"tutur Satria.

Usai memantau bandara, Bupati Eltinus dan Wabup John bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke RSUD.

Di RSUD, rombongan didampingi Direktur Antonius Pasulu langsung menuju ruangan yang telah disiapkan sebagai tempat isolasi pasien positif corona.

"Ruangan ini memang harus di pagar keliling jadi RSUD harus cepat usulkan proposal untuk renovasi,"ujar Bupati Omaleng setelah melihat kondisi di RSUD. (Shanty)

Jubir Pemda : Lima Langkah Mencegah Penularan Virus Corona

Jubir Pencegahan Corona, Reynold Ubra

MIMIKA,BM

Jurus bicara sekaligus Sekretaris Tim Penanganan Covid-19 Pemda Mimika, Reynold Ubra Mengungkapkan lima hal yang perlu dilakukan masyarakat Mimika dalam mencegah penyebaran virus corona.

5 hal yang dimaksud adalah bagaimana menjaga jarak, enam langka mencuci tangan, etika batuk, menghindari tempat kerumunan serta jika batuk maka jangan melakukan aktifitas di luar rumah atau lakukan self isolation.

“Kita harus perhatikan etika batuk dan bersin yang benar. Ini sangat perlu diterapkan oleh masyarakat dengan menutup mulut dan hidung dengan lengan," ungkap Reynold Ubra saat diwawancarai di Hotel Grand Mozza, Rabu (18/3).

Menurutnya, hal inilah yang harus dikampanyekan agar masyarakat semakin menyadarinya. Selain itu pihaknya juga akan mendirikan layanan call center sehingga memudahkan warga melapor jika terindikasi.

Dijelaskan, bahwa ada 3 pendekatan yang akan dilakukan pemerintah daerah yakni pendekatan preemtif, responsif dan rehabilitasi.

Pendekatan preemtif dilakukan karena belum ada kasus sehingga diperlukan sosial marketing, sosial promosi tentang bagaimana cara pencegahan, isolasi diri dan bagaimana melapor sendiri melalui call center.

Untuk responsif, pemerintah akan cepat memberikan respon jika ada kasus yang ditemukan. Penderita akan mendapatkan pengawasan dan penanganan medis serta memberikan pemantauan penuh terhadap mereka yang terindikasi melakukan kontak dengan orang yang sudah dinyatakan covid-19.

Pendekatan rehabilitasi, merupakan upaya metigasi yang melibatkan lintas sektor agar mereka yang sudah terinfeksi (termasuk yang dalam pengawasan) mendapatkan penanganan yang baik bahkan jika terjadi kematian hingga pemakaman jenazah.

"Saya pikir itu tiga pendekatan yang akan kita lakukan. Dan juga dengan adanya call center kami yakin bahwa pasti akan semakin banyak laporan-laporan dan dengan dibukanya ruang ini justru akan bekerja lebih bagus. Masyarakat tidak perlu takut melapor, kalau kita lihat banyak sakit dan meninggal itu bukan karena covid-19 tapi karena infeksi penyerba terutama pada usia 60 tahun. Kunci utama adalah meningkatkan daya tahan tubuh jadi saya pikir masyarakat tidak perlu khawatir untuk ini,” jelasnya.

Katanya, jika ada skenario terburuk yang terjadi di Mimika maka warga tidak perlu panik atau gusar karena Mimika memiliki sumber daya yang sangat besar.

Artinya pemerintah daerah tidak bekerja atau berjalan sendiri karena ada dukungan kuat dari sektor swasta termasuk dukungan masyarakat itu sendiri.

Sementara itu untuk PTFI, Reynold Ubra mengatakan manajemennya telah melakukan sejumlah persiapan.

Mereka telah mempersiapkan penyedia layanan, memberlakukan self alert card sejak Januari sebagai upaya pengendalian infeksi pada lingkungan perusahaan, termasuk telah menyiapkan tempat isolasi.

"Rumah sakit Tembagapura juga telah menyiapkan ambulance udara jika kemungkinan terjadi hal yang paling buruk. Mereka siap mendukung pemda secara penuh,” ungkapnya.

Reynold juga menegaskan bahwa walau saat ini telah diberlakukan instruksi bekerja dari rumah namun petugas puskesmas tetap standby.

Mereka wajib memantau ODP dan rutin memberikan laporan perkembangan kepada dinas kesehatan sembari meningkatkan sistem pengamatan.

"Di Mimika sampai hari ini kami belum menerima laporan dari fasilitas kesehatan baik Puskesmas maupun rumah sakit tentang ODP dan PDP, saya kira jika ada pasti kami akan sampaikan kepada masyarakat dengan tujuan agar masyarakat lebih mawas diri,"ungkapnya. (Shanty)

Top