Ekonomi dan Pembangunan

PARADE FOTO : Peresmian Pusat Oleh-oleh UMKM Mimika

MIMIKA, BM

Akhirnya Mimika kini memiliki tempat yang menjadi pusat oleh-oleh UMKM. Keberadaan Pusat Oleh-oleh UMKM Mimika ini merupakan terobosan baru kolaborasi Pemda Mimika, Kadin dan Bank BRI dalam rangka mengembangkan usaha perekonomian kecil dan menengah.

Tempat Pusat Oleh-oleh UMKM diresmikan oleh Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob, didampingi Ibu Susi Rettob dan Ketua Kadin Mimika, Bram Raweyai di Hotel Cenderawasih 66, Sabtu (5/11).

Berikut ini adalah beberapa momen pilihan yang diabadikan Beritamimika dalam bentuk parade foto.

Foto : Ignasius Istanto (BeritaMimika)

Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob bersama Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra dan Pj Sekda Mimika, Petrus Yumte serta tamu undangan saat menghadiri acara peresmian Pusat Oleh-oleh UMKM

Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob saat memberikan sambutan

Ketua Kadin Mimika, Abraham Raweyai saat memberikan sambutan

Peresmian Pusat Oleh Oleh UMKM yang ditandai pengguntingan pita oleh Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob

Terlihat Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob saat membagikan prodak kemasan keripik tambelo kepada tamu undangan

Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob didampingi Ibu Susi Rettob bersama Ketua Kadin Mimika, Abraham Raweyai saat melihat hasil-hasil produk UMKM

Kepala BRI Cabang Timika secara simbolis memberikan KRIS (metode pembayaran digital) kepada Ketua umum UMKM

Plt Bupati Mimika didampingi sang istri Ibu Susi Rettob berfoto bersama dengan pelaku UMKM

Ketua Kadin,Mimika, Abraham Raweyai saat memberikan sebuah lukisan kepada Plt Bupati Mimika

Oktober 2022 Inflasi Kota Timika 0,73 Persen, Ini Lima Komoditas Pendorong Tertinggi


Ilustrasi inflasi (Foto Google)

MIMIKA, BM

Badan Pusat Statistik Kabupaten Mimika mencatat bahwa inflasi di Kota Timika pada bulan Oktober 2022 sebesar 0,73 persen. Sementara inflasi tahun kalender sebesar 4,84 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 6,2 persen.

Hal itu disampaikan oleh Statistisi Ahli Pertama BPS Kabupaten Mimika, Barbara C. Barends melalui rilis berita resmi statistik yang diunggah pada kanal YouTube BPS Mimika (Official), Rabu (2/11/2022).

"Jika dilihat dari perbandingan tiga tahun terakhir untuk bulan Oktober, tahun 2020 terjadi inflasi sebesar 0,24 persen, tahun 2021 terjadi deflasi sebesar 0,13 persen, dan tahun 2022 terjadi inflasi sebesar 0,73 persen," ujar Barbara.

Lebih lanjut disebutkan bahwa ada lima komoditas pendukung yang memberikan sumbangan tertinggi terjadinya inflasi di Kota Timika, yakni bensin sebesar 0,5148 persen, beras sebesar 0,2375 persen, angkutan udara sebesar 0,1372 persen, pasir sebesar 0,0901 persen, dan rokok filter sebesar 0,048 persen.

"Sedangkan komoditas penyumbang tertinggi deflasi untuk bulan Oktober 2022, diantaranya minyak goreng sebesar -0,1775 persen, bawang merah sebesar -0,1489 persen, kangkung sebesar -0,1029 persen, air kemasan sebesar -0,0938 persen, dan ikan mumar sebesar -0,0701 persen," paparnya.

Adapun beberapa sumbangan kelompok pengeluaran terhadap inflasi, dimulai dari yang tertinggi yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil inflasi sebesar 0,398 persen, kelompok transportasi sebesar 0,1852 persen, dan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,1043 persen.

"Kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran juga memberikan andil inflasi sebesar 0,0336 persen, kelompok perlengkapan peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga memberikan sebesar 0,0139 persen, dan kelompok rekreasi olahraga dan budaya sebesar 0,01 persen," terangnya.

Kemudian terdapat dua sumbangan kelompok pengeluaran yang memberikan andil deflasi, yakni kelompok kesehatan sebesar -0,0125 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar -0,0091 persen.

"Sedangkan kelompok pakaian dan alas kaki, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, dan kelompok pendidikan tidak memberikan andil terhadap inflasi maupun deflasi," pungkasnya. (Endy Langobelen)

Genjot Sektor Perekonomian, Pusat Oleh-oleh UMKM Resmi Dibuka : Kolaborasi Pemda, Kadin dan BRI

Didampingi Ibu Susi Rettob, Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob saat menggunting pita sebagai tanda resminya dibuka Pusat Oleh Oleh UMKM

MIMIKA, BM

Salah satu usaha atau langkah Pemerintah Kabupaten Mimika untuk menjawab kesulitan dalam pemasaran bagi pelaku UMKM di Mimika akhirnya terjawab sudah dengan berdirinya pusat oleh-oleh UMKM.

Tempat pusat oleh-oleh UMKM yang diresmikan oleh Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob, Sabtu (5/11) itu berada di Hotel Cenderawasih 66, dan ini merupakan kerjasama antara Pemda, Kadin Mimika dan Bank BRI.

Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob seusai kegiatan menjelaskan bahwa apa yang sudah dilakukan ini merupakan wujud nyata dari mimpi selama ini.

"Sebenarnya muncul ide untuk membantu UMKM ini saat saya kumpulkan pimpinan OPD untuk rapat rumpun ekonomi. Ternyata saya tahu banyak yang sudah dilakukan tapi tumpang tindih sehingga tidak ada kelanjutan karena tidak ada marketingnya,"ungkapnya.

Oleh karena itu untuk membantu pelaku UMKM yang sudah lama berusaha, kata Plt bupati dibuatlah kegiatan vestifal dengan tujuan bagaimana mencari marketingnya.

"Jadi begitu kita buat pada saat vestifal ternyata banyak sekali yang tertarik dan saya merasa bahwa kegiatan ini berhasil, sehingga merangkul Kadin Mimika untuk bekerjasama memajukan UMKM. Saya bilang kita tidak bisa kerja sendiri, pemerintah cukup membina dan marketingnya kita serahkan ke orang lain,"kata John.

Lanjutnya, jika kekurangan modal maka pihak Bank dirangkul sehingga Bank yang akan melakukan pembinaaan secara berkelanjutan.

"Pemerintah akan berikan bantuan kepada bank dan bank yang akan lakukan pembinaan buat mereka. Jadi target kita mereka jadi pengusaha besar. Saya juga sudah membuat surat edaran kepada semua outlet restoran dan hotel supaya mereka siapkan tempat untuk pasang UMKM,"ujar John.

Iapun berharap pelaku UMKM sendiri dapat melengkapi semua perijinan dan kemasannya. Seperti ijin BPOM, ijin Kementerian Kesehatan, nomor prodak rumah tangga dan tercatat di E Katalog, serta daftarkan merk agar tidak bisa dipakai oleh orang lain sehingga ini menjadi hak patennya Mimika.

"Kami pemerintah mau bekerjasama tahun depan dan mau alokasikan anggaran untuk rumah produksi atau rumah pengolahan. Ini supaya produk-produk kita bukan tradisional lagi tapi sudah gunakan mesin. Pemerintah terus akan jadi pembina kepada UMKM supaya mereka berhasil," jelas John.

Sementara Ketua Kadin Mimika, Abraham Raweyai menyampaikan bahwa hari ini (kemarin-red) adalah hari bersejarah karena terlihat keseriusan pemerintah daerah untuk bagaimana merangkul UMKM.

"Makanya kita semangat bagaimana kadin tanggungjawab sebagai marketingnya UMKM. Kita lagi usulkan supaya Ramayana yang mau dibuka ini kalau bisa kulinernya dari Timika tidak boleh dari luar,"ungkapnya.

Sehingga dengan diberikan tanggungjawab sebagai marketing, dirinya mengajak semua hotel, bandara bahkan tempat hiburan malampun harus menjual barang-barang dari UMKM.

"Untuk saat ini pusat oleh-oleh UMKM sudah ada dua tempatnya. Kita target sampai bulan Desember itu 15 Outlet atau tempat penjualan barang-barang UMKM. Harapan kita sampai tahun depan pelaku UMKM sudah mandiri, yang penting mereka punya niat mau produksi kita dari Kadin siap pemasarannya,"kata Bram.

Ditambahkan Bram juga bahwa dengan kolaborasi sama pemerintah dengan pengusaha pasti perdagangan akan bagus dan ekonomi akan hidup.

"Sehingga dengan kolaborasi kita rencana akan buat rumah produksi yang layak, karena kalau ada rumah produksi kita bisa jual sampai diluar Timika,"tutupnya. (Ignasius Istanto)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top