Ekonomi dan Pembangunan

Ini Penyebab Mesin ATM Sering Bermasalah

Dua nasabah saat melakukan transaksi di mesin ATM setor tarik di Bank Mandiri

MIMIKA, BM

Mesin ATM sering mengalami gangguan, namun gangguan yang terjadi karena beberapa penyebab diantaranya gangguan komunikasi maupun uang tertahan di dalam mesin sampai kerusakan pada card rider.

Demikian dikatakan Kepala Bank Mandiri Cabang Timika, Andhika Andar Pribadi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (16/11/2022).

Andhika mengatakan, bahwa selama ada gangguan masalah pada mesin ATM akan selalu ada peringatan dari pusat ke setiap cabang untuk segera diperbaiki.

“Jadi kita itu ada yang maintanance dari pagi sampai batas jam 9 malam. Dan itu diperbaiki satu per satu, tidak sekaligus semua yang trouble langsung dikerjakan,” jelas Andhika.

Ia menjelaskan, setiap saat mesin ATM dalam kondisi masih trouble, pihak bank akan tetap diberi peringatan oleh pimpinan di Provinsi bahkan di pusat.

"Saat ini ada juga mesin ATM yang bisa setor tarik, dan itu memang sering terjadi trouble. Yang sekarang mesin setor tarik itu dia ada limit tarik, tapi disini kan orang lebih banyak tarik dari pada setor,” ungkapnya.

Sementara, untuk mintanance ada yang bisa dikerjakan langsung oleh petugas Bank Mandiri dan ada yang harus dilakukan oleh teknisi dari pihak ketiga.

Diketahui, saat ini ada 19 ATM yang ditangani oleh Bank Mandiri Cabang Timika yang tersebar mulai dari SP 2, SP1 sampai ke Mile 38.

"Ada juga sejumlah mesin ATM di beberapa lokasi yang ditangani oleh unit-unit mandiri seperti di Jalan Hasanuddin, Kuala Kencana maupun Tembagapura. ATM yang ada di dalam ini mau kita coba pindah keluar,” ujarnya.

Andhika menghimbau kepada masyarakat atau nasabah Bank Mandiri jika ingin melakukan transaksi bisa secara online dengan menggunakan Livin Mandiri.

"Sekarang sudah jaman digital, jadi baiknya untuk solusi agar terhindar dari gangguan mesin ATM bisa gunakan Livin Mandiri karena semua sudah lengkap, bisa transfer, bisa lakukan pembayaran maupun pembelian apapun dan lainnya," jelasnya.

"Dan kalaupun ada mesin ATM yang rusak dan tidak ingin antri maka bisa gunakan mesin ATM dari bank lain karena ATM Bank Mandiri adalah ATM Bersama. Hanya saja jika gunakan Mesin ATM bank lain akan dikenakan biaya," ungkapnya. (Shanty Sang

61 KK di Kelurahan Dingo Narama Terima Bansos Otsus


Foto bersama penyerahan bansos kepada masyarakat orang asli Papua di Kelurahan Dingo Narama, Selasa (15/11/2022)

MIMIKA, BM

Sebanyak 61 kepala keluarga di Kelurahan Dingo Narama, Distrik Mimika Baru menerima bantuan sosial berupa bahan makanan (bama) dari Dinas Sosial Kabupaten Mimika.

Kepala Kelurahan Dingo Narama, Oktovina Naa, S. IP, kepada wartawan mengatakan, bantuan sosial ini merupakan program Dinas Sosial yang bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus).

"Menurut informasi dan pertemuan yang kami ikuti, ini dari dana Otsus. Jadi, yang berhak menerima adalah orang asli papua dengan kriteria dia tidak kerja. Dan itu kita lihat berdasarkan NIK di Kartu Keluarga. Kita juga turun langsung cek," ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan, Selasa (15/11/2022) di Kantor Kelurahan Dingo Narama.

Pada kegiatan bansos ini, masyarakat diberikan bama berupa beras 25kg, minyak 5 liter, dan mie instan 1 karton.

"Kalau bicara dari hati, sebenarnya ini tidak cukup. Dana Otsus itu kan besar, jadi kalau cuma dikasih beras beginikan ya, mungkin ada telur lagi kah, atau apa kah," tutur Oktovina.

"Walaupun saya juga dari pemerintah, tetapi saya juga bicara sebagai bagian dari masyarakat. Daripada nanti cuma begini, terus nanti habis," imbuhnya.

Oktovina menyarankan, agar ke depannya bantuan diberikan dalam bentuk uang tunai sehingga bisa dipergunakan masyarakat sesuai kebutuhannya masing-masing.

"Uangnya dikasih melalui kantor pos kah atau di rekening kah, karena untuk gesekan pasti ada. Karena masyarakat Papua itu dia berhak dengan yang namanya Otsus. Jadi ke depan di tambahlah," tegasnya.

Dia juga berharap, bantuan semacam ini tidak hanya dilakukan diberikan di dalam kota saja, melainkan juga di kampung-kampung yang berada di pedalaman.

"Jangan cuma di kota saja yang kasih. Terutama itu yang di pedalaman sana. Data itu dikasih di pedalaman karena banyak orang di pedalaman sana yang tidak merasakan dana Otsus," pungkasnya.

Sementara itu, salah satu warga RT 9, Oda Sisilia Amareyau merasa beryukur dengan adanya program bantuan ini. Sebab, menurutnya dapat mengurangi beban kebutuhan sehari-hari.

"Terima kasih sudah kasih bantuan ini. Dengan bantuan ini mungkin kita bisa mengisi apa yang kurang di dalam rumah. Ya walaupun sebenarnya tidak mencukupi juga sehingga harapan ke depan ya mungkin bisa lebih lagi kah," ucapnya. (Endy Langobelen)

10 Persen Lagi Pasar Mapuru Jaya Rampung : Bulan Ini Rencananya Diserahkan

Tampak bangunan pasar tradisional yang sedang dibangun di Distrik Mimika Timur

MIMIKA, BM

Pembangunan Pasar Tradisional yang berlokasi di Kampung Muare, Distrik Mimika Timur telah mencapai 90 persen. Hal itu disampaikan Kepala Distrik Mimika Timur, Bakri Athoriq saat dihubungi via telpon, Jumat (11/11/2022).

"Dari pengamatan di lapangan, 90 persen sudah selesai. Parkirnya yang belum kami tata, tapi untuk bangunannya sudah tertata," ujarnya.

Bakri menuturkan, penyerahan pasar tradisional dari Disperindag Mimika kepada Pemerintah Distrik Mimika Timur ditargetkan dalam bulan ini.

"Tapi saya belum tahu tanggal pastinya kapan. Yang jelas bulan November ini sudah diserahkan. Dalam waktu dekat juga saya akan buat undian untuk yang kelola pasar," ungkapnya.

Dikatakan bahwa calon pengelola pasar diambil dari masyarakat kampung, organisasi masyarakat, dan pemilik tanah sebelumnya.

Dalam perencanaan, lanjut Bakri, pasar tersebut bakal dijadikan sebagai tempat transit hasil ikan dari Poumako.

Ikan-ikan yang tidak laku dijual pun akan disimpan pada freezer yang nantinya disediakan Distrik Mimika Timur agar kualitas ikan tidak menurun.

"Pasar ini juga bisa menjadi tempat transitnya masyarakat, baik masyarakat yang dari kota maupun dari pesisir," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Pasar Tradisional ini kurang lebih menyediakan 24 los. Adapun pihak-pihak yang mendapatkan jatah los diantaranya Pemerintah Distrik, kampung-kampung di Distrik Mimika Timur, Tim Penggerak PKK, Ormas KKJB dan KKSS.

"Kemudian khusus untuk pedagang basah itu satu kampung dia dapat satu baris. Itu bisa diisi tiga sampai empat penjual," jelasnya saat diwawancarai sebulan lalu di Hotel Grand Mozza, Timika.

Bakri berharap dengan kembalinya pengoperasian pasar Mapurujaya, perekonomian masyarakat di Distrik Mimika Timur dapat meningkat.

"Yang saya utamakan di sini adalah saya berharap bisa mengubah pendapatan ekonomi masyarakat di Distrik Mimika Timur," pungkasnya. (Endi Langobelen)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top