Politik & Pemerintahan

Awali Tahun 2026, Dinas PUPR Gelar Ibadah Bersama

Pastor saat memberkati Kantor Dinas PUPR

MIMIKA, BM

Mengawali hari pertama kerja di tahun 2026, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika menandainya dengan ibadah bersama yang dirangkaikan dengan Ibadah Natal serta pemberkatan kantor awal tahun, yang dilaksanakan di Kapel Santo Yakobus Kantor Pusat Pemerintahan SP3, Senin (5/1/2026) lalu.

Kepala Dinas PUPR, Inosensius Yoga Pribadi mengatakan, ibadah syukur ini dilaksanakan karena Dinas PUPR telah melalui tahun 2025, dengan berhasil menjalankan berbagai program, meskipun dengan segala kendala ada beberapa kegiatan yang tidak dapat diselesaikan.

Tahun 2025 lalu menjadi bahan evaluasi Dinas PUPR, sehingga di tahun 2026 semua pegawai PUPR dapat menyamakan visi dan misi kepala daerah.

“Kita telah melakukan ibadah bersama, mulai dari ibadah Natal hingga pemberkatan kantor di tahun 2026, dengan harapan semua pegawai dapat menjalankan tahun 2026 sesuai dengan visi dan misi kepala daerah. Yaitu membangun dari kampung ke kota,” kata Yoga.

Yoga mengatakan, sesuai visi dan misi serta sebagai dinas yang melaksanakan kegiatan infrastruktur maka PUPR mempunyai tanggungjawab untuk menyediakan infrastruktur yang layak di setiap kecamatan.

“Sesuai kunjungan kita beberapa waktu lalu di pedalaman, yang harus PUPR kerjakan yakni jalan lingkungan, air bersih dan jembatan yang kita lihat disana sudah sangat tidak layak,”ungkapnya. (Shanty Sang)

Bupati Sebut Realisasi APBD Mimika 2025 Per 31 Desember Capai 75,73 Persen

Bupati Mimika Johannes Rettob

MIMIKA, BM

Bupati Mimika Johannes Rettoh menyebutkan bahwa realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika Tahun 2025 baru mencapai 75,73 persen.

"Memang belum sampai 80 persen realisasinya dan itu disebabkan karena beberapa faktor yang terjadi disepanjang tahun anggaran kemarin," kata Bupati Rettob kepada wartawan di Kantor Pusat Pemerintahan, Senin (4/1/2026) lalu.

Beberapa faktor utama yang memengaruhi rendahnya realisasi APBD kata Bupati Rettob, antara lain adanya keterlambatan proses lelang, serta dana hibah 4 persen yang tidak sempat terproses.

“Banyak kendala yang kita hadapi di Tahun 2025, mulai dari persoalan hukum, keterlambatan pelelangan, hingga dana hibah empat persen yang tidak terproses. Hal-hal inilah yang menyebabkan penyerapan anggaran menjadi rendah,”ujarnya.

Dikatakan, bahwa terdapat pula sejumlah kegiatan fisik yang tidak terserap secara maksimal, termasuk di Dinas Pendidikan. Bahkan, beberapa pekerjaan hanya terlaksana sekitar 70 hingga 80 persen.

“Ada pekerjaan yang tidak bisa kita selesaikan 100 persen, hanya dikerjakan 70 sampai 80 persen. Kegiatan tersebut akan dilanjutkan di tahun ini. Situasi ini terpaksa dilakukan karena jika dipaksakan, justru tidak dapat diselesaikan dengan baik,”katanya.

Selain itu, proses pelelangan pada Tahun 2025 baru dimulai pada bulan Maret hingga April, sehingga waktu efektif pelaksanaan kegiatan hanya sekitar tujuh bulan. Kondisi tersebut diperparah dengan kebijakan Pemerintah Pusat pada awal tahun yang mengharuskan persetujuan dari bupati definitif sebelum pekerjaan dilaksanakan.

“Dari 12 bulan waktu anggaran, kita hanya bekerja efektif selama tujuh bulan. Itu sebabnya realisasi menjadi rendah. Dan setelah saya cek, bukan hanya Mimika, hampir semua kabupaten mengalami kondisi yang sama di Tahun 2025,”ungkapnya.

Ia meminta kepada semuanya agar membuang masa lalu yang kurang baik, perasaan-perasaan yang kurang enak.

"Atas nama Bupati dan Wakil Bupati minta maaf kalau tahun kemarin kurang memperhatikan bapak ibu sekalian, banyak hal-hal yang belum kita buat secara maksimal tetapi kedepan kita akan sama-sama berusaha," harapnya.

Katanya, dirinya dan wakil senantiasa menerima masukan, saran dan pendapat untuk perbaikan-perbaikan di masa yang akan datang.

Dengan semangat yang luar biasa, semangat yang baik untuk kita bisa menjalankan semua pemerintahan dengan baik.

Menurutnya, ada PR-PR yang memang masih harus dilakukan tetapi pihaknya akan mencoba diskusikan tahun ini.

"Dan saya harap kerja sama dari semua untuk kita bisa menyelesaikan tugas kita dengan baik untuk mewujudkan visi misi bupati dan wakil bupati 5 tahun kedepan," pungkasnya. (Shanty Sang)

Jelang Tutup Tahun, Bupati : Jaga Toleransi dan Kamtibmas


Bupati Mimika, Johannes Rettob

MIMIKA, BM

Beberapa jam lagi akhir tahun 2025, Bupati Mimika Johanes Rettob berpesan agar semua masyarakat Mimika terus menjaga toleransi dan kamtibmas.

Selain menjaga kamtibmas, Bupati John juga mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Mimika juga sudah mendapat beberapa penghargaan yang diraih di tahun 2025 ini.

"Salah satu penghargaan yang telah diraih adalah Harmoni Award. Oleh sebab itu, kita harus jaga toleransi umat beragama di akhir tahun ini  sampai kapanpun,"kata Bupati Rettob saat diwawancarai di Hotel Cedrawasih 66, Selasa (30/13/2025).

Bupati Rettob juga berpesan agar dalam menyambut tahun baru ini semua masyarakat dapat menyiapkan diri menuju arah yang lebih baik di tahun 2026.

"Kita sudah menyelenggarakan Natal dan harapan kita bersama di tahun baru nanti,  buang semua yang tidak bagus, kita buat tahun baru yang baik dengan jiwa dan semangat yang baru," ungkapnya. (Shanty Sang)

Top