Ekonomi dan Pembangunan

Provinsi Papua Tengah Bakal Genjot Percepatan Pembangunan

Pj Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk

MIMIKA, BM

Sebagai daerah otonomi baru (DOB), Provinsi Papua Tengah bakal menggenjot percepatan pembangunan di berbagai sektor. Mulai dari penyiapan infrastruktur hingga pengembangan perekonomian masyarakat.

Hal itu disampaikan Pj Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk, setelah mengikuti pertemuan bersama Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Ma'aruf Amin dan kedelapan bupati di Rimba Papua Hotel, Timika, Rabu (30/11/2022).

"Pak Wapres, pertama tadi memang beliau menyampaikan beberapa hal yang perlu dilakukan percepatan penyiapan infrastruktur seperti kantor gubernur dan juga ada beberapa program yang memang sangat membutuhkan percepatan pembangunan," ujar Ribka.

Menurutnya, program percepatan pembangunan tersebut masih berkaitan dengan pengembangan perekonomian masyarakat, dalam hal ini yaitu usaha mikro kecil menengah (UMKM).

"Di bidang perekonomian pun kita harus terus memberikan semangat dan memberikan perhatian khusus, baik dari kami pemerintah maupun lebih ditekankan juga ke pihak PT Freeport guna memberikan perhatian khusus untuk masyarakat yang melakukan kegiatan kegiatan perekonomian," jelasnya.

Mantan Staf Ahli Kemendagri itu mengatakan, pada pertemuan singkat tersebut, para pimpinan kabupaten juga telah menyampaikan akumulasi program kerja yang telah direalisasikan untuk mendukung percepatan pembangunan.

"Kami coba menyampaikan progres yang sudah dilakukan oleh beberapa kabupaten. Kemudian juga lewat waktu 100 hari kerja, akan kami kerjakan dengan lebih memprioritaskan pada beberapa aspek, diantaranya pendidikan, kesehatan, kemudian infrastruktur. Sekali lagi lebih khusus pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan," tuturnya.

"Itu yang sangat diberikan atensi oleh Wapres, khusus untuk memberikan perhatian supaya tingkat kesejahteraan itu benar-benar dirasakan oleh masyarakat kita di tanah Papua. Termasuk juga para bupati menyampaikan perlu ada pembangunan rumah sehat untuk masyarakat supaya lebih mengangkat kesejahteraan masyarakat di delapan kabupaten," pungkasnya. (Endy Langobelen)

Hadir di Mimika, Ramayana Jadi Pionir Fashion dengan Harga yang Layak, Murah dan Berkualitas

Direktur Operasional Ramayana, Halomoan Hutabarat (tengah) didampingi Kepala Divisi Promosi Ramayana Eko Suprihadi (kanan) dan PIC Grand Opening Ramayana Yudhy Setiawan (kiri) saat diwawancarai BeritaMimika, Selasa (29/11/2022)

MIMIKA, BM

Ramayana Dept. Store kini telah hadir di Mimika dan diagendakan pada Sabtu (3/11/2022) nanti akan dilakukan Grand Opening dengan penawaran diskon beragam bahkan hingga 70 persen.

Keberadaan Ramayana di Mimika diharapkan dapat berdampak pada alternative harga karena selama ini warga Mimika sulit menemukan keberagaman harga barang karena secara sentral pasar ini dimonopoli secara tunggal oleh 1-2 mall/swalayan saja.

Kepada BeritaMimika, Direktur Operasional Ramayana, Halomoan Hutabarat mengatakan ada beberapa hal yang Ramayana tawarkan kepada warga Mimika sehinga dapat menjadi tempat alternative baru untuk berbelanja.

"Ramayana akan menawarkan lebih komplit kategori pakaian baik pakaian pria, wanita maupun anak-anak, sepatu dan supermarket serta permainan anak (Zone 2000). Masyarakat nanti bisa lihat bahwa semua brand nasional ada di sini," ungkapnya di Resto 66.

"Harga yang kami tawarkan juga cukup layak, murah dan berkualitas. Ini yang kami tawarkan untuk masyarakat Mimika," sambungnya didampingi Kepala Divisi Promosi Ramayana, Eko Suprihadi dan PIC Grand Opening Ramayana Yudhy Setiawan.

Hutabarat menjelaskan, kesiapan saat ini untuk Grand Opening nanti sudah mencapai 90 persen karena menyisahkan finishing dan perapihan. Sejauh ini equipment, interior serta barang sudah ready di Timika.

"Karena barang-barang yang kita kirim dari Jakarta semuanya sesuai schedule sehingga tinggal finishing saja," ujarnya.

Keberaraan Ramayana di Mimika berdampak pada tersedianya lapangan pekerjaan karena sebanyak 150-160 karyawan merupakan warga Mimika.

Bahkan guna mempercepat proses transfer knowlodge kepada karyawan Ramayana di Mimika, manajemen Ramaya mendatangkan 40 karyawan mereka dari berbagai daerah.

"Target kami 3 bulan, paling lambat setengah tahun transfer konwledge ini selesai. Kami datangkan 40 karyawan dari luar baik Jayapura, Sorong, Ambon maupun Makassar untuk datang membantu mempercepat pembelajaran bagi karyawan baru," ungkapnya.

Ia menyebutkan bahwa untuk wilayah Jawa dan Sumatra proses training atau transfer knowledge biasanya dilakukan secara terpusat sehingga biasanya sebelum 3 bulan karyawan baru sudah mandiri.

"Di pulau lain pebih cepat karena rekrut, kita training, mereka sudah langsung belajar dengan toko yang sudah beroperasi jadi lebih cepat. Kalau di Timika kami yang kirim trainer ke sini," ujarnya.

Secara keseluruhan di Papua, Timika merupakan kota ketiga karena sebelumya Ramayan juga telah hadir di Abepura Jayapura dan Kota Sorong.

"Dalam pandangan kami, animo masyarakat di Papua cukup bagus. Mereka menerima kehadiran kami. Kami hadir di Mimika karena Ramayana merupakan brand nasional sehingga harapan kita bisa hadir di semua daerah. Apalagi di Timika belum ada sehingga kita punya kesempatan itu," ungkapnya.

Hutabarat juga menyampaikan bahwa kehadiran Ramayan di Mimika tidak serta melupakan keberadaan UMKM. Mereka bahkan mengandeng dan menyiapkan 8 outlet khusus untuk UMKM di Timika.

"Setelah komunikasi dengan pejabat pemda dan owner Pt Cenderwasih 66, Pak Bram Raweyai, maka konsep ini kita gunakan di Mimika dengan melibatkan UMKM untuk hadir bersama kami. Kami siapkan 8 stand dan berharap mereka juga bisa berkembang dengan keberadaan kita," harapnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Promosi Ramayana, Eko Suprihadi mengatakan agar semakin familiar di Mimika, Ramayana melakukan beberapa promosi agar menarik minat masyarakat.

"Untuk memperkenalkan kita ke warga, ada harga-harga kejutan berupa promosi. Dan garansi yang kita sebarkan ke masyarakat adalah bahwa ada beberapa item di supermaerket pasti lebih murah. Kalau mahal, uang kembali," jelasnya.

Dikatakan, sebagai pengikat sekaligus memberikan kemudahan serta komisi harga kepada masyarakat, Ramayana juga memberlakukan member card bagi warga Mimika yang ingin berbelanja di Ramayana.

"Yang kita andalkan betul-betul adalah member. Member adalah pelanggan tetap kita yang secara terus menerus akan memikmati program kita yang menguntungkan, lebih ekonomis dan lebih murah bagi," ujarnya.

"Ketika kami lakukan promosi di semua daerah termasuk di Papua, animo orang untuk datang pasti bahasanya murah. Kita selalu punya barang dengan garansi lebih murah. Nanti bisa dibandingkan dengan yang lain," ungkapnya.

Selain itu, bentuk promosi yang selama ini melekat dan menjadi konsep dasar Ramayana dimanapun adalah fashion. Dengan demikian Ramayana akan menjadi pioner fashion di Mimika.

"Jadi nantinya tidak usah jauh-jauh ke daerah lain untuk belanja. Di sini Ramayana ada dan terjangkau. Kehadiran Ramayana di Timika juga memiliki arti yakni lebih mendekatkan yang jauh," ungkapnya. (Ronald Renwarin)

Pemda, Kadin Asosiasi dan Bank BRI Perkuat Komitmen Kembangkan UMKM di Mimika

Foto bersama usai pertemuan

MIMIKA, BM

Pemda Mimika, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Bank BRI dan Asosiasi UMKM Mimika terus menunjukan komitmen dan kerjasamanya dalam upaya mengembangkan UMKM di Mimika secara bersama-sama.

Hal ini dibuktikan dengan adanya pertemuan lanjutan yang dilakukan oleh keempat unsur ini pada Selasa (29/11/2022) di Kantor Kadin Mimika, Jalan Cenderwasih.

Pertemuan tersebut dipimpin Ketua Kadin Mimika, Bram Raweyai didampingi Kabid UMKM Dinas Koperasi dan UMKM, Samuel Yogi, Kepala Kantor Cabang BRI Mimika Budi Prasentyanto dan Ketua Asosiasi UMKM, Benyamin Meo yang dihadiri oleh pelaku UMKM dan anggota Kadin.

Bram Raweyai mengatakan bahwa pertemuan hari ini tujuannya untuk berkordinasi dan melakukan evaluasi hasil kerja selama 19 hari sejak pencanangan tanggal 5 November sebagai hari UMKM Mimika oleh Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob.

"Hari ini kita sudah evaluasi bersama dan apapun itu kita tidak bisa berjalan sendiri. Harus bersama dan terkordinasi baru bisa jalan," ujarnya.

Dikatakan Bram, dari hasil evaluasi ini telah didapati bahwa sudah ada 20 outlet di Mimika yang bersedia menampung barang dagangan UMKM.

"Hanya dalam 19 hari sudah ada 20 outlet sehingga kita evaluasi apa saja yang menjadi kekurangan seperti rumah produksi harus dibenahi dan lainnya. Ini yang akan kita diskusikan dengan pemerintah dan BUMND supaya bagaimana kita benahi rumah produksi termasuk permodalan dan masalah penanganan sampah," ungkapnya.

Dalam pengembangan UMKM ke depan, Kadin Mimika akan menjadi ujung tombak penjualan atau marketing. Sementara UMKM, Pemda dan PTFI adalah produksinya.

"Ini juga merupakan tugas yang diberikan oleh Plt Bupati Mimika kepada Kadin, sehingga perlu ada kerjasama yang bersinambungan antara pemasaran dan produksi," ujarnya.

Terkait masalah sampah, Bram mengatakan Kadin Mimika akan memberikan tawaran ke pemerintah untuk kerjasama pengelolaan sampah.

"Ke depan Kadin dan UMKM akan mengelola sampah sehingga pemerintah tidak usah pusing tapi bagaimana pemerintah hanya menghibahkan alat kepada kita dan kita yang kelola. Tidak usah kasih modal, kita yang kelola sendiri," ujarnya.

Bram Raweyai menjelaskan bahwa sampah terdiri atas organik dan sampah non organik sehingga pengelolaanya akan dilakukan secara terpisah. Ia berharap ketika bank sampah dijalankan, pada tahun depan akan dilakukan evaluasi.

"Dalam pengelolaan sampah ke depan, kita akan berdayakan Rt dan Rw serta masyarakat untuk bagaimana kumpul sampah karena ini semua jadi uang. Mereka kumpul kita yang akan beli dan tampung. Harapan kita ke depan sampah sudah tidak ada karena semua sudah dikeloa secara profesional," terangnya

Kabid UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Mimka, Samuel Yogi mengungkapkan bahwa pihaknya merasa bangga dengan adanya kerjasama dan kolaborasi ini.

"Asosiasi UMKM Mimika harus selalu bekerjasama dengan Kadin Mimika agar produk-produk unggulan dari Mimika bisa dikenal daerah lain. Kadin merupakan marketingnya," ungkapnya.

Yogi juga mengatakan bahwa pemerintah daerah mengajak semua UMKM agar bergabung dalam asosiasi UMKM agar sinergi secara efisein, efektik dan menyentuh sehingga UMKM Mimika bisa naik kelas.

"Kami akan membantu dan menfasilitasi UMKM. Pemerintah merupakan mitra dengan asosiasi UMKM, Kadin dan perbankan. Peran pemerintah dalam hal ini adalah sebagai fasilitator, bagaimana agar UMKM bisa bangkit. Misalnya salah satunya, dalam waktu tidak lama lagi kami akan kerjasama dengan Tokopedia, tahun depan kita lakukan MoU sehingga semua UMKM harus go digital," terangnya.

Yogi juga mengajak BUMN di Mimika agar mencontohi apa yang sudah dilakukan Bank BRI dalam membantu mengembangkan UMKM. BUMN harus memiliki kontribusi terhadap UMKM sehingga jangan hanya menjadi penonton saja.

"BUMN yang lain jangan jalan sendiri, mereka harus ikuti perjalanan BRI dalam membantu mengembangkan UMKM. Kami akan membantu menfasilitasi UMKM namun Pemda sendiri tidak bisa sehingga harus ada dukungan dari BMUN di Mimika," ungkapnya.

Kepala Kantor Cabang BRI Mimika Budi Prasentyanto mengatakan pihaknya bersukur dapat menjadi bagian dalam pertumbuhan ekosistem UMKM di Mimika

Ia mengatakan, BRI selama ini konsen di UMKM. Hal ini dibuktikan dengan adanya rumah BUMN yang mana selama ini telah banyak memberikan edukasi dan pelatihan kepada UMKM di Timika.

"Terimakasih saat ini sudah ada jalan. Pemda, Kadin dan asosiasi semua bersatu untuk UMKM. BRI tidak hanya membantu dalam sisi kebutuan permodalan, selama ini kami juga sudah lakukan kegiatan suport bersama sehingga sudah bisa 21 outlet terbuka, ini sangat luar biasa," ungkapnya.

Dijelaskan Budi, pada intihnya BRI akan terus berupaya memaksimalkan program-program pemerintah, khususnya UMKM melalui kredit KUR, ultra mikro, mikro, yang mana tujuannya untuk pengembangan.

"Dengan demikian, kita bisa lebih fokus karena sudah ada wadah sehingga kita bisa tahu mana-mana yang harus kita suport untuk penyaluran kredit, khususnya yang sudah tergabung dalam asosiasi UMKM," ujarnya.

"Kita juga bersyukur karena Kadin Mimika kini jadi jembatan untuk bagaimana memasarkan produk-produk UMKM di Mimika," katanya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi UMKM, Benyamin Meo mengatakan bahwa selama ini UMKM mengalami jalan buntu, masing-masing jalan sendiri. Dan yang selama ini ditemui adalah UMKM mengalami kesulitan dan penjualan produk yang mereka ciptakan.

"Dengan momen festival di Bali dan di Mimika, kami berkomunikasi dengan pemerintah dan Kadin juga menyambut baik sehingga dengan demikian akan sangat membantu karena ada jalan bagi kami," ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa saat ini sekitar 157 UMKM yang belum tergabung dalam asosiasi. Sementara jumlah UMKM yang tergabung dalam asosiasi berjumlah 187 UMKM. Dari jumlah tersbut telah ada 40 UMKM yang sudah memiliki IMB, IRT hingga balai POM.

"Kita berharap juga ke depan karena kita bermitra dan kolaborasi dengan pemda yang mana tergulasinya dipegang oleh mereka maka kita akan minta bantuan mereka supaya semua pelaku UMKM memiliki izin," ungkapnya. (Ronald Renwarin)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top