Politik & Pemerintahan

Musrenbang Distrik Alama Hasilkan 120 Program Usulan

Kepala Distrik Alama menandatangani berita acara kegiatan Musrenbang


MIMIKA, BM

Distrik Alama menerima 120 usulan program dari 11 kampung dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) yang berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Selasa (18/2/2025).

Adapun 120 program usulan yang jadi prioritas terbagi dalam tiga bidang, yaitu bidang Sosial Budaya (Sosbud) sebanyak 33 usulan, Ekonomi 46 usulan dan infrastruktur ada 41 usulan.

Kepala Distrik Alama, Ruben Dolame dalam sambutannya mengatakan, kegiatan Musrenbang ini adalah kesempatan bagi setiap kampung untuk menyampaikan usulan program kepada Pemerintah Kabupaten Mimika. Usulan yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan di kampung.

"Tentu besar harapan kita semua semoga apa yang menjadi usulan dapat diakomodir," kata Ruben.

Ruben berharap, kepala kampung dapat melihat dan merancang program serta kegiatan yang benar-benar sesuai kebutuhan, sehingga mampu menjawab keluhan dan kebutuhan masyarakat di masing-masing kampung.

"Saya harap, agar setiap peserta yang mewakili kampungnya wajib mengikuti kegiatan ini sampai selesai dengan penuh tanggung jawab, demi kemajuan pembangunan kampung kita dan Distrik Alama yang kita cintai," ungkapnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik, Yakobus Kareth, meminta kepada sebelas kampung yang ada di wilayah Distrik Alama dapat menyampaikan program-program prioritas di kampung masing-masing.

“Saya harap kepada setiap kampung dapat menyampaikan usulan-usulan yang urgent untuk dilaksanakan karena di Musrenbang inilah menjadi forum untuk menyerap usulan masyarakat dari tingkat bawah,” tutur Yakobus.

Yakobus juga meminta kepada tim asistensi Bappeda sebagai pendamping untuk memberikan arahan yang baik agar program yang diusulkan benar-benar menjadi kebutuhan masyarakat saat ini, sehingga bisa dikerjakan atau di tahun berikutnya.

“Kepada tim asistensi Bappeda tolong memberikan arahan kepada setiap peserta agar program yang disampaikan berdasarkan kebutuhan masyarakat kita saat ini,” pungkasnya. (Shanty Sang)

Gelar Musrenbang, 68 Program Kegiatan Diusulkan di Distrik Iwaka

Kepala Distrik Iwaka Linus Dolame menyerahkan berita acara Musrenbang distrik ke Bappeda

MIMIKA, BM

Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Distrik Iwaka tahun 2025 telah resmi digelar di Hotel Kanguru, Senin (17/2/2025) dan menghasilkan 68 usulan program dan kegiatan.

Puluhan program itu diusulkan 11 kampung, pendidikan, kesehatan, babinkamtibmas dan babinsa yang berada di wilayah Distrik Iwaka.

Musrenbang yang bertemakan "Peningkatan Pelayanan Dasar Dalam Rangka Pertumbuhan Ekonomi Lokal Yang Berkelanjutan" dibuka secara resmi oleh Asisten II Bidang Perekonomian Setda Mimika, Frans Kambu.

Ketua Panitia, Sagiyem dalam laporannya mengatakan, pelaksanaan kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan koordinasi kerja antara legislatif dan eksekutif, efektif dan efisien dalam penyelenggaraan pembangunan daerah khususnya di bidang pembangunan kampung.

Selain itu, untuk menimbulkan rasa semangat kebersamaan dalam pelaksanaan dan pengendalian secara terencana, terarah, dan terpadu untuk lebih mengoptimalkan sumber daya yang ada secara efektif, dan efisiensi untuk mencapai tujuan pembangunan.

Asisten II Bidang Perekonomian Setda Mimika, Frans Kambu dalam sambutannya mengatakan, Musrenbang merupakan forum yang sangat penting dan strategis dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Forum ini menjadi wadah untuk berdiskusi, menyampaikan aspirasi, serta merumuskan program dan kegiatan yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat.

"Dengan adanya Musrenbang, kita berharap perencanaan pembangunan daerah dapat lebih terarah, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Distrik Iwaka,"tutur Frans.

Dalam kesempatan ini, Frans menekankan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bersama yakni pembangunan yang berkelanjutan, perencanaan yang disusun harus mengutamakan prinsip keberlanjutan, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh generasi mendatang. Peningkatan kesejahteraan masyarakat yang diusulkan harus berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Lainnya, kolaborasi dan sinergi keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat, sektor swasta, dan semua pemangku kepentingan.

”Oleh karena itu, harus memperkuat kolaborasi untuk mencapai tujuan bersama. Efisiensi dan transparansi anggaran pengelolaan anggaran harus dilakukan secara efektif, efisien, dan transparan agar setiap program yang direncanakan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Distrik Iwaka Linus Dolame mengatakan, kegiatan Musrenbang ini rutin dilakukan setiap tahunnya. Oleh karena itu, program apa yang belum ada di kampung seperti sektor pendidikan, kesehatan dan lainnya dapat diusulkan.

"Jadi, jika sudah pernah diusulkan tahun sebelumnya tapi belum terjawab maka bisa diusulkan kembali lagi. Tapi usulan harus benar-benar sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan," pungkasnya. (Shanty Sang)

Pj Sekda Sebut Penerbangan ke Pedalaman Masih Terkendala Situasi Keamanan

Pj Sekda Mimika, Petrus Yumte

MIMIKA, BM

Pj Sekda Mimika, Petrus Yumte mengatakan Pemerintah Kabupaten Mimika sangat mendukung dibukanya penerbangan perintis ke Hoeya dan pedalaman lainnya.

Namun, saat ini kondisi keamanan masih belum terjamin, sehingga belum bisa pastikan kapan.

Petrus mengaku, bahwa dengan tidak adanya transportasi penerbangan maka secara otomatis pelayanan pemerintah ke masyarakat di pedalaman juga terhambat.

"Kami dari Pemda itu untuk pembukaan penerbangan perintis kami mau sekali. Tapi semua tahu bahwa situasi keamanan dan segala macamnya itu bagaimana," kata Pj Sekda Mimika Petrus Yumte saat diwawancarai, Senin (17/02/2025).

Katanya, bukan hanya masyarakat yang terhambat, pemerintah juga terhambat memberi pelayanan, khususnya pelayanan di bidang pendidikan dan kesehatan. Diharapkan situasi ini bisa segera kondusif agar layanan pemerintah bisa maksimal.

Saat ini menurutnya pemerintah terus berkoordinasi dengan pihak keamanan, distrik-distrik dan pihak keamanan lainnya. Apabila dari pihak keamanan mengatakan bahwa situasi aman, maka Dinas terkait (Dinas Perhubungan) akan melayani penerbangan.

"Jika dari pihak keamanan mengatakan aman, pasti teman-teman dari Dinas Perhubungan juga akan layani penerbangan. Pemerintah juga akan terus berkoordinasi dengan pihak keamanan,"ungkapnya. (Shanty Sang)

Top