Ekonomi dan Pembangunan

Dinas Peternakan Temukan 3 kg Daging Ayam Tidak Layak Dikonsumsi di Pasar Sentral


Plt. Johannes Rettob didampingi Kepala Dinas Peternakan dan Keswan drh. Sabelina saat melaksanakan sidak di salah satu toko

MIMIKA, BM

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Mimika, menemukan 3 kg daging ayam beku yang tidak layak dikonsumsi di pasar sentral saat menggelar inspeksi mendadak (sidak)  menjelang hari raya Idul Fitri 1444 Hijriah, pada Rabu (12/4/2023).

Sidak yang dilakukan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan ini terbagi dalam tiga tim. Tim pertama dipimpin langsung Plt Bupati Mimika, Johanes Rettob dan Kepala Dinas Peternakan dan Keswan, drh Sabelina Fitriani.

Tim ini melakukan sidak di lapak dalam pasar, deretan kios daging Jalan Hasanuddin, toko Rasya. Sementara tim kedua di Gelael, Diana supermarket, kios daging sebelah Senyum 5000, kios Alif Jalan Belibis.

Dan titik ke tiga di Eks Pasar Swadaya, kios Fresh Jalan Bougenville, toko Dandi putra I Jalan Ki Hajar Dewantara dan Toko Dandi putra II Jalan Pendidikan.

Hasil sidak, tim menemukan 3 kilogram daging ayam beku dari lapak 3 orang penjual ayam beku di pasar sentral dengan kondisi daging hitam dan kuning terkena noda plastik pembungkus sehingga tidak layak dikonsumsi. Tim kemudian menyitanya.

Plt Bupati Mimika, Johanes Rettob mengatakan, bahwa ketersediaan daging cukup menjelang lebaran baik daging sapi maupun daging ayam.

"Saya harap daging yang dijual harus baik supaya konsumsi masyarakat pada lebaran nanti itu tidak ada masalah," Kata Plt Bupati Mimika, John.

Menurutnya, yang paling penting ternyata stok untuk daging dan ayam cukup hingga lebaran dan diharapkan tidak ada kenaikan harga.

"Saya ikut ini hanya mau melihat persis kesiapan dari penjual daging supaya masyarakat aman, mereka melaksanakan lebaran dengan aman tidak ada kenaikan harga yang fluktuatif yang fantastis," Ungkapnya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan drh Sabelina Fitriani mengatakan, sidak ini untuk melihat bagaimana produk ternak khususnya ayam dan daging ini kualitasnya aman dan baik untuk dikonsumsi.

"Karena kadang-kadang masyarakat tidak melihat dan penjual juga tidak menyajikan dan menjual yang terbaik. Yang kita khawatirkan kelayakan dari pada daging atau ayam itu tidak terpenuhi," Tutur Sabelina.

Sabelina berharap pada saat hari raya daging atau ayam yang dijual berkualitas. Dan masyarakat juga sudah mulai teredukasi untuk memilih yang terbaik.

Katanya, pihaknya juga secara berkala melakukan pembinaan kepada para pedagang ataupun di tingkat kios-kios 2 bulan sekali.

"Memang kita sering sosialisasi untuk mereka menjual produk itu yang baik dan juga sampaikan bagaimana ciri-ciri memilih daging yang baik. Tidak hanya penjual namun masyarakat juga kita sering himbau bagaimana cara memilih daging yang baik karena itu sangat berpengaruh terhadap kesehatan keluarga,"jelasnya.

Ia katakan, sidak tersebut dilakukan di beberapa titik bukan hanya di pasar sentral karena ada kurang lebih 3 tim yang menyebar termasuk di pasar swadaya.

"Tadi (Rabu-red) ada 3 kilogram kilo yang kita temukan daging ayam beku yang tidak layak di konsumsi di pasar sentral. Memang sekarang tidak terlalu banyak di sini untuk penjual ayam dan daging di pasar sentral karena sudah banyak kios-kios daging," Tuturnya.

Diakuinya walau di pasar sentral penjualan daging berkurang namun pemantaua harus terus dilakukan agar daging yang dijual pedagang layak untuk dkonsumsi.

"Untuk stok daging kita cukup jadi kita punya ketersediaan ayam itu kurang lebih 600 ton untuk sampai lebaran bahkan sampai setelah lebaran cukup," tutupnya. (Shanty Sang)

Waspada!! Jelang Idul Fitri, Loka POM Mimika Temukan Banyak Produk Bermasalah

Petugas Loka POM Mimika dan pegawai Dinas Kesehatan melakukan intensifikasi pangan pada salah satu toko di jalan Budi Utomo, Timika, Papua Tengah, Senin (3/4/2023)

MIMIKA, BM

Dalam rangka menyongsong hari raya Idul Fitri, Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Mimika bersinergi dengan Dinas Kesehatan melakukan intensifikasi pangan pada sejumlah toko dan supermarket yang berada di pusat Kota Timika, Papua Tengah.

Dimulai dari tanggal 20 Maret 2023 hingga hari ini, 3 April 2023, intensifikasi pangan yang dilaksanakan Loka POM Mimika sudah masuk pada tahap yang keempat.

Pada tahap keempat ini, terdapat tiga lokasi yang didatangi Loka POM Mimika untuk dilakukan pengawasan, yakni Toko Reihan, Abadi, dan Hidayah.

Kepala Loka POM di Kabupaten Mimika, Marselino F. Paepadaseda, mengungkapkan bahwa selama melakukan intensifikasi pangan, tim pengawasan berhasil menemukan berbagai produk bermasalah dengan total nilai ekonomi sebesar Rp. 8.674.000,-

Dikatakan produk bermasalah itu mencakup produk tanpa izin edar, produk rusak atau cacat, dan produk yang telah kedaluwarsa.

"Dari tahap-tahap yang telah dilaksanakan, sebagian besar yang kami temukan itu adalah produk pangan tanpa izin edar, produk pangan kedaluwarsa, dan produk rusak atau cacat," ujar Marselino kepada awak media di sela-sela waktu pengawasan.

Produk-produk bermasalah itu, kata Marselino, ditemukan pada 11 sarana toko/supermarket yang telah diperiksa sejak tahap satu hingga tahap ketiga.

"Produk yang tanpa izin edar itu rata-rata adalah produk-produk untuk bahan tambahan kue, seperti hiasan kue dan sebagainya. Mungkin ini mendekati hari raya, jadi kadang pelaku usaha melaksanakan pembelian untuk mempersiapkan hari raya idul fitri," jelas Marselino.

"Meskipun begitu, tapi di satu sisi pelaku usaha juga harus bisa mempertanggungjawabkan produk yang diperdagangkannya. Minimal produk itu adalah produk terdaftar dan tidak kedaluwarsa," imbuhnya.

Daru pantauan beritamimika.com di lapangan, setiap produk yang ditemukan bermasalah langsung dilakukan pemusnahan.

Pemusnahan dilakukan pemilik toko dan disaksikan oleh para petugas Loka POM serta pegawai Dinas Kesehatan Mimika.

"Ketika menemukan produk rusak, tanpa izin edar, atau kedaluwarsa, kami langsung meminta produknya dimusnahkan di tempat. Itu langkah awal di mana kami berusaha untuk melindungi masyarakat dari peredaran pangan yang tidak memenuhi persyaratan," tutur Marselino.

Lebih lanjut Marselino mengimbau kepada masyarakat untuk lebih teliti dalam membeli produk. Sebelum melakukan pembelian, kata dia, masyarakat sebaiknya terlebih dahulu memperhatikan bahwa produk tersebut aman untuk dikonsumsi.

"Sebelum beli, perhatikan kemasan. Ketika kemasan sudah mengalami kerusakan, khususnya kemasan produk pangan yang dalam kaleng atau dalam kemasan lainnya, minimal tidak usah dibeli," jelas Marselino.

Kemudian masyarakat juga harus memperhatikan label produk. Kata Marselino, produk yang dapat dibeli adalah produk yang memiliki label yang jelas, mulai dari nama produknya, nama produsennya, dan nomor registrasi izin edarnya.

"Harus lebih selektif dalam melaksanakan pembelian karena produk yang tampak ijin edar itu dapat dimaknai bahwa keamanan mutu dan khasiat dari produk tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan," terangnya.

Di samping itu, masyarakat pun harus memastikan bahwa produk yang dibeli bukanlah produk yang telah kedaluwarsa.

"Oleh karena itu, kami dari Loka pom mengimbau agar masyarakat bisa teliti dan menjadi konsumen yang cerdas," pungkasnya. (Endy Langobelen)

Dongkrak Eskpor Pertanian, Strategis Mencapai Gratieks Dibahas Dalam FGD Papua Tengah Bisa Ekspor


Suasana pertemuan FGD

MIMIKA, BM

Guna mendorong akselerasi ekspor komoditas pertanian asal Papua Tengah, Badan Karatina Pertanian, Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Timika menggelar Focus Group Discussion “Go Paspor” Papua Tengah bisa ekspor dengan tema "Bersama Kita Dongkrak Ekspor Komoditas Pertanisan Asal Papua Tengah".

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Horison Ultima Timika, Selasa (21/3/2023) dibuka secara resmi oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Mimika, Petrus Lewa Koten.

Asisten II Petrus Lewa Koten dalam sambutannya mengapresiasi para petani, peternak, pelaku usaha agro bisnis dan pemangku kepentingan pertanian yang selama masa pandemi telah bekerja keras tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tapi juga menjaga ketahanan pangan di Mimika.

Petrus mengatakan, Pemda Mimika melalui Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Mimika pada Tahun 2019 lalu memprogramkan perluasan area tanaman perkebunan khususnya kelapa kopi dan kakao.

Diketahui, untuk kelapa dengan jenis kelapa dalam akan diperluas 30 hektar, kopi jenis arabika seluas 10 hektar dan robusta 10 hektar sementara kakao 20 hektar.

Perluasan lahan kakao dilakukan di Distrik Iwaka dan Kuala Kencana, lahan kelapa di Mimika Tengah dan Mimika Timur Jauh. Sementara, perluasan lahan kopi arabica di Tembagapura, kopi robusta di Distrik Iwaka dan Kuala Kencana.

Ia mengatakan, bahwa kopi asal Indonesia, merupakan komoditas yang pling diminati di luar negeri, tak terkecuali kopi dari Papua seperti kopi dari Amungme, Wamena, Oxibil dan masih banyak lagi.

Selain itu trending minum kopi di Amerika, Inggris dan beberapa negara di Eropa merupakan pasar yang bagus bagi pengusaha kopi di Indonesia.

Tidak hanya itu, pengembangan komoditas kelapa di Timika juga tidak kalah produksinya namun belum tersentuh dengan baik.

"Produk kehutanan seperti gaharu memiliki potensi yang tidak kalah menariknya. Wangi yang khas membuat kayu gaharu ini dijadikan bahan baku membuat kosmetik, pengawet berbagai macam aksesoris, lipstik dan lainnya. Untuk itu diperlukan bimbingan teknis yang intensif kepada pelaku pertanian dan perkebunan agar produk yang dihasilkan memiliki nilai jual yang tinggi,” ujarnya.

Meurutnya, salah satu kunci untuk perbaikan ekonomi secara maksimal adalah peningkatan ekspor. Karena, bukan hanya membantu pelaku usaha untuk tumbuh dan membuka lapangan kerja tapi untuk menghasilkan devisa dan mengurangi devisit transaksi berjalan.

Diakuinya, dampak setelah pandemi dan situasi perekonomian global yang sedang lesu saat ini berdampak pada pasar ekspor yang juga pasti menurun. Namun tidak boleh menyerah harus melihat lebih jeli pasar ekspor yang masih terbuka lebar di negara-negara yang juga masih mengalami pandemi.

Pasalnya, potensi masih sangat besar dari sisi keragaman produk, komoditi dan dari sisi kreatifitas dan kualitas , volume dan tujuan negara ekspor.

“Kuncinya kita harus proaktif dan jangan pasif. Kita harus siapkan produk-produk pertanian untuk dikirim ke negara-negara yang sedang krisis ekonomi. Saya melihat hambatannya itu minimnya fasilitas tapi itu tidak harus buat kita pesimis tapi melakukan langkah-langkah perbaikan dan pembenahan. Regulasi yang rumit juga agar segera diperhatikan untuk disederhanakan,” ujarnya.

Petrus menyebutkan, kegiatan FGD ini merupakan langkah strategis dalam rangka memperkuat harmonisasi dan jejaring koordinasi yang kuat antar pemangku kelembagaan yang berwenang guna mengakselerasi ekspor komoditas pertanian.

Hal ini dapat dilakukan melalui komitmen bersama klinik ekspor terintegrasi secara digital menuju petani maju, mandiri dan modern dan meningkatkan sinergitas pemerintah daerah dengan pemerintah pusat untuk mendorong peningkatan ekspor komoditas pertanian.

”Semoga kolaborasi yang dihasilkan dari FGD ini diharapkan mampu mewujudkan komitmen bersama dalam mendongkrak ekspor komoditas pertanian secara kualitas, kuantitas dan kontinuitas melalui layanan klinik ekspor terintegrasi secara digital melalui forum bersama dalam upaya mempersingkat birokrasi dari hulu ke hilir dan percepatan layanan secara cepat, cermat dan akurat," terangnya.

Sementara itu Kepala Stasiun Karantian Pertanian Kelas 1 Timika, Ferdi, dalam sambutannya mengatakan sesuai arahan dari Presiden Republik Indonesia ada dua hal yang bisa membangkitkan perekonomian yakni investasi dan ekspor komiditas.

“Sehingga ekspor komoditas kita diharapkan dapat meningkatkan devisa kita khusunya di Papua Tengah,” harapnya.

Dijelaskan, Menteri Pertanian dalam Permenta Nomor 19 Tahun 2019 dan Permenta nomor 7 Tahun 2020 Badan Karantina ditunjuk dalam ekspor komoditas pertanian baik nasional maupun di daerah-daerah di seluruh Indonesia.

Dengan adanya dasar ini telah dibuat program yang dikenal dengan sebutan Gratieks, yang dalam hal ini adalah tindakan yang berencana dilakukan semua pihak, stakeholder baik pusat maupun daerah dalam mendukung Gratieks yang secara periodik mulai 2020 sampai 2024.

Langkah-langkah strategis dunia pertanian sebagaimana diupayakan tadi, pihaknya memiliki strategi diantaranya peningkatakan volume eksport komoditas pertanian, menambah negara mitra dagang dan mendorong pertumbuhan eksportir baru.

“Nanti diharapkan setelah kegiatan ini kami akan mengadakan bimbingan teknis terkait eskportir. Jadi bagi rekan-rekan yang mau jadi eksportir silahkan menghubungi kami, nanti akan kami lantik dan didik sehingga bapak ibu semua bisa menjadi eskportir khususnya dibidang komoditas pertanian,” ujarnya.

Ia menyebutkan, di Mimika banyak komiditas pertanian seperti kopi, sagu dan banyak komoditas lain seperti kopra, bibit anggrek dan lainnya yang berpotensi di Mimika sehingga perlu dikembangkan untuk diekspor.

“Jadi alangkah baiknya kita semua bahu membahu dalam meningkatkan eksport komoditas pertanian. Harapannya dalam kegiatan ini tidak hanya formalitas tapi dilanjutkan dengan kegiatan lain yang berorientasi ekspor komoditas pertanian,” ungkapnya.

Ketua Panitia Kegiatan, Ade Irawan Agung dalam sambutannya menjelaskan dasar hukum ‘Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor’ (Gratieks) adalah Keputusan Menteri Pertanian Nonor 42 Tahun 2020 tentang gugus tugas peningkatan investasi dan ekspor produk pertanian.

Dalam aturan tersebut ada lima langkah strategis dalam mencapai Gratieks, yakni meningkatkan volume ekspor, mendorong pertumbuhan ekspor baru, menambah ragam komoditas ekspor, meningkatkan frekuensi dan menambah negara mitra dagang.

Berdasarkan hal tersebut diatas maka kegiatan FGD ini sangat penting dilaksanakan dengan tujuan untuk menyamakan persepsi arah kebijakan dan sinkronisasi kegiatan Kementerian Pertanian, salah satunya adalah Gratieks serta mencari solusi terhadap permasalahan-permasalahan ekspor komoditas pertanian yang berasal dari Papua Tengah.

Sasaran kegiatan ini juga untuk mendukung eksportir industri kecil menengah agar dapat berperan dalam peningkatan ekspor dan mendukung pemulihan ekonomi nasional, karena sebelumnya ekspor terhambat akibat mewabahnya Covid – 19 di Indonesia.

“Harapan kami FGD ini bisa menghasilkan saran dan masukan konstruktif terhadap dukungan percepatan dalam mendongkrak ekspor komoditas pertanian asal Papua Tengah,” tutupnya. (Shanty Sang)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top