Politik & Pemerintahan

112 SK PPPK Siap Diterima, 74 Masih Berproses

Bupati Mimika Johannes Rettob

MIMIKA, BM

Sebanyak 112 Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Mimika sudah ditandatangani Bupati Mimika dan siap diterima.

Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan bahwa secara keseluruhan masih ada 186 PPPK yang belum menerima SK. Namun, dari jumlah tersebut, sudah 112 orang telah memperoleh persetujuan teknis (Pertek) dari BKN untuk penerbitan SK.

“Sudah ada 112 Pertek untuk penerbitan 112 SK PPPK. Setelah saya tandatangani, secara otomatis SK tersebut akan diterbitkan,”kata Bupati John, Selasa (6/1/2026).

Bupati John mengatakan, bahwa masih terdapat 74 berkas SK Pegawai PPPK yang belum diperbaiki pada sistem Monitoring Layanan (MOLA) Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Diharapkan, proses tersebut dapat diselesaikan dalam bulan ini sehingga Pertek dapat segera diterbitkan oleh BKN.

“Dari jumlah yang belum terbit itu, masih dalam proses perbaikan. Kami harapkan bulan ini sudah bisa diperbaiki dan Perteknya keluar,”ujarnya.

Meskipun SK maupun Pertek belum diterbitkan, kata Bupati John, seluruh PPPK yang dinyatakan lulus tetap bekerja dan tidak di rumahkan.

“Mereka yang belum menerima SK tetap bekerja, karena mereka sudah dinyatakan lulus PPPK. Tidak ada yang dirumahkan, kecuali yang memang tidak lulus PPPK,”ucapnya.

Sementara, terkait pembayaran gaji, dipastikan bahwa anggaran gaji PPPK telah disiapkan oleh pemerintah daerah. Namun, pembayaran tersebut baru dapat dilakukan setelah SK resmi diterbitkan.

“Anggaran gaji sudah disiapkan, hanya saja pembayaran gaji harus disertai dengan SK. Jadi kemungkinan pembayarannya sedikit terlambat,”ungkapnya. (Shanty Sang)

Yoga : Distribusi Air Bersih di Pesisir Mimika Harus dijalankan Pihak Ketiga

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mimika, Inosensius Yoga Pribadi


MIMIKA, BM

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mimika, Inosensius Yoga Pribadi mengatakan bahwa pendistribusian air bersih di wilayah pesisir harus dijalankan oleh pihak ketiga.

Semua itu dilakukan karena, setelah kunjungan kerja (Kunker) pimpinan daerah ke wilayah pesisir beberapa waktu lalu dan meresmikan penyaluran air bersih, pihaknya mendapatkan beberapa hal yang harus dievaluasi dalam pendistribusian air bersih diwilayah tersebut.

Salah satunya pendistribusian air harus dilakukan pihak ketiga. Dimana saat ini maintenace pendistribusian air bersih tersebut telah diserahkan kepada distrik setempat dengan pekerja atau petugas penjaga yang bekerja secara sukarela.

“Setelah kita turun itu memang banyak yang harus dievaluasi, termasuk dengan petugas maintenace-nya dari distrik yang bekerja sukarela," kata Kepala Dinas PUPR, Inosensius Yoga Pribadi saat ditemui, Selasa (6/1/2026) kemarin.

Yoga mengatakan, evaluasi ini akan dilakukan dengan melibatkan pihak ketiga untuk maintenance fasilitas air bersih, sehingga nantinya pihak ketiga yang akan menghitung progres pekerjaan dari petugas distrik.

“Nah kalau kita melibatkan pihak ketiga maka, pihak ketiga yang nantinya akan menghitung progres pekerjaannya petugas tersebut, sehingga petugas dari distrik mendapatkan bayaran dan dapat bekerja secara profesional,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini maintenance pada fasilitas air di pesisir dikerjakan tidak maksimal dan itu dimaklumi sebab petugas tidak dibayar. Bahkan ada beberapa peralatan yang hilang sebab tidak ada penjagaan.

“Karena tidak digaji sehingga pekerjaan tidak dilakukan dengan maksimal, padahal kita harapkan fasilitas air bersih ini dapat dijaga dan digunakan dengan baik dan maksimal,”ungkapnya. (Shanty Sang)

Pemkab Mimika Gelar Natal Bersama TNI/Polri dan Masyarakat

Suasana berlangsungnya Malam Natal Pemda Mimika

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika gelar ibadah Natal bersama  jajaran TNI-Polri dan masyarakat di Graha Eme Neme Yauware, Senin (5/1/2026) malam.

Adapun tema yang diusung yakni "Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga” dan subtema “Melalui Natal Bersama Pemkab Mimika, TNI-Polri dan masyarakat, Kita Membangun Persaudaraan, Menjaga Kerukunan, dan Menjadikan Mimika Rumah Kita Sebagai Wujud Komitmen Menuju Mimika Emas". Ibadah Natal ini dipimpin Pendeta Yandi Manobe.

Pdt. Yandi Manobe dalam khotbahnya mengatakan manusia diciptakan berbeda dengan makhluk lain karena memiliki akal, perasaan, roh, dan jiwa.

Manusia memiliki posisi istimewa di hadapan Tuhan, namun tetap dituntut untuk berserah dan meminta kepada-Nya.

“Mintalah, maka Aku akan memberi. Bahkan dunia pun Aku berikan dan setan pun tunduk kepada-Ku. Ini menunjukkan manusia mendapat tempat yang spesial di hadapan Tuhan, namun tidak boleh melupakan-Nya,” kata Pdt. Yandi.

Sementara itu, Bupati Mimika Johannes Rettob dalam sambutannya mengatakan pentingnya membangun Mimika sebagai “Rumah Kita Bersama” melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, serta TNI dan Polri.

Menurutnya, dalam sebuah rumah, semua punya tanggungjawab untuk membersihkan, merawat, dan menjaga keamanan yang adalah tugas bersama.

Tujuan utama pemerintah adalah menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Mimika.

“Tugas kita bersama membawa masyarakat sejahtera. Orang yang tinggal di rumah ini tidak boleh lari. Kita dorong ekonomi yang baik, tingkatkan pendidikan hingga ke pedalaman, dan yang terpenting kita harus hidup dalam rasa aman,” tutur Bupati Rettob.

Katanya, mewujudkan Mimika yang aman dan sejahtera membutuhkan sinergi semua pihak, terutama dalam aspek keamanan.

“TNI-Polri, tokoh masyarakat, paguyuban, dan ketua-ketua kerukunan harus bersinergi. Keamanan harus kita wujudkan bersama agar semua yang tinggal di rumah ini merasa aman,” katanya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan tahun 2026 sebagai momentum memperkuat kebersamaan

“Saya berharap di tahun 2026 ini kita saling menopang, saling membantu, bekerja sama, bersinergi, dan bergotong royong membangun Kabupaten Mimika,” pungkasnya. (Shanty Sang)

Top