Politik & Pemerintahan

Pentingnya Peranan Kearsipan Dalam Pemerintahan, Mimika Harus Punya Depot Arsip

Foto bersama Asisten I Yulianus Sasarari

MIMIKA, BM

"Pentingnya arsip dalam kehidupan bangsa dan bernegara, menjadi tolak ukur keberhasilan pemerintah terutama dalam perkembangan daerah saat ini," ujar Asisten Bidang Pemerintahan Setda Mimika Yulianus Sasarari.

Ia mengatakan hal ini pada giat Sosialisasi Penciptaan Dan Penggunaan Arsip Dinamis Di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika, yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah.

Yulianus mengatakan, kearsipan memegang peran yang sangat penting karena arsip menjadi bukti berlangsungnya sebuah proses penyelenggaran pemerintahan.

"Arsip yang tertib, baik dan tersusun dengan rapi tentu akan memudahkan kita dalam melihat dan meninjau kembali pekerjaan dan dokumen yang telah kita lakukan," tutur Yulianus.

Ia mengapresiasi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah karena menyelenggarakan giat ini. Pasalnya kegiatan ini merupakan langkah pasti mengawali seluruh rangkaian usaha dan kegiatan bidang kearsipan yang telah di amanatkan dalam undang-undang nomor 43 tahun 2009 tentang kearsipan.

Ia berharap dalam kegiatan ini para peserta dapat memahami fungsi dan peranan maupun sanksi dalam pengelolaan arsip.

"Dalam pemerintahan ini saya harapkan dapat menciptakan sumber daya manusia aparatur yang bermutu dan bermartabat, meningkatkan sistem pengelolaan dan pemeliharaan kearsipan melalui penyediaan data yang akurat," ungkapnya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Yopi Toisuta mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk melakukan pendataan kearsipan di setiap SKPD, distrik dan kelurahan agar dokumen pemerintahan tetap terpelihara dengan baik dan mudah untuk ditemukan.

"Tapi yang saya harapkan adalah bagaimana penempatan orang untuk pengelolaan arsip di setiap OPD, distrik dan kelurahan itu betul-betul orang yang punya SDM yang bagus dan tidak dipindahkan. Jangan sampai dia sudah ikut pelatihan selesai tiba-tiba dipindahkan lagi," harapnya.

Toisuta berharap agar mereka yang sudah dibekali dengan pengetahuan kearsipan dan dokumen dalam sosialisasi dan pelatihan seperti ini jangan kemudian dipindahkan begitu saja. Minimal mereka harus dipertahankan dalam angka waktu tertentu untuk pengelolaan.

"Banyak masalah di setiap kota, kabupaten, provinsi maupun negara, persoalannya semua itu karena arsip. Kenapa? Karena setiap persoalan itu pasti ada tuntutan-tuntutannya. Jika kita tidak punya arsip yang baik, dokumen tidak lengkap maka dampaknya besar sekali.
Jadi saya mengharapan kedepan kita harus ada punya depot arsip," ungkapnya.

Ketua Panitia Rauda Buamona, SE dalam laporannya mengatakan, maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas pengelolaan arsip dalam rangka mewujudkan arsip sebagai tulang punggung manajemen pemerintahan.

Selain itu untuk meningktakan kesadaran terhadap arti pentingnya arsip sebagai bukti akuntabilitas dan penyelamatan aset serta mendukung proses pengambilan keputusan bagi organisasi.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari mulai tanggal 30 November hingga 01 Desember 2021 bertempat di hotel 66 Cendrawasih Timika.

"Peserta Kegiatan Bimbingan teknis berjumlah 50 orang yang terdiri dari pengelola kearsipan di lingkungan Pemda Mimika dan narasumber dari Kearsipan Kota Blitar," ungkapnya. (Shanty)

PARADE FOTO : Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Arsip, Dinas Perpustakaan Beri Sosialisasi


MIMIKA, BM

Guna meningkatkan kualitas pengelolaan arsip, Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah beri Sosialisasi Penciptaan Dan Penggunaan Arsip Dinamis Di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Cenderawasih 66, Selasa (30/11) dibuka secara resmi oleh Asisten Bidang Pemerintahan Setda Mimika Yulianus Sasarari.

Foto - Foto : Shanty Sang

1. Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Mimika, Yulianus Sasarari memberikan sambutan.

2. Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Mimika, Yulianus Sasarari memukul tifa pada pembukaan Sosialisasi Penciptaan Dan Penggunaan Arsip Dinamis.

3. Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Jacob Toisuta, narasumber dari Kota Blitar dan Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Mimika, Yulianus Sasarari menyanyikan lagu Indonesia Raya

4. Peserta sosialisasi kearsipan saat menyanyikan lagu Indonesia Raya.

5. Ketua Panitia Rauda Buamona saat menyampaikan laporan panitia kegiatan sosialisasi kearsipan.

6.  Narasumber dari Kota Blitar saat memberikan materi kepada peserta sosialisasi kearsipan.

7. Peserta saat mengikuti kegiatan sosialisasi kearsipan.

8. Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Jacob Toisuta, narasumber dari Kota Blitar, Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Mimika, Yulianus Sasarari dan Sekretaris DPM-PTSP berpose kompak saat foto bersama.

9. Foto Bersama seluruh peserta kegiatan

Sekda Mimika Minta Maaf Terkait Terpampangnya Bendera Polandia di Perayaan HUT Korpri

Akibat kesalahan cetakan, bendera merah putih di spanduk dicetak terbalik 

MIMIKA, BM

Di momen peringatan HUT Korpri ke-50 Tahun 2021, bendera merah putih yang dicetak pada spanduk besar dan dipasang di Gedung A Sentra Pemerintahan Pemda Mimika, Senin (29/11) ternyata terbalik.

Warna merah yang seharusnya di atas dan warna putih di bawah melambangkan bendera merah putih, dicetak terbalik. Warna putih di atas dan warna merah di bawa, akibatnya terlihat seperti bendera Polandia.

Akibat kesalahan ini, hal tersebut kini menjadi viral di berbagai media sosial dan menjadi perbincangan banyak orang. Banyak warga Mimika mempertanyakan dan menyayangkan kejadian tersebut.

Terkait dengan kesalahan ini, Sekretaris Daerah Kabupaten Mimika, Michael R. Gomar menyampaikan permintaan maaf.

"Sekali lagi kami minta maaf. Ini bukan merupakan kesengajaan dari kami panitia, ini merupakan pengalaman buat kami kedepannya. Kami tidak ingin melakukan kesalahan dan sengaja untuk membuat acara yang menjadi kebanggan seluruh PNS jadi tidak sempurna," ungkap Gomar.

Kepada media, Gomar menyampaikan bagaimana sampai cetakan itu terbalik dan tidak sesuai dengan pesanan panitia.

"Saya pikir ini bukan kesalahan kita panitia, pada intinya kami tidak sengaja. Memang saat proses percetakan selesai, panitia tidak lihat dan langsung pasang. Setelah upacara sudah selesai baru kami melihat ternyata bendera merah putih tercetak terbalik," ungkapnya. (Ignas)

Top