Kesehatan

300 Warga Mimika Hari Ini Dengar Hasil Rapid Tes Corona

Hasil rapid tes yang menunjukan negatif Covid-19 (Foto Google)

MIMIKA, BM

Sebanyak 300 masyarakat Mimika yang selama ini menjadi garda terdepan dalam memerangi penularan Virus Corona di Mimika, pada hari ini Minggu (26/4), akan mendengar hasil rapid tes yang menyatakan mereka negatif atau positif Covid-19.

Mereka adalah pengawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mimika, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja dan anggota Kepolisian Sektor Mimika Baru yang pada Sabtu (25/4) kemarin telah melakukan tes tersebut.

Pelaksanaan rapid tes kemarin sebenarnya tidak hanya dilakukan pada kelompok ini. Tim medis Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 di Mimika juga melakukan rapid tes di wilayah Mapurujaya khususnya di Tipuka dan Hiripau (inkubator).

Pemeriksaan di wilayah Mapurujaya dilakukan oleh Tim Penyelidikan Epidemiologi Dinas Kesehatan bersama tim dari Puskesmas Mapurujaya yang langsung dipimpin kepala puskesmas.

“Secara terinci besok (hari ini-red) baru kami sampaikan hasilnya. Jadi selain pegawai, polisi dan masyarakat di Mapurujaya, kami juga lakukan pengembangan tes pada guru di salah satu sekolah di Timika,” ungkap Jubir Reynold Ubra melalui pesan whatssap kepada wartawan, Sabtu (25/4) malam.

Ia menjelaskan, hari ini Minggu (26/4) pemeriksaan rapit tes kembali dilanjutkan yang terkonsentrasi di Puskesmas Wania, Pasar Sentral, Timika dan Puskesmas Timika Jaya oleh tim Dinas Kesehatan dan tim masing-masing puskesmas.

“Awalnya kita akan lakukan dengan 106 penumpang kemarin tetapi untuk mereka kita jadwalkan dalam pekan depan. Keberadaan mereka ketika tiba di Timika sampai sekarang terus dipantau oleh Tim Gugus Tugas,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, pada Sabtu (25/4) kemarin pihaknya belum menerima pemeriksaan hasil lab dari Jayapura sehingga jumlah kasus positif masih sama dengan hari sebelumnya yakni 41 kasus.

“Kurang lebih 65 sample kami sudah kirim termasuk 34 sample swab yang dikirim tadi pagi (kemarin) dan sampai Sabtu malam ini kami belum menerima hasil lab dari Jayapura,” jelasnya.

Kepada wartawan Reynold Ubra juga menyampaikan keseluruhan hasil terbaru temuan PDP, ODP dan OTG.

Jumlah PDP baru hari ini (kemarin-red) adalah 8 orang yang ditemukan oleh RS Tembagapura. ODP bertambah 2 kasus hasil temuan RSMM (1) dan RS Tembagapura.

Sementara jumlah OTG baru adalah 28 yang dilaporkan oleh RSMM adalah 5 orang serta hasil tracing kontak sebanyak 23 orang. Hingga Sabtu kemarin jumlah OTG secara keseluruhan mencapai 453 orang.

“Hari ini (Sabtu-red) total OTG yang dinyatakan sehat dan selesai masa pemantauan berjumlah 1 orang sehingga total seluruh OTG yang telah selesai masa pemantauan adalah 54 orang. PDP yang dinyatakan sehat juga ada 2 orang. Jadi total PDP yang sudah selesai dalam masa pemantauan secara kumulatif berjumlah 38 orang,” terangnya. (Ronald)

57 Pegawai BPBD Mimika Ikuti Rapid Tes

Walau hujan, pegawai BPBD tetap setia melaksanakan tugasnya di jalan

MIMIKA, BM

Salah satu instansi pemerintah daerah yang menjadi garda terdepan guna memutuskan mata rantai penyebaran virus corona di Kabupaten Mimika adalah Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD).

Baik ASN maupun honorer BPBD, sedari awal mereka terlibat aktif dalam berbagai kegiatan ini.

Beberapa hal yang selalu mereka lakukan adalah ikut membantu bersama pegawai Dinas Perhubungan dan Polres Mimika mengamankan kendaraan dan masyarakat di jalan-jalan seputaran kota Timika.

Mereka juga rutin menyalurkan atau mengantarkan bahan makanan (bama) ke rumah-rumah keluarga pasien yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19.

Pegawai BPBD juga bertugas setiap hari mengisi tank-tank air di berbagai fasilitas umum serta rutin melakukan penyemprotan desinfektan di kelurahan dan distrik yang masuk kategori zona merah penularan corona virus.

Dengan aktifitas ini, maka pegawai BPBD secara tidak langsung melakukan kontak dengan para penderita, baik PDD, ODP maupun OTG

“Kami tidak bisa abaikan keadaan ini karena ini merupakan tugas dan tanggungjawab kami untuk masyarakat Mimika. Apa yang bisa kami buat untuk memutuskan mata rantai penularan Covid-19, akan kami lakukan tentunya dengan mengikuti prosedural yang ada,” ungkap Lefinus Siahaya, Humas BPBD Mimika kepada BeritaMimika, Sabtu (25/4).

Guna memastikan agar mereka semua terbebas dari Covid-19, sebanyak 57 pegawai BPBD bersama pegawai lainnya dari instansi Dinas Perhubungan, Satuan Pol-PP dan Satlantas Polres Mimika, pada hari ini melakukan rapid tes Covid-19 yang dilakukan Tim Medis Gugus Tugas Pemda Mimika di Kantor Dinas Perhubungan.

“Kami semua minta dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Mimika agar kami semua negatif. Tes ini kami lakukan untuk diri kami, keluarga maupun orang lain. Besok baru kami dengar hasilnya,” harap Lefinus Siahaya.

“Kami berharap masyarakat bisa sadar dan membantu kami dengan memakai masker dan tinggal di rumah serta rajin cuci tangan. Untuk rencan ke depan, kami masih menunggu persetujuan Menteri Kesehatan untuk PSBB bagi Kabupaten Mimika,” ungkapnya. (Ronald

Dua Petugas Kesehatan Mimika Positif Covid-19

Update terbaru pasien Covid-19 di Mimika (Jumat 24/4)

MIMIKA, BM

Petugas kesehatan baik dokter maupun perawat adalah orang-orang yang paling berisiko terinfeksi Virus Corona. Hal ini terjadi karena merekalah yang terus melakukan interaksi dengan pasien. Apalagi jika tidak didukung dengan peralatan APD yang mumpuni.

Untuk Mimika, sejak digaunkan perang melawan Covid pada 29 Maret lalu hingga hari ini, Jumat (24/4) sebanyak dua petugas kesehatan di Mimika telah terinfeksi virus corona. Keduanya bahkan dinyatakan positif.

Bukan hanya itu, sebagian diantara mereka bahkan juga dikategorikan sebagai Pasien Dalam Perawatan (PDP), Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG).

Hal ini disampaikan Juru Bicara Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 kepada wartawan melalui confrence yang difasilitasi oleh Diskominfo Mimika.

“Dari awal penanganan corona virus hingga malam ini, 2 orang petugas kesehatan positif Covid-19. Satu diantaranya yang merupakan kasus pertama sudah sembuh,” ungkapnya kepada media.

Reynold Ubra menyebutkan pasien pertama dari petugas kesehatan yang positif Covid-19 terpapar karena penanganan kasus awal Covid-19 di Mimika.

“Petugas kesehatan kedua yang terinfeksi bukan saat melakukan tugas profesi seperti yang pertama. Namun terinfeksi karena tugas lain diluar profesi artinya tidak terpapar di tempat kerja. Saat ini dia sedang dirawat,” ujarnya.

Tidak menutup-nutupi apalagi membuat stigma, Jubir Reynold Ubra bahkan mengatakan semua petugas kesehatan yang bekerja di fasilitas kesehatan adalah ODP, PDP dan OTG.

“Karena kami semua melakukan transmisi lokal. Dari hari pertama kalau dihitung, sampai saat ini hampir 100 orang petugas kesehatan bisa dibilang adalah ODP, PDP dan OTG. Termasuk teman-teman penyidikan epidomologi karena mereka yang langsung kontak dengan kasus ODP, OTG dan PDP,” ungkapnya.

Namun untuk mengambil langkah pencegahan agar jangan sampai penularan virus corona terjadi melalui perawat ke pasien maka seluruh petugas kesehatan di faskes yang menangani virus ini telah diperiksa dan semuanya negatif.

“Sampai hari ini kita kendalikan jangan sampai petugas kesehatan yang menularkan. RSUD kemudian ambil langkah memeriksa semua petugas kesehatan di faskes baik rumah sakit, puskesmas maupun shelter untuk diperiksa. Kita semua sudah diperiksa dan di swab, Puji Tuhan semua negatif,” ungkapnya. (Ronald)

Top