Politik & Pemerintahan

Akses dari Bundaran Petrosea Menuju Bandara Mozes Kilangin Dibuka

Alat berat saat menggusur timbunan yang disaksikan Bupati Mimika, Johanes Rettob, pemilik hak ulayat dan tamu undangan

MIMIKA, BM

Pemilik tanah dan Pemerintah Kabupaten Mimika akhirnya bersepakat membuka akses jalan yang menghubungkan Jalan Petrosea atau bundaran menuju Bandara Mozes Kilangin.

Untuk diketahui, akses jalan tersebut sempat ditutup karena persoalan hak ulayat. Jalan tersebut ditutup menggunakan timbunan material oleh pihak keluarga, sebagai bentuk tuntutan adat terkait pembangunan yang dinilai belum melalui koordinasi dan penyelesaian secara menyeluruh.

Pembukaan akses jalan tersebut ditandai dengan ibadah syukur dan prosesi adat yang digelar Pemerintah Kabupaten Mimika bersama keluarga Yan Magal, Sabtu (14/2/2026).

Ibadah syukur dipimpin Pastor Ibrani Gwijangge, Pr yang kemudian dilanjutkan dengan pemberkatan jalan dengan air berkat dan dilanjutkan dengan penggusuran timbunan material.

Bupati Mimika, Johanes Rettob mengatakan bahwa hari ini boleh terjadi karena berbagai koordinasi telah dilakukan. Dan patut bersyukur juga walau situasi ini terjadi cukup lama namun, sekarang boleh dibuka karena atas kesepakatan bersama.

"Saya minta maaf juga kepada semua pihak karena ketika kita membangun jalan ini kita tidak berkoordinasi dengan baik. Atas nama pemerintah daerah saya ucapkan permohonan maaf,"kata Bupati John.

Menurutnya, semua ini menjadi simbol bahwa pembangunan Mimika harus dilakukan dengan menghargai adat serta kebersamaan.

Bupati mengatakan, setelah dibuka ini maka pihaknya langsung memberi nama jalan. Nama jalan yang diberi adalah Jalan Yan Magal. Nama tersebut digunakan sebagai bentuk penghargaan atas jasa almarhum Yan Magal yang telah berkontribusi terhadap pengembangan jalan tersebut.

"Jadi, mulai hari jalan ini kita beri nama Jalan Yan Magal untuk menghargai jasa beliau," ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa kedepan akses jalan ini akan dilanjut pekerjaannya dan akan di aspal sepenuhnya.

Sementara itu, Pemilik hak ulayat, Yuliana Beanal mengatakan, bahwa penutupan jalan sebelumnya dilakukan karena adanya persoalan yang belum disepakati bersama pemerintah.

"Kami bersyukur karena apa yang menjadi permintaan kami sudah dipenuhi. Kedepan, setiap pembangunan ada baiknya dilakukan dengan memperhatikan adat dan melibatkan pemilik hak ulayat agar membawa keselamatan dan tidak menimbulkan persoalan,"pungkasnya. (Shanty Sang)

Valentine Day Jadi Motivasi Kinerja PKK Mimika di 2026

Foto bersama Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Herawaty Rettob dan para pengurus

MIMIKA, BM

Hari ini banyak orang di dunia merayakan Hari Kasih Sayang atau Valentine Day. Momen ini biasanya digunakan untuk mempererat tali silaturahmi termasuk berbagi kasih dengan orang terdekat dan sesama.

Perayaan ini juga dirayakan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika yang diawali dengan Ibadah bersama kemudian tukaran kado.

Salah satu alasan mendasar PKK Mimika merayakan momentum ini tujuannya adalah untuk semakin mempererat kebersamaan dan kekeluargaan juga menjadi motivasi kinerja mereka di tahun 2026.

Pasalnya, hampir semua program pokok PKK berhubungan dengan kemanusiaan dan perhatian terhadap sesama terutama masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan ibadah dan tukar kado diselenggarakan di PAUD Kasih AMURO pada Sabtu (14/2/2026) dengan tema “Melayani Dengan Cinta Kasih”.

Ketua TP PKK Kabupaten Mimika Ny. Susy Herawaty Rettob mengatakan PKK ingin melayani Tuhan dan sesama lewat karya-karya nyata yang dapat menyentuh langsung ke masyarakat.

“Kita harus dengan kasih melayani Tuhan dan sesama. Dimulai dari ibadah, karena tanpa ibadah dan doa kita tidak bisa berbuat apa-apa. Segala sesuatu kita minta dulu kepada Tuhan jika direstui maka semua dijalani dengan baik,” tuturnya.

Ia berharap agar seluruh pengurus dalam bekerja tetap mengandalkan Tuhan dan memberikan dukungan satu sama lain serta saling bekerja sama.

“Hari Kasih Sayang berarti tidak ada perbedaan di antara kita. Semoga kita yang dipercayakan oleh bupati dan wakil bupati dapat menjalankan tugas dengan cinta kasih,” harapnya.

Adapun program kerja PKK di tahun 2026 dibagi dalam beberapa pokja, diantaranya Pokja I telah melaksanakan ibadah Oikumene perdana, pokja II akan terus mensosialisasikan wajib belajar 13 tahun.

Sementara pokja III akan fokus pada program prioritas dari provinsi untuk penanaman daun kelor dan pokja IV menekankan pada bidang kesehatan terutama bayi, balita, ibu hamil, lansia dan untuk masyarakat pada umumnya. (Elfrida Sijabat)

Ini Jawaban Bupati Terkait Kepengurusan PT MAS

Bupati Mimika Johannes Rettob

MIMIKA, BM

Bupati Mimika Johannes Rettob angkat bicara terkait kepengurusan PT MAS yang mana banyak menuai pertanyaan publik.

Struktur pengurus PT Mimika Abdi Sejahtera (PT MAS) sementara yang diangkat, berasal dari para pendiri dan penggagas awal perusahaan.

Bahkan untuk kepengurusan sementara yang telah ditetapkan juga diputuskan bersama oleh pihak akademisi Universitas Cenderawasih (Uncen).

“Kepengurusan PT MAS itu kami putuskan bersama dengan akademisi dari Uncen, dan legitimasi kepengurusan PT MAS memastikan bahwa struktur organisasi perusahaan tetap berakar pada pihak yang memiliki sejarah dan kontribusi sejak awal pendirian PT MAS,”kata Bupati Mimika, Johanes Retton saat ditemui, Kamis (12/2/2026).

Bupati menjelaskan, pergantian kepengurusan ini dilakukan karena pengurus sebelumnya telah diberikan modal oleh Pemkab Mimika sebanyak Rp6 miliar, namun anggaran tersebut tidak dipergunakan secara maksimal sehingga Pemkab memberhentikan pengurus lama dan menutup sementara PT MAS.

Setelah penutupan PT MAS, Pemda Mimika kemudian meminta pendampingan dari Uncen Jayapura. Dan dari hasil pendampingan tersebut diputuskan adanya kepengurusan sementara.

“Kami sempat menutup PT MAS, dan meminta pendampingan Uncen, nah hasil pendampingan tersebut kami diminta untuk membentuk pengurus PT MAS sementara. Karena setelah dievaluasi perusahaan ini harus dihidupkan kembali,” jelasnya.

Johannes mengatakan, pengurus sementara PT MAS ini akan melakukan beberapa langkah, agar dapat membuka peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Langkah tersebut yakni, menyiapkan izin usaha, perencanaan bisnis, menyiapkan kerjasama, SOP dan tata tertib perusahaan.

“Selain persiapan itu, mereka juga harus menyiapkan pengurus PT MAS definitif yang diperkirakan akan dibentuk paling lambat dibulan Mei 2026, karena nantinya PT MAS ini harus mengurus usaha, agar dapat meningkatkan PAD Mimika,” katanya.

Lanjutnya, PT MAS berencana akan mengelola tailing, maka itu salah satu pengurus sementara yang dipilih merupakan mantan manajer tailing PT Freeport. Yang nantinya akan mengatur kerjasama terkait pengelolaan dan hal lainnya.

“Jadi intinya, kita hidupkan PT MAS ini agar bisa menyiapkan semua kebutuhan perusahaan milik Pemda, dan tim kepengurusan ini akan bekerja sesuai dengan aturan yang ditetapkan,”ungkapnya. (Shanty Sang)

Top