Politik & Pemerintahan

Besok, 2800 ASN Mimika Jalani Tes Profiling

Bupati Mimika Johannes Rettob

MIMIKA, BM

Sebanyak 2.800 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika akan mengikuti tes Profiling yang mulai dilaksanakan pada, Rabu hingga Sabtu (26-29/8/2026).

Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan, Profiling ini sebenarnya merupakan semacam uji kompetensi dari setiap pegawai negeri yang ada di Kabupaten Mimika dalam rangka menuju ke sistem kepegawaian yang berbasis manajemen talenta.

"Kalau ini sudah selesai nanti kami akan launching terkait manajemen talenta. Dan semua proses pemilihan jabatan, pengangkatan dalam jabatan, mutasi, pemberhentian itu semua berdasarkan manajemen talenta," Kata Bupati Mimika Johannes Rettob saat ditemui di Hotel Grand Tembaga, Selasa (25/8/2026).

Jadi, kata Bupati JR, sekarang tidak ada lagi main-main. Dulu pejabatnya harus seleksi terbuka untuk eselon 2, tetapi sekarang cukup dengan manajemen talenta.

Oleh sebab itu, Bupati himbau kepada seluruh ASN agar segera mengisi dan memproses semua data-datanya secara lengkap termasuk penghargaan-penghargaan yang diterima, apa yang sudah dilakukan dan lain sebagainya.

"Contohnya, mungkin sebagai panitia atau apa saja yang sudah dilakukan nanti dimasukin di dalam My ASN dan juga data-data pribadi dari seorang pegawai negeri," Ujarnya.

Ia mengatakan, bahwa hari ini ASN mulai mengambil nomor antrian sekaligus mencari lokasi tes sesuai dengan nama. Nantinya, akan ada empat tempat yang menjadi lokasi tes Profiling nya.

"Jadi dengan nama-nama atau nomor antrian itu mereka tahu ada di mana. Dan pembagian itu bukan kita yang atur. Pembagian itu langsung diacak oleh BKN," ungkapnya. (Shanty Sang)

DLH Gelar Sosialisasi Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca SIGN-SMART dan Pembentukan Pokja

Suasana kegiatan sosialisasi Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca SIGN-SMART dan Pembentukan Pokja

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH( menggelar sosialisasi pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca SIGN-SMART dan pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Mimika, serta koordinasi lintas sektor.

Sosialisasi yang dilaksanakan di Hotel Horison Diana, Senin (24/8/2026) dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum, Ir. Yohana Paliling.

Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum, Ir. Yohana Paliling dalam sambutannya menyampaikan, perubahan iklim bukan lagi sekadar isu global, tetapi telah menjadi tantangan nyata yang berdampak terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari lingkungan, kesehatan, ketahanan pangan, ketersediaan air hingga perekonomian.

Karena itu, upaya mitigasi seperti pengurangan sampah, efisiensi energi, perlindungan vegetasi, serta langkah adaptasi berupa penguatan ketahanan masyarakat dan kesiapsiagaan menghadapi bencana perlu dilakukan secara bersamaan.

“Oleh sebab itu, pentingnya ketersediaan data yang valid, mutakhir, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan rendah karbon,"kata Yohana.

Yohana berharap, setiap perangkat daerah dapat menunjuk focal point data, memastikan pengisian sistem SIGN-SMART bersumber dari dokumen resmi, dan memperkuat mekanisme verifikasi bersama. Kegiatan ini juga harus melibatkan masyarakat, dunia usaha, lembaga pendidikan, tokoh agama, perempuan, pemuda, dan masyarakat adat agar kerja bersama menghadapi perubahan iklim benar-benar terwujud.

Menurutnya, dengan dukungan data yang kuat, perencanaan yang terintegrasi, serta kolaborasi lintas sektor yang konsisten, Mimika diharapkan mampu membangun fondasi pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan tangguh terhadap dampak perubahan iklim.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Mimika, Algertho Reno Asmuruf mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum bagi DLH untuk membentuk Pokja Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca sekaligus memperkuat pemanfaatan aplikasi SIGN-SMART dalam inventarisasi data emisi.

"Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Mimika dalam menghadapi tantangan perubahan iklim melalui strategi adaptasi dan mitigasi yang berbasis data," Ujar Reno.

DLH Mimika juga, kata Reno melibatkan sejumlah instansi teknis yang berkaitan langsung dengan sumber emisi, termasuk sektor kehutanan dan perindustrian. Data yang dihimpun nantinya menjadi dasar dalam melakukan kajian serta menyusun kebijakan pengendalian emisi agar upaya penanganan perubahan iklim dapat dilakukan secara lebih terarah dan berbasis bukti.

“Gas rumah kaca seperti karbondioksida dan metana berasal dari aktivitas manusia, baik industri maupun kehutanan. Jika tidak dikendalikan, dampaknya akan memperparah pemanasan global, kekeringan, dan krisis sumber air,”tuturnya.

Ia menambahkan, fenomena El Nino yang saat ini terjadi di Indonesia menjadi salah satu kondisi yang menunjukkan pentingnya penguatan upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Kondisi cuaca ekstrem berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan berdampak terhadap ketersediaan sumber daya air serta kehidupan masyarakat.

“Melalui pembentukan Pokja ini, DLH berharap dapat memperkuat koordinasi lintas sektor, memastikan data inventarisasi gas rumah kaca lebih akurat, serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,”ungkapnya. (Shanty Sang)

Fenomena El Nino, Bupati JR Imbau Warga Hemat Air

Suasana apel pagi di puspem SP3

MIMIKA, BM

Bupati Mimika, Johannes Rettob mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air bersih menyusul prakiraan musim kemarau yang berpotensi berlangsung panjang.

"Masyarakat mulai sekarang harus tingkatkan kewaspadaan hadapi dampak fenomena El Nino yang memicu kemarau panjang, kekeringan, hingga ancaman kebakaran hutan dan lahan," kata Bupati Mimika, Johannes Rettohlb, Senin (24/8/2026).

Pasalnya, fenomena suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ini telah berdampak signifikan pada krisis air bersih dan peningkatan titik panas (hotspot) di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Papua Tengah.

Oleh sebab itu, Bupati JR meminta masyarakat memanfaatkan air secara bijak serta menyiapkan cadangan air di rumah apabila memungkinkan.

“Karena adanya pengaruh El Nino ini, lihat asap tiap pagi kabut ya, dan syukur karena kita di Mimika masih bisa jalan dengan baik,” ujarnya.

Katanya, saat ini tercatat ada empat titik potensi panas di Mimika. Mengingat kasus kebakaran hutan telah terjadi di kabupaten tetangga seperti Nabire dan Ilaga, masyarakat dilarang keras membuka lahan perkebunan dengan cara membakar.

“ASN dan warga saya minta aktif memantau lingkungan sekitar serta tidak membakar sampah secara sembarangan untuk mencegah pemicu kebakaran yang meluas akibat hembusan angin kencang,” ucapnya.

Selain itu, di beberapa wilayah di Kota Timika dan lima distrik sekitarnya mulai mengalami penurunan debit air sumur.

Para Kepala Distrik dan jajaran asisten juga diminta memformulasikan surat edaran resmi. ASN diharapkan menjadi agen sosialisasi di tingkat RT, tetangga, hingga keluarga.

"Di daerah Puncak terjadi fenomena cuaca ekstrem dingin hingga muncul es, namun kekeringan hebat tetap terjadi hingga danau di Paniai menyusut, karena prediksi BMKG menunjukkan kondisi kering ini dapat berlangsung panjang. Mari jaga lingkungan bersama dan jangan menambah masalah," ungkapnya. (Shanty Sang)

Top