Ekonomi dan Pembangunan

Realisasi Penerimaan Bea Cukai Amamapare Over Target

 

Logo Kantor Bea Cukai (Foto Google)

MIMIKA, BM

Walau belum akhir tahun 2020, penerimaan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP C) Amamapare sudah over target.

Terhitung hingga akhir Agustus 2020, penerimaan Bea Cukai Amamapare sudah mencapai 113,82 persen atau Rp709,857,641,281 dari target yang ditetapkan.

Penerimaan sebesar ini didapatkan dari bea masuk (barang impor masuk), bea keluar (seperti konsentrat PTFI) serta pabean lainnya yakni bunga, sanksi administrasi dan denda.

Kepala Bea Cukai Amamapare, I Made Aryana melalui rilisnya yang diterima BeritaMimika, Jumat (25/9) menjelaskan penerimaan negara dari Bea Cukai Amamapare dari sektor pngutan bea masuk sebesar Rp67.383.593.000.

Sementara penerimaan bea keluar sebesar Rp 640.111.396.560 serta penerimaan pabean lainnya sebesar Rp2.362.651.721.

"Sehingga total penerimaan negara yang berhasil dikumpulkan oleh Bea Cukai Amamapare hingga 31 Agustus 2020 sebesar Rp 709.857.641.281," terangnya.

Meski telah mencapai target bahkan over target, namun terdapat restistusi per tanggal 31 Agustus 2020 sebesar Rp50.388.719.498 sehingga total penerimaan menjadi Rp659.468.921.783.

"Restitusi terjadi karena, hasil putusan keberatan atau banding oleh pengadilan pajak atas permohonan PT Freeport Indonesia. Alasannya karena terkait dengan pengenaan bea masuk atau bea keluar yang telah ditetapkan oleh Bea Cukai Amamapare,"ungkapnya.

Perlu diketahui tahun in target Bea Cukai Amamapare secara keseluruhan untuk penerimaan sebesar Rp579.399.956.546 yang terdiri atas target bea masuk Rp96.826.852.882 dan target bea keluar Rp482.573.103.664.
(Shanty

Komisi B Minta Disperindag Pastikan Semua Pedagang Memperoleh Tempat

Pasar Sentral Timika

MIMIKA, BM

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika diminta untuk memastikan bahwa semua pedagang yang dipindahkan ke Pasar Sentral, dapat memperoleh tempat untuk berjualan.

Pasalnya, pedagang sudah direlokasi namun tidak mendapatkan tempat maka mereka bisa saja kembali berjualan di pasar sebelumnya.

Hal ini diingatkan Ketua Komisi B DPRD Mimika, Rizal Pata'dan melalui sambungan telpon kepada BeritaMimika, Senin (14/9).

Ia mengatakan, apa yang dilakukan Disperindag dibawah kepemimpinan Michael R Go Marani harus didukung semua pihak, terutama pedagang karena relokasi merupakan kebijakan pemerintah daerah.

"Kami sangat setuju dan mendukung apa yang dilakukan kadis Disperindag karena pasar itu harus diterbitkan. Kita berharap mereka yang dipindahkan sudah disiapkan tempat dagang buat mereka sehingga tidak ada lagi masalah dan mereka kembali lagi ke tempat sebelumnya," ungkapnya.

Menurutnya, ketika semua disentralkan di satu pasar maka akan sangat menguntungkan bagi para pedagang karena semua orang akan mendatangi pasar tersebut untuk berbelanja.

"Ini juga tentunya memberikan kontribusi bagi daerah serta semua yang terlibat atau sebagai pelaku ekonomi. Jika semua satu tempat di Pasar Sentral maka semua akan fokus kesana," ujarnya.

Ia menambahkan, setelah pentaan pedagang dan penarikan retribusi pasar, hal selanjutnya yang harus diperhatikan Disperindag adalah penataan pasar secara proporsional.

"Secara teknis Disperindag sudah pasti memperhatikan semua ini namun kita harus ingatkan supaya pedagang bisa mendapat tempat sesuai apa yang mereka jual, baik ikan, pakaian maupun sayur-mayur," ungkapnya.

"Kami juga ketika sudah kembali, kami akan mengunjungi pasar untuk memastikan bahwa apakah semua sudah terkoordinir dengan baik atau tidak. Ini sudah menjadi atensi kami," ujarnya. (Rafael)

Akhirnya Pemda Mimika Berhasil Tertibkan Pedagang di eks Pasar Swadaya


Tim gabungan saat memberikan pemahaman kepada pedagang 

MIMIKA,BM

Setelah bertahun-tahun, para pedagang di eks Pasar Swadaya akhirnya dapat dipindahkan ke Pasar Sentral.

Pemindahan ini merupakan bukti keberhasilan pemerintah melalui tim gabungan yang yang terdiri atas Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Satpol PP, TNI/Polri dan Dinas Perhubungan.

Dibawah koordinator Kepala Dinas Perindag Mimika, Michael R Go Marani, pada Selasa lalu, tim gabungan telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang di Pasar Lama. Saat itu mereka dikasih kesempatan tiga hari agar segera pindah ke Pasar Sentral.

Dan pada hari ini, Jumat (11/9) merupakan hari terakhir sehingga tim gabungan langsung turun mulai menertibkan para pedagang.

Walaupun ada penolakan dari mama-mama Papua namun tim dapat mengatasinya dengan memberikan pemahaman yang baik sehingga pasa akhirnya semua pedagang dapat dipindahkan ke Pasar Sentral.

Di Pasar Sentral, Disperindag sudah menyiapkan dan membagi lapak untuk para pedagang yang direlokasi dari Pasar Lama.


Kepala Dinas Disperindag, Michael R Go Marani saat memberikan pemahaman kepada pedagang

Kepala Disperindag, Michael R Go Marani saat diwawancarai mengatakan, Disperindag sendiri sudah stand by di Pasar Lama dan mulai bekerja sejak pukul 05.00 Wit.

Mereka hadir duluan untuk melakukan blokade agar para pedagang yang hendak berjualan tidak mendapatkan akses itu.

"Kita sudah blok duluan sehingga tidak ada lagi yang masuk ke dalam Pasar Lama untuk melakukan aktifitas penjualan dan mereka semua yang ada kita sudah siapkan transportasi untuk diantar ke Pasar Sentral," jelasnya.

Gomar mengatakan, ketersediaan sarana dan prasarana di Pasar Sentral telah mumpuni terutama lapak dan meja jualan sehingga mereka ketika dipindahkan sudah langsung bisa berjualan di tempat-tempat yang telah tersedia.

Michael juga mengatakan, setelah fokus pada pedagang di Pasar Lama, selanjutnya mereka akan melakukan hal serupa terhadap pedagang-pedagang di Pasar Gorong-gorong.

"Kita sudah sepakati akan berlanjut terus sampai dengan bulan Desember dan di tahun 2021 akan berlanjut terus sehingga para pedagang yang ada di Pasar Lama maupun Gorong-gorong tidak boleh lagi melakukan aktifitas penjualan, semua harus kembali dan berpusat semua di Pasar Sentral. Kita menjaga untuk tidak kembali lagi dan tim gabungan sudah bersepakat untuk tetap menjaga dan melakukan pengawasan sampai dengan bulan Desember," jelasnya.


Transportasi telah disediakan untuk mengangkut pedagang ke Pasar Sentral

Lanjut Go Marani, pihaknya sudah melakukan sosialisasi 2 kali dan pada sosialisasi ke 2 juga sudah diberikan jangka waktu selama 3 hari untuk mengosongkan Pasar Lama dan Pasar Gorong-gorong.

Diharapkan juga, ada kesadaran pribadi dari para pedagang agar kembali untuk menempati lapak yang tersedia di Pasar Sentral karena sangat memadai.

"Khusus untuk gedung mama-mama Papua sangat memadai bahkan lebih. Saat ini kita belum bisa pastikan jumlah pedagang karena setiap hari selalu ada penambahan,"ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketertiban dan Ketrentaman Umum Dinas Satpol PP, Anton Bugaleng mengakui saat penertiban dilakukan terjadi pro dan kontra terlebih dari mama-mama Papua yang mana mereka mengeluhkan masalah transportasi. Namun, hal tersebut telah diakomodir oleh tim dan sudah disediakan transportasi untuk pedagang.

“Untuk membantu mengamankan ketertiban ini, kami Satpol PP menurunkan 30 orang, ditambah tim gabungan dari TNI-Polri, Dishub maupun Disperindag," ungkapnya. (Shanty)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top