
Bupati Mimika Johannes Rettob saat membuka kegiatan yang ditandai dengan pemukulan tifa
MIMIKA, BM
Sebanyak 20 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Mimika mengikuti lomba innovation week tahun 2025 yang diselenggarakan Bappeda Mimika.
Lomba ini mengusung tema pengembangan dan penciptaan inovasi daerah untuk pemerintahan yang responsif, eneriik, transparan, terampil objektif dan berdaya saing.
Ajang yang akan berlangsung selama tiga hari sejak Rabu - Jumat (1-3/10/2025) dibuka secara resmi oleh Bupati Mimika Johanes Rettob didampingi Pj Sekda Mimika Abraham Kateyau, Deputi Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN LAN RI Dr Tri Widodo Wahyu Utomo dan Kepala Bappeda Mimika Yohana Paliling.
Deputi Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN LAN RI, Drs. Tri Widodo Wahyu Utomo, SH, MH berharap agar peserta jangan hanya melihat hadiahnya saja tetapi harus betul-betul bisa menumbuhkan budaya inovasi di lingkungan OPDnya masing-masing.
"Jangan berpikir bahwa ini adalah kegiatan sesaat ada lomba tahun ini menang tahun depan dapat insentif tapi pertanyaannya tahun depan apakah bapak ibu akan masih berinovasi ? Kalau Bapak Ibu tidak menjadikan sebagai inovasi yang berkelanjutan maka hadiah insentif anggaran itu menjadi sia-sia,"kata Tri.
Oleh sebab itu, diharapkan peserta dapat menjadikan lomba ini sebagai pemacu untuk menumbuhkan budaya inovasi, ekosistem inovasi di Kabupaten Mimika dan bukan sekedar ikut lomba 17-an lomba kemudian mendapat hadiah.
Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Mimika ini adalah untuk memperkuat sebuah ekosistem inovasi sekaligus meningkatnya kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
Katanya, Mimika ini kabupaten yang memang sebenarnya jauh lebih maju dibanding kabupaten-kabupaten pada umumnya di sekitar Mimika maupun Papua pada umumnya. Oleh karena itu, Mimika dituntut agar bisa menjadi role model untuk inovasi daerah.
Sementara itu, Bupati Mimika Johanes Rettob dalam sambutannya mengatakan, bahwa inovasi-inovasi yang ada harusnya dikembangkan di daerah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi serta melakukan pelayanan yang lebih mudah untuk masyarakat dan pelayanan yang paling gampang.
"Kami terus melakukan terobosan, melakukan segala macam strategi-strategi untuk bagaimana caranya kita ini bisa memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat. Dan kita terus berkomitmen untuk mendorong lahirnya gagasan, terobosan serta inovasi dari seluruh elemen masyarakat. Inovasi bukan hanya milik para akademisi, tetapi kita semua bisa membuat inovasi-inovasi tersebut,"tutur Bupati John.
Melalui Mimika innovation week ini, Bupati John ingin menjadikan Mimika sebagai daerah yang adaptif, daerah yang kreatif dan inovatif dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
"Inovasi Kabupaten Mimika ini cukup banyak dan tercatat di Kementerian Dalam Negeri. Saya juga pernah hadir di sana dalam acara ini dan kebetulan saya yang diminta untuk memberikan sambutan diantara semua kabupaten kota yang ada di Indonesia,"katanya.
Oleh sebab itu, ia berharap kepada peserta sekalian untuk terus berkomitmen untuk bisa memberikan inovasi-inovasi.
Diharapkan, acara ini bukan hanya sebagai ajang lomba saja, tetapi kemudian bisa menjadi produk yang baik dan kemudian bisa berkolaborasi serta menjadi inspirasi bagi semua.
"Kami sudah punya inovasi-inovasi yang mendapat penghargaan nasional, yang terakhir ini inovasi dari RSUD Mimika "Sa Antar Ko","ucapnya.
Selain itu, karena inovasi yang luar biasa ini juga Kabupaten Mimika telah masuk dalam nominasi 3 besar Kabupaten Harmoni Nasional.
"Dari 451 kabupaten tapi kita sudah masuk 3 besar. Dan saat ini kita sedang lakukan pengisian data untuk dinilai dan akan diumumkan 24 November mendatang,"ungkapnya.
Kepala Bappeda Mimika, Yohana Paliling mengatakan, penyelenggaraan lomba inovasi dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan lingkup Pemda Mimika.
Peserta adalah OPD lingkup Pemda Mimika yang dibagi dalam 4 kategori dengan jumlah peserta inovasi sebanyak 20 OPD.
Adapun kategorinya yakni, kategori Inovasi Pelayanan Publik diikuti 5 OPD, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Hortikultura, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dan RSUD.
Inovasi Tata Kelola Pemerintahan diikuti 5 OPD yaitu Bagian Hukum, Bagian Umum dan Perlengkapan, Sekretariat DPRD, Bapenda dan Bappeda.
Inovasi Pelayanan Kesehatan Masyarakat diikuti 5 Puskesmas (PKM) yaitu, PKM Mapurujaya, PKM Timika, PKM Karang Senang, PKM Potowaiburu dan PKM Kwamki.
Dan kategori Inovasi Pemerintahan Distrik diikuti 5 Distrik yaitu, Distrik Wania, Mimika Baru, Mimika Barat Jauh, Mimika Timur dan Distrik Kwamki Narama.
"Mekanisme penilaian, dewan juri dan proses penilaian lomba inovasi ini dilaksanakan secara berjenjang dan profesional. Tahap pertama dilakukan penilaian administrasi by system aplikasi SIMDA kami yaitu sistem inovasi daerah Kabupaten Mimika dan itu telah selesai,"kata Yohana.
Yohana mengatakan, perangkingan skor dari penilaian sistem itu dilihat dari skor kematangan inovasi berdasarkan eviden yang diupload di sistem dan dari situ terpilih 5 Inovasi atau skor tertinggi yang hari ini diundang untuk memaparkan inovasinya di hadapan para juri.
"Ini yang akan kita lakukan sekarang adalah tahap kedua yaitu presentase di hadapan juri. Juri ada lima orang yaitu dari Deputi LAN RI, Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri BSKDN Kemendagri, Akademisi STIE JB, Asisten I Setda Mimika dan Asisten III Setda Mimika. Nanti, penetapan dan pengumuman pemenang akan dilakukan pada upacara HUT Mimika,"ujarnya.
Ia mengatakan, bahwa sebagai apresiasi kepada peserta panitia telah menyiapkan hadiah berupa piala 12 unit, laptop dan tablet untuk para Pamong Inovasi dan inovator di setiap OPD yang menang 40 unit.
Tidak hanya itu, kata Yohana, tahun 2026 juga akan menyiapkan insentif anggaran bagi OPD pemenang inovasi sebesar Rp4 miliar. Pemberian anggaran ini untuk mendukung program dan kegiatan inovasi yang dilakukan OPD tersebut.
"Terima kasih untuk dukungan pimpinan daerah kita,"pungkasnya. (Shanty Sang)