Ekonomi dan Pembangunan

Dukung Pencegahan Wabah Covid 19, Sejak 26 Maret PTFI Sudah Hentikan Layanan Penerbangan Untuk Karyawan

PTFI rutin lakukan penyemprotan desinfektan di pesawat

MIMIKA, BM

PT Freeport Indonesia (PTFI) sejak 26 Maret lalu telah mengambil langka tegas guna mendukung Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika dalam memerangi Covid-19.

PTFI secara resmi telah menghentikan sementara pelayanan penerbangan penumpang Airfast ke Timika.

Langkah ini diambil PTFI untuk melindungi tenaga kerja dan komunitas serta masyarakat Mimika dari sumber-sumber potensial penularan Corona Virus.

Selain itu, PTFI juga membatasi perjalanan masuk atau kunjungan ke area proyek serta membatasi pergerakan para personil dari Dataran Rendah ke Dataran Tinggi.

“Kami sudah lakukan penghentian sejak 26 Maret lalu. Namun penerbangan cargo, pengangkutan tenaga medis, pengiriman sampel darah dan aspek medis lainnya tetap kami lakukan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, komunitas serta karyawan di Timika dan Tembagapura. Kita lakukan ini dengan memaksimalkan protokol kesehatan setempat,” ungkap VP Corporate Communication PT Freeport Indonesia Riza Pratama.

Ia mengatakan penerbangan ke luar Timika dilakukan hanya untuk tujuan evakuasi dengan alasan medis yang direkomendasikan oleh dokter. Hal ini pun telah mendapatkan izin dari pemerintah daerah.

“Jadi sejak 26 Maret kami sudah menghentikan pembelian atau pemesanan tiket pesawat ke Timika bagi para karyawan, kontraktor dan anggota keluarga yang datang ke area proyek PTFI dengan maskapai komersial,” ujarnya.

Riza Pratama menegaskan, langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap arahan dan kebijakan Bupati Mimika dalam mencegah, mengendalikan, serta menanggulangi Covid-19 di Kabupaten Mimika.

“Covid-19 merupakan sebuah pandemi yang membutuhkan kolaborasi semua pihak dalam pengendaliannya. Kami sangat mendukung kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dan siap berpartisipasi di dalamnya. Kami terus memantau perkembangan situasi dan mengevaluasi kemungkinan memperpanjang tanggal penghentian penerbangan penumpang, dengan terus berkoordinasi bersama pemerintah. Namun, selama periode tersebut, pesawat Airfast tetap kami siapkan untuk kebutuhan evakuasi, apabila diperlukan.” Jelasnya.

Guna memastikan penerbangan cargo, medis, dan evakuasi yang menggunakan Airfast dilakukan secara aman, PT Freeport Indonesia melipatgandakan prosedur keamanan dan kebersihan pesawat.

Beberapa di antaranya adalah dengan menyemprotkan disinfektan pada cargo yang dibawa, melakukan pengukuran suhu tubuh pada seluruh pihak yang terlibat di dalam proses penerbangan dan membekali para awak penerbangan dengan alat perlindungan diri yang lengkap.

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob kepada media juga membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan apa yang dilakukan PT Freeprot Indonesia merupakan bentuk nyata dukungan perusahan terhadap daerah dalam memutus mata rantai penyebaran Virus Corona.

“Benar bahwa Airfast milik PT Freeport Indonesia dan seluruh pesawat komersil lainnya sudah tidak lagi mengangkut penumpang ke dan dari Timika sejak akhir Maret lalu. Pemerintah pusat juga telah terinformasikan dan menyetujui kebijakan penghentian penerbangan penumpang ini. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penerapan kebijakan yang ada. Mari kita fokus untuk melakukan upaya pencegahan, pengendalian, dan penanggulangan Covid-19 di Mimika secara bersama-sama dan bergandengan tangan,” harap Wabup John. (Ronald)

Vebian Magal Umumkan 13 Kepala Divisi Beserta 24 Staf Karyawan YPMAK Terpilih


Direktur Vebian Magal saat memberikan keterangan pers

MIMIKA, BM

Direktur Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amunge dan Kamoro (YPMAK), Vebian Magal mengumumkan 37 karyawan terpilih YPMAK, bertempat di Multi Purpose Community Centre (MPCC) Selasa (31/3).

Ia menjelaskan, proses seleksi karyawan dilakukan sejak bulan lalu oleh mitra penyelenggara seleksi atau perekrutan. Dari sekian banyak pelamar terpilih 37 karyawan yang terdiri dari 13 kepala divisi dan 24 staf.

"Sebenarnya kemarin hasilnya ada, tapi saya harus koordinasi dengan badan pengurus dan tim 11 selaku panitia yang ada di internal untuk membantu premisis konsultan untuk perekrutan dan hasil yang keluar sesuai kebutuhan yayasan," katanya.

Sambung Vebian, dari 37 karyawan tersebut 46 persen merupakan suku asli Amungme dan Kamoro, 19 persen lima suku kerabatan, 19 persen Papua dan 16 persen merupakan Non Papua.

"Harapan kami semua pihak dapat menerima hasilnya, karena banyak yang berbondong-bondong ikut seleksi semua sesuai kebutuhan yayasan. Status Lembaga Pengembangan Masyaralat Amungme Kamoro (LPMAK) kemarin dikerjakan oleh 134 karyawan, tetapi kemudian lembaga berubah menjadi yayasan dan sifatnya yayasan donatur bukan penyelenggara program sehingga harus mengurangi menjadi 37," jelasnya.

Meski demikian direktur yang terpilih 22 November 2019 ini meyakinkan bahwa mereka akan dapat bekerja dan memberikan kontribusi dengan baik dikarenakan yayasan hanya melaksanakan perencanaan, fungsi anggaran dan pengawasan, sementara programnya diselenggarakan oleh mitra bukan yayasan.

"Skema berubah tetapi fokus pelayanannya tetap pada masyarakat di tiga bidang utama yakni pendidikan, kesehatan dan ekonomi," imbuhnya.

Ia menuturkan para karyawan merupakan eks LPMAK dan karyawan baru. Mereka dapat langsung diaktifkan sambil menyusul tes kesehatan.

YPMAK bukan penyelenggara program lagi melainkan mitra penyelenggara program sehingga untuk peluang kerja ada pada mitra penyelenggara seleksi atau perekrutan.

"Kami harapkan mereka harus lihat baik dan menerima keputusan ini kemudian mendukung semua proses yang ada," harapnya.

Berikut daftar nama 37 Karyawan YPMAK :
1. Janis Miagoni (Staf Admin Direktur)
2. Kristianus Ukago (Staf Khusus Kemitraan)
3. Onny Wiranda (Staf Khusus Kemitraan)
4. Robertho Kailey (Staf Admin Wakil Direktur)
5. Yeremias Isak Imbiri (Kepala Divisi SDM)
6. Oktovina Veggi Ukapoka (Staf Personalia)
7. Agustinus F. Takati (Staf Pengembangan dan Hubungan Industrial)
8. Ronaldus Ningmabin (Staf Legal)
9. Yohanis Agustinus Tipagau (Kepala Divisi Rumah Tangga)
10. John R. Ohowirin (Staf Maintenance dan Safety)
11. Brigida Cresentia Aim (Staf Pengadaan dan Ticketing)
12. Aji Pramudianto (Kepala Divisi IT)
13. Kefas Kegakoto (Staf IT)
14. Feri Magai Uamang (Kepala Divisi Humas)
15. Martinus Pigome (Staf Publikasi)
16. Irma Siep (Staf Admin Wakil Direktur)
17. Edison Wanggai (Kepala Divisi Keuangan dan Akuntansi)
18. Fransinety Fatin Tiwow (Staf Pembayaran)
19. Sisko Situmorang (Staf Field Audit)
20. Rudolf Wantik (Staf Pembukuan dan Piutang)
21. Marice Ludia Korwa (Staf Admin Wakil Direktur)
22. Fransiskus X Wanmang (Kepala Divisi Program Pendidikan)
23. Fredy Matamoka (Staf Program Perencana Pendidikan)
24. Susana Horik (Staf Program Perencana Pendidikan)
25. Hengky Wonsiwor (Kepala Divisi Program Kesehatan)
26. Gracia Dolce Clara Leisubun (Staf Program Perencana Kesehatan)
27. Marina Beanal (Staf Program Perencana Kesehatan)
28. Billy Enerson Korwa (Kepala Divisi Program Sosial Ekonomi)
29. F. Dwijayanti Sianipar (Staf Program Perencanaan Sosial Ekonomi)
30. Niked Godfrika Keiya (Staf Program Perencanaan Sosial Ekonomi)
31. Novita Christin Rumboirusi (Staf Admin Wakil Direktur)
32. Dionisius Lewi Burdam (Kepala Divisi Program Monitoring dan Evaluasi Pendidikan)
33. Bernardus Thomas Sirwutubun (Staf Program Monitoring dan Evaluasi Pendidikan)
34. Riana Wadibar (Kepala Divisi Program Monitoring dan Evaluasi Kesehatan)
35. Lambertinus Hendrikus Moyao (Staf Program Monitoring dan Evaluasi Kesehatan)
36. Bernadetta Tarigan (Kepala Divisi Program Monitoring dan Evaluasi Sosial dan Ekonomi)
37. Ester Rika Agustina Komber (Staf Program Monitoring dan Evaluasi Sosial dan Ekonomi).
(Elfrida)

BRI dan Pegadaian Ubah Jam Operasional Ikuti Instruksi Pemerintah

Kantor Bank BRI Jalan Budi Utomo

MIMIKA, BM

Mengantisipasi penyebaran Virus Corona (COVID-19) dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Kabupaten Mimika yakni Bank BRI dan Pegadaian mulai mengubah jam layanan operasional.

Hal tersebut merujuk pada instruksi Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika yang membatasi jam operasinal baik toko, supermarket, pasar juga bank serta kantor-kantor.

Bank BRI mengubah jam layanan kas mulai pukul 09.00-14.00 Wit dan pelayanan nasabah sampai pukul 15.00 Wit. Operasional ini mulai berlaku sejak hari ini, Senin (30/3) kemarin sampai Kamis (9/4).

Namun, dengan perubahan jam layanan ini Bank BRI menyarankan nasabahnya untuk memanfaatkan layanan perbankan dari rumah melalui aplikasi BRI seperti BRIMo, Mobile Banking, Internet Banking dan LinkAja.

Kepala BRI Sukarno saat dihubungi BeritaMimika mengaku mengubah jam operasional dengan mengikuti instruksi pemerintah guba keamanan bersama serta menghindari kontak fisik dengan pihak luar.

Menurutnya dengan adanya digitalisasi perbankan diharapkan memudahkan masyarakat atau nasabah dalam mengakses layanan perbankan.

"Nasabah dapat mengakseanya melalui Webb Ib.bri.go.id atau smartphone dengan aplikasi Brimo, Mobil Banking, Internet Banking untuk transaksi non tunai sedangkan untuk transaksi tunai nasabah disarankan untuk datang ke Agen Beilink, ATM atau CRM,"tutup Sukarno.

Untuk Kantor Pegadaian, pelayanan hari Senin-Jumat dimulai pukul 09.00-14.00 Wit. Khusus hari Sabtu hanya sampai pukul 12.00 Wit. Layanan ini sudah berlaku sejak tanggal 23 yang lalu sampai tanggal 2 April mendatang.

Untuk memudahkan seluruh nasabah dalam melakukan transaksi baik perpanjangan, cicilan, tebus dan membayar angsuran, Pegadaian menyarankan nasabah untuk melakukannya secara online melalui aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS).

“Jadi kita kurangi jam layanan tatap muka tetapi nasabah tidak perlu khawatir karena kita juga punya aplikasi online jadi silakan manfaatkan itu. Pelayanan kita melalui PDS bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja, apalagi sekarang pemerintah minta kita yang tidak memiliki kepentingan keluar rumah untuk tetap di rumah,” tutur Kepala Pegadaian Cabang Timika, Sambud Hendrik Tooy saat dihubungi BeritaMimika, Senin (30/3) kemarin. (Shanty

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top