Politik & Pemerintahan

Terbang Sekali Seminggu, Warga Mimika Akhirnya Bisa Pulkam

Kadishub Yan Pura saat mendampingi Wabup John mengawasi warga

MIMIKA,BM

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika memberikan kebijakan khusus bagi maskapai Garuda Indonesia untuk kembali melayani penerbangan mengangkut penumpang khusus bagi warga Mimika yang berada di luar daerah untuk pulang kampung.

Sebelumnya, semua penerbangan mengangkut penumpang dari dan menuju Bandara Mozes Kilangin Timika dibatasi untuk mencegah penularan wabah penyakit virus corona.

Meskipun mengizinkan maskapai Garuda Indonesia untik mengangkut penumpang, namun penumpang yang diangkut dibatasi.

Yang diperbolehkan terbang ke Timika yaitu warga Mimika yang kini sedang berada di luar daerah, namun selama ini kesulitan kembali lantaran ditutupnya layanan penerbangan penumpang.

"Penerbangan ini bukan untuk umum, ini permintaan khusus bapak bupati terkait dengan para pejabat, masyarakat kita yang ada di luar agar diberi kesempatan untuk balik ke Timika, tapi ini bukan untuk seterusnya,"tutur Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Mimika, Yan Selamat Purba saat diwawancarai di Mozza, Jumat (17/4).

Purba mengatakan, kebijakan khusus yang diberikan kepada maskapai Garuda Indonesia tidak berlaku setiap hari, inipun dibatasi dengan ketentuan yang ketat.

"Ini bukan setiap hari ya, tapi satu kali dalam seminggu dan tentunya setiap penumpang yang baru tiba di Bandara Mozes Kilangin wajib mengikuti program karantina selama 14 hari. Bisa karantina mandiri dan bisa karantina dari Tim Gugus Tugas Covid-19," tuturnya.

Purba juga membantah tudingan banyak pihak bahwa penerbangan ini dibuka secara umum. Karena menurutnya, pemeriksaan terhadap mereka yang mau ke Timika diawasi dengan ketat. Penumpang akan di filter oleh dispencapil, artinya mereka yang memiliki KTP Mimika saja yang diterima.

Pembukaan penerbangan khusus inipun hanya berlaku sementara, ketika semua orang Mimika yang ingin kembali telah tiba di Mimika maka pemerintah akan kembali menutup akses layanan penerbangan bagi penumpang.

Menurutnya, nanti jika di pandang cukup untuk masyarakat Mimika kembali ke Timika dari luar daerah maka Bupati Mimika akan tutup kembali sambil menunggu tren covid-19 yang ada di Timika apakah naik atau turun. Kalau turun akan di buka untuk umum tetapi kalau trennya naik maka bisa dihentikan kembali penerbangan itu.

"Jadi, sesuai permintaan Pak Bupati itu 1 kali 1 minggu. Nanti warga Timika dari luar daerah tentunya akan menerima syarat khusus dari KKP bandara asal, jika harus sertakan surat kesehatan maka harus sertakan dan sampai di sini juga bersedia di karantina selama 14 hari. Penerbangan akan kembali normal jika penularan virus corona sudah selesai teratasi di Mimika,” ungkapnya. (Shanty)

 

 

26.536 KK di Mimika Bakal Terima BLT Dana Desa

Kepala DPMK Michael R Gomar

MIMIKA,BM

Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) berencana memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp600 ribu perbulan.

Anggaran tersebut berasal dari relokasi sebagian dana desa (DD) tahun 2020 yang akan dipotong sebesar 30-35 persen dari 133 kampung yang ada di Mimika.

Hingga saat ini, tercatat ada sekitar 26.536 kepala keluarga yang sudah terdata dan menjadi sasaran BLT desa di tengah masa darurat Covid-19.

"Untuk BLT dana desa yang kita hitung dari 133 kampung, simulasi perhitungan dari BLT dana desa yang sudah dipotong 30-35 persen kurang lebih sebesar Rp48.045.419.150 dan itu kalau di hitung 1 kepala keluarga mendapat Rp600 ribu perbulan selama 3 bulan ke depan,"tutur Kepala DPMK Michael R Gomar saat diwawancarai di Mozza, Jumat (17/4).

Gomar mengatakan, bahwa BLT desa ini hanya berlaku tiga bulan. Sebanyak 26.536 kepala keluarga yang sudah terdata ini sesuai persyaratan mereka tidak terdaftar menerima BLT ataupun bantuan-bantuan pemerintah lainnya. Jadi warga yang terima adalah yang belum tercover sama sekali.

Dikatakan, pengalihan anggaran dana desa dilakukan lantaran jumlah warga desa yang tidak masuk dalam data penerima bantuan Pemerintah Pusat dan daerah cukup banyak, sehingga memang perlu ada pencadangan anggaran tersendiri untuk masyarakat desa.

Adapun mekanisme penyaluran bansos ini bakal dilakukan pendataan, musyawarah dan verifikasi pendataan kepala keluarga. Setelah itu dilaporkan kepada distrik selanjutnya dilaporkan ke bupati Mimika untuk dikeluarkan SK penerima BLT Desa.

"Disaat seperti ini dana desa juga bisa digunakan untuk bantuan langsung tunai yang diberikan kepada masyarakat desa yang belum terakomodir dari bantuan-bantuan pemerintah lainnya misalnya PKH, bantuan non pangan dan lainnya.

Sebelumnya, dana desa digunakan untuk pemberdayaan masyarakat di kampung namun karena pendemi Covid-19, dana ini dapat digunakan sebagian sebagai bantuan kepada masyarakat.

“BLT ini beda dengan yang dari Dinas Sosial karena ini BLT Dana Desa. Presentasi untuk perhitungannya pun berbeda. Kampung yang memiliki dana desa sebesar Rp800 juta hingga Rp1 miliar pemotongan untuk BLT sebesar 30 persen dan kampung yang menerima DD sebesar Rp1-2 miliar pemotongannya 35 persen,"ungkapnya. (Shanty)

 

 

Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, Bupati Akan Renovasi Bangsal RSUD

Bupati dan wakil bupati saat melihat kesiapan RSUD

MIMIKA,BM

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika merupakan rumah sakit rujukan pasien Covid-19. Namun sayangnya kapasitas ruang isolasi di RSUD hanya ada 20. 15 ruangan sudah ditempati pasien Covid-19 dan kini hanya menyisakan 5 ruangan.

Selain RSUD, Shelter di SP II juga kapasitasnya tidak mencukupi. Daya tampung di shelter hanya untuk 80 orang. 1 kamar kapasitas untuk 4 orang namun hanya ada 28 kamar yang siap dihuni.

Melihat kondisi perkembangan penularan Covid-19 di Mimika yang terus melonjak naik maka dikhawatirkan tidak ada penampungan lagi bagi pasien Covid-19.

Menyikapi keadaan ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika mengambil langkah cepat yakni akan merenovasi seiumlah bangsal di RSUD Mimika guna mengantisipasi lonjakan pasien sehingga memadai untuk menampung pasien covid-19.

"Memang kapasitas kita di RSUD masih kurang sehingga kita harus tambahkan ruangan, tempat tidur dan kebutuhan lainnya. Kita punya bangsal-bangsal di RSUD cukup banyak jadi bisa direnovasi untuk kita pakai sementara," tutur Bupati Mimika Eltinus Omaleng,SE, MH saat diwawancarai di Hotel Grand Mozza, Kamis (16/4).

Kendati demikian, anggaran perbaikan renovasi bangsal tersebut sementara belum terakomodir. Namun Pemda Mimika akan bergerak cepat untuk merealisasikannya.

"Kami juga usahakan tempat yang pantas untuk kita tampung dimana. Ada beberapa tempat yang kami lihat tapi belum diskusi dengan yang punya, itu tugasnya tim kalau sudah dapat kita bisa tampung juga di tempat itu," imbuh Bupati Eltinus.

Senada dengan hal itu, Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan RSUD menjadi salah satu tempat khusus untuk pasien Covid-19. Namun, untuk ke depan alternatifnya bisa menggunakan rumah sakit lain.

"Itu adalah salah satu alternatif yang akan digunakan tapi tentu pemerintah punya tanggungjawab untuk hal itu agar ada tempat untuk pasien covid-19. Yang paling penting jangan tambah yang positifnya, jadi masyarakat harus sadar social distancing dan ikuti imbauan pemerintah," ujar Wabup John. (Shanty)

 

 

Top