Politik & Pemerintahan

Permudah Pemasaran Pembudidaya Ikan, Dinas Perikanan Launching Website "Si Cantik Mimika"

Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika, Inosensius Yoga Pribadi saat melaunching “Si Cantik Manis

MIMIKA, BM

Guna mempermudah pemasaran pembudidaya ikan, Dinas Perikanan Kabupaten Mimika resmi melaunching aplikasi inovatif bernama “Si Cantik Mimika” atau Sistem Pencatatan Usaha Pembudidayaan Ikan.

Launching ditandai dengan menekan tombol yang dilakukan oleh Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, Rabu (17/12/2025) di Hotel Front One.

Adapun, Sub kegiatannya yaitu penetapan persyaratan dan prosedur penerbitan tanda daftar bagi pembudidayaan ikan (TDPIK) dalam satu daerah.

Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika, Inosensius Yoga Pribadi dalam sambutannya mengatakan, peluncuran website Si Cantik Mimika merupakan bagian dari komitmen dan implementasi reformasi birokrasi dan digitalisasi layanan publik di lingkungan pemerintah kabupaten mimika.

Inovasi ini sejalan dengan visi dan misi Bupati dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, serta pelayanan publik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat khususnya pembudidaya ikan dan secara umum masyarakat di Kabupaten Mimika.

"Dengan terwujudnya inovasi ini dapat mendorong transformasi digital, khususnya transformasi digital sektor perikanan bagi pembudidaya ikan skala kecil,"kata Yoga.

Yoga mengatakan, inovasi ini adalah salah satu solusi digital yang mengintegrasikan data dan layanan untuk memastikan kecepatan, akuntabilitas, dan transparansi yang menghadirkan sistem pendataan, pencatatan hingga pemasaran online yang akurat, transparan, terintegrasi dan mudah diakses baik oleh pemerintah, pembudidaya ikan hingga masyarakat umum di Kabupaten Mimika.

Katanya, dalam kerangka reformasi birokrasi, inovasi ini berperan penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, akuntabilitas kinerja, serta efektivitas program dan kegiatan perangkat daerah.

"Digitalisasi layanan melalui Si Cantik Mimika juga menjadi upaya untuk memangkas proses yang berbelit, meningkatkan kecepatan layanan, sertaa memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah,"ujarnya.

Menurut Yoga, website Si Cantik Mimika bukan sekadar aplikasi, melainkan wajah baru komitmen pemerintah daerah dalam mendorong inovasi-inovasi untuk membangun Mimika dengan integritas dan efisiensi.

Melalui Si Cantik Mimika, data pembudidaya ikan dapat terkelola dengan baik dan valid, memberikan kemudahan akses bagi masyakarat untuk mengetahui dimana dapat memperoleh data ketersediaan ikan konsumsi yang segar, stoking benih ikan dan ikan hias serta titik koordinat atau lokasi yang tepat dari setiap pembudidaya ikan.

Sementara itu, Ketua Panitia Neti Rera dalam laporannya menyampaikan, bahwa launching ini merupakan bagian dari inovasi daerah Dinas Perikanan Kabupaten Mimika dalam rangka mendukung agenda reformasi birokrasi, transformasi digital, serta peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor perikanan budidaya.

Website SiCantik Mimika dirancang sebagai sistem informasi berbasis digital yang berfungsi untuk melakukan pendataan, pencatatan pembudidaya ikan skala kecil hingga pemasaran secara online/digitalisasi secara terintegrasi, valid, dan berkelanjutan.

"Selama ini, proses pencatatan data pembudidaya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan akses data, perbedaan format pendataan, serta keterlambatan pembaruan data,"tutur Netty.

Oleh karena itu, kata Netty kehadiran Website SiCantik Mimika diharapkan menjadi solusi strategis dalam mendukung pengambilan kebijakan yang berbasis data dan tepat sasaran.

Tujuan utama dari launching ini adalah untuk mengimplementasikan misi Bupati Mimika dalam peningkatan kualitas pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi digital. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berbasis data dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Lainnya, untuk memperkenalkan Website SiCantik Mimika kepada para pemangku kepentingan, baik internal pemerintah daerah, pembudidaya ikan maupun masyarakat di Kabupaten Mimika, mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pendataan dan pembinaan pembudidaya ikan skala kecil dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya pembudidaya ikan skala kecil.

"Kami berharap Website SiCantik Mimika dapat menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, memperkuat basis data sektor perikanan, serta pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan pembudidaya ikan skala kecil di Kabupaten Mimika,"pungkasnya. (Shanty Sang)

Lakukan Aksi Demo di Kantor DPRK, SPJ Sampaikan Tujuh Tuntutan

Nampak massa saat melakukan orasi di halaman Kantor DPRK Mimika.

MIMIKA, BM

Ratusan massa yang tergabung dalam Solidaritas Peduli Jila (SPJ) melakukan aksi demo ke Kantor DPRK Mimika pada Rabu (17/12/2025).

Dalam aksi demo tersebut massa mendesak agar Presiden RI, Prabowo Subianto segera menarik militer organik dan non organik dari Distrik Jila. Hal ini menurut mereka hingga saat ini masyarakat di Jila hidup dalam ketakutan dan mengungsi ke ibu kota distrik.

Selain itu massa juga menyampaikan tujuh (7) tuntutan ke DPRK Mimika, diantaranya : 1.Presiden Republik Indonesia segera tarik Militer dari distrik Jila.

2.  Komnas HAM Republik Indonesia segera datang di  distrik Jila.

3. Kami masyarakat Amugme menuntut dengan tegas, segerah cabut pemetaan zona merah di seluruh wilayah adat Amungsa dari Jigimugi
Sampai Jelamatagal.

4. Negara wajib menjamin hak asasi masyarakat sipil.

5. Militer wajib menjalankan Hukum-Humaniter.

6. Pemerintah Kabupaten Mimika segera, ciptakan suasana damai di Jila  agar rakyat bisa mengikuti perayaan Natal  dan Tahun Baru dalam suasana damai.

7. DPRK Kabupaten Mimika segera bentuk Pansus kemanusiaan khususnya di Distrik Jila.

Seusai melakukan aksi, Eli Dolame saat ditemui menegaskan agar militer organik dan non organik segera ditarik, mengingat hingga saat ini masyarakat di Jila hidup dalam ketakutan dan mengungsi ke ibu kota Distrik.

"Kami lakukan aksi hari ini supaya segera tarik militer organik dan non organik dari Jila. Militer jalankan operasi di Distrik Jila itu tidak sesuai SOP, akan tetapi malah membuat masyarakat trauma," ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Fransisca Pinimet selaku aktivitas HAM, agar
Presiden Prabowo Subianto segera tarik militer organik dan non organik dari Jila.

"Kehadiran militer membuat ketakutan,sehingga seluruh warga harus melarikan diri ke hutan, bahkan 10 warga hingga saat ini belum ditemukan,"ujarnya.

Menyikapi hal tersebut Ketua Komisi II, Dolfin Beanal dengan didampingi sejumlah anggota DPRK lainnya menyatakan siap mengawal aspirasi yang telah disampaikan dan mendorong pembentukan pansus dan berkolaborasi dengan Pansus kemanusiaan Provinsi Papua Tengah.

"Pansus ini juga akan diupayakan agar melibatkan TNI-Polri,"katanya. (Ignasius Istanto)

Tingkatkan Kapasitas, LAN Mimika Gelar Pelatihan Dasar Assessment

Suasana berjalannya pelatihan


MIMIKA, BM

Lembaga Anti Narkotika (LAN) Mimika menggelar Pelatihan Dasar Assessment bagi pengurus LAN. Pelatihan ini guna untuk meningkatkan kapasitas.

Pelatihan diberikan langsung dari Direktorat Pasca Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, dr. Hari Nugroho.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Horison Diana, Selasa (16/12/2025).

Adapun tema yang diusung adalah "Pelatihan Peningkatan Kapasitas, Pengetahuan dan Keterampilan Sumber Daya Manusia Dalam Pelaksanaan Kegiatan Assessment Dasar Yang Mendukung Tugas dan Fungsi Organisasi".

Ketua LAN Mimika, Mawar Soplanit mengatakan, sebelumnya sudah dilakukan pelatihan yang difokuskan kepada relawan LAN, sedangkan untuk hari ini assessment difokuskan kepada pengurus LAN, yang mana pengurus diberikan materi pendalaman dasar untuk melakukan pendekatan kepada klien yang kecanduan.

“Jadi hari ini kita fokus kepada pengurus, dimana pengurus diberikan materi, bagaimana assessment seorang pecandu hingga nanti bagaimana klien akhirnya direhabilitasi,”kata Mawar.

Mawar menjelaskan, bahkan dalam materi pengurus akan diberikan pelatihan untuk melakukan wawancara terhadap para pecandu, termasuk dengan bagaimana nantinya akan berkoordinasi dengan BNN untuk tahapan selanjutnya.

“Selain BNN kami sebagai pemerhati, mempunyai tanggungjawab sosial untuk melihat kasus pecandu di Mimika, maka kami perlu dibekali hal-hal dasar seperti ini. Dan memang dengan banyaknya penduduk di Mimika maka kami ada untuk membantu BNN,”ujarnya.

Ia mengatakan, untuk kasus narkotika pihaknya hanya sekedar berkoordinasi dengan BNN, namun untuk kasus pecandu aibon pihaknya akan segera memberikan edukasi langsung kepada pecandu. Mulai dari pendekatan dan pemberiaan makanan hingga mendatangi keluarga pecandu untuk diberikan edukasi terkait bahayanya penggunaan aibon.

“Kami selalu turun lapangan, kalau kita dapati anak-anak pecandu aibon, kita lakukan pendekatan secara persuasif bimbingan kami melayani mereka kasih makanan dan selalu menyampaikan kepada orang di sekitar apabila melihat anak ini laporkan kepada kami biar nanti kami yang turun untuk menangani mereka,” ujarnya.

Saat ditanya kendala yang ditemui, ia mengakui bahwa kendala yang dihadapi yaitu pecandu tidak pernah memberikan informasi yang jelas terkait tempat tinggal dan keluarga. Sehingga LAN tidak dapat memberikan edukasi langsung kepada keluarga.

“Saat kita mulai mendekati mereka, kita tanya tinggal dimana mereka sering tidak mau berkomunikasi kalau masalah tempat tinggal. Inilah kendala kita karena kita memang harus melakukan pendekatan dengan keluarga agar kita berikan edukasi kepada keluarganya,” ungkapnya. (Shanty Sang)

Top