Ekonomi dan Pembangunan

Bukti Pedulinya Polres Mimika Untuk Masyarakat Di Masa Pandemi Covid-19

Mama-mama pengrajin noken menerima bantuan dari Polres Mimika

MIMIKA, BM

Kepolisian Resort (Polres) Mimika tidak henti-hentinya menunjukan kepedulian mereka kepada masyarakat Mimika yang terkena dampak langsung pandemi Covid-19.

Perhatian yang mereka tunjukan patut diapresiasi karena sejak awal virus Corona melanda kabupaten Mimika hingga hari ini, Jumat (15/5), Polres Mimika rutin memberikan bantuan bahan makanan kepada masyarakat.

Bertolak dari halaman Kantor Polres Mimika, Jalan Cenderawasih, pendistribusian bahan makanan hari ini dilakukan ke sejumlah titik yang terbagi dalam III regu.

Regu I dipimpin Kasat Binmas AKP FR. Waloni yang memberikan bantuan bama kepada kepada anak yatim piatu Pesantren Hidayatullah di kilometer IX, Panti Asuhan SP 4, Lembaga Pengembagan Anak Putus Sekolah di Gorong-gorong dan Panti Asuhan Yayasan Cinta Bella.

Bantuan yang diberikan kepada pesantren Hidayatulah ini berupa 10 karung beras 25 kilogram (kg), 15 karung beras 5 kg dan 8 karton supermie.

Bantuan kepada panti asuhan di SP 4 berupa 2 karung beras 17 kg, 13 karung beras 5 kg dan 5 karung beras 8 kg.

Selanjutnya untuk Lembaga Pengembangan Anak Putus Sekolah di Gorong-gorong, Polres Mimika memberikan 10 karung beras 15 kg, 13 karung beras 8 kg dan 9 karton supermie.

Sementara bantuan 5 karung beras 10 kg dan 10 karung beras 5 kg diberikan kepada Panti Asuhan Yayasan Cinta Bella di SP III.

Regu II yang dipimpin Kasat Lantas APK Pandu bersama Kasat Pam Obvid I Agus Ketut Suma memberikan bantuan beras sebanyak 5 kilo kepada 120 tukang ojek di 11 pangkalan yang berada di seputaran kota Timika.

Sementara regu III dibawah pimpinan Wakapolres Mimika Kompol I Nyoman Punia,S.Sos didampingi Kasat Reskrim AKP M.B.Y.Hanafih,SIK,MH dan Kasat Sabhara AKP Rosman L. Mansyur juga memberikan bantuan kepada 66 tukang ojek di 11 pangkalan.

Regu ini juga memberikan bantuan beras kepada 8 orang penjual noken di samping Eme Neme Yauware, 10 orang penjual pinang di Timika Indah dan 30 mama-mama Suku Komoro di SP 1 dan SP 4.

Tiap orang baik tukang ojek maupun penjual noken, pinang dan mama-mama Kamoro ini diberikan bantuan masing-masing 5 kg beras.

“Harapan kami, masyarakat yang menerima bantuan ini tidak melihat besar atau kecilnya bantuan yang kami berikan. Ini yang bisa kami berikan didasari keihklasan dan rasa kemanusiaan agar dapat membantu meringankan kebutuhan hidup dalam keadaan saat ini,” ungkap Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata,SIK melalui Kabag Sumda Kompol Arifin.

Kompol Arifin mengatakan, sesuai petunjuk pimpinan sebelum dilakukan penyerahan bantuan, pihaknya terlebih dahulu melakukan pendataan agar bantuan yang diberikan langsung ditujukan kepada mereka yang sangat membutuhkan.

“Selama 3 hari ini Bagian Sumber Daya Manusia Polri Polres Mimika (SDM) dan Satuan Binmas yang melakukan pendataan. Dari pendataan inilah bantuan-bantuan ini kemudian kita distribusikan kepada panti asuhan dan masyarakat,” ungkapnya. (Ronald)

7.728 Warga Mimika Merupakan Pengangguran Terbuka

Kepala BPS Mimika, Trisno L Tanampo

MIMIKA, BM

Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika melalui Survey Angkatan Kerja Nasional (Susernas) tahun 2019 tercatat sebanyak 7.728 (7,5 persen) warga Mimika masuk dalam kategori pengangguran terbuka (Unemployeement).

Survey dilakukan terhadap masyarakat berumur 15 tahun keatas menurut jenis kegiatan dan jenis kelamin di Mimika.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala BPS Mimika Trisno L. Tanampo kepada BeritaMimika Selasa (5/5) kemarin.

"Jumlah pengangguran terbuka di Mimika laki-laki 3.749 dan perempuan 3.979 orang," tuturnya.

Hal ini menunjukkan jumlah pengangguran terbuka di Mimika mengalami penurunan dari tahun kemarin sebanyak 1.200 orang yakni tepatnya 8.928 di 2018. Untuk 2017 berjumlah 7.674.

Sementara untuk jumlah penduduk yang bekerja sebanyak 95.214 orang (64.93 persen) dimana 75.594 merupakan laki-laki dan 19.620 adalah perempuan.

"Kalau untuk masyarakat Mimika yang tidak atau belum pernah sekolah dan tidak atau belum tamat SD tercatat sebanyak 8.383 orang dimana 7.542 diantaranya bekerja dan 841 adalah pengangguran untuk kategori angkatan kerja. Kalau untuk bukan angkatan kerja sebanyak 7.313," jelasnya. (Elfrida

Stok Pangan Di Mimika Aman Namun Dengan Catatan

Kadis Ketahanan Pangan Mimika, Syahrial

MIMIKA, BM

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika, Syahrial mengatakan stok pangan untuk Mimika di masa pandemi Covid-19 tetap aman alias tercukupi bahkan 3 hingga 4 bulan ke depan.

Hal ini dikatakan Syahrial guna menjawab keresahan masyarakat yang mempertanyakan hal tersebut mengingat hampir dua bulan lamanya Mimika terisolir dengan keadaan ini.

“Secara umum ketahanan pangan kita sebetulnya aman dan ini bukan hanya pernyataan kami saja namun semua instansi OPD yang berhubungan dengan pangan juga nyatakan hal ini,” ungkapnya kepada BeritaMimika, Rabu (29/4) sore.

Syahrial mengatakan beberapa waktu lalu Dinas Ketahanan Pangan bersama Dinas Perikanan, Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Peternakan, Perindustrian dan Perdagangan hingga Karantina Pertanian melakukan rapat koordinasi terkait ketahanan pangan di Mimika.

“Kita sudah berhitung bahwa kebutuhan pangan berjalan aman. Semua komoditas kita yang ada secara lokal adalah telur dan sayur-sayuran dan ketersediaan mencapai 60 persen,” ungkapnya.

Ia mengakui bahwa ketersediaan pangan Mimika seperti beras, gula, minyak dan kebutuhan sembako lainnya didatangkan dari luar daerah seperti Merauke, Surabaya dan Sulawesi.

“Berdasarkan pendataan dari Dinas Perindag bahan pokok semua tersedia. Hanya dengan catatan bahwa logistik kapal tetap jalan dengan normal. Jika ini terus terjadi maka semua bisa tertutupi,” ungkapnya.

Menurutnya pemerintah daerah sudah memperhitungkan ketersediaan pangan di Mimika. Salah satu kebijakan yang telah dibuat adalah tidak menutup akses masuk di pelabuhan khususnya bagi kapal-kapal yang memuat logistik untuk Mimika.

“Kebijkan pemda untuk logistik selama ini tetap jalan dan tidak di lockdown. Para distributor juga sudah menjadwalkan kedatangan barang-barang mereka dari luar, selama ini berjalan normal dan tidak ada kendala,” jelasnya.

Sementara itu terkait ketersediaan beras sebagai makanan utama, Syahrial mengatakan Bulog Mimika sejauh ini terus mendatangkan beras secara normal dari Merauke dan Sulawesi.

“Kita punya ketersediaan sayur-sayuran seperti kacang panjang, labu, bayam, tomat dan beberapa komoditi lainnya itu 60 persen. Hanya buah-buahan yang kebanyakan kita datangkan dari luar seperti di supermarket,” jelasnya.

Kepada masyarakat Mimika, Syahrial meminta agar warga tidak panik dan khawatir tentang ketersediaan pangan. Selama pendistribusian logistik berjalan baik dan normal maka stok pangan untuk Mimika tetap aman.

“Kita tetap tenang saja. Stay di rumah sesuai instruksi pemerintah. Pemda juga memberikan bantuan bama kepada masyarakat tanpa terkecuali. Hanya saja semua dilakukan sesuai jadwal. Sejauh ini hanya Distrik Wania dan Mimika Baru yang belum disalurkan karena data-data penerima lagi difixkan. Kemungkinan Jumat nanti kita rencana untuk distribusikan ke dua distrik ini,” ungkapnya. (Ronald)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Hotel Horison Ultima Timika Hadirkan Promo di Bulan Februari

Ekonomi dan Pembangunan 2023-02-03 13:48:00

Dishub Mimika Gunakan Rp27 Miliar Tahun Ini Untuk Lanjutkan

Ekonomi dan Pembangunan 2023-02-01 08:13:58

Arus Balik: 1700 Orang Masuk Timika, Lebih Rendah Dari Yang Keluar

Ekonomi dan Pembangunan 2023-02-01 07:21:08

Pelabuhan MAF di Kota Kepi Rampung Dikerjakan

Ekonomi dan Pembangunan 2023-01-31 10:18:18

Tahun 2023 Target Penerimaan KPP Pratama Timika Rp3,978 triliun

Ekonomi dan Pembangunan 2023-01-30 08:12:55

Top