Ekonomi dan Pembangunan

Amandus Gwijangge, Sosialisasi Covid-19 Sambil Bagi Sembako Untuk Masyarakat

Amandus Gwijangge saat memberikan sembako kepada seorang warga

MIMIKA,BM

Disaat seperti ini, kehadiran dan uluran tangan anggota DPRD untuk masyarakat Mimika, sangat dirindukan. Warga ingin melihat sejauh mana 35 anggota DPRD Mimika dapat berbuat lebih membantu mereka melewati badai ini, terutama di daerah pemilihan (dapil) masing-masing.

Beberapa anggota DPRD Mimika telah menunjukan kepedulian mereka kepada masyarakat diantaranya membagikan masker dan hand sanitzer termasuk bahan makanan secara cuma-cuma.

Hari ini, salah satu anggota DPRD Mimika dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Amandus Gwijangge menunjukan perhatiannya kepada masyarakat di Distrik Mapurujaya, yang merupakan dapilnya.

Amandus didampingi beberapa kerabatnya mendatangi langsung masyarakat sambil membagikan sembako dan masker. Bukan hanya itu, ia juga melakukan sosialisasi tentang pencegahan Covid-19 kepada masyarakat.

Amandus Gwijangge yang merupakan mantan wartawan Timika eXpress, saat dihubungi BeritaMimika, Senin (6/4) siang mengatakan, pandemi covid-19 membawah imbas besar kepada masyarakat. Terlebih, bagi masyarakat yang hanya mengandalkan penghasilan sehari-hari.

"Melihat kondisi itu saya merasa terpanggil untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak akibat wabah virus corona itu dengan bagi sembako, masker dan beri sosialisasi tentang pencegahan covid-19,"tutur Amandus.

Diakuinya dengan tetap berdiam diri di rumah membuat sebagian warta kesulitan mendapatkan penghasilan. Namun instruksi pemerintah daerah harus mereka taati demi memutuskan mata rantai penyebaran virus ini.

"Kami harap dapat membantu dan meringankan kesulitan yang mereka alami saat ini,” ujarnya.

Dalam sosialisasi yang diberikan, Amandus mengajak masyarakat untuk tetap di rumah, kurangi kegiatan di luar rumah, menghindari kerumunan warga, tidak berjabat tangan, menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta rutin mencuci tangan.

"Saya mengajak kepada seluruh masyarakat agar tetap mematuhi instruksi pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah agar tetap di rumah karena ini demi kebaikan kita semua. Tetap berdoa dan percaya bahwa Tuhan pasti akan memusnahkan virus ini,"ungkapnya. (Shanty

Dukung Pencegahan Wabah Covid 19, Sejak 26 Maret PTFI Sudah Hentikan Layanan Penerbangan Untuk Karyawan

PTFI rutin lakukan penyemprotan desinfektan di pesawat

MIMIKA, BM

PT Freeport Indonesia (PTFI) sejak 26 Maret lalu telah mengambil langka tegas guna mendukung Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika dalam memerangi Covid-19.

PTFI secara resmi telah menghentikan sementara pelayanan penerbangan penumpang Airfast ke Timika.

Langkah ini diambil PTFI untuk melindungi tenaga kerja dan komunitas serta masyarakat Mimika dari sumber-sumber potensial penularan Corona Virus.

Selain itu, PTFI juga membatasi perjalanan masuk atau kunjungan ke area proyek serta membatasi pergerakan para personil dari Dataran Rendah ke Dataran Tinggi.

“Kami sudah lakukan penghentian sejak 26 Maret lalu. Namun penerbangan cargo, pengangkutan tenaga medis, pengiriman sampel darah dan aspek medis lainnya tetap kami lakukan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, komunitas serta karyawan di Timika dan Tembagapura. Kita lakukan ini dengan memaksimalkan protokol kesehatan setempat,” ungkap VP Corporate Communication PT Freeport Indonesia Riza Pratama.

Ia mengatakan penerbangan ke luar Timika dilakukan hanya untuk tujuan evakuasi dengan alasan medis yang direkomendasikan oleh dokter. Hal ini pun telah mendapatkan izin dari pemerintah daerah.

“Jadi sejak 26 Maret kami sudah menghentikan pembelian atau pemesanan tiket pesawat ke Timika bagi para karyawan, kontraktor dan anggota keluarga yang datang ke area proyek PTFI dengan maskapai komersial,” ujarnya.

Riza Pratama menegaskan, langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap arahan dan kebijakan Bupati Mimika dalam mencegah, mengendalikan, serta menanggulangi Covid-19 di Kabupaten Mimika.

“Covid-19 merupakan sebuah pandemi yang membutuhkan kolaborasi semua pihak dalam pengendaliannya. Kami sangat mendukung kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dan siap berpartisipasi di dalamnya. Kami terus memantau perkembangan situasi dan mengevaluasi kemungkinan memperpanjang tanggal penghentian penerbangan penumpang, dengan terus berkoordinasi bersama pemerintah. Namun, selama periode tersebut, pesawat Airfast tetap kami siapkan untuk kebutuhan evakuasi, apabila diperlukan.” Jelasnya.

Guna memastikan penerbangan cargo, medis, dan evakuasi yang menggunakan Airfast dilakukan secara aman, PT Freeport Indonesia melipatgandakan prosedur keamanan dan kebersihan pesawat.

Beberapa di antaranya adalah dengan menyemprotkan disinfektan pada cargo yang dibawa, melakukan pengukuran suhu tubuh pada seluruh pihak yang terlibat di dalam proses penerbangan dan membekali para awak penerbangan dengan alat perlindungan diri yang lengkap.

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob kepada media juga membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan apa yang dilakukan PT Freeprot Indonesia merupakan bentuk nyata dukungan perusahan terhadap daerah dalam memutus mata rantai penyebaran Virus Corona.

“Benar bahwa Airfast milik PT Freeport Indonesia dan seluruh pesawat komersil lainnya sudah tidak lagi mengangkut penumpang ke dan dari Timika sejak akhir Maret lalu. Pemerintah pusat juga telah terinformasikan dan menyetujui kebijakan penghentian penerbangan penumpang ini. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penerapan kebijakan yang ada. Mari kita fokus untuk melakukan upaya pencegahan, pengendalian, dan penanggulangan Covid-19 di Mimika secara bersama-sama dan bergandengan tangan,” harap Wabup John. (Ronald)

Vebian Magal Umumkan 13 Kepala Divisi Beserta 24 Staf Karyawan YPMAK Terpilih


Direktur Vebian Magal saat memberikan keterangan pers

MIMIKA, BM

Direktur Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amunge dan Kamoro (YPMAK), Vebian Magal mengumumkan 37 karyawan terpilih YPMAK, bertempat di Multi Purpose Community Centre (MPCC) Selasa (31/3).

Ia menjelaskan, proses seleksi karyawan dilakukan sejak bulan lalu oleh mitra penyelenggara seleksi atau perekrutan. Dari sekian banyak pelamar terpilih 37 karyawan yang terdiri dari 13 kepala divisi dan 24 staf.

"Sebenarnya kemarin hasilnya ada, tapi saya harus koordinasi dengan badan pengurus dan tim 11 selaku panitia yang ada di internal untuk membantu premisis konsultan untuk perekrutan dan hasil yang keluar sesuai kebutuhan yayasan," katanya.

Sambung Vebian, dari 37 karyawan tersebut 46 persen merupakan suku asli Amungme dan Kamoro, 19 persen lima suku kerabatan, 19 persen Papua dan 16 persen merupakan Non Papua.

"Harapan kami semua pihak dapat menerima hasilnya, karena banyak yang berbondong-bondong ikut seleksi semua sesuai kebutuhan yayasan. Status Lembaga Pengembangan Masyaralat Amungme Kamoro (LPMAK) kemarin dikerjakan oleh 134 karyawan, tetapi kemudian lembaga berubah menjadi yayasan dan sifatnya yayasan donatur bukan penyelenggara program sehingga harus mengurangi menjadi 37," jelasnya.

Meski demikian direktur yang terpilih 22 November 2019 ini meyakinkan bahwa mereka akan dapat bekerja dan memberikan kontribusi dengan baik dikarenakan yayasan hanya melaksanakan perencanaan, fungsi anggaran dan pengawasan, sementara programnya diselenggarakan oleh mitra bukan yayasan.

"Skema berubah tetapi fokus pelayanannya tetap pada masyarakat di tiga bidang utama yakni pendidikan, kesehatan dan ekonomi," imbuhnya.

Ia menuturkan para karyawan merupakan eks LPMAK dan karyawan baru. Mereka dapat langsung diaktifkan sambil menyusul tes kesehatan.

YPMAK bukan penyelenggara program lagi melainkan mitra penyelenggara program sehingga untuk peluang kerja ada pada mitra penyelenggara seleksi atau perekrutan.

"Kami harapkan mereka harus lihat baik dan menerima keputusan ini kemudian mendukung semua proses yang ada," harapnya.

Berikut daftar nama 37 Karyawan YPMAK :
1. Janis Miagoni (Staf Admin Direktur)
2. Kristianus Ukago (Staf Khusus Kemitraan)
3. Onny Wiranda (Staf Khusus Kemitraan)
4. Robertho Kailey (Staf Admin Wakil Direktur)
5. Yeremias Isak Imbiri (Kepala Divisi SDM)
6. Oktovina Veggi Ukapoka (Staf Personalia)
7. Agustinus F. Takati (Staf Pengembangan dan Hubungan Industrial)
8. Ronaldus Ningmabin (Staf Legal)
9. Yohanis Agustinus Tipagau (Kepala Divisi Rumah Tangga)
10. John R. Ohowirin (Staf Maintenance dan Safety)
11. Brigida Cresentia Aim (Staf Pengadaan dan Ticketing)
12. Aji Pramudianto (Kepala Divisi IT)
13. Kefas Kegakoto (Staf IT)
14. Feri Magai Uamang (Kepala Divisi Humas)
15. Martinus Pigome (Staf Publikasi)
16. Irma Siep (Staf Admin Wakil Direktur)
17. Edison Wanggai (Kepala Divisi Keuangan dan Akuntansi)
18. Fransinety Fatin Tiwow (Staf Pembayaran)
19. Sisko Situmorang (Staf Field Audit)
20. Rudolf Wantik (Staf Pembukuan dan Piutang)
21. Marice Ludia Korwa (Staf Admin Wakil Direktur)
22. Fransiskus X Wanmang (Kepala Divisi Program Pendidikan)
23. Fredy Matamoka (Staf Program Perencana Pendidikan)
24. Susana Horik (Staf Program Perencana Pendidikan)
25. Hengky Wonsiwor (Kepala Divisi Program Kesehatan)
26. Gracia Dolce Clara Leisubun (Staf Program Perencana Kesehatan)
27. Marina Beanal (Staf Program Perencana Kesehatan)
28. Billy Enerson Korwa (Kepala Divisi Program Sosial Ekonomi)
29. F. Dwijayanti Sianipar (Staf Program Perencanaan Sosial Ekonomi)
30. Niked Godfrika Keiya (Staf Program Perencanaan Sosial Ekonomi)
31. Novita Christin Rumboirusi (Staf Admin Wakil Direktur)
32. Dionisius Lewi Burdam (Kepala Divisi Program Monitoring dan Evaluasi Pendidikan)
33. Bernardus Thomas Sirwutubun (Staf Program Monitoring dan Evaluasi Pendidikan)
34. Riana Wadibar (Kepala Divisi Program Monitoring dan Evaluasi Kesehatan)
35. Lambertinus Hendrikus Moyao (Staf Program Monitoring dan Evaluasi Kesehatan)
36. Bernadetta Tarigan (Kepala Divisi Program Monitoring dan Evaluasi Sosial dan Ekonomi)
37. Ester Rika Agustina Komber (Staf Program Monitoring dan Evaluasi Sosial dan Ekonomi).
(Elfrida)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top