Kabar Gembira, Mimika Dapat Bantuan 12.450 Dosis Vaksin dari Polda dan Dinkes Papua

Kadinkes Mimika Reynold Ubra dan Kapolres Era Adhinata saat diwawancarai BM di Gerai Vaksin Polres Mimika
MIMIKA, BM
Tim Satgas Covid-19 Mimika saat ini tengah gencar melakukan vaksinasi covid kepada masyarakat guna memutuskan mata rantai penularan virus wuhan.
Target Tim Satgas untuk vaksinasi covid-19 di Mimika mencapai 397 ribu dosis dengan cakupan 70 persen atau 125.047 ribu warga Mimika harus divaksin.
Secara keseluruhan hingga 3 Agustus 2021, sebanyak 72.278 warga Mimika telah diberikan vaksin. Vaksin pertama telah menyasar 52.115 orang sementara vaksin kedua telah diberikan kepada 20.163 orang.
Walau demikian, hingga Selasa (3/8) kemarin, persedian vaksin di Mimika kini semakin menipis.
Bahkan untuk pelaksanaan vaksinasi di 3 gerai vaksin Polres, Rumkitbang dan Kuala Kencana Selasa kemarin hanya menyisahkan 400-500 dosis lagi.
Namun berkat kerjasama dan kolaborasi yang baik antara pemerintah dan TNI Polri maka Mimika hari ini mendapatkan bantuan 12.450 dosis vaksin dari Polda Papua dan Dinas Kesehatan Papua.
"Puji Tuhan Polda Papua membantu kita 500 vial atau 5000 dosis vaksin sementara Dinas Kesehatan Provinsi membantu 1.242 vial atau 12.420 dosis. Kami sudah diinfokan dan besok jika tidak ada halangan mereka kirim dari Jayapura ke Mimika," ungkap Reynold Ubra kepada BM siang ini.
Reynold mengatakan vaksinasi tahap kedua hari ini masih dilangsungkan di Kuala Kencana khusus untuk karyawan dan keluarga namun jumlahnya terbatas karena keterbatasan dosis.
Sebelumnya di Gerai Vaksin Polres Mimika di Kantor Pelayanan, Selasa (4/8) kemarin, didampingi Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, Kadinkes Reynold Ubra menjelaskan tentang pelaksanaan vaksin yang telah mereka lakukan sejauh ini.
Dijelaskan, untuk percepatan vaksinasi, Mimika memiliki 13 tim yang terdiri dari 200 orang. Sebelum mengalami kekurangan vaksin, dalam sehari 3000 warga Mimika dapat divaksin.
"Namun hampir sebulan terakhir rata-rata warga yang divaksin berkisar antara 1400-1500 orang. Animo masyarakat Mimika untuk vaksin Covid-19 sangat tinggi baik untuk dosis pertama maupun dosis kedua," ujarnya.
Animo ini semakin menyemangati pemerintah daerah, TNI-Polri dan unsur lainnya yang terlibat dalam Tim Satgas untuk terus mendorong lajunya percepatan vaksin di Mimika.
Ia menjelaskan dalam melakukan vaksinasi, Tim Satgas memiliki strategi atau polarisasi dengan memilah situasional berdasarkan zona merah, zona kuning, tenaga kesehatan, lansia, usia 18-59 tahun, usia 15-59 tahun dengan komorbit dan anak sekolah usia 12-17 tahun.
Dari polarisa ini, 3.696 tenaga kesehatan sudah diberikan vaksin pertama dan 3.257 telah mendapatkan vaksin kedua. Untuk pelayanan publik, jumlah yang telah divaksin pertama mencapai 21,661 sementara vaksin kedua 12.331 orang.
Sebanyak 353 Lansia (60>) telah divaksin pertama dan 78 sudah vaksin kedua. Sementara penduduk usia 18-59 tahun sebanyak 26.429 sudah divaksin pertama dan 6.366 sudah melakukan vaksin kedua.
"Perlu diketahui bahwa selain karena komorbit, 99 persen pasien covid yang meninggal belum di vaksin. Pemberian vaksinasi dosis pertama
menurunkan angka kesakitan dan kematian. Yang sudah divaksin terpapar namun hampir semua adalah gejala ringan dan penyembuhannya cepat," jelasnya.
"Lalu bagaimana dengan komorbit yang sudah divaksin kemudian meninggal? Itu tidak punya hubungan dengan vaksin. Karena 30 menit pertama ketika ada reaktif penolakan tubuh terhadap vaksin maka 30 menit pertama kematian itu sudah terjadi," tegasnya.
Kepada BM, Ubra juga kemudian menjelaskan perkembangan Covid-19 di Mimika hingga 3 Agustus kemarin. Ia mengatakan, kondisi fatality rate harian kini di atas 3 persen sementara angka kesembuhan harian hanya berkisar 6-10 persen.
Peningkatan kasus covid-19 di Mimika juga dibuktikan dengan bade occupation rate yang kini mencapai 80-90 persen. Angka kematian diatas 4-5 persen. Sementara angka kesembuhan turun dari 97 persen menjadi 86 persen.
Sementara itu disis lain angka positif dari spesimen yang diperiksa dengan PCR maupun tes cepat antigen diatas 30 persen rata-rata positifity rate per hari.
"Ini menunjukan bahwa masa PPKM skala mikro maupun PPKM level 4 saat ini menjadi terbatas. Sehingga satu yang bisa kami lakukan selain daripada penerapan protokol kesehatan adalah dengan melakukan percepatan dan perluasan pemberian vaksinasi kepada masyarakat. Ini berjalan baik apalagi kita sedang mempersiapkan Mimika untuk pegelaran PON dan Pesparawi 2021," ungkapnya.
Sementara itu, Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata mengatakan Dinas Kesehatan Mimika saat ini bekerjasama dengan kepolisian dalam pembentukan tim tracing.
"Kami kejar sampai ke kontak erat sehingga jika dalam beberapa waktu kemarin dan akan datang penemuan kasus semakin meningkat itu karena hasil tracing," ujarnya.
Kapolres juga meminta warga Mimika yang merasa terjangkit covid sesuai pola yang ada agar segera memeriksakan dan melaporkan diri ke Dinas Kesehatan, RSUD atau menghubungi 119.
"Ini supaya cepat diberikan penanganan dan perhatian agar mendapatkan perawatan secara intensif. Jangan sampai sudah parah baru sadar kalau sudah terpapar covid. Ini harus dilakukan agar proses pemulihan cepat, tidak sampai gejala berat dan dapat melindungi orang-orang sekitarnya," harapnya. (Ronald)



