Kesehatan

Positivity Rate Covid-19 Mimika di Bawah 2 Persen, Mimika Optimis Capai 70 Persen Target Vaksinasi

Ketua Bidang Kesehatan Sub PB PON Mimika, Reynold Ubra menjelaskan tentang situasional perkembangan covid dan vaksin di Mimika

MIMIKA, BM

Angka positivity rate Covid-19 di Kabupaten Mimika kini turun dibawah angka dua persen.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Mimika Reynold Ubra Kamis (23/9) kepada awak media pada confrence pers di Mozza, usai peresmian Media Centre PB PON Cluster Mimika.

“Situasi covid-19 masuk di hari ke-15 kemarin rata-rata positivity rate kita dengan kecepatan tes diatas 300, tes per hari dibawah angka dua persen,” ungkapnya

Selain itu angka kematian akibat covid selama 10 hari terakhir berada pada angka 0 atau tidak ada pasien yang meninggal. Sementara angka kesembuhan telah mencapai 97 persen.

"Dengan protokol kesehatan dan restriksi atau pembatasan di malam hari sangat membantu karena kita tahu penularan covid-19 dapat terjadi karena mobilitas masyarakat dan hak kita untuk menerima vaksin semakin bertambah sehingga saya yakin PON di Mimika akan sukses,” imbuhnya.

Ia yakin Mimika dapat mencapai herd immunity 70 persen sebagaimana yang ditargetkan yakni minimal dosis pertama 70 persen dari 172.185 dosis.

“Saya berpikir bahwa pada saat pembukaan PON XX Papua Klaster Mimika tanggal 2 Oktober nanti kita bisa sampai ke angka 70 persen. Tim Dinas Kesehatan tidak bekerja sendiri, ada TNI Polri, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang sangat berperan untuk pencapaian ini,” ungkapnya.

Dikatakan, herd immunity 70 persen harus dicapai agar PON XX Papua bisa disaksikan secara langsung oleh masyarakat Mimika dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Kita akan melihat even yang diselenggarakan dengan penonton. Ada indoor dan outdoor, masyarakat cukup datang dengan menunjukan aplikasi PeduliLindungi, memakai masker, membawa hand sanitizer, mengukur suhu tubuh saat masuk venue," ungkapnya.

"Di gedung juga tidak perlu berteriak cukup memberikan applause kepada atlet yang bertanding dan menjaga jarak duduk 1,5 meter. Ini semua protokol yang akan dilakukan,” jelasnya.

Reynold juga mengatakan, tim kesehatan akan diturunkan secara langsung ke dalam venue guna melakukan pemantauan langsung agar PON di Mimika tidak hanya sukses administrasi, sukses ekonomi, dan sukses prestasi namun juga sukses penanganan Covid-19. (Elfrida)

FKMN Gelar Gerai Vaksin Kedua Kalinya Gandeng Dinkes, Dukcapil dan Polres Mimika

Ketua FKMN Mimika, Marvey J Dangeubun

MIMIKA, BM

Dalam rangka mendukung Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika dalam menyukseskan pagelaran PON XX dan Pesparawi XIII, Forum Komunikasi Masyarakat Ning Vatnim (FKMN) Kabupaten Mimika membuka gerai vaksin.

Ini merupakan kedua kalinya FKMN membuka gerai vaksin setelah sebelumnya dilaksanakan dengan menyasar ratusan pendulang di lokasi dulang.

Gerai vaksin yang digelar di eks pasar swadaya, Sabtu (18/9) merupakan kerjasama dan kolaborasi yang melibatkan beberapa unsur yakni FKMN, Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) serta Polres Mimika.

Kepada BeritaMimika, Ketua FKMN, Marvey J. Dangeubun mengatakan sebelum kegiatan dilaksanakan, FKMN terlebih dahulu melakukan sosialisasi dengan mengunjungi dan mengajak masyarakat secara langsung.

“Karena banyak yang termakan isu hoax sehingga perlu pendekatan door to door bahwa vaksin itu untuk kesehatan dan menjaga imunitas terhadap virus covid-19,” tuturnya.

Menurutnya, vaksin ibarat helm yang digunakan oleh pengendara motor. Ketika motor tersebut terjatuh atau terkena kecelakaan, helm akan bertungsi melindungi pengendara terutama di bagian kepala sehingga tidak menyebabkan luka parah.

“Kami bersyukur dan berterimakasih karena ada dukungan dari Polres Mimika, Dinkes dan Disdukcapil karena kebanyakan masyarakat ada yang mau vaksin tapi belum punya e-KTP. Mereka yang tidak punya e-KTP bisa langsung mengurus disini untuk kemudian divaksin,” imbuhnya.

Lanjutnya, dukungan menyukseskan PON XX dan Pesparawi XIII jangan hanya sekedar ucapan semata namun harus melalui tindakan, salah satunya adalah divaksin.

“Ada vaksin pertama dan kedua. Sudah lebih 600-an orang yang divaksin dari tadi pagi sampai siang ini. Antusias masyarakat luar biasa,” ungkapnya saat diwawancara BM tadi siang.

Marvey juga berharap agar masyarakat Mimika jangan terpengaruh pemberitaan hoax yang menyebutan bahwa vaksin berbahaya bagi tubuh.

Dikatakan, jika ada kendala karena kesehatan maka dapat berkonsultasi dengan dokter sebelum dilakukan vaksin.

“Kami berharap ini menjadi contoh bahwa vaksin bukan masalah, kalau melihat keluarga baik-baik saja maka artinya vaksin itu baik," ujarnya.

"Ini merupakan momen dimana  PON diadakan di Papua dan Mimika untuk pertamakalinya. Kita tidak tahu kapan terulang lagi sehingga kita semua harus mendukung apa yang menjadi program pemerintah saat ini. Mari kita dukung pemerintah sukseskan PON XX dan Pesparawi XIII dengan mau divaksin,” tutupnya.

Sementara itu, melalui pesan whatssap kepada BeritaMimika malam ini, Kadisdukcapil Mimika, Slamet Sutejo menyampaikan berapa banyak dokumen kependudukan yang hari ini berhasil mereka layani.

Perekaman KTP sebanyak 83, percetakan e-KTP berjumlah 162, pengurusan pindah keluar (daerah lain-red) 6, pindah masuk 23, KIA 36, KK 75 dan akta kelahiran sebanyak 66 lembar.

"Mewakili pemerintah, kami mengucapkan terimakasih banyak kepada FKMN dan Polres Mimika atas kerjasama ini. Apa yang kita lakukan ini selain untuk kesehatan, juga agar administrasi kependudukan warga yang belum lengkap, kita proses untuk lengkapi dan langsung bisa dapat diambil," terangnya.

Sementara itu, pelaksanaan vaksin oleh FKMN siang tadi juga dipantau langsung oleh Pembina FKMN yang adalah Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob bersama Ibu Susi Rettob. Keduanya hadir guna memastikan pelaksanaan vaksin dapat berjalan dengan baik sebagaimana yang diharapkan bersama. (Elfrida)

363 Tenaga Kesehatan Bersertifikat Internasional Backup PON di Mimika

Reynold Ubra saat memimpin tim kesehatan melakukan observasi di tiap venue PON

MIMIKA, BM

Bidang Kesehatan Sub PB PON Mimika akan menyiapkan 363 tenaga kesehatan untuk pelaksanaan PON XX Papua.

Tenaga kesehatan ini terbagi dalam beberapa tim inti yang terdiri dari dokter dan para medis seperti perawat, ada juga tenaga akupresur dan sopir.

Semua tenaga kesehatan ini akan ditempatkan di venue-venue olahraga dan tempat menginap kontingen baik di hotel maupun non hotel.

"Kami sudah bentuk 25 tim tenaga kesehatan yang tentu sudah dilatih oleh Kemenkes dan mereka itu sudah memiliki sertifikat berstandar internasional," tutur Kepala Dinas Kesehatan, Reynold Ubra saat ditemui, Jumat (17/9).

Selain tenaga kesehatan, kata Reynold, kesiapan transportasi juga sudah disiapkan ada 15 unit ambulans transport dan 6 unit mini ICU.

"Tidak hanya itu, obat-obatan dan emergency kit juga sudah disiapkan dan sudah dibagi untuk kebutuhan di masing-masing venue," tutur Reynold.

Sementara itu terkait pengiriman alat-alat kesehatan dan obat-obatan dari PB PON Papua, Reynold mengungkapkan dalam waku dekat sudah tiba di Mimika karena telah dilakukan serah terima. (Shanty)

Top