Ekonomi dan Pembangunan

Selama 7 Hari Mimika Akan Alami Penurunan Kualitas Layanan Telkom


Ilustrasi peringatan gangguan layanan Telkom (Foto google)

MIMIKA, BM

General Manager PT Telkom Witel Papua Agus Widhiarsana mengatakan, saat ini layanan Telkom untuk masyarakat Papua dan sekitarnya masih berjalan normal.

Namun, dalam rangka menjaga kualitas layanan tetap optimal, PT Telkom berencana melakukan pemeliharaan rutin pada jaringan kabel laut pada sekitar tanggal 20 atau 21 Februari 2023 selama tujuh hari.

Maintanance ini pastinya akan berdampak terhadap menurunnya kualitas layanan kepada pelanggan di beberapa daerah seperti Mimika, Merauke dan Kaimana.

Pemeliharaan ini harus dilakukan karena telah diidentifikasi adanya kondisi shunt fault atau terjadi luka di titik yang berjarak berjarak 107 Km dari Merauke dan berada di kedalaman 33 meter, pada kabel SKKL SMPCS ruas Merauke-Sorong yang berpotensi mengakibatkan jaringan dapat terputus jika tidak segera dilakukan perbaikan.

“PT Telkom menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pelanggan yang terkena dampak perbaikan Sistem Komunikasi Kabel Laut/SKKL SPMCS Ruas Sorong-Merauke. Telkom berupaya maksimal agar proses berjalan tepat waktu dan diharapkan kondisi cuaca mendukung dalam pelaksanaannya,” kata Agus Widhiarsana.

Lebih lanjut Agus Widhiarsana mengatakan, Telkom telah menyiapkan link backup melalui Radio dan Fiber Optik Palapa Ring Timur serta Satelit agar pelanggan dapat menggunakan layanan Telkom dengan bandwidth yang terbatas selama kegiatan perbaikan berlangsung. (Red)

Dinas Ketahanan Pangan Mimika Siapkan Dua Program Hadapi Resesi

Ilustrasi ketahanan pangan

MIMIKA, BM

Kabupaten Mimika kini tengah bersiap untuk menghadapi Resesi. Dari sisi pangan, Dinas Ketahanan Pangan Mimika menyiapkan dua program.

Ditemui BeritaMimika di ruang kerjanya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Mimika Yulius Koga,  Kamis (16/2/2023) menjelaskan kedua program tersebut.

“Dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sampai Dinas Ketahanan Pangan daerah termasuk Mimika diinstruksikan untuk siap menghadapi itu,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa, program pertama adalah mempersiapkan ketahanan nasional yakni program Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD).

“Misalnya di Mimika dalam satu tahun anggaran seharusnya 70 ton khusus untuk beras saja, tetapi masih ada 11 komoditas lain yang harus dipersiapkan seperti minyak goreng, daging, telur, gula dan susu. Tapi dengan dukungan kita punya gudang yang harus ada,” ucapnya.

“Tapi sampai dengan sejauh ini kami di Dinas Ketahanan Pangan hanya bisa menyediakan 5-10 ton satu tahun. Tapi, tahun ini saya sampaikan terimakasih kepada pemerintah daerah (pemda) bahwa kami bisa menyiapkan 40 ton khusus beras,” imbuhnya.

Program kedua yakni pangan lokal. Kedua hal ini menurutnya tidak boleh terpisahkan.

“Pangan lokal persiapannya mulai dari pembangunan dua pabrik sagu kering. Kalau tidak ada beras bisa menggunakan sagu kering, bisa dibuat papeda atau kue. Ini pengganti tepung. Kami punya dua kelompok yang lama, tahun ini ditambah dua pabrik jadi semua empat pabrik sagu kering. Dua pabrik tahun ini dibangun di kampung Iwaka dan Kaugapu,” terangnya.

Yulius menyebutkan selain kedua program tersebut, saat ini Mimika telah memiliki Toko Tani.

“Kita di daerah harus persiapkan. Selain dua itu kita punya Toko Tani. Jadi orang bisa beli disitu. Kebetulan juga kami di pusat baru keluar dari Kementerian Pertanian jadi berdiri sendiri menjadi badan nasional. Tahun ini adalah tahun persiapan, jadi pengawasan langsung dari presiden. Kami di daerah saat ini adalah masa transisi, masa menyesuaikan,” tuturnya.

Dikatakan untuk kedepan, yang dibutuhkan adalah gudang yang memadai.

“Kebetulan karena kantor ini akan dibangun ulang, kalaupun kami pindah gudangnya nanti dibangun disini karena nanti akan dibangun kompleks penyimpanan pangan. Sementara kita punya gudang masih ada walaupun tidak besar tapi kita bisa tampung sementara di situ,” ungkapnya.

Ia menuturkan bahwa Dinas Ketahanan Mimika siap dalam menghadapi resesi, namun hal ini juga harus didukung oleh pemerintah daerah terutama anggaran APBD yang dialokasikan untuk pengadaan beras.

“Hanya program CPPD, pemda juga harus ada persiapan anggaran. Kami tidak bisa andalkan yang 40 ton apalagi itu dianggarkan dari otsus. Otsus ini diperuntukkan Papua lalu masyarakat lain bagaimana. Kami harap kedepan selain dari otsus juga ada dari APBD supaya kami bisa menjangkau seluruh masyarakat,” harapnya. (Elfrida Sijabat)

Pj. Bupati Mappi Didampingi Satgas Pangan Lakukan Blusukan Ke Pasar 


Pj Bupati Mappi, Michael R Gomar saat melakukan blusukan ke pasar bersama tim

MAPPI, BM

Dalam upaya mengendalian inflasi dan mengecek bagaimana putaran ekonomi, Penjabat Bupati Mappi, Michael Rooney Gomar, turun langsung memantau harga kebutuhan pokok baik di pasar, toko-toko hingga kios yang ada di Kota Kepi.

Sebelum turun ke lapangan, kegiatan diawali dengan rapat bersama yang berlangsung di Pendopo. Tim dibagi dalam dua kelompok. Satu tim dipimpin Pj Bupati dan tim lainnya dipimpin Sekda Mappi.

Turut dalam blusukan ini adalah Kapolres Mappi dan Perwira Penghubung 1707/Merauke di Kepi, serta sejumlah kepala OPD teknis di Pemkab Mappi yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Satuan Tugas Pangan Kabupaten Mimika.

Tim yang dipimpin Pj Bupati menyambangi pedagang di Pasar Sentral Kepi yang berada di Kilometer 2 Kota Kepi. Selain memantau harga, Pj Bupati juga mendengar langsung keluhan dan saran dari para pedagang.

“Kita tadi sudah mengecek langsung harga barang di pasar dan sejumlah toko dan kios tadi kita dibagi dalam dua tim yakni Tim TPID dan Satgas Pangan. Saya berharap mulai sekarang tim TPID dan Satgas Pangan terus melakukan pengecekan secara berskala untuk mengawasi harga kebutuhan pokok,” jelasnya.

Sementara itu sejumlah pedagang di pasar Kepi mengaku senang dikunjungi Pj Bupati bersama tim.

“Kami sangat senang bapak Pj Bupati datang dan melihat kami di sini, karena di sini kadang ada juga orang yang bermain harga, kami mau agar harga barang itu tidak boleh naik,” ungkap Angelberta Abagaimu, pedagang di Pasar Kepi.

Angelberta juga meminta agar Pemerintah Daerah menertibkan para pedagang sayur dan ikan serta kebutuhan pokok lainnya yang berjualan di pinggir jalan agar semua pedagang disentralka di Pasar Kepi.

“Kasian kami yang jual di pasar ini kadang barang tidak laku kami harus bawa pulang ke rumah. Tolong bapak Pj Bupati tertibkan mereka yang berjualan di pinggir jalan,”harapnya. (Red)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top