Politik & Pemerintahan

Dukung Program Presiden Prabowo, Pemkab Mimika Siapkan Konsep

Suasana berlangsungnya apel pagi di pusat pemerintahan Kabupaten Mimika

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupten Mimika saat ini sedang mempersiapkan konsep untuk menjalankan strategi atau program nasional yang dicanangkan oleh Presiden Rebuplik Indonesia, Prabowo Subianto. 

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong saat memimpin apel gabungan di Pusat Pemerintahan, Senin (07/07/2205). 

Wabup Kemong mengatakan dalam materi retret kepala daerah di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinagor beberapa minggu yang lalu adalah tentang pelaksanaan strategi nasional Presiden Prabowo seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekolah gratis, stunting, koperasi merah putih dan pembangunan 3 juta rumah. 

"Saya mengarahkan agar kita semua dapat menyukseskan program Pemerintah Pusat selain kita harus menyelesaikan tugas-tugas kita di pemerintahan ini," ucap Wabup Kemong.

Dalam pelaksanaanya, petunjuk teknis (Juknis-red) dari Pemerintan Pusat yang menjadi pedoman setiap daerah masih sementara di susun dan akan menyusul.

Namun, untuk saat ini Pemerintah Daerah diarahkan untuk melaksanakan sesuai kondisi daerah masing-masing. 

"Saya dan Pak bupati berharap agar kita mulai menyiapkan konsepnya seperti apa. Terimakasih bagi yang udah menjalankan, tetapi kalau ada yang belum, kita mulai membuat konsep-konsep pelaksanaannya," tandasnya.

Oleh karena itu, ia memerintahkan kepada seluruh OPD terkait seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Mimika untuk duduk bersama merumuskan konsep pelaksanaan sembari menunggu Juknis dari pusat. 

"Kita menunggu perintah dari pusat, tetapi kita harus melapor apa yang sudah kita lakukan," ungkapnya. (Shanty Sang)

Dinsos Mimika Gelar Sosialisasi dan Pembinaan Assessment

Narasumber Kepala Balai Besar KEMENSOS RI Regional VI Jayapura, John. Mampioper, saat memberikan materi kepada relawan

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Sosial (Dinsos) menggelar Sosialisasi dan Pembinaan Assessment yang berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Kamis (26/6/2025).

Sosialisasi dan Pembinaan Assessment ini diberikan kepada para Relawan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial pada Dinsos Mimika, Paulus Saile mengatakan pembinaan ini diberikan kepada relawan sebagai upaya peningkatan kapasitas dan efektivitas pelayanan sosial di lapangan.

Tidak hanya itu, LKS dan TKSK juga dibekali untuk bagaimana menghadapi berbagai permasalahan ataupun kasus saat berada di lapangan.

“Relawan inikan yang sering mendampingi pegawai Dinsos untuk langsung turun ke lapangan. Jadi, ini penguatan untuk mereka, apabila ada masalah dilapangan mereka bisa menyelesaikan secara baik,” kata Paulus.

Paulus menambahkan dalam pembinaan, relawan diberikan penjelasan untuk pemberian suatu bantuan sosial kepada masyarakat, sehingga pada saat memberikan bantuan kepada masyarakat tidak salah sasaran.

Relawan juga menerima penjelasan terkait bagaimana mendata masyarakat miskin, mendata orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan mendata korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Dengan demikian, maka relawan dapat memberikan bantuan dan dukungan kepada korban.

“Jadi apabila ditemukan masyarakat yang mendapatkan KDRT, relawan juga dapat mengetahui langkah apa yang harus dilakukan, karena setiap permasalahan memiliki langkah sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, pembinaan ini sangat penting, dimana tantangan sosial dan geografis di Mimika membutuhkan relawan yang tangguh dan terlatih.

“Kami berharap dengan adanya bimbingan ini, relawan dapat membantu kami dalam melakukan pekerjaan sosial di Mimika,” harapnya. (Shanty Sang)

Disparbudpora Gali Potensi Bakat Menyanyi Pemuda Terbaik di Mimika Untuk Ikut Even Nasional

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika Evert Hindom, Kepala Disparbudpora Elisabeth Cenawatin dan para peserta foto bersama 

MIMIKA, BM

Guna untuk menyaring atau menyeleksi pemuda pemudi yang ada di Kabupaten Mimika khususnya di bidang olah vokal atau menyanyi, maka Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Pemuda Olahraga (Disparbudpora) menggelar Workshop Pop Singer Pemuda Pelajar.

Workshop dilaksanakan selama dua hari sejak Jumat (4/7/2025) hingga Sabtu (5/7/2025) di Hotel Horison Ultima dan dibuka secara resmi oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Evert Hindom.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Evert Hindom dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Mimika dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia (sdm) khususnya di kalangan generasi muda.

Pemuda adalah aset masa depan daerah dan bangsa maka dari itu, potensi mereka harus terus diasah, diarahkan, dan diberdayakan secara tepat dan terukur.

Workshop Pop Singer ini bukan sekadar pelatihan menyanyi, melainkan juga menjadi ruang ekspresi diri dan pengembangan karakter bagi para pemuda-pemudi berbakat di bidang musik, khususnya musik pop. 

"Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta dapat meningkatkan kualitas vokal, memperkuat rasa percaya diri, serta memahami pentingnya profesionalisme, kerja keras, dan etika bermusik," kata Evert.

Evert menambahkan di balik penampilan yang memukau dan suara yang merdu, terdapat proses panjang yang harus dilalui. Mulai dari latihan yang konsisten, kesabaran dalam membentuk teknik, hingga mental yang kuat untuk tampil di hadapan publik.

Semua itu membutuhkan dedikasi dan semangat pantang menyerah.

"Saya harap bahwa kegiatan ini tidak boleh berhenti. Setelah workshop ini selesai akan muncul langkah-langkah lanjutnya lagi," harapnya.

Sementara itu Kepala Disparbudpora Mimika, Elisabeth Cenawatin dalam kesempatan tersebut menuturkan output dari workshop ini akan terpilih pemuda terbaik yang nantinya akan dipersiapkan pada ajang atau even nasional kedepan yang sering diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga yakni Pegang Kreatifitas Pemuda Indonesia.

"Kegiatan ini sangat positif untuk muda mudi yang usia 16 sampai 22, karena usia tersebut sudah termasuk dalam kategori pemuda," kata Elisabeth.

Elisabeth menjelaskan peserta berasal dari 22 atau 23 sekolah SMA/SMK yang ada di Mimika. Yang mana setiap sekolah akan mengutus 2 orang yang mempunyai minat atau bakat akan olah vokal.

"Inti dari kegiatan ini yaitu bagaimana kita mengembangkan potensi mereka dalam bidang bernyanyi atau mengolah vokal suara,"ujarnya.

Pasalnya, banyak anak muda sekarang lebih banyak ke musik, sehinga sayang sekali jika potensi atau bakat minat yang dimiliki tidak dikembangkan.

Oleh sebab itu, pemerintah daerah melihat hal itu sehingga membuat salah satu workshop untuk bagaimana anak-anak ini dapat dikembangkan bakat minat menyanyi.

"Ini bukan cuma di sini saja tapi nanti mereka akan dipilih untuk diikutkan pada even Se-Indonesia di Jakarta," ungkapnya. (Shanty Sang)

Top