Ekonomi dan Pembangunan

Retribusi Pasar Sentral Alami Kenaikan Capai Rp8 Juta Sehari

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika, Sabelina Fitriani,

MIMIKA, BM

Penerimaan retribusi pasar sentral melonjak dari sebelumnya sekitar Rp4-5 juta per hari, kini penerimaan bisa mencapai Rp7-8 juta.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Sabelina Fitriani, mengatakan kenaikan tersebut terjadi seiring meningkatnya aktivitas di kawasan pasar.

“Yang tadinya sekitar Rp4-5 juta per hari, sekarang kita bisa naik sampai Rp7-8 juta per hari,” kata Sabelina saat ditemui di Hotel Grand Tembaga, Senin (21/9/2026).

Sabelina menambahkan, dengan adanya lonjakan penerimaan harian ini tentu target retribusi pasar bisa capai sebesar Rp2,2 miliar.

"Kami optimis bisa capai target Rp2, 2 miliar. Bahkan, angka tersebut sudah dapat dicapai pada November dan melampauinya pada Desember. Harapannya di Desember kita bisa over target,” ujarnya.

Menurut Sabelina, peningkatan penerimaan hingga Rp7-8 juta per hari menjadi indikator bahwa aktivitas ekonomi di kawasan pasar mulai bergerak.

Ia memperkirakan tren tersebut masih akan berlanjut hingga akhir tahun. Karena itu, dirinya optimistis penerimaan retribusi pasar dapat melampaui target Rp2,2 miliar.

“Saya optimis bisa over target di bulan Desember, bahkan di awal Desember,” katanya.

Selain retribusi lapak dan los, pengelolaan sampah juga menjadi salah satu komponen penerimaan di kawasan pasar. Pedagang atau pengguna lapak yang dikenakan retribusi turut membayar komponen pengelolaan sampah.

“Yang ada retribusi lapak itu mereka bayar juga dengan sampahnya,”tuturnya.

Ia berharap peningkatan penerimaan tersebut tidak hanya terjadi dalam hitungan hari, tetapi menjadi tren hingga penghujung 2026.

"Dengan begitu, target Rp2,2 miliar tidak sekadar tercapai, melainkan berpotensi terlampaui," ungkapnya. (Shanty Sang)

Gandeng Ariel, Telkomsel Luncurkan Halo Optima untuk Maksimalkan Digital Lifestyle Pelanggan

Peluncuran Halo Optima bersama Brand Ambassador Ariel

MIMIKA, BM

Telkomsel meluncurkan Halo Optima, evolusi terbaru layanan pascabayar Telkomsel Halo yang menggabungkan kuota besar, konektivitas andal, serta pilihan benefit digital yang relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup pelanggan.

Melalui Halo Optima, pelanggan kini dapat menikmati paket yang semakin lengkap dengan kuota hingga 2.000 GB, alokasi telepon dan SMS yang lebih besar, serta beragam layanan hiburan digital dalam satu paket.

Halo Optima hadir dalam berbagai pilihan paket, mulai dari Halo Optima 100K dengan 70 GB internet, 200 menit telepon, 200 SMS, dan 1GB kuota roaming, hingga Halo Optima 1500K dengan 2.000 GB internet, 2.000 menit telepon, 2.000 SMS, dan 50 GB kuota roaming per bulan.

Paket juga dilengkapi berbagai manfaat tambahan, seperti kuota roaming yang dapat digunakan di lebih dari 150 negara, perlindungan anti-scam dan anti-spam melalui SISCAMLING Pro, akses Jaringan Prioritas, serta layanan prioritas di GraPARI dan Call Center 188.

Pelanggan juga dapat memilih paket Halo Optima yang telah menyertakan akses ke berbagai layanan digital terkemuka, seperti Netflix, Spotify, Prime Video, Vidio, hingga YouTube Premium. Untuk memberikan fleksibilitas yang lebih besar, Halo Optima turut menghadirkan beragam extra benefit yang dapat dipilih sesuai kebutuhan pelanggan, termasuk WeTV, iQIYI, dan layanan digital lainnya.

Semua paket Halo Optima bisa mendapatkan extra benefit sesuai dengan paket yang dipilh.

VP Mobile Product Marketing Telkomsel, Adhi Putranto, mengatakan, Kebutuhan pelanggan terhadap layanan digital terus berkembang. Mereka membutuhkan konektivitas yang andal sekaligus manfaat yang relevan dengan aktivitas sehari-hari. Halo Optima hadir sebagai solusi pascabayar yang memberikan nilai tambah melalui kombinasi kuota besar, layanan digital pilihan, dan kenyamanan dalam satu paket.

"Dengan jaringan terbaik Telkomsel serta berbagai benefit yang semakin personal, kami berharap pelanggan dapat memaksimalkan setiap momen dan aktivitas digital mereka," Kata Adhi melalui rilis yang diterima Berita Mimika.

Peluncuran Halo Optima semakin memperkuat posisi Telkomsel Halo sebagai layanan pascabayar yang menghadirkan lebih dari sekadar konektivitas. Dengan dukungan jaringan broadband terdepan dan terluas Telkomsel, pelanggan dapat menikmati pengalaman digital yang lebih lancar untuk bekerja, belajar, berkreasi, hingga menikmati hiburan.

Mengusung tema "Halo, Nyatanya Lebih", kampanye ini menerjemahkan brand promise Telkomsel Halo, "More in Every Way", ke dalam pengalaman yang dapat dirasakan langsung oleh pelanggan. Melalui Halo Optima, pelanggan dapat menikmati lebih banyak nilai tambah, kenyamanan dan benefit digital dalam satu ekosistem layanan.

Sebagai bagian dari kampanye tersebut, Telkomsel menggandeng Nazril Irham (Ariel) sebagai Brand Ambassador Halo Optima.

Dikenal luas melalui karya musiknya serta berbagai aktivitas yang dijalaninya, Ariel merepresentasikan sosok yang konsisten, relevan, dan terus berkembang seiring waktu.

"Karakter tersebut mencerminkan semangat Halo Optima dalam menghadirkan lebih dari sekadar konektivitas, melalui berbagai manfaat yang relevan dengan gaya hidup digital mereka.
Pelanggan dapat memilih Halo Optima melalui aplikasi MyTelkomsel, GraPARI, atau mengunjungi www.telkomsel.com/halo untuk menemukan paket yang paling sesuai dengan kebutuhan," ungkapnya. (Shanty Sang)

Pertamina Perkuat Pengawasan BBM Subsidi, 19 SPBU di Papua Maluku Diberikan Sanksi

Salah satu SPBU yang ditutup sementara

MIMIKA, BM

PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku telah melakukan pembinaan terhadap 19 SPBU yang tersebar di wilayah Papua dan Maluku selama periode bulan Januari hingga Agustus 2026.

Langkah nyata tersebut merupakan komitmen PT Pertamina Patra Niaga dalam melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap operasional serta pelayanan SPBU dalam penyaluran BBM bersubsidi.

Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, mengatakan pembinaan yang dilakukan merupakan bagian dari upaya Pertamina memastikan seluruh lembaga penyalur menjalankan kegiatan operasional dan memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan standar serta ketentuan yang berlaku.

“BBM bersubsidi merupakan komoditas yang diperuntukkan bagi masyarakat sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, penyaluran harus dilakukan secara tertib, tepat sasaran dan sesuai aturan,"kata Ispiani.

Ispiani mengatakan, pembinaan SPBU merupakan bagian dari pengawasan dan evaluasi yang kami lakukan untuk menjaga kepatuhan dalam penyaluran BBM bersubsidi sekaligus memastikan kualitas pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.

Ia menjelaskan bahwa 19 SPBU tersebut diberikan pembinaan berupa penghentian sementara distribusi Pertalite maupun Biosolar sesuai pelanggaran yang dilakukan dalam periode waktu tertentu.

Dari 19 SPBU tersebut tersebar antara lain 2 SPBU di Kota Jayapura, 4 SPBU di Kota Sorong, 2 SPBU di Kabupaten Lanny Jaya, 1 SPBU di Kabupaten Merauke, 2 SPBU di Kabupaten Mimika, 1 SPBU di Kabupaten Puncak Jaya, 1 SPBU di Kabupaten Nabire, 1 SPBU di Kabupaten Halmahera Selatan dan 5 SPBU di Kota Ambon.

“Kami ingin memastikan setiap SPBU yang mendapatkan pembinaan benar-benar melakukan perbaikan agar seluruh SPBU tersebut dapat melakukan pelayanan yang baik, menjalankan operasional secara tertib dan memberikan rasa aman serta nyaman kepada konsumen. Karena itu, setelah tindakan diberikan, Pertamina Patra Niaga tetap melakukan monitoring terhadap tindak lanjut yang dilakukan oleh pengelola SPBU,”ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Pertamina Patra Niaga akan terus melakukan pengawasan terhadap lembaga penyalur di seluruh wilayah Papua Maluku. Hal ini menjadi komitmen perusahaan yang ditugaskan menyalurkan BBM subsidi agar setiap penyaluran kepada masyarakat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Proses pengawasan pun tidak dapat kami lakukan sendiri, Pertamina Patra Niaga selalu terbuka terhadap informasi dari masyarakat. Apabila ada pelayanan atau proses penyaluran BBM di SPBU yang dinilai tidak sesuai, masyarakat dapat menyampaikannya melalui Pertamina Contact Center 135. Informasi tersebut akan kami tindak lanjuti sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas pelayanan,”pungkasnya. (Shanty Sang)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top