Ekonomi dan Pembangunan

Pangdam XVII Cenderawasih dan Pemda Mimika Tinjau Pelaksanaan TMMD Reg Ke-114 Di Kokonao

Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Teguh Muji Angkasa didampingi Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Dedy Dwi Cahyadi saat melakukan lawatan kerja ke Kokonao, Jumat (13/8/2022)

MIMIKA, BM

Sebagai bentuk kepedulian pimpinan kepada wilayah binaannya, pada Jumat (12/8/2022) Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Teguh Muji Angkasa melaksanakan kunjungan kerja ke Kokonao, Distrik Mimika Barat.

Dalam rilis media yang diterima BeritaMimika, pada kunjungan ini, Pangdam didampingi Ketua Persit KCK PD XVII/Cenderawasih, Ny. Erni Teguh Muji Angkasa dan Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Dedy Dwi Cahyadi.

Rombongan Pangdam XVII/Cenderawasih ke Kokonao bertujuan untuk meninjau langsung pelaksanaan TMMD Reg ke-114.

Setibanya di bandara Kokonao, Pangdam beserta rombongan disambut hangat masyarakat setempat dengan tarian adat.

Selanjutnya ia dan rombongan menuju ke Puskesmas Kokonao untuk melaksanakan bakti sosial berupa pemberian Sembako dan pengobatan massal kepada masyarakat setempat.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan pekerjaan pembangunan rumah di Kampung Kokonao.

Di momen ini, tokoh masyarakat setempat juga memberikan tongkat adat kepada Pangdam XVII/Cenderawasih sebagai tanda penghormatan kepada tokoh yang sangat dihormati.

Kepada masyarakat, Pangdam menjelaskan bahwa ia menyempatkan diri secara khusus untuk meninjau pelaksanaan TMMD yang merupakan upaya percepatan pembangunan di Papua yang tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di Kokonao, Pangdam XVII/Cenderawasih juga mendatangi Tugu Korku Kampung Mimika yang merupakan lambang kesatuan antara pemerintahan, agama dan adat di Kampung.

Selepas semua kegiatan ini, Pangdam kemudian menuju ke Posko TMMD untuk memeriksa perkembangan pembangunan.

Sebagai bentuk kecintaan kepada masyarakat, sebelum meninggalkan lokasi TMMD menuju Bandara Kokonao, Pangdam menyempatkan diri membagikan snack kepada anak-anak di kampung Atapo.

Sehari sebelum kunjungan kunjungan Pangdam, Pemda Mimika diwakili Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) juga melakukan tinjauan pada Kamis (11/8/2022).

Kabid Pemberdayaan Masyarakat DPMK Mimika, Abnert Frist Werimon didampingi Pasiter Kodim 1710/Mimika, Kapten Chb Eliazar melakukan peninjauan langsung ke lokasi TMMD Reg ke-114 di Kampung Atapo, Distrik Mimika Baru.

Pada kesempatan tersebut dilakukan pengecekan langsung proses pembangunan yang hingga saat ini terus menunjukan kemajuan positif.

Dari hasil peninjauan ini, pihak Pemda Mimika mengetahui bahwa pembangunan sudah sesuai dengan yang direncanakan.

Abnert juga memberi apresiasi terhadap kinerja Satgas TMMD karena sudah bekerja sesuai dengan rencana bahkan terhitung lebih cepat dari target kerja.

Sementara itu, Pasiter menjelaskan bahwa kelancaran kegiatan yang dilakukan tidak lepas dari dukungan Pemda Mimika dan tentunya masyarakat setempat yang senantiasa bekerjasama dalam mendukung pelaksanaan TMMD ini. (Red)

Keluarga 'Belum Merdeka' Pak Dede Keliling Indonesia Menjinjing Sol Sepatu Dan Umbul-Umbul

Kang Dede saat menjajakan umbul-umbul dan sol sepatu

MIMIKA, BM

Indonesia adalah bangsanya para pejuang. Bukan hanya pejuang kemerdekaan di masa penjajahan, tapi juga pejuang kehidupan masa kini yang tak kenal lelah dan pantang menyerah tuk bertahan hidup.

Menjadi pejuang tentunya tidak melulu perihal menenteng senjata dan melawan para penjajah.

Sebab, di zaman kemerdekaan ini, pejuang sejati yang sesungguhnya ialah mereka yang senantiasa menghidupkan kehidupan dengan terus merawat, memupuk, dan menumbuhkan rasa cinta, seperti halnya yang dilakukan sosok yang satu ini.

Yah, dia adalah Pak Dede, seorang tukang sol sepatu keliling yang juga sekaligus penjual umbul-umbul di salah satu pinggiran badan jalan Yos Sudarso Timika.

Siang itu (5/8/2022), langit Kota Timika tampak cerah tak berawan. Bias pancaran surya menghantarkan hawa udara panas yang cukup menggerahkan.

Pak Dede, tukang sol sepatu itu sedang duduk berteduh di bawah atap spanduk kecil sembari menjahit salah satu sepatu milik pelanggannya.

Sesekali dia harus menyetop kesibukan itu untuk melayani pembeli bendera atau umbul-umbul yang juga ia jual di tempat yang sama, di bawah spanduk kecil itu.

Pria asal Bandung ini tampak sangat terampil dalam menjahit sepatu. Jahitannya pun terlihat rapi. Tak heran memang, karena pekerjaan itu sudah menjadi rutinitasnya sejak puluhan tahun yang lalu.

Pak Dede juga bisa disebut sebagai seorang pejuang kelana. Di umurnya yang telah beranjak 45 tahun, ia sudah bergelut mengadu nasib dengan menjajakan jasa sol sepatu serta dagangan umbul-umbulnya ke hampir seluruh pelosok Indonesia.

"Awalnya itu saya merantau ke Aceh. Beberapa tahun kemudian saya pindah lagi ke Kalimantan. Lalu ke NTT, Bali, Papua Barat, dan tahun ini baru mulai masuk di Timika. Ini semua saya lalui dengan penuh perjuangan demi mencari rejeki tuk menghidupi istri dan kedua anak saya di Bandung," ucapnya sambil meneruskan jahitannya.

Di Timika, Pak Dede tinggal di salah satu gubuk di Jalan Kartini. Sewaktu belum musim jual bendera, ia biasanya mengitari setiap gang di Kota Timika dengan berjalan kaki sambil membopong boks perkakasnya untuk menawarkan jasa jahit sol sepatu.

"Kalau sekarang kan lagi musim jual bendera, jadi tidak keliling. Sementara saya pinjam lahan kosong ini untuk jual umbul-umbul dan bendera sekaligus jahit sol juga di sini," jelas Pak Dede sembari mengusap keringat di wajahnya.

"Saya rasa beruntung karena yang punya lahan ini orangnya baik. Dia gak minta bayar sama sekali. Malah bendera saya juga ikut dibeli sama dia. Memang orang Timika pada umumnya saya lihat baik-baik, tapi kadang juga ada yang suka mabuk, ganggu ke sini, mintain duit ke saya," tuturnya.

Pak Dede sendiri sudah hampir sebulan menjual bendera merah putih dan umbul-umbul di lokasi itu.

Bila tak ada kesibukan, biasanya Pak Dede mulai menyiapkan lapak sejak pagi-pagi buta dan akan kembali lagi ke rumah menjelang magrib.

Walau terbilang sudah cukup lama menjual bendera dan umbul-umbul, sayangnya menurut Pak Dede hasil yang ia dapatkan sejauh ini belum cukup memuaskan.

"Kalau di kota-kota lain biasanya pedagang dapat borongan. Seperti pemerintah atau perusahan itu mereka belinya di kita, jadi kita pedagang ini juga bisa untung, bisa merdekalah istilahnya. Kalau di sini, saya belum ada dapat pembeli borongan begitu," jelas Pak Dede.

Kendati demikian, hal itu tidak serta-merta membuat Pak Dede kehilangan semangat. Begitu juga dengan perjuangan dan rasa syukurnya pun sama sekali tak lekang tergerus waktu.

"Ya tetap harus semangat dan selalu disyukuri setiap rejeki yang didapat, mas. Berapa pun itu, meskipun kecil, patut untuk saya syukuri karena Allah masih berikan kesehatan dan umur yang panjang serta semangat yang tak kunjung padam," ujar Pak Dede dengan penuh rasa syukur.

Pak Dede adalah tokoh pejuang keluarga. Perjuangannya sampai tiba Timika adalah tidak lain dan tidak bukan untuk melukis sebingkai senyum kebahagiaan bagi sang istri dan kedua buah hatinya.

Salah satu cita-cita yang selalu terngiang-ngiang di kepalanya saat berkelana dari satu kota ke kota lainnya, yaitu impiannya membangun sebuah gubuk kecil untuk sang istri dan kedua buah hatinya.

"Saya sekeluarga itu belum punya rumah di kampung, mas. Makanya saya pengen sekali bangun gubuk untuk istri dan anak-anak. Kecil pun tak apa, yang penting ada tempat untuk bersandar dan melepas lelah bersama keluarga," ucapnya tertegun.

Pak Dede berharap, dengan sisa waktu menjelang HUT kemerdekaan ini, hasil penjualan dagangannya bisa meningkat sehingga impiannya membangun gubuk untuk keluarga kecilnya dapat tercapai.

"Semoga dengan waktu yang masih tersisa sekitar berapa hari lagi, pembeli bisa makin bertambah agar cita-cita saya bangun gubuk untuk istri dan anak-anak bisa tercapai tahun ini," tuturnya penuh doa.

Perjuangan Pak Dede bagi keluarga tentunya sangatlah besar dan tidak mudah dijalani oleh orang-orang pada umumnya.

Bayangkan saja, dengan hasil yang tak seberapa, ia rela berjalan kaki setiap harinya mengelilingi sudut-sudut kota.

Bahkan dengan cuaca yang tak menentu pun ia setia menanti para pembeli bendera dan umbul-umbul dari bawah atap kecil yang terbuat dari spanduk bekas itu.

Inilah contoh nyata pejuang sejati masa kini yang senantiasa merawat kehidupan dan memupuk rasa cinta pada keluarga. (Ade)

Warga Padati Pembukaan Pasar Malam Di Keppi

Ribuan masyarakat Keppi saat menghadiri pembukaan pasar malam, Selasa (9/8/2022)

MAPPI, BM

Pembukaan Pasar Malam di Kota Keppi Kabupaten Mappi dalam rangka memeriahkan (Hari Ulang Tahun) RI ke-77 Tahun 2022 dibanjiri masyarakat.

Pasar malam ini lokasinya di depan halaman kantor Distrik Obaa dan dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mappi, Mauridsius Kabagaimu, Selasa (9/8/2022) sore.

Pelaksanaan kegiatan pasar malam akan berlangsung mulai tanggal 09 Agustus hingga 14 Agustus mendatang.

Mauridsius mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memeriahkan kegiatan ini guna membangkitkan ekonomi masyarakat setelah dilanda pandemi Covid -19.

"Sesuatu yang patut kita syukuri, karena kita ketahui bersama selama dua tahun aktivitas kita dibatasi oleh pandemi Covid-19. Namun dengan semangat yang luar biasa, untuk menuju pada perubahan dan kemajuan, tentu kita yakin dan percaya bahwa secara bersama dapat mewujudkan perubahan dan kemajuan untuk menjadi yang lebih baik," ungkapnya.

Ia menuturkan, adanya pasar malam akan membuka peluang untuk melakukan transaksi perekonomian khusus bagi mama-mama Papua.

Hal ini karena stand jualan yang disiapkan oleh panitia lebih khusus diperuntukan bagi mama -mama Papua untuk berjualan.

"Saya berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, aman dan tertib sehingga kita semua bisa merasakan manfaat dari kegiatan ini. Ini juga hiburan bagi masyarakat," ujarnya.

Ia menegaskan, keamanan dan kelancaran kegiatan bukan hanya tanggungjawab TNI/Polri saja melainkan peran serta masyarakat.

Sementara itu puncak dari seluruh rangkaian kegiatan pasar malam dan hiburan rakyat serta segala jenis perlombaan dan kegiatan lainnya terjadi pada upacara HUT RI ke-77 tahun 2022.

"Oleh sebab itu saya mengajak kita semua, agar dengan tema HUT RI ke-77 Tahun 2022 yakni pulih lebih cepat bangkit lebih kuat, tentu kita harus membuktikan bahwa Kabupaten Mappi bisa dan kuat, " tuturnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi kegiatan pada Selasa malam tampak sejumlah mama -mama Papua menjajakan barang dagangan mereka di lapak yang telah disiapkan oleh Panitia. Di lapak tersebut mereka memasarkan berbagai makanan termasuk makanan khas kabupaten Mappi serta oleh-oleh khas Papua lainnya. (Red)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top