Politik & Pemerintahan

BRIDA Awali Kerja dan Masuk Kantor Baru Dengan Doa Syukur dan Silahturahmi Halal Bihalal

 

Sekretaris BRIDA Mimika, Darius Sabon saat memotong tumpeng

MIMIKA, BM

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika yang baru dibentuk memulai kinerja dan masuk kantor baru dengan doa syukur dan silahturahmi Halal Bihalal.

Langkah ini menandai komitmen memperkuat riset dan inovasi daerah untuk pembangunan yang lebih berkualitas.

Halalbihalal dan doa syukur yang berlangsung di Kantor BRIDA, Selasa (31/3/2026) dipimpin oleh Pastor Beny Magai,Pr dan Ustadz Abdul Karim.

Asisteb III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Hery Onawame dalam sambutannya mengatakan, bahwa ini adalah momen yang luar biasa karena bisa berkumpul bersama-sama membangun silahturahmi dan keakraban.

Brida ini menjadi OPD teknis yang benar-benar menyentuh langsung dan memberikan dampak positif terhadap perubahan-perubahan sesuai dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Mimika.

"Saya berharap agar staf dan pimpinan dapat berkolaborasi untuk menjalankan tugas-tugas dengan baik, memberikan yang terbaik untuk Mimika dan masyarakat,"harapnya.

Hery mengatakan, tentu semua diawali dengan menaruh harapan pada Tuhan dan memulai dengan doa, iman dan harapan untuk melaksanakan tugas-tugas ini.

"Memang tahun lalu Pak Bupati dan Wakil telah melakukan restrukturisasi dan BRIDA salah satunya. Pak Bupati memang ingin memajukan inovasi daerah, apa lagi mencanangkan Mimika sebagai smart city. Diharapkan BRIDA ini berperan penting untuk perkembangan di Mimika," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BRIDA Mimika, Slamet Sutejo mengatakan, BRIDA ini ibarat bayi baru lahir yang lahir dari Bappeda. BRIDA lahir menjadi harapan baru, menjadi dasar semua kebijakan dan sebagai riset.

"Pak Bupati selalu katakan mana kajiannya, mana penelitiannya itu semua supaya data kita tidak salah dan bisa tepat sasaran serta paling utama adalah berdampak kepada masyarakat," kata Slamet.

Meski pegawai hanya 15 orang, namun menurut Slamet, inovasi, kreativitas, ide dan gagasan itu tidak harus lahir dari bangunan megah, dari sesuatu yang wah tetapi dengan keterbatasan itulah yang akan cerdas berfikir.

"Kalau kita terlalu banyak fasilitas yang melimpah itu terkadang lupa bersyukur kepada Tuhan dan keenakan. Padahal masyarakat menunggu hasil pemikiran kita untuk memikirkan masa depan Mimika kedepan," ujar Slamet.

Ia meyakini, yang namanya takdir, ikhtiar, tawakal akan ketemu dengan takdir Tuhan. Kalau kerja keras, kerja cerdas, kerja iklas dan benar-benar melayani di Mimika ini Tuhan akan mempertemukan dengan takdir yang terbaik.

"Jadi, kalau kita masih baru itu wajar, ibarat kita baru masuk rumah baru jadi masih serba kekurangan. Tetapi kekompakan, solidaritas, kerja tim work itu yang dinantikan oleh masyarakat. Pastinya kita berkomitmen untuk mewujudkan visi misi Bupati dan Wakil Bupati untuk membawa Mimika semakin maju,"tuturnya.

Katanya, tentu BRIDA tidak bisa berjalan sendiri, BRIDA adalah bagian dari OPD yang tugasnya membantu mengorganisir, membuat riset, kajian, membantu membangun jejaring sehingga inovasi itu lahir. Kenapa perlu inovasi itu lahir ? Supaya yang tidak efektif menjadi efektif, yang sulit jadi mudah, itu kuncinya.

Ia menegaskan, kalau sudah ada BRIDA tetapi inovasinya menjadi sedikit berarti BRIDA akan diusulkan ditutup saja.

"Kalau 2 tahun sudah ada sekitar 74 inovasi nanti 2026-2027 harus 2 kali lipat, itu baru namanya ukuran standar sederhana Brida berhasil. Riset juga begitu, output riset itu jangan ditumpuk di lemari, itu harus jadi rumusan kebijakan, bisa diimplementasikan, bisa berdampak buat masyarakat itu baru namanya Brida berhasil," pungkasnya. (Shanty Sang)

Bappeda Mimika Gelar Musrembang Otsus dan Dana Tambahan Infrastruktur Tahun 2027

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika, Santy Sondang foto bersama Kepala Bappeda Mimika, Septinus Timang dan peserta

MIMIKA, BM

Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mimika menggelar musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus (Otsus) dan Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) untuk tahun 2027 mendatang.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Horison Ultima, Selasa (31/3/2026) ini dihadiri semua organisasi perangkat  daerah (OPD) pengelola dana otsus di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Mimika.

Adapun tema yang diusung yakni "Peningkatan Sumber Daya Manusia Berkarakter Berbasis Ekonomi Inklusif Menuju Mimika Cerdas, Mimika Sehat, Mimika Produktif".

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika, Santy Sondang dalam sambutannya mengatakan, pertemuan hari ini bukan sekedar rutinitas administratif saja melainkan momentum sakral bagi semua untuk memastikan bahwa setiap rupiah dana Otsus benar-benar "menyentuh kulit dan meresap ke tulang" masyarakat Orang Asli Papua di tanah amungsa.

"Esensi tema kita tahun ini adalah peningkatan sumber daya manusia berkarakter berbasis ekonomi inklusif.  Tema ini bukan slogan semata, melainkan arah kompas pembangunan kita ke depan," kata Santy.

Adapun yang dimaksud dari tema tersebut yaitu SDM berkarakter itu tidak hanya ingin mencetak sarjana atau tenaga kerja terampil, tetapi manusia yang memiliki integritas, mencintai budayanya, dan memiliki mentalitas pemenang. Pendidikan dan kesehatan adalah fondasi utama yang tidak bisa ditawar.

Sementara, ekonomi inklusif artinya pembangunan ekonomi harus dirasakan oleh semua lapisan terutama masyarakat dipesisir dan pegunungan.

"Kita ingin mama-mama penjual noken, para nelayan, dan petani lokal menjadi aktor utama dalam perputaran ekonomi di Mimika, bukan sekedar penonton," ujarnya.

Ia mengimbau, kepada jajaran OPD pengampu dana Otsus untuk memperhatikan tiga poin krusial diantaranya, ketepatan sasaran, transparansi & akuntabilitas dan sinergitas.

Lebih lanjut dikatakan, yang dimaksud ketepatan sasaran ialah memastikan program yang di usulkan menjawab kebutuhan riil masyarakat kampung bukan keinginan segilintir orang.

Transparansi & akuntabilitas ialah dana Otsus adalah amanah besar. Dan sinergitas ialah hilangkan ego sektoral integritaskan program pendidikan dengan pemberdayaan ekonomi agar lulusan sekolah langsung terserap dalam ekosistem ekonomi inklusif yang dibangun.

"Saya tidak ingin ada penyalahgunaan. Setiap program harus bisa dipertanggungjawabkan hasilnya bagi kesejahteraan Orang Asli Papua,"ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Isak Rahajaan dalam laporan panitia menyampaikan tujuan dari pelaksanaan Musrenbang Otonomi Khusus adalah menyelaraskan dan menajamkan prioritas pembangunan, menyelaraskan program dan kegiatan Otonomi Khusus, mewujudkan sinergi antar pemangku kepentingan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua.

Tujuan lainnya, mengevaluasi pelaksanaan program otonomi khusus, menentukan prioritas pembangunan yang tepat sasaran, menyusun program yang mengacu pada rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) dan rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) dan mendukung pembangunan nasional. (Shanty Sang)

Distrik Miru dan Pihak Gereja Sepakat Pagar Gereja Dibongkar

 

Proses penandatangan berita acara pembongkaran pagar gereja

MIMIKA, BM

Pemerintah Distrik Mimika Baru bersama pihak gereja, OPD PUPR dan DLH serta Kelurahan Kebun Sirih melakukan penandatangan berita acara pembongkaran pagar Gereja Tiberias Kebun Sirih.

Penandatanganan ini dilakukan di ruang pertemuan Distrik Mimika Baru yang dipimpin langsung Kepala Distrik Merlyn Temorubun, Kamis (2/04/2026).

Pembongkaran terhadap pagar gereja ini rencananya mulai dilakukan setelah perayaan Paskah nanti.

Perlu diketahui, pihak Pemerintah Distrik Mimika Baru beberapa waktu lalu menerima laporan dari masyarakat bahwa pagar gereja tersebut telah melewati parit (drainase).

Jika pagar tersebut tidak dibongkar maka warga di sekitar akan mendapat dampak langsung genangan air apabila curah hujan meninggi.

Berdasarkan laporan tersebut, pihak Distrik Mimika Baru kemudian melakukan pendekatan dengan pihak gereja dan dari hasil tersebut pihak gereja menyetujui untuk dilakukan pembongkaran.

“Kita bersyukur bahwa pihak gereja, kelurahan dan rt sudah menyetujui secara bersama untuk dilakukan pembongkaran dan hari ini kami lakukan penandatangan berita acara pembongkaran pagar gereja,” ungkap Merlyn Temorubun.

Merlyn mengatakan bahwa pokok masalah ini sebenarnya hanya karena masalah teknis dan miss komunikasi karena sempat sudah diingatkan untuk berhenti namun para pekerja terus membangun pagar tersebut.

“Tapi kita sudah selesaikan bersama, dan pihak gereja meminta waktu untuk sosialisasi kepada jemaat dan akan melakukan pembongkaran setelah perayaan Paskah nanti,” ujarnya.

Merlyn mengatakan dalam pertemuan dan penandatangan berita acara tersebut, pihaknya juga menghadirkan OPD PUPR dan DLH sebagai OPD teknis.

“Dinas PUPR akan melakukan pengukuran ulang, supaya ketika dibangun lagi tidak ada komplen dari warga dan mereka bangun pagar itu seharusnya di bagian mana. Mereka juga tadi beri masukan dan saran,” ungkapnya.

Sementara perwakilan OPD Dinas Lingkungan HIdup pada prinsipnya mengarahkan untuk pembangunan tidak menutupi atau menyentuh langsung jalur air karena drainase itu untuk kepentingan publik.

Selain pihak distrik, OPD dan kelurahan serta RT, pertemuan sekaligus penandatangan berita acara pembongkaran ini juga dihadiri oleh pendeta perwakilan Gereja Tiberias, pemuda dan tokoh masyarakat. (Ronald Renwarin)

Top