Politik & Pemerintahan

Kadisperindag : SPBU Harus Tegas Tidak Layani Kendaraan Modifikasi Tanki

Kadisperindag Mimika,,Petrus Pali Amba

MIMIKA, BM

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika, Petrus Pali Amba mengatakan, bahwa pihak stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Timika, harus tegas untuk tidak melayani kendaraan dengan tanki yang dimodifikasi.

"Sejak adanya instruksi bupati yang terakhir tentang pengawasan penjualan BBM subsidi, pegawai Disperindag ditugaskan untuk lakukan pengawasan di setiap SPBU,” kata Kadisperindag Petrus Pali Amba saat ditemui, Rabu (1/6).

Petrus mengatakan, selama pengawasan langsung oleh pegawai Disperinag, ada sejumlah kendaraan yang didapati melakukan pelanggaran berupa memodifikasi tanki BBM.

“Itu didapati langsung oleh petugas lapangan Disperindag dan langsung di usir,” tutur Petrus.

Dikatakan, kendaraan-kendaraan itu sudah dicatat nomor polisinya dan dibagikan ke semua stasiun dengan harapan agar tidak dilayani lagi jika melakukan pengisian BBM.

"Kecuali tanki kendaraannya telah dirubah kembali," ujarnya.

Selain modifikasi tanki, ada juga kendaraan yang setelah pengawasan diketahui setiap harinya hanya datang untuk mengisi bahan bakar.

“Misalnya dia masuk di SPBU A diusir, kemudian mau ke SPBU B itu mereka sudah tau jadi tidak akan dilayani lagi,” ungkapnya.

Menurutnya, selama ada pengawasan langsung pegawai Disperindag tidak ada lagi pelayanan untuk kendaraan serupa.

Akan tetapi hal itu tidak bisa dihindari karena pegawai Disperindag tidak berjaga selama 24 jam di SPBU.

“Jadi biasanya kecolongan kalau tidak ada petugas kami. Sebenarnya itu kurang komitmen dari setiap SPBU untuk bagian operatornya agar tegas dalam hal ini,” jelas Petrus.

Ia berharap agar semua SPBU untuk sama-sama mengawasi dan bertindak dengan tidak melayani kendaraan serupa.

“Jangan ada petugas kami baru tegas kalau petugas tidak ada ya mereka tidak tegas lagi. Harusnya kan mereka yang tegas,” pungkasnya. (Shanty)

PARADE FOTO : Launching Program Paten Adminduk oleh Disdukcapil Mimika di Tembagapura

Disdukcapil Mimika terus berupaya mendekatkan  layanan kependudukan kepada mssyarakat agar mempermudah mereka dalam melengkapi berkas adminduk.

Terbaru, Disdukcapil Mimika melaunching program Paten Adminduk, Rabu (25/5), di Jobsite PT Freeport Indonesia, Street 11 D, gedung 479 A, Distrik Tembagapura.

Foto-foto : Ignasius Istanto/ wartawan BM

Kepala Disdukcapil Kabupaten Mimika,   Slamet Sutedjo mendampingi pegawainya saat persiapan untuk melakukan perekaman adminduk

Pegawai Dukcapil saat mulai melakukan perekaman adminduk

Sejumlah warga dan karyawan PTFI sedang mengantri untuk melakukan perekaman admimduk

Terlihat pegawai Dukcapil melihat hasil perekaman dan pencetakan adminduk

Salah seorang pegawai Dukcapil saat mengecek E KTP milik salah satu warga yang diganti

Kepala Disdukcapil, Slamet Sutedjo saat memberikan sambutan sebelum melaonching Program Paten Admimduk

Launching Program Paten Adminduk dan Posko Terpadu Pemilu ditandai pengguntingan pita oleh Kepala Disdukcapil, Slamet Sutedjo disaksikan Komisioner KPUD dan Bawaslu Mimika

Penyerahan secara simbolis hasil perekamana adminduk oleh Kepala Dukcapil Kabupaten Mimika,Slamet Sutedjo dengan didampingi Lurah Tembagapura, Fredi Adii kepada salah satu warga Tembagapura

Lurah Tembagapura,Fredi Adii secara simbolis menyerahkan hasil perekaman adminduk kepada salah satu karyawan PT Freeport Indonesia

Senyum bahagia Kepala Dukcapil, Slamet Sutedjo bersama pegawainya saat foto bersama seusai kegiatan

PKK Kabupaten Mimika Gelar Lomba Cipta Menu B2SA Pangan Lokal Tingkat PKK Distrik

Bupati Mimika, Eltinus Omaleng didampingi Wakil Ketua PKK Mimika Pere Omaleng melakukan penilaian menu para peserta

MIMIKA, BM

Dalam rangka memperingati Hari Kartini ke 143, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Mimika menggelar lomba Cipta Menu Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) Pangan Lokal tingkat PKK Distrik.

Perlombaan cipta menu ini diadakan di halaman Pendopo Rumah Bupati SP3, Jumat (27/5/2022) dan diikuti oleh 36 kelompok peserta.

Wakil Ketua PKK Mimika, Pere Omaleng dalam sambutannya menjelaskan lomba ini memiliki peran penting untuk membangun budaya mengonsumsi menu B2SA dalam keluarga.

"Serta juga mendorong dan meningkatkan kreativitas masyarakat, khusus ibu-ibu rumah tangga dalam menentukan menu B2SA berbasis sumber daya lokal," jelasnya.

Selain itu, lomba ini juga untuk membangun budaya keluarga dalam mengonsumsi aneka menu makanan beragam bergizi seimbang dan aman untuk memenuhi kehidupan hidup sehari-hari sehingga meningkatkan imunitas keluarga.

"Semoga ke depan bahan lokal tidak hanya dijadikan menu, melainkan juga dapat ditingkatkan lagi menjadi peluang usaha karena bahan lokal memiliki nilai ekonomi yang tinggi," ujarnya.

Bupati Mimika Eltinus Omaleng saat membuka kegiatan mengatakan penganekaragaman pangan dan konsumsi pangan merupakan salah satu upaya untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan unggul.

"Yaitu melalui perbaikan pola konsumsi pangan masyarakat menjadi lebih beragam, baik untuk jenis pangan karbohidrat, sumber protein juga sumber vitamin dan mineral," jelasnya.

Menurut Bupati Omalemg, pangan berkualitas dapat diwujudkan apabila pola konsumsi makanan sehari-hari dilakukan secara tepat.

"Artinya harus mengandung zat gizi lengkap sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan jumlah yang berimbang antar kelompok pangan berdasarkan cita rasa, daya cerna, daya terima masyarakat dan kemampuan daya beli masyarakat," ucapnya.

Sehingga, kata dia, pangan yang berkualitas diharapkan dapat mengatasi permasalahan gizi dan kelebihan gizi.

Lebih lanjut dia menyebutkan salah satu masalah yang menjadi perhatian saat ini adalah stunting, yaitu kondisi gagal tumbuh pada anak balita.

"Akan tetapi berbagai persoalan kesehatan juga dihadapi masyarakat dewasa ini akibat dari kelebihan gizi seperti obesitas yang rentan terhadap penyakit jantung, diabetes, dan lainnya," tuturnya.

Oleh karena itu, dengan adanya lomba ini, ia berharap kemandirian pangan lokal dan pelestarian sumber daya alam dapat lebih dimantapkan.

"Dengan memanfaatkan hasil potensi alam, seperti sagu, jagung, ubi-ubian, pisang dan laiinya yang dapat diproses dan diolah menjadi bahan pangan fungsional yang mengandung berbagai nutrisi dan mampu meningkatkan konsumsi pangan dan dapat membantu penambahan pendapatan rumah tangga," pungkasnya. (Ade)

Top