Ekonomi dan Pembangunan

Hotel Horison Diana, Hadir Dengan Konsep "One Stop Service"

Press Confrence Soft Opening Hotel Horison Diana

MIMIKA, BM

PT Metropolitan Golden Managemen Horison Hotel Group dan PT Timika Hotelindo Jaya Sentosa resmi menambah satu lagi hotel di Timika yakni Hotel Horison Diana.

Tepat diulang tahun Diana Shopping Center yang ke-16 Tahun, Jumat (30/10) secara resmi dilangsungkan soft openingnya.

Hotel bintang tiga yang merupakan satu atap dengan Diana Shopping Center yang juga merupakan pusat perbelanjaan terbesar di Timika ini mengusung konsep "One Stop Service".

Owner Representatif, Lina mengatakan selain menjadi ikon Mimika, konsep hotel in menghadirkan suasana liburan karena satu atap dengan tempat shopping dan tempat bermain untuk anak-anak.

“Itu konsep yang kita tawarkan. Kitakan tahu sendiri kalau di Timika hiburan kurang, mau ke pantai saja jauh, tapi kalau masuk Diana berasa liburan karena sudah ada hotelnya dan tahun depan bioskop kita juga sudah jadi,” tutur Lina.

Diketahui, Hotel Horison Diana memiliki 110 kamar dengan 5 tipe yakni tipe deluxe, executive, junior suite, executive suiite dan jorison suite.

Selain itu, hotel ini juga dilengkapi dengan fasilitas free wifi, LED TV with international channels, swimming pool, fitness dan spa, Santan Restaurant, kurulu sky lounge dan car park area.

Hotel ini memiliki fasilitas banquet dan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) sebagai hotel bisnis yang sangat menunjang dengan adanya Grand Horison Ballroom berkapasitas sampai 500 orang.

Selain itu juga memiliki sembilan ruang meeting berkapasitas 30-150 orang dengan partisi dibuka dari ruang meeting 1-9 yang dapat difungsikan sesuai dengan kebutuhan.

Dengan menghadirkan 9 ruang meeting, jelas Lina, adalah jawaban atas tingginya kebutuhan, dimana Mimika adalah salah satu kabupaten yang sering dijadikan sebagai tempat pertemuan atau rapat oleh beberapa kabupaten tetangga.

Vice President of Operational & General Manager Quality Assurance, Ludi Suryadi mengatakan, Horison Diana tidak jauh berbeda dengan Horison Ultima. Sama-sama memiliki pelayanan yang sama, baik dari segi pelayanan kamar, makanan dan fasilitas standar pelayanan hotel.

Katanya,  perbedaan yang menonjol hanya pada konsep yang diusung Hotel Horison Diana yaitu one stop service yang mempermudah tamu untuk berbelanja dan menghibur diri serta keluarga dengan fasilitas yang disediakan Diana Shopping Center.

“Perbedaannya juga pada fasilitas bangunan dan level, kalau Horison Diana bintang tiga, Horison Ultima bintang empat,”ujarnya.

Dikatakan, Horison Diana juga memiliki satu produk yang tidak dimiliki Horison Ultima yang secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap penjualan yakni Sambal Diana Timika.

“Ini yang akan membuat orang untuk terus kembali. Bagi kami seseorang yang terpuaskan saat keluar dari hotel ini adalah ambassador kami di luar dan pastinya orang tersebut akan sangat merekomendasikan kami,” ungkapnya.  (Shanty)

Fraksi Gerindra Soroti Dana Pariwisata Rp28 Miliar Hanya Diberikan untuk Hotel Mozza


Ketua Fraksi Gerindra Mimika, Nurman S Karupukaro

MIMIKA, BM

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Mimika M Nurman Karupukaro mengatakan Pemda Mimika mendapat bantuan sebesar Rp28 miliar dari Kementerian Pariwisata.

Bantuan ini diberikan kepada seluruh sektor pariwisata termasuk perhotelan dan restoran sebagai subsidi akibat pandemi Covid-19. Diharapkan bantuan ini dapat meringankan dan memulihkan sektor pariwisata.

Namun sayangnya, dana yang seharusnya digunakan untuk membiayai kepentingan pariwisata ini dalam evaluasi APBD Perubahan Tahun Anggaran 2020, ditemukan hanya diperuntukan kepada salah satu hotel di Mimika.

Hal ini kemudian dipertanyakan dan diprotes oleh Fraksi Gerindra melalui Ketua Fraksi, Nurman S Karupukaro.

"Anggaran tambahan yang disampaikan pada saat itu oleh pemerintah yaitu 28 miliar dari kementrian pariwisata digunakan untuk memberikan subsidi terhadap pariwisata termasuk perhotelan, dan hotel yang dimaksud itu bukan hanya satu, apabila ada kegiatan maka pemerintah diwajibkan untuk semua hotel bukan Mozza saja," kata Nurman saat ditemui di ruang fraksi Gerindra kantor DPRD Mimika, Selasa (27/10).

Menurutnya, anggaran tersebut wajib di berikan kepada beberapa hotel lainnya juga di Mimika agar dapat mengimbangi biaya mereka di masa pandemi covid seperti saat ini, guna membantu pemulihan ekonomi mereka.

"Yang cukup kami sayangkan, tidak mengedepankan prioritas terhadap pengembalian ekonomi supaya ke depan ekonomi masyarakat kita tambah naik, tapi malah hal-hal tidak penting yang kita cari," sesalnya. (Rafael)

200-an Rumah Warga Kokonao Siap Dialiri Listrik

Pegawai PLN UP3 Timika

MIMIKA, BM

Sebanyak 200-an rumah warga di Kokonao, Distrik Mimika Barat dalam waktu dekat ini akan dialiri aliran listrik.

PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Timika sudah menyiapkan mesin dengan kapasitas 100 MW untuk menerangi wilayah Kokonao.

"Sudah ada dua mesin untuk Kokonao dan Agimuga tapi yang sudah ada titik terangnya dari Kokonao. Tapi tetap akan upayakan agar kedua kampung ini bisa sama-sama dialiri listrik dalam tahun ini,"tutur Manager PLN UP3 Timika, Martinus Pasensi saat diwawancarai, Senin (2/11).

Martinus mengatakan, untuk dua distrik ini pihaknya telah meminta pemerintah distrik baik Mimika Barat maupn Agimuga agar menyiapkan tenaga untuk di training guna menjalankan mesin tersebut.

"Harus ada operator untuk merawat dan menjalankan mesin. Makanya kami minta pihak distrik untuk siapkan tenaganya dan mereka juga yang harus siapkan insentifnya. Dari pihak Kokonao sudah siap karena mereka sudah dapat tenaganya yang juga adalah karyawan kami namun dia merupakan orang Kokonao,"kata Martinus.

Terkait dengan insentif operator, Martinus menjelaskan bahwa pihaknya tidak diperbolehkan merekrut dan memberikan gaji kepada operator karena dilarang dan telah ditetapkan melalui surat Direktur Keuangan PLN.

"PLN tidak bisa merekrut dan menggaji para pekerja yang ditraining itu. Maka jalan satu-satunya adalah meminta pihak pemerintah distrik," ujarnya.

Ia mengakui kedua distrik ini terutama Kokonao sangat intens berkoordinasi dengan PLN untuk bagaimana listrik bisa segera dipasok ke wilayah mereka.

Menurutnya, cara ini juga ditawarkan ke Kabupaten Asmat yang langsung diterima dan dilakukan serah terima operator (SLO).

"Kalau mau operasi tahun ini maka yang penting mereka siapkan orangnya terus kemudian mereka membiayai terlebih dahulu orang-orang tersebut, sampai operator kami benar-benar siap. Kasarnya begini, silakan digaji dulu,” jelasnya.

Sementara untuk BBM dan keperluan lainnya akan menjadi tanggungjawab PLN dan telah dimasukkan dalam perencanaan PLN tahun 2020.

Kepada BM, Martinus juga menjelaskan tentang rencana ran teknis pengaliran listrik nanti.

"Kita rencanakan menyala 6 jam dulu. Jadi jam 6 sore sampai jam 12 malam. Setelah itu bertahap kita naikan ke 18 jam. Ini kami lakukan untuk menyesuaikan dengan BBM dan operasional lainnya yang harus kami hitung," jelasnya.

Sementara, untuk mesin yang akan digunakan sudah tersedia dua unit dengan kapasitas 100 MW dan beban kebutuhan disana belum mencapai 100 MW.

"Listrik untuk Kokonao sudah siap, kemungkinan besar kokonao sudah fiks bisa menyala. Untuk Agimuga ini kami baru akan ketemu dan tawarkan seperti yang kita tawarkan ke Kokonao, kalau mereka mau, orang yang disiapkan di serahkan ke kita untuk ditraining kemudian siap,"ungkapnya. (Shanty)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top